SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 70. Jimmy Alexander


__ADS_3

***Perusahaan Pattinson***


Emma tidak menghiraukan suara benda pecah yang berasal dari dalam ruang kerja William saat Rocky menutup pintu. Bahkan Emma merasa lega karena William tidak berlari keluar untuk mengejarnya, seperti yang sering William lakukan.


Satu tamparan dan perkataan jujur dari Emma sudah melukai harga diri William yang tinggi. Emma berharap William sadar dari halusinasi gilanya sehingga tidak mengganggu rumah tangga Emma dengan Chris lagi.


Emma menghentikan langkah kakinya karena berpapasan dengan seseorang. Emma bisa memastikan orang itu sudah berdiri di luar pintu ruang kerja William beberapa waktu yang lalu.


"Om Hans!" sapa Emma dengan sopan.


"Emma!" balas Hans Pattinson.


Brak! Bruk!


Suara benda berjatuhan dengan keras dari dalam ruang kerja William terdengar terus menerus sehingga Hans dan Emma saling berpandangan secara spontan.


"Emma! Om mewakili Will minta maaf. Jangan khawatir. Om janji Will tidak akan pernah mengganggumu lagi. Kamu sudah tahu kan keputusan meeting internal tadi?" tanya Hans.


Emma yakin Hans mendengar semua pertengkarannya dengan William dari luar ruang kerja sehingga Hans tahu Emma lah pemegang saham 15% itu.


"Iya, Om!" jawab Emma.


"Lain kali Om ajak papa mu pergi memancing bersama," ucap Hans.


"Baik, Om!" jawab Emma.


Emma tahu Hans tidak ingin hubungan antara keluarga besar Pattinson dan Watson rusak karena ulah William.


Saat ini Emma masih menerima komitmen dan itikad baik dari Hans. Apabila Hans tidak bisa mengendalikan William lagi, maka Keluarga Watson pun tidak akan ragu bermusuhan dengan Keluarga Pattinson.


Hans tersenyum tipis mendengar jawaban Emma, lalu memberi isyarat mata ke Gibson yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


Gibson membuka pintu ruang kerja dengan cepat dan mempersilakan Hans masuk ke dalam terlebih dahulu dengan gerakan tangan, sebelum Gibson mengikuti Hans dari belakang dan menutup pintu ruang kerja dengan gerakan cepat juga.


Suara benda yang dilemparkan berhenti seketika saat Hans sudah berada di dalam.


Emma menoleh ke samping, tepatnya menatap Owen yang masih bergandengan tangan dengannya.


"Owen! Kita kasih daddy Chris kejutan. Mau?" tanya Emma.


"Mau!" jawab Owen dengan antusias.


"Ayo kita ke Perusahaan Christian sekarang!" ajak Emma.


Emma dan Owen bergandengan tangan dengan suasana hati yang riang. Mereka tidak memedulikan tatapan dari beberapa karyawan Perusahaan Pattinson yang penasaran mengapa William mengamuk setelah rombongan Emma keluar dari ruang kerja.


Pada saat Emma melewati salah satu ruangan, seorang pria keluar dari sana dan memanggilnya


"Emma Watson!"


Panggilan itu membuat Emma dan Owen menghentikan langkah kaki mereka bersamaan dan menatap ke sumber suara.


"Kamu sangat cantik, Emma!" puji pria itu.


"Kenapa dia ada di sini?" batin Emma.


Pria itu menatap saksama dari atas kepala hingga ujung kaki penampilan Emma. Tatapan dari sepasang mata birunya membuat Emma merasa tidak nyaman.


"Anak har*m itu sangat beruntung mendapatkan istri yang cantik, kaya, sempurna," batin pria itu.


Owen melangkah maju dan berdiri tepat di depan tubuh Emma sehingga tatapan tidak sopan dari pria itu ke tubuh Emma terhalang oleh tubuh Owen.


Pria itu tertawa kecil. "Kamu sangat mirip Jordan," ujar pria itu.

__ADS_1


"Ayo kita pergi Owen!" ajak Emma tanpa memedulikan pria asing itu.


Emma memegang tangan Owen dengan erat dan berjalan meninggalkan pria itu, sedangkan Rocky mengikuti mereka dari belakang dengan posisi siap siaga.


Sama seperti Emma, Rocky pun mengenali pria itu dan tahu pasti identitasnya. Bahkan Dylan pun pasti mengenali pria itu dari data informasi yang diberikan Rocky semalam.


Pria itu adalah Jimmy Alexander, sepupu Chris dan merupakan satu-satunya kandidat utama penerus Keluarga Alexander sejak kematian Jordan (ayah kandung Owen).


"Kita pasti akan bertemu lagi Emma!" batin Jimmy.


Jimmy berjalan masuk ke dalam ruangan sebelumnya, yang merupakan ruang tunggu. Kedatangan Jimmy ke Perusahaan Pattinson untuk bertemu dengan William.


Jimmy tidak menyangka William harus menghadiri meeting internal yang berlangsung berjam-jam lamanya sehingga Jimmy terpaksa menunggu di ruang tunggu.


Saat ini Jimmy merasa penantian tiga jam lebih tidaklah sia-sia karena dirinya berkesempatan bertemu dengan Emma.


Walaupun Emma mengacuhkannya dan tidak bicara satu kata pun, Jimmy yakin Emma mengenalinya dan mengetahui statusnya.


"Aku tidak sabar melihat penderitaanmu Chris saat istri cantikmu tahu semua reputasi burukmu di Amerika," batin Jimmy.


***


Selamat malam readers. Akhirnya ketahuan nih identitas pria asing yang meninggalkan kartu nama untuk Dylan.


Apakah rencana Jimmy untuk bersekutu dengan William berhasil?


Apakah William sudah sadar setelah mendapat satu tamparan dari Emma?


Ikuti terus ceritanya ya.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2