SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 84. Airport


__ADS_3

***Kamar tidur Emma di Mansion Watson***


Saat ini Chris sudah berada di kamar tidur setelah Owen tertidur pulas di kamar tamu.


Chris baru saja selesai mandi dan naik ke atas tidur. Ketika Chris duduk bersandar, Emma langsung merapatkan tubuhnya ke Chris. Tangan mereka berdua pun saling bergenggaman erat satu sama lain.


"Owen sudah tahu tentang Jordan. Jimmy menggunakan rasa keingintahuan Owen untuk membawanya pergi," kata Chris.


"Bagaimana dengan Owen sekarang?" tanya Emma.


"Owen mengerti alasanku menyembunyikan rahasia itu," jawab Chris.


"Baguslah! Owen sangat pintar dan cerdik. Walaupun kenyataan ini membuatnya sedih, tetapi aku yakin Owen akan ceria kembali dalam waktu singkat,' kata Emma.


Chris menganggukkan kepala pertanda setuju dengan perkataan Emma.


"Bagaimana dengan Jimmy? Kamu tidak boleh melepasnya dengan mudah. Dia harus bertanggung jawab atas penculikan Owen," kata Emma dengan kesal.


Chris tertawa kecil melihat kemarahan Emma. Chris yakin jika Jimmy berada di hadapan Emma saat ini, istri tercintanya pasti akan menampar Jimmy ataupun meminta Rocky memukul Jimmy.


"Tenang, honey! Aku sudah memberinya pelajaran. Tidak akan ada orang yang bisa menemukan Jimmy," ucap Chris.


"Jimmy pasti dikurung dan di bawah pengawasan anak buah Jack," batin Emma.


Dugaan Emma sangatlah tepat. Jimmy sama sekali tidak bisa kabur dan hidup matinya tergantung kepada Chris.


Saat ini Jimmy sedang mendapatkan pukulan dari Stan, anak buah Jack atas perintah Chris. Chris sengaja menambah hukuman pukulan untuk Jimmy karena pria itu membuat Owen sedih dan menangis.


"Emma! Besok pagi aku dan Jack akan ke Amerika. Kamu dan Owen tinggal di mansion selama kepergianku. Beberapa bodyguard handal Jack akan melindungi kalian," ucap Chris dengan serius.


Emma mengerti Chris ingin menyelesaikan semua permasalahan dengan Keluarga Alexander agar mereka tidak mengusik Owen lagi.


"Baiklah. Berapa hari kamu di sana?" tanya Emma.


"Paling cepat dua hari," jawab Chris.


"Chris! Berjanjilah untuk selalu berhati-hati di sana. Aku dan Owen menunggumu pulang," kata Emma.


"I promise, honey!" ucap Chris dengan yakin.


Chris mengangkat tubuh Emma sehingga Emma duduk di pangkuannya dengan posisi saling berhadapan.


Ciuman lembut mendarat di bibir stroberi Emma. Emma merangkulkan tangannya di belakang leher Chris serta membalas ciuman lembut itu.


Ciuman mesra berlangsung sangat lama hingga akhirnya mereka berdua menghentikan ciuman itu bersamaan.


Wajah Chris dan Emma saling menempel satu sama lain. Mereka berdua sudah merasakan rindu karena perpisahan besok pagi.


"Chris! Aku mau tidur di pangkuanmu!" ucap Emma sambil tersenyum.


"Baiklah, ratuku!" jawab Chris.


Chris menggeser posisi tubuh mereka agar Emma bisa tidur dengan nyaman di dalam pangkuannya.


"Good night Chris!"


"Good night honey!"

__ADS_1


CUP!


Emma memberikan kecupan singkat di bibir Chris, sebelum menutup kedua matanya. Dalam waktu singkat Emma sudah mencapai pulau kapuk.


Chris tersenyum kecil dan mencium pipi Emma. Tangannya menyentuh rambut panjang Emma dengan lembut.


"Sweet dream honey!" ucap Chris, lalu menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur, sebelum menyusul Emma ke pulau kapuk.


***Bandara Kedatangan Internasional***


Chris menepati janjinya ke Emma pulang dalam waktu dua hari dan akan tiba dengan penerbangan malam.


Jack yang ikut bersama Chris ke Amerika melancarkan rencana Chris karena Jack banyak kenalan berpengaruh di Amerika.


Emma, Owen, dan Alana menunggu di area penjemputan. Tentu saja Rocky dan beberapa bodyguard Jack yang disewa untuk melindungi Emma dan Owen juga ikut serta.


Selain para bodyguard itu, Ron dan Sam yang ditugaskan menjaga Alana juga ikut sehingga rombongan mereka menarik perhatian penuh dari para penumpang pesawat yang keluar maupun orang yang datang ke airport untuk menjemput.


"Chris!" panggil Emma antusias sambil melambaikan tangannya.


Senyum kecil menghias di wajah Alana secara samar, lalu menghilang dengan cepat saat dirinya melihat Jack keluar bersama Chris.


Emma menggandeng tangan Owen dan menghampiri Chris dengan cepat.


"Emma! Owen!" panggil Chris sambil membuka lebar kedua tangannya.


"Daddy!"


Owen dan Emma memeluk Chris di sisi yang berbeda. Alana menatap intens keluarga kecil yang bahagia itu dengan perasaan hati senang hingga akhirnya sosok Jack yang tinggi tegap berdiri tepat di hadapan Alana.


"Lana! I'm back!" kata Jack.


Alana menganggukkan kepalanya pelan. Jack melepaskan tangannya dalam waktu singkat karena tahu Alana tidak suka terlihat bermesraan di depan umum.


CUP!


Jack terkejut dan menatap intens wajah Alana yang bersemu merah. Jack tidak menyangka Alana merangkul lehernya dan memberikan kecupan singkat di bibir Jack.


"Welcome home, Jack!" ucap Alana dengan suara kecil, tetapi terdengar jelas oleh Jack.


Saat Alana melepaskan tangannya, Jack mengambil kesempatan menggenggam erat tangan kanan Alana.


"Our home!" ucap Jack.


Sepasang mata tajam Jack menatap intens Alana agar tidak melewatkan ekspresi gadis muda itu terhadap ucapannya.


"Iya," jawab Alana.


"Ayo kita pulang!" ajak Jack.


Jack menggandeng tangan Alana meninggalkan airport, diikuti oleh Ron dan Sam. Bahkan Jack tidak berpamitan dengan Chris karena prioritas utamanya adalah menghabiskan waktu berharganya dengan Alana, sebelum gadis muda itu berubah pikiran secara mendadak.


***


Sementara di sisi lain, Chris sudah melepaskan pelukan dengan Emma dan Owen. Kedua tangannya menggandeng dua orang yang paling dicintainya di sisi yang berbeda.


"Ayo kita pulang!" ucap Chris.

__ADS_1


"Ke rumah baru kita!" kata Owen dengan semangat.


"Oke!" jawab Chris.


Keluarga kecil bahagia itu meninggalkan airport dan masuk ke dalam mobil Ferrari merah milik Emma. Rocky mengemudikan mobil itu, sedangkan para bodyguard dan Pak Oka di dalam mobil mercedes benz hitam serta mengikuti mobil Emma dengan jarak dekat.


Keluarga kecil Chris tidak menyadari seseorang mengawasi mereka dari dalam mobil.


"Emma!" gumam William dengan suara kecil.


"Iya Tuan William!"


Sopir yang mengemudikan mobil menoleh ke belakang karena mengira William memanggilnya.


"Ke keberangkatan internasional!" perintah William.


"Baik Tuan William!" jawab sopir.


Malam ini William berangkat ke Singapura. Pada saat mobilnya masuk ke airport Ngurah Rai, William melihat mobil Ferrari merah milik Emma berada di depannya.


Semula William mengira Emma mengetahui jadwal keberangkatannya sehingga datang untuk mengantarnya, tetapi dugaannya salah total dan membuat hatinya semakin sakit.


"Sudah saatnya aku melepaskan Emma!" batin William.


William mengambil handphone dari kantong celana dan menelepon Emma. William ingin mendengar suara Emma untuk terakhir kalinya.


Nada sambungan berdering dalam waktu lama. William pun sudah mulai menyerah dan bermaksud mematikan panggilan telepon.


"Halo!"


Emma memutuskan menerima panggilan telepon dari William setelah berpikir sebentar.


"Emma! Sebentar lagi aku berangkat ke Singapura," kata William.


"Safe flight dan terima kasih untuk teleponmu waktu itu," jawab Emma dengan tenang.


William tahu maksud Emma mengenai informasi apartemennya tempat mengurung Owen oleh Jimmy.


"Bye bye Emma!"


"Bye!"


William menatap layar handphone yang sudah padam karena Emma mematikan sambungan telepon dengan cepat dan tanpa ragu.


"Semoga kamu bahagia selamanya, Emma!" batin William.


***


Selamat malam readers tercinta. Crazy Wil sudah diungsikan dari Bali.


Spoiler bab besok : Ada yang datang dari Amerika mencari Jimmy. Siapakah itu?


SEE YOU ALL TOMORROW


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2