
***Perusahaan Pattinson***
William menerima panggilan telepon dari Tono, detektif swasta yang disewanya untuk menguntit Emma.
Gibson yang berdiri di hadapan William menundukkan kepala dengan perasaan was-was karena wajah William terlihat sangat marah dan kesal.
Beberapa saat kemudian, William memutuskan sambungan telepon dan melempar handphone miliknya ke atas meja kerja.
"BODOH! PENGECUT!" umpat William dengan ketus.
Pada awalnya William ingin menemui Emma lagi untuk makan siang bersama, tetapi Tono menelepon William dan menolak membantu William lagi karena mendapat ancaman dari dua orang bodyguard yang muncul secara tiba-tiba.
Dua bodyguard itu bisa melacak tepat lokasi Tono saat mengintai Mansion Watson. Padahal Tono termasuk detektif swasta yang hebat dan tidak pernah tertangkap basah oleh sasaran kliennya.
Tono yakin kedua bodyguard itu bukan bodyguard sembarangan sehingga memutuskan menolak membantu William lagi.
"Gibson! Hubungi detektif swasta yang lain! Aku tidak percaya, ada orang yang mau menolak pembayaran yang mahal dariku!" perintah William.
"Baik Tuan William!" jawab Gibson.
Gibson meninggalkan ruang kerja William dengan cepat. Gibson takut dirinya akan menjadi samsak kemarahan William jika terlalu lama berada di sana.
***
Tiga puluh menit kemudian, Gibson mengetuk pintu ruang kerja William.
"Masuk!" perintah William.
William meletakkan dokumen yang sedang dibacanya dan menatap intens Gibson, untuk mendengar laporan sekretaris pribadinya itu.
"Maaf, Tuan William! Semua detektif swasta menolak menerima tugas saat mengetahui sasaran adalah Nona Emma," lapor Gibson dengan hati-hati.
Bruk!
William memukul meja kerja dengan keras.
"Apakah perintah dari Dylan? Tetapi selama ini pengintaian Tono tidak pernah diketahui oleh Dylan," batin William.
"Mereka semua menolak karena ancaman dan tekanan dari siapa?" tanya William.
"Para bodyguard dari Tuan Jack," jawab Gibson.
__ADS_1
"Jack? Pemilik jasa bodyguard yang terkenal itu?" tanya William.
"Iya, Tuan William," jawab Gibson.
Nama Jack sangat terkenal di kalangan atas karena reputasi bodyguard didikannya yang sangat kompeten, bahkan Hans Pattinson pun ingin menyewa bodyguard dari Jack.
Hanya saja Jack mempunyai sifat yang aneh yaitu dirinya hanya akan menerima orderan sesuai mood hatinya sehingga banyak kalangan atas yang mendapatkan penolakan keras dari Jack. Tentu saja Hans termasuk salah satunya.
Jack lebih suka membantu kalangan menengah ke bawah maupun wanita lemah yang membutuhkan jasa bodyguard nya. Bahkan kadang Jack tidak menerima bayaran sehingga bisa dipastikan uang bukan hal besar terhadap Jack.
"Mungkinkah Dylan mengenal Jack sehingga Jack membantunya?" batin William.
William yakin Emma pasti sudah mengadu ke Dylan sehingga Hans Pattinson datang ke perusahaan kemarin dan hari ini detektif swasta yang disewanya mengundurkan diri.
William sama sekali tidak akan menyangka Chris lah yang berteman dekat dengan Jack, bukan Dylan.
Suara dering handphone membuat William tersadar dari lamunannya. Pria arogan itu membaca nama yang muncul di layarnya.
"Jo!" batin William.
William segera menerima telepon dari Jonathan, teman baiknya.
"Halo Jo! Ada apa?" tanya William tanpa basa basi.
William tidak menjawab pertanyaan Jonathan melainkan menatap Gibson yang berdiri menunduk di hadapannya.
"Gibson! Ada undangan dari Mansion Watson?"tanya William.
"Iya, Tuan William! Maaf! Saya ambilkan sekarang!" ucap Gibson dan berlari keluar dari ruang kerja William.
Sebenarnya setengah jam yang lalu Gibson ingin menyampaikan perihal undangan itu ke William, tetapi William sedang berbicara di telepon dengan Tono dan berakhir dengan pemberian tugas ke Gibson untuk mencari detektif swasta lain sehingga sekretaris pribadi itu belum sempat memberi laporan tentan undangan.
Percakapan antara William dan Gibson terdengar jelas oleh Jonathan melalui handphone yang masih tersambung ke tempatnya.
"Will! Kamu mau pergi sabtu ini?" tanya Jonathan.
"Tentu saja! Aku tidak akan melewatkan kesempatan bertemu Emma!" jawab William yakin.
"Perlu aku perkenalkan teman wanita pendamping? Ada dua model cantik yang dekat denganku sekarang. Aku bisa memberikan salah satu untukmu," kelakar Jonathan.
"Tidak perlu, Jo! Wanita pendampingku hanya Emma seorang saja!" tolak William.
__ADS_1
"Baiklah. See you there!" ucap Jonathan.
Bertepatan dengan William meletakkan handphone di atas meja kerja, terdengar suara ketukan dari luar.
"Masuklah!" perintah William.
Gibson berjalan cepat menghampiri meja kerja William. "Ini undangannya Tuan William," kata Gibson sambil menyerahkan sebuah undangan dengan kedua tangan dan posisi tubuh membungkuk 90 derajat ke arah William.
"Lain kali apa pun yang berhubungan dengan Keluarga Watson terutama Emma, kamu harus melaporkannya secepat mungkin!" ujar William.
"Baik Tuan William!" jawab Gibson patuh.
"Tugasmu sekarang adalah memesan bunga mawar merah import 100 tangkai setiap hari dan mengirim ke Mansion Watson!" perintah William.
William ingin Emma selalu mengingatnya setiap hari saat melihat bunga mawar merah import hadiah darinya.
"Baik Tuan William! Saya akan kerjakan sekarang!" ucap Gibson.
William membaca kartu undangan berwarna hitam elegan di tangannya. Undangan formal yang menjadi ciri khas dari Mansion Watson.
"Pengumuman penting? Apakah Perusahaan Watson ada proyek kerjasama yang baru?" batin William.
William mengambil handphone dari atas meja dan menelepon butik jas langganannya untuk memesan jas baru yang akan dikenakannya sabtu ini.
"Emma! Kamu akan melihat jelas akulah yang terbaik dibandingkan pria itu!" batin William dengan rasa percaya diri yang tinggi.
***
Selamat malam readers tercinta. Author mau koreksi sedikit kesalahan nama ya.
Untuk nama ayah Chris seharusnya Jay Alexander buka Jack Alexander karena nama Jack sudah ada di dalam cerita ini, supaya readers gak bingung.
Author sudah revisi namanya di bab sebelumnya. Apabila kadang ada salah nama atau perusahaan, tolong diinfoin ya supaya bisa author revisi. 🙏
Beberapa kali author hampir saja nulis nama Emma dengan nama Dian🤣🤣, bahkan Raisa (karakter mama Sherina di novel sebelumnya).
Terima kasih pengertiannya.
HAPPY WEEKEND ALL
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE