SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 25. Pengganggu kecil


__ADS_3

SYDNEY


***Ruang kerja Chris***


Chris duduk di kursi kerja dan menelepon Rio. Tadi panggilan dari Rio sudah terputus setelah berbunyi sebanyak lima kali.


Biasanya Rio akan memberi jeda waktu lima menit untuk menelepon kembali jika Chris belum mengangkat telepon. Itu termasuk salah satu peraturan kerja yang ditetapkan oleh Chris terhadap Rio.


"Tuan Chris!" sapa Rio saat menjawab panggilan telepon dari Chris.


"Ada apa Rio?" tanya Chris.


"Maaf mengganggu privacy Tuan Chris. Ada hal penting yang harus saya sampaikan. Rekan bisnis di Bali memutuskan kontrak kerja secara tiba-tiba," lapor Rio.


"Pemutusan kontrak kerja? Bali?" batin Chris.


Seketika di pikiran Chris muncul kecurigaan terhadap sosok pria yaitu William. Satu-satunya orang yang membencinya dan mempunyai kekuatan besar untuk membuat rekan bisnis di Bali memutuskan kontrak kerja.


Informasi lengkap mengenai William sudah diketahui oleh Chris saat Rio menyelidiki identitas Emma. Chris tahu William termasuk salah satu pengusaha sukses, tetapi memiliki sikap ego yang tinggi.


Chris yakin William pasti terguncang saat mengetahui Emma menikah dengannya. Akan tetapi, Chris tidak menyangka William menggunakan cara kotor untuk menghadapinya.


"Rio! Selidiki semua proyek yang sedang dikerjakan Perusahaan Christian. Baik proyek baru maupun proyek yang sedang berjalan. Jadwalkan meeting intern besok pagi!" perintah Chris.


"Baik Tuan Chris!" jawab Rio.


***Kamar tidur Chris dan Emma***


Chris dan Emma sedang berbaring di atas tempat tidur sambil berpelukan.


"Emma! Besok pagi aku harus ke kantor untuk meeting intern. Jadi tidak bisa menemanimu menjemput Kak Dylan," kata Chris.


"Tidak apa-apa Chris. Pekerjaan lebih penting. Apakah ada masalah di perusahaan?" tanya Emma sambil menatap Chris.


Sejak Chris menerima panggilan telepon tadi, pria muda itu berada di ruang kerjanya hingga tiba waktunya makan malam, Chris keluar untuk memasak masakan untuknya di dapur. Selesai makan malam, Chris ke ruang kerja lagi sehingga Emma menduga ada sesuatu yang terjadi.


"Bukan masalah besar. Aku bisa mengatasinya," jawab Chris sambil menepuk punggung Emma dengan lembut.


Chris tidak mau Emma khawatir dan merasa bersalah jika mengetahui William menggunakan cara kotor untuk menghancurkan perusahaannya.


Saat ini Chris yakin seratus persen William dalangnya. Beberapa proyek di Sydney juga mengalami masalah secara bersamaan. Chris harus mengurusnya secepat mungkin agar tidak bertambah buruk.


"Besok Owen boleh ikut denganku? Kasihan dia sendirian di rumah," kata Emma.


"Tentu saja boleh. Pengasuh dan bodyguard Owen ikut serta. Mereka bisa memakai mobil Toyota Camry dan mengikuti mobilmu dari belakang," ucap Chris.


Owen adalah anak yang sangat aktif jika berada di luar sehingga Chris tidak mau Emma kecapekan mengurus Owen. Pengasuh dan bodyguard bisa membantu menjaga Owen ketika Emma bertemu Dylan.


"Baiklah. Kamu memang daddy dan suami terbaik," ucap Emma sambil mengecup dagu Chris.


"Kamu istri kesayanganku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku!" kata Chris dan mempererat pelukannya.


"Termasuk Owen?" tanya Emma sambil tertawa kecil.

__ADS_1


Emma mengira Chris masih cemburu dengan perkataan Owen tadi siang.


"Owen bukan sainganku," jawab Chris dengan yakin.


"Are you sure?" tanya Emma dengan senyuman jahil di sudut bibirnya.


"Of course! Lagi pula aku sudah menempati hatimu. Tidak ada ruang kosong untuk pria lain lagi," jawab Chris.


Emma merangkulkan kedua tangan di leher Chris, lalu menggosok-gosokkan hidungnya dengan hidung Chris.


Beberapa saat kemudian tangan kiri Emma tetap merangkul leher Chris, sedangkan jari tangan kanannya bergerak turun dari pipi Chris, menuju leher, kemudian membuat putaran kecil di dada Chris.


"Bagaimana dengan hatimu? Apakah sudah penuh olehku dan tidak ada ruang kosong untuk wanita lain?" tanya Emma.


"Tentu saja!" jawab Chris yakin.


"Aku akan memeriksanya!" ucap Emma.


Emma mendorong tubuh Chris hingga berbaring di atas tempat tidur dan Emma duduk di atas tubuh Chris dengan cepat.


Kedua tangan Emma menarik baju tidur Chris ke atas sehingga terlihat perut six pack pria muda itu.


Emma memajukan wajahnya dan mencium bibir Chris dengan lembut. Chris membalas ciuman Emma. Lama kelamaan Chris semakin terbuai dengan ciuman Emma.


Chris akui di dalam hati kecilnya, Emma semakin pintar berciuman dibandingkan ciuman pertama mereka. Ciuman yang semula terasa manis, sekarang berubah menjadi ciuman yang membuat Chris kecanduan dan ingin menikmatinya terus menerus.


Emma menghentikan ciumannya dari bibir Chris. "Kamu suka?" tanya Emma dengan tatapan menggoda.


Chris menganggukkan kepalanya. Emma tersenyum tipis dan menempelkan bibirnya di leher Chris. Kecupan-kecupan lembut menyentuh leher Chris. Tangan Emma menari-nari di perut six pack Chris sehingga menimbulkan aliran listrik yang menyengat tubuh Chris.


Emma tidak menghentikan aksinya dan semakin bergerak agresif memberikan kecupan dan sentuhan di tubuh Chris.


Chris memeluk erat punggung Emma dan berguling ke samping hingga posisi mereka bertukaran.


Chris berada di atas tubuh Emma dan menatap intens wajah Emma yang bersemu merah seperti tomat.


"I love you, Emma!" kata Chris.


"I love you too!" balas Emma sambil menatap mata Chris.


Chris mencium bibir Emma dengan agresif. Emma membalasnya dengan ritme yang sama. Semakin lama ciuman itu terasa membakar tubuh mereka berdua.


Chris meninggalkan satu gigitan cinta di leher Emma. Mereka berdua saling mendengar jelas suara deru napas dan detak jantung yang cepat dari tubuh masing-masing.


***


Suara ketukan pintu kamar yang keras dari luar membuat Chris menghentikan niat petualangan fantasinya bersama Emma.


"Emma! Daddy!" panggil Owen dari luar pintu kamar.


"Owen!" gumam Chris sambil menggertakkan giginya.


Emma tertawa kecil dan mengecup bibir Chris beberapa kali untuk meredakan kekesalan Chris.

__ADS_1


"Emma! Daddy!" Owen memanggil mereka sambil mengetuk pintu kamar lagi.


"Sebentar!" jawab Chris.


Chris merapikan pakaian Emma dengan cepat dan juga rambut Emma yang berantakan terlebih dahulu sebelum merapikan pakaiannya sendiri.


Chris menutup seluruh tubuh Emma dengan selimut hingga ke leher, lalu turun dari tempat tidur menuju pintu.


***


"Ada apa Owen? Kenapa belum tidur?" tanya Chris.


"Aku mau tidur sama daddy dan Emma," jawab Owen dengan santai, lalu menerobos masuk ke dalam kamar tidur Chris.


Sepasang bantal dan guling sudah berada dalam pelukan Owen. Chris yakin putra kesayangan sudah bertekad bulat untuk tidur di sini.


"Emma!" panggil Owen saat naik ke atas tempat tidur. Owen sengaja tidur di antara Emma dan Chris.


"Owen. Ayo tidur sekarang," kata Emma sambil membelai kepala Owen.


Chris sudah ikut naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Owen.


"Good night Emma! Good night daddy!" ucap Owen. Senyuman puas tersungging di sudut bibir Owen.


"Good night Owen!" ucap Chris dan Emma bersamaan.


Sepuluh menit kemudian, terdengar suara napas teratur dari Owen, menandakan Owen sudah tertidur pulas.


Sejak kecil, Chris memang membiasakan Owen tidur jam sembilan malam sehingga setiap kali tiba saatnya, Owen pasti tidur pulas.


Chris bangun dari tempat tidur dan menggendong Owen, lalu meletakkannya secara perlahan di tempat Chris tidur tadi.


Chris mengambil alih tempat tidur bagian Owen. Sekarang Chris yang berada di tengah, di antara Owen dan Emma.


Ketika Chris memeluk erat pinggang Emma, gadis muda itu tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan agar Owen tidak terbangun.


"Good night honey," ucap Chris setelah memberikan kecupan di puncak kepala Emma.


"Good night Chris," jawab Emma.


Mereka berdua tidak menyesal kegagalan petualangan fantasi kali ini karena kemunculan pengganggu kecil. Mereka masih banyak kesempatan yang lain. Baik Chris maupun Emma tidak mau melakukannya terburu-buru dan ingin menikmati setiap saat kebersamaan mereka.


Suasana hati Chris dan Emma sangat gembira disebabkan keduanya sudah yakin dengan perasaan masing-masing. Rasa cinta dan saling menyayangi satu sama lain akan menjadi pondasi yang kuat dalam ikatan pernikahan mereka.


***


Selamat malam readers. Gagal lagi deh karena pengganggu kecil 😂😂


Mulai akan muncul konflik menuju tamat ya readers tercinta. Stay tune dan dukung penuh novel ini.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2