SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 57. Dedek baby girl


__ADS_3

***Di dalam mobil Chris***


Kesepakatan yang terjalin dari janji kelingking antara Chris dan Owen membuat suasana di dalam mobil menjadi semakin nyaman.


Owen sangat senang karena akan mendapatkan dedek bayi seperti teman-teman kelasnya, sedangkan Chris senang karena Owen tidak akan mengganggu we time nya bersama Emma lagi.


"Owen harus memanggil Emma dengan mommy jika ingin dedek bayi cepat hadir," kata Chris.


"Baiklah," jawab Owen, setelah berpikir beberapa detik.


"Daddy yakin Owen pasti akan menjadi kakak yang baik dan penyayang," puji Chris.


Senyuman lebar semakin mengembang di sudut bibir Owen. Bayangan dedek bayi yang imut sudah muncul di pikiran Owen saat ini.


"Daddy! Owen mau dedek baby girl!" pinta Owen.


"Dedek baby girl? Kenapa?" tanya Chris.


"Dedek baby girl pasti cantik seperti Emma," jawab Owen dengan mata berbinar-binar.


"Baiklah," jawab Chris.


Chris mengiyakan permintaan Owen terlebih dahulu karena tidak bisa memprediksi terlalu jauh apakah bayi pertamanya dengan Emma adalah baby boy atau baby girl.


Chris tidak masalah anak pertamanya dengan Emma baby boy atau baby girl. Keinginan utama Chris adalah Emma dalam keadaan sehat sewaktu mengandung dan melahirkan bayinya nanti.


Lima belas menit kemudian, Pak Oka menghentikan mobilnya di depan pintu gerbang sekolah.


"Bye-bye daddy!" kata Owen.


"Bye, Owen!" balas Chris.


Owen membuka seabelt dan turun dari mobil saat Pak Oka membukakan pintu mobil.


Chris menurunkan kaca jendela mobil dan melambaikan tangan ke Owen. Pak Oka mengemudikan mobil menuju Perusahaan Christian saat Chris melihat jelas Owen sudah masuk ke dalam sekolah dengan aman.


***Jamuan bisnis makan malam***


Chris menghadiri jamuan bisnis malam malam ditemani Rio, sekretaris pribadinya. Sementara Pak Oka menunggu di basement parkir hotel.


Acara jamuan bisnis sangat ramai. Banyak CEO perusahaan besar datang termasuk Dian dan Stefan yang mewakili perusahaan masing-masing yaitu Perusahaan Jayanata dan Perusahaan Bramasta.


Chris, Dian, dan Stefan terlihat sangat dekat serta akrab. Hal itu dikarenakan adanya kerjasama antara ketiga perusahaan mereka dan merupakan kontrak kerjasama pertama yang berhasil didapatkan oleh Chris sejak merintis karier nya di Bali.


Chris pun mengetahui hubungan Dian dan Stefan merupakan mantan suami dan istri, tetapi hubungan sepasang sejoli itu sekarang sudah lebih membaik dan terlihat jelas Stefan ingin rujuk dengan Dian.

__ADS_1


Chris mengobrol dengan Dian dan Stefan sekitar tiga puluh menit, kemudian mereka pun bergabung dengan pengusaha lainnya.


Beberapa saat kemudian, handphone Chris berdering sehingga Chris berjalan menuju tempat duduk yang lebih sepi untuk mengangkat telepon.


Chris mengernyitkan alisnya saat melihat nama Rio muncul di layar handphone miliknya. Saat ini Chris baru menyadari Rio tidak kelihatan sejak dirinya berbincang dengan pasangan Dian dan Stefan.


"Halo!" kata Chris saat menerima panggilan telepon.


"Maaf Tuan Chris. Saya sudah pergi dari hotel dan berada di rumah sakit sekarang," ucap Rio dengan panik.


"Rumah sakit? Kamu terluka?" tanya Chris.


"Bukan saya, Tuan Chris. Tadi sewaktu saya ke toilet bertemu dengan seorang wanita yang sedang hamil tua. Dia mengeluh kesakitan dan memintaku mengantarnya ke rumah sakit," jawab Rio.


Rio sangat kebingungan ketika wanita hamil memegang erat tangannya dan mengeluh kesakitan. Wanita hamil itu meminta Rio mengantarnya ke rumah sakit dengan cepat.


Rio tidak diberi kesempatan untuk meminta bantuan orang lain maupun menghubungi Chris saat itu.


Pada saat Rio dan wanita hamil tiba di rumah sakit swasta, wanita hamil itu mendadak pingsan sehingga membuat Rio semakin panik.


Pada akhirnya pihak rumah sakit tidak mengizinkan Rio pergi dengan alasan kondisi wanita hamil itu kritis sehingga mengharuskan Rio menunggu di sana.


Rio terpaksa menyetujui permintaan rumah sakit dan menelepon Chris.


"Tidak apa-apa Rio. Setengah jam lagi saya akan pulang ke mansion,"ucap Chris.


"Baiklah. Pakai saja kartu kredit perusahaan untuk biaya rumah sakit wanita hamil itu," pesan Chris.


"Baik Tuan Chris," jawab Rio.


Chris dan Rio tidak akan menyangka wanita hamil itu merupakan orang yang disewa oleh William untuk menjauhkan Rio dari Chris di jamuan bisnis makan malam.


***


Chris melihat jam tangan di pergelangan tangan kirinya, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling ballroom hotel.


Para tamu undangan masih memenuhi ballroom hotel sehingga Chris memutuskan untuk berada di sana sebentar lagi sebelum pulang ke Mansion Watson.


Chris memilih tetap duduk di kursi sofa yang nyaman sambil menikmati anggur merah. Senyum tipis mengembang di sudut bibir Chris karena mengingat wajah memesona Emma saat minum anggur merah.


Chris menelepon Emma karena sangat rindu mendengarkan suara merdu sang istri tercinta.


"Halo Chris!" ucap Emma saat menerima panggilan telepon.


"Honey. 30 menit lagi aku akan pulang dari hotel," kata Chris.

__ADS_1


"Oke. Aku sedang di kamar Owen dan membacakan dongeng untuknya. Owen memanggilku mommy sepulang sekolah tadi. Bagaimana caramu melakukannya?" tanya Emma antusias.


Emma yakin Chris pasti melakukan kesepakatan dengan Owen sehingga Owen mau memanggilnya mommy.


"Tentu saja karena kesepakatan antara pria," jawab Chris sambil tertawa kecil.


"Kesepakatan apa?" tanya Emma lagi.


"Owen ingin dedek baby girl darimu. Kita harus berusaha lebih giat di rumah baru nanti," jawab Chris dengan serius.


Chris bisa membayangkan wajah Emma yang merona merah seperti tomat karena perkataannya.


"Jangan lupa janjimu untuk memelukku malam ini," lanjut Chris.


"Baiklah. Hati-hati di jalan, Chris!" pesan Emma.


"See you soon, honey!" kata Chris.


"See you soon, Chris!" balas Emma.


Chris tersenyum semringah dan menundukkan kepalanya sedikit untuk menyimpan kembali handphone ke saku celana.


"Bolehkah aku duduk di sini?"


Suara nyaring seorang wanita terdengar dari arah belakang Chris.


"Silakan!" jawab Chris singkat.


Di samping Chris masih ada beberapa tempat duduk yang kosong sehingga Chris mengira wanita itu hanya sebatas ingin duduk di sana saja tanpa ada niat lain.


Wanita itu pun duduk tepat di sebelah Chris. Bahkan secara sengaja, lengan wanita itu menyenggol lengan Chris sehingga Chris menegakkan tubuhnya dan bergeser ke samping dengan cepat.


Chris yakin wanita itu bukanlah tamu undangan melainkan wanita penggoda. Apalagi saat tercium aroma parfum yang sama persis dengan parfum kesukaan Emma sehingga Chris mengangkat kepalanya dan menatap intens wanita di sampingnya.


Chris mengernyitkan alisnya, sedangkan wanita itu tertawa kecil.


"Tuan Chris! Senang berkenalan denganmu. Saya Lily, temannya Emma," ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Chris.


***


Selamat malam readers. Sok dekat nih si ulet keket 🤣🤣


Lanjut besok ya. See you tomorrow.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2