
***Apartemen Regal Residence milik William***
William membungkukkan badannya sedikit untuk mengambil kotak humidor dan satu dokumen file yang terletak di laci meja ruang tamu.
Sepasang mata genit Lily fokus ke arah dokumen file yang sudah berada di tangan William. Lily yakin identitas pria yang harus dijebaknya tercantum di dalam dokumen file itu.
Saat William membuka kotak humidor dan mengeluarkan satu batang cerutu, Lily segera berdiri dari kursi sofa dan berinisiatif menghampiri William.
Lily membuka laci penyimpanan humidor dan mengambil pemantik zippo serta menyalakannya di cerutu yang sudah terselip di jari tangan William.
William menikmati cerutunya dan menahan beberapa saat asap di dalam mulut untuk merasakannya, lalu buang keluar. Dokumen file itu diberikan ke Lily.
Lily berjalan ke kursi sofa, tempat dirinya duduk semula.
Wanita penggoda itu membuka dokumen file dengan cepat dan membacanya saksama. Foto Chris ukuran 4R serta detail data waktu dan tempat Lily melancarkan jebakan ke Chris.
Sementara William masih menikmati cerutunya dengan tenang dan santai. Suasana hati William sangat baik.
William merasa dewi fortuna sedang berada di pihaknya karena kebetulan Chris menghadiri jamuan bisnis makan malam besok di hotel bintang lima sehingga jebakan Lily bisa dilaksanakan segera tanpa menunda waktu lagi.
Hotel jamuan bisnis makan malam besok merupakan hotel yang dipakainya berhubungan mesra dengan Lily dan ketahuan oleh Emma beberapa waktu yang lalu. William yakin Chris akan melakukan kesalahan yang sama seperti dirinya sehingga Emma pasti menceraikan Chris secepatnya.
"Dia targetmu!" ujar William.
"Christian, suami Emma?" tanya Lily spontan.
William sama sekali tidak terkejut bahwa Lily mengetahui Chris adalah suami Emma. Bahkan William sudah tahu kebenaran Lily sengaja mengajaknya berselingkuh untuk menghancurkan pernikahannya dengan Emma.
__ADS_1
William tipe pria pendendam. Setelah Lily berhasil menjebak Chris dan Emma kembali ke pelukannya, maka Lily akan menjadi target yang harus disingkirkan sejauh mungkin agar hubungannya dengan Emma tidak rusak lagi.
Tentu saja Lily tidak mengetahui isi pikiran William. Sepasang mata wanita genit itu menatap foto 4R Chris tanpa berkedip. Ketampanan dan sikap lembut Chris terhadap Emma pernah dilihat oleh Lily dari kejauhan.
"Iya. Semua sudah diatur dengan baik dan sempurna. Tugasmu hanyalah bersenang-senang dengan dia dan merekamnya. Aku sudah mempersiapkan obat spesial untuk memudahkan pekerjaanmu. Tidak akan ada orang yang bisa mengganggu kalian berdua," jelas William dengan yakin.
"Obat spesial? Will ingin memastikan Chris berhubungan mesra denganku. Pasti karena Will ingin rujuk dengan Emma," batin Lily.
Tujuan William menjebak Chris terbaca dengan jelas oleh Lily. Walaupun hati kecil Lily merasa kecewa karena William masih mendambakan Emma, tetapi Lily yakin Emma pasti tidak akan mau menerima William lagi.
Cek bernilai besar yang sudah tersimpan di dalam tas tangan Lily membuat wanita penggoda itu tidak menolak pekerjaan yang menguntungkannya.
Uang melimpah dan bisa berhubungan mesra dengan pria tampan seperti Chris serta kesempatan untuk menyakiti hati Emma, tidak mungkin dilewatkan oleh Lily.
"Oke Will. Pekerjaan ini aku terima dengan senang hati," ucap Lily.
"Baiklah. Besok aku berdandan cantik dan berpakaian seksi. Chris tidak akan bisa menolak pesona dariku," ucap Lily dengan penuh percaya diri.
William tidak menyahut perkataan Lily dan melanjutkan menikmati cerutunya. Tujuannya mengundang Lily menemuinya di apartemen hanyalah agar rencananya tidak diketahui siapapun termasuk Hans Pattinson.
Hans Pattinson pasti akan marah besar dan mengurungnya jika mengetahui rencana gila William terhadap Chris serta obsesi William terhadap Emma yang sudah di luar logika.
William memberi isyarat mata ke arah pintu apartemen pertanda mengusir Lily. Akan tetapi, wanita penggoda itu masih belum mau meninggalkan apartemen.
Lily menatap intens tubuh William yang masih memakai jubah mandi saja. Perut sixpack William terbayang jelas di pikiran Lily.
"Will! Kamu yakin gak mau pelayanan dariku?" tanya Lily dengan suara manja.
__ADS_1
"Pergi!" ucap William dengan tegas.
"Baiklah," jawab Lily dengan santai.
Wanita penggoda itu berdiri dari kursi sofa dan memegang erat dokumen file mengenai Chris. Lily tidak merasa tersinggung dengan penolakan William.
Lily membuka pintu apartemen sendiri dan menutupnya rapat, lalu berjalan santai ke lift. Lily mengancingkan baju kemejanya saat berada di dalam lift. Senyum samar mengembang di sudut bibirnya.
Ketika pintu lift terbuka di lantai basement Apartemen Regal Residence, Lily menuju mobilnya yang diparkir di sana.
Beberapa menit kemudian, Lily mengemudikan mobilnya menuju rumah kontrakan.
"Christian Alexander! Kamu akan menjadi milikmu segera!" ucap Lily.
"Dan kamu, Emma! Sekali lagi kalah denganku! Ha ha ha!"
Lily berbicara dengan dirinya sendiri dan tertawa penuh kemenangan. Wanita penggoda itu sudah tidak sabar menunggu hari berganti besok.
***
Selamat malam readers. Deg deg an ya 😊
Sampai ketemu di bab besok. Terima kasih readers yang memberikan vote dan dukungan lainnya ( like, tips iklan, hadiah, komentar positif dan permintaan update).
Love sekebon deh 😍
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE