
***Mansion Watson***
Mansion Watson dipenuhi dengan para tamu undangan yang hadir. Mereka bergantian mendekati Tom dan Dylan untuk bertegur sapa maupun mengobrol ringan.
Liam akan tiba di Mansion Watson saat acara sudah dimulai karena masih berada di rumah sakit Medical Health.
Jonathan tidak bisa menahan rasa penasarannya sehingga berjalan menghampiri pasangan Alana dan Jack.
"Hai Alana! Kamu sangat cantik malam ini," puji Jonathan.
Sepasang mata genit Jonathan menatap Alana dari atas kepala hingga ujung kaki, sedangkan Alana tidak memedulikan kemunculan Jonathan dan tetap setia dengan wajah tanpa ekspresinya.
Jack merangkul pinggang Alana dan berbisik di telinga Alana, lalu melepaskan tangannya dari pinggang gadis muda itu. Alana berjalan meninggalkan Jack menuju meja buffet untuk mengambilkan makanan yang diinginkan Jack.
Jonathan ingin menyusul Alana, tetapi tubuh tinggi dan tegap Jack menghadangnya dengan cepat.
"Perkenalkan aku, Jonathan. Teman dekat Alana," ucap Jonathan dengan tidak tahu malu sambil mengulurkan tangannya.
Jack dengan wajah tanpa ekspresi menyambut uluran tangan Jonathan. Pada saat itulah, Jonathan menyesal dirinya sudah berani mengusik singa yang tenang.
Jabatan tangan Jack sangat keras dan kuat sehingga Jonathan merasa kesakitan, tetapi Jack tidak ada niat untuk melepaskan tangannya dengan cepat.
Jack tersenyum sinis melihat wajah pucat dan berkeringat Jonathan, lalu melepaskan tangannya dengan santai. Jonathan segera mengusap telapak tangan kanannya untuk memeriksa apakah ada jari tangan yang patah.
Jack berjalan mendekati Jonathan sehingga membuat casanova brengs*k itu memundurkan langkah kakinya secara spontan karena terintimidasi oleh Jack.
"Aku suami Alana! Ingat dengan jelas!" ucap Jack dengan wajah tanpa ekspresi.
Jack menyusul Alana ke bagian meja buffet, sedangkan Jonathan segera kembali ke sisi William.
"Pria itu sangat berbahaya! Jari tanganku hampir patah!" keluh Jonathan ke William.
"Kamu yang cari masalah duluan," ucap William.
Jonathan diam seribu bahasa karena perkataan William tepat sasaran. Jonathan bersumpah dalam hatinya untuk tidak mencari masalah dengan Alana karena Jack sangat berbahaya.
__ADS_1
***
Alunan musik yang lembut dan merdu membuat suasana menjadi menyenangkan. Chris berjalan masuk ke dalam mansion diikuti Rio, sekretaris pribadinya dan Ron.
Jack segera menyambut kedatangan Chris. Mereka saling berjabat tangan dengan erat dan senyuman tipis menghias di sudut bibir mereka berdua. Terlihat jelas hubungan akrab terjalin di antara mereka.
Sebagian besar tamu undangan wanita tidak bisa mengalihkan perhatian dari kedua cowok tampan yang sangat menonjol di acara malam ini.
Penampilan Chris yang tenang dan ramah dengan penampilan Jack yang dingin membuat perpaduan sifat yang berbeda itu melengkapi satu sama lain. Apalagi senyuman tipis di sudut bibir Chris dan Jack yang sangat memesona.
Sementara wajah William sudah berubah menjadi masam dan aura membunuh memancar dari tubuhnya. Jonathan yang berdiri di sampingnya pun sangat terkejut dengan keakraban Chris dan Jack.
Sepasang mata William menatap tajam ke Chris. Sejak Chris masuk ke dalam Mansion Watson, Chris sudah menyadari keberadaan William. Akan tetapi, tatapan benci dari William tidak dipedulikan oleh Chris.
Chris mengajak Jack untuk menemui Tom dan Dylan. Jack menatap Alana sebentar dan mengikuti Chris saat Alana menganggukkan kepala. Rio dan Ron pun mengikuti kedua atasan mereka dari belakang.
"Papa! Kak Dylan! Ini Jack, teman baikku!" kata Chris.
Jack mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Tom serta Dylan bergantian.
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Jack. Semoga ada kesempatan menggunakan jasa bodyguard mu," ucap Tom tanpa basa-basi.
Jawaban Jack membuat Tom dan Dylan saling berpandangan sejenak beberapa detik. Mereka berdua tahu pasti maksud perkataan Jack. Jasa bodyguard Jack tersedia untuk Keluarga Watson karena hubungan dekat Jack dengan Chris.
"Aku senang Chris mempunyai teman baik sepertimu," puji Tom.
Chris dan Jack tersenyum bersamaan mendengar perkataan Tom. Dylan pun ikut mengobrol dan bertanya hal-hal tentang jasa bodyguard milik Jack.
Keakraban dan canda tawa rombongan Chris membuat William semakin jengkel. Pria arogan itu membenci keakraban Chris dengan Tom dan Dylan.
"Bagaimana mungkin Om Tom dan Kak Dylan bisa menerima pria itu sebagai suami Emma? Dia tidak pantas!" batin William.
William berusaha menahan kemarahannya agar tidak mengamuk dan merusak acara malam ini. Jonathan berusaha mengalihkan perhatian William dan menarik teman dekatnya itu menjauh dari rombongan Chris.
"Sabar Will! Tenang!" bisik Jonathan.
__ADS_1
"Dia tidak pantas menjadi suami Emma!" geram William.
Jonathan semakin panik dan khawatir melihat emosi William yang sudah mulai tidak stabil.
"Will! Itu Emma!" ucap Jonathan saat melihat Emma berjalan turun dari tangga lantai dua.
Wajah William seketika berubah menjadi semringah. Sepasang mata William menatap intens Emma, tanpa mengedipkan mata satu kali pun.
Emma mengenakan gaun malam panjang berwarna hitam dengan riasan wajah natural. Rambutnya ditata dengan gaya modern updo.
Wajah semringah William menjadi berkurang saat melihat jelas Emma turun dari tangga bersama Owen. Anak kecil itu memakai setelan jas yang mirip dengan setelan jas Chris. Jika diperhatikan saksama, sangatlah serasi dengan gaun malam Emma.
"Sialan!" batin William.
William bukanlah pria bodoh dan mengetahui pasti setelan jas Chris, Owen dan gaun malam Emma merupakan pakaian pasangan.
William berjalan cepat menuju tangga. Pria muka tembok itu ingin dirinya lah yang pertama menggandeng tangan Emma saat gadis muda itu berada di lantai satu.
Tiba-tiba dua sosok tubuh kekar dan besar menghalangi jalan William. William terpaksa menghentikan langkah kakinya saat melihat jelas wajah Rocky, bodyguard pribadi Emma yang berdiri didepannya, sedangkan sosok pria yang satunya lagi adalah Ron.
"Will!" panggil Jonathan. Jonathan menarik tangan William untuk mengingatkannya agar tidak berbuat kegilaan di Mansion Watson.
"Chris!"
Suara panggilan lembut dari bibir Emma membuat perasaan hati William bagaikan berada di depan api unggun yang panas.
William melihat dengan jelas Emma merangkul lengan Chris dengan mesra. Bahkan sepasang mata bening Emma hanya menatap wajah Chris seorang saja dan senyuman bahagia menghias di sudut bibir Emma.
***
Selamat malam readers tercinta.
Xi xi xi! William menjadi cacing kepanasannya. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH VOTE, HADIAH, LIKE, TIPS IKLAN, DAN KOMENTAR POSITIF.
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE