SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 85. Jebakan dari Chris


__ADS_3

Satu minggu berlalu dengan cepat sejak kepulangan Chris dan Jack dari Amerika.


Semuanya berjalan lancar dan tidak ada yang berani mengusik Chris dan keluarga kecilnya, sedangkan Jimmy masih di kurung di tempat rahasia dan dijaga ketat oleh anak buah Jack.


Jimmy selalu memohon agar Chris datang menemuinya, tetapi Chris sama sekali tidak peduli dengan permintaan Jimmy.


Chris sedang menunggu kedatangan seseorang, yang pastinya menjadi awal penyelesaian masalahnya dengan Keluarga Alexander.


Chris juga memberitahukan rencananya yang akan dijalankan saat seseorang itu datang ke Tom, Dylan, Liam, Emma, dan Owen. Semua dikarenakan seseorang itu pastilah akan menemui Keluarga Watson.


***Ruang kerja Chris di Perusahaan Christian***


Chris sedang membaca dokumen kontrak dengan rekan bisnis dan mendengar suara pintu diketuk dari luar.


"Masuk!" perintah Chris.


Rio berjalan masuk ke dalam ruang kerja dan berdiri di hadapan Chris.


"Ada apa Rio?" tanya Chris.


"Jay Alexander datang dan ingin menemui Tuan Chris," jawab Rio.


"Antar dia masuk!" perintah Chris dengan santai.


"Baik Tuan Chris!" jawab Rio.


Beberapa saat kemudian, Jay Alexander sudah duduk di hadapan Chris.


Wajahnya muram dan sepasang mata birunya menatap tajam Chris seolah-olah Chris adalah musuh bebuyutannya, sedangkan Chris tidak memedulikan Jay dan fokus membaca dokumen kontrak kerja tadi.


Sepuluh menit berlalu. Suasana ruang kerja Chris masih sepi. Jay tidak dapat menahan diri lagi sehingga memukul meja dengan tangannya.


Chris menutup dokumen di tangannya, lalu meletakkannya dengan rapi di atas meja sebelum melipat kedua tangan dan menatap Jay.


"Anak kurang ajar! Beraninya mengacuhkanku!" geram Jay.


Chris tertawa sinis dan melirik kaki Jay.


"Aku kira Mr.Jay akan datang dengan tongkat di tangan," ucap Chris.

__ADS_1


Jay terkejut mendengar perkataan Chris. Sejak Jay jatuh dari tangga, kakinya memang tidak bisa digerakkan karena stroke. Akan tetapi, pengobatan dari dokter spesialis membuat Jay sembuh dari stroke setelah menderita satu tahun.


Walaupun begitu, Jay selalu menggunakan tongkat untuk menopang tubuhnya saat berjalan. Ada niat tersembunyi dari Jay dibalik tindakannya dan Jay tidak menyangka Chris yang sudah meninggalkan Amerika selama delapan tahun bisa mengetahui kondisinya dengan jelas.


"Anak sialan! Kamu yang mendorongku dari tangga hingga stroke! Sekarang masih berani mengejekku tidak memakai tongkat!" teriak Jay.


"Siapa yang mendorongmu, aku yakin Mr. Jay sudah tahu pasti," ucap Chris dengan santai.


Wajah Jay merah menahan amarah. Pria paruh baya itu ingin meninggalkan ruang kerja Chris saat ini jika saja tidak mengingat tujuan awalnya menemui Chris.


"Di mana Jimmy?" tanya Jay tanpa basa-basi.


"Aku tidak tahu," jawab Chris.


"Liar! Jimmy pergi ke Bali dan belum pulang hingga hari ini. Bahkan handphone nya tidak bisa dihubungi. Jimmy pasti mencarimu," ujar Jay.


"Kenapa Mr. Jay yakin Jimmy datang mencariku? Karena Mr. John menginginkanku pulang ke Amerika kan?" tanya Chris dengan santai.


"Jangan mimpi! Anak haram sepertimu tidak mungkin menjadi CEO Perusahaan Alexander," ucap Jay spontan.


"Ternyata memang benar dugaanku," batin Chris.


Chris melihat jam tangan di pergelangan tangannya sebentar, lalu menatap Jay.


"Sialan! Aku seharusnya tidak menjemput kalian ke Amerika waktu itu! Dasar anak durhaka! Berani mengusirku!"


Jay meluapkan amarahnya sambil menunjuk-nunjuk Chris, sedangkan Chris menanggapinya dengan ekspresi wajah datar.


Tidak ada rasa sakit di dalam hati Chris karena semua indra perasanya sudah mati rasa terhadap makian dan amarah Jay, yang sering diterima Chris sejak kecil.


Jay tidak pernah menganggap Chris sebagai putranya dan Chris sudah menyadari sejak kecil. Hal itu jugalah yang membuat Chris memanggil Jay dengan panggilan Mr. Jay, bukan Papa.


Chris mengangkat telepon di meja kerja dan menekan salah satu tombol yang langsung tersambung di telepon, yang berada di meja kerja Rio.


"Iya, Tuan Chris!"


"Rio! Bawa security ke ruang kerjaku!" perintah Chris.


"Baik Tuan Chris!" jawab Rio.

__ADS_1


Jay yang mendengar jelas perintah Chris ke asisten pribadinya, berdiri dari kursi dengan cepat.


"Katakan dimana Jimmy! Aku akan pergi segera!" ucap Jay.


"Aku tidak tahu!" jawab Chris.


"Awas kamu Chris! Aku akan membalasmu!" ancam Jay saat keluar dari ruang kerja Chris.


***


Chris mengambil handphone dan mengirim pesan di grup chat whatsapp Family Watson.


"Jay sudah di Bali! Bersiaplah!" ketik Chris.


Chris menelepon seseorang di Amerika setelah selesai mengirim sms.


"Mr. Bruce! Berikan semua bukti itu kepadanya!" pesan Chris, tanpa basa basi.


"Baik Tuan muda Chris!" jawab Bruce melalui sambungan telepon.


***


Malam hari saat Chris pulang ke rumah baru, Emma dan Owen antusias menceritakan kedatangan Jay ke Mansion Watson sesuai perkiraan Chris sebelumnya.


Chris yakin Jay pasti akan menggunakan Owen untuk mengancamnya dan mengadakan pertukaran dengan nyawa Jimmy.


Tentu saja Keluarga Watson memainkan peran masing-masing dengan sempurna sehingga Jay masuk dalam jebakan Chris.


"DNA dari rambut Jay sudah diserahkan ke rumah sakit Medical Health oleh Kak Liam. Tiga hari lagi hasilnya akan keluar," kata Emma.


"Tiga hari lagi semuanya akan berakhir. Keluarga Alexander tidak akan mengganggu kita lagi," ucap Chris.


***


Selamat malam readers.


Xi xi. Kali ini Chris yang bergerak duluan. Kenapa harus tes DNA ya? Kebenaran akan terungkap di bab besok.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2