SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 87. Kebenaran dari kecelakaan mobil


__ADS_3

***Ruangan VIP Restoran Italia***


Jay tersenyum lebar mendengar perkataan Owen, yang bagaikan kesempatan emas yang muncul untuk mengelabui Owen.


"Benar sekali! Chris anakku dan dia membawa Stella yang hamil muda pergi setelah kematian Jordan. Owen, kakek datang menjemputmu pulang," ucap Jay sambil memberikan senyuman tulus agar Owen terpengaruh oleh perkataannya.


"Tetapi tidak ada nama daddy di tes DNA ini!" ucap Owen dengan polos sambil menunjuk kertas lab yang masih dipegang Jay.


"Apa maksudmu?" tanya Jay.


Jay membaca ulang lagi hasil tes DNA dengan saksama. Semula dirinya hanya membaca angka persentase yang tertera di sana, tetapi perkataan Owen membuat Jay memeriksa nama yang tertera.


Wajah Jay menjadi pucat seketika dan tangannya bergetar memegang selembar kertas yang rapuh itu.


"Bagaimana mungkin? Kenapa Chris bisa tahu?" batin Jay.


"Kenapa hasilnya seperti ini?" tanya Jay sambil menatap tajam Chris.


"Jangan berlagak bego, Mr. Jay! Tindakan busukmu sudah menyebar ke mana-mana!" ucap Emma dengan lantang.


"Ini tidak benar! Liar! Ini hasil rekayasa kalian semua!" ujar Jay sambil merobek hasil lab tes DNA.


"Hasil lab bisa di robek, tetapi kebenaran tidak bisa dihilangkan!" ucap Chris dengan tenang.


"Tadi kamu mengatakan dengan lantang bahwa Chris anak haram, tetapi setidaknya anggota Keluarga Alexander tahu Chris darah dagingmu. Bagaimana dengan anak haram mu yang satunya lagi? Anak haram yang selalu kamu sembunyikan dari siapapun dan dengan sukarela dipanggil paman oleh anak haram itu! Sangat menggelikan!" ujar Emma sambil memberikan tatapan menghina ke Jay.


Dylan dan Liam tertawa kecil secara spontan. Mereka berdua tahu kemarahan dan kekesalan Emma sudah memuncak sehingga adik kesayangan mereka itu sengaja mengulang-ulang perkataan anak haram, yang ditujukan oleh Jay ke Chris tadi.


Dylan dan Liam tahu Emma sedang membalas dendam untuk Chris terhadap Jay. Mereka berdua pun sangat setuju dan mendukung penuh perkataan Emma.


Dylan dan Liam sudah bisa membayangkan bagaimana penderitaan Chris dari kecil, sejak dijemput ke Keluarga Alexander.


Beruntung Chris tetap tegar dan mandiri sehingga bisa menjadi Chris yang sekarang ini.


"Kamu tidak berhak ikut campur urusan Keluarga Alexander!" kata Jay ke Emma.


"Aku berhak ikut campur!"


Suara berat dari seorang pria, membuat semua orang yang berada di dalam ruangan VIP menoleh ke sumber suara, tepatnya di pintu masuk.


"Dad!" panggil Jay dengan ekspresi wajah terkejut.


John Alexander berjalan penuh wibawa, didampingi kepala pelayan Mansion Alexander, Bruce.


John menghampiri Tom dan berjabat tangan dengannya.


"Senang berkenalan denganmu, Tom Watson. Aku minta maaf atas kekacauan hari ini!" ucap John.


"Tidak apa-apa Mr. John. Aku harap Mr. John bisa bersikap adil," kata Tom.


"Of course!" jawab John.


Wajah Jay semakin pucat saat mendengar percakapan John dan Tom. Jay yakin Chris lah dalang yang menyebabkan John datang ke Bali.


Jay segera berlutut di hadapan John.


"Maaf Dad! Aku khilaf saat muda!" ucap Jay.


"Khilaf? Khilaf selama puluhan tahun?" tanya John sambil menatap tajam Jay.


"Aku… aku…"


"James sudah menceraikan Becca kemarin!" kata John.


James adalah pelukis dan merupakan anak tunggal dari adik perempuan John yang sudah meninggal. John membesarkan James seperti anak kandung sendiri. Bahkan James tinggal di Mansion Alexander.

__ADS_1


John tidak menyangka Jay akan berselingkuh dengan Rebecca, istri James hingga melahirkan Jimmy. Bahkan hubungan terlarang itu berlangsung hingga sekarang.


"Delapan tahun yang lalu, Jimmy yang mendorongmu dari atas tangga. Bukan Chris. Kamu sudah tahu sejak awal kan?" tanya John.


"Bukan, Dad! Jimmy anak baik. Dia tidak mungkin mendorongku!" bantah Jay.


Emma mengepalkan erat kedua tangannya melihat sikap keras kepala dan pilih kasih Jay. Chris merangkul pundak Emma dan memajukan wajahnya ke telinga Emma.


"Aku tidak apa-apa, honey! Selama ini aku tidak pernah menganggapnya sebagai ayah," bisik Chris dengan jujur.


"Papa ku adalah ayahmu. Kamu punya ayah sekarang," balas Emma dengan suara kecil.


Chris tersenyum kecil dan sengaja meniup telinga Emma sehingga wanita muda itu mencubit pinggang Chris secara spontan.


"Jangan bercanda dulu, Chris. Pertunjukkan menarik belum muncul," ucap Emma sambil menatap ke arah Jay yang masih berlutut di hadapan John.


"Bruce saksi yang melihatnya," ucap John.


"Apa? Bagaimana mungkin? Jimmy pasti khilaf dan tidak sengaja mendorongku. Jimmy anak yang baik, Dad!" bela Jay.


"Anak baik? Lihatlah sendiri apa yang sudah dilakukan anak baikmu!" geram John.


Bruce mengerti maksud John dan memberikan amplop yang berada di tangannya ke Jay.


Jay membuka amplop coklat itu dan membaca berkas-berkas serta foto di dalamnya. Semua itu merupakan bukti yang dikumpulkan Chris saat pergi ke Amerika bersama Jack.


Sementara Emma, Tom, Dylan, dan Liam penasaran dengan isi amplop coklat karena Chris tidak memberitahukan tentang itu. Sedangkan Rio yang mengikuti John masuk dari belakang, sudah membawa Owen keluar dari ruangan VIP sesuai perintah dari Chris.


"Tidak! Tidak! Jimmy tidak mungkin melakukannya!" teriak Jay dengan frustasi.


"Anak baik di hatimu itu membunuh Jordan. Kecelakaan mobil itu rekayasa Jimmy!" ujar John.


Emma, Tom, Dylan, dan Liam terkejut mendengar perkataan John. Mereka berempat melihat ke arah Chris secara spontan. Chris menganggukkan kepala pelan, pertanda apa yang dikatakan John memang benar.


Sebenarnya sejak Jordan kecelakaan mobil, Chris sudah mencurigai Jimmy dan melakukan penyelidikan secara diam-diam. Akan tetapi, kejadian yang menimpa Stella membuat Chris membawa Stella pergi meninggalkan Amerika sehingga penyelidikannya pun terhenti.


Penyelidikan berjalan lancar karena Jack memiliki banyak kenalan dengan beking kuat di sana sehingga Chris mendapatkan bukti-bukti yang menunjukkan Jimmy lah dalang kecelakan mobil Jordan.


Chris menyerahkan semua bukti itu ke Bruce karena Chris juga tahu Bruce lah saksi yang melihat Jimmy mendorong Jay dari atas tangga.


"Mr. John! Aku harap kamu bisa memberikan keadilan untuk Jordan!" ucap Chris.


"Pasti!" jawab John.


Jay masih terduduk mematung di lantai. Air mata mengalir deras di pipinya. Kematian Jordan karena Jimmy menjadi pukulan berat bagi Jay.


"Chris! Bolehkah aku membawa Owen pulang?" tanya John secara tiba-tiba.


"TIDAK!"


Chris, Emma, Tom, Dylan, dan Liam memberikan jawaban yang sama secara bersamaan.


"Aku tahu Keluarga Watson yang terbaik untuk Owen. Pintu Keluarga Alexander selalu terbuka untuk kamu dan Owen!" ucap John.


Chris menjawab dengan anggukkan kepala. Apa yang terjadi di masa depan, tidak ada yang bisa menebaknya.


Mungkin saja Owen ingin pulang ke Keluarga Alexander saat dewasa nanti dan Chris menyerahkan keputusan sepenuhnya ke tangan Owen.


"Bruce! Bawa Jay!" perintah John.


"Baik Mr. John!" jawab Bruce.


***


Beberapa saat kemudian, Rio bersama Owen masuk ke dalam ruangan VIP. Anggota keluarga Watson tahu Chris sengaja mengeluarkan Owen dari ruangan agar Owen tidak mengetahui kematian tragis ayahnya bukanlah karena kecelakaan biasa, melainkan upaya pembunuhan dari Jimmy.

__ADS_1


Owen masih kecil dan tidak seharusnya mengetahui kejadian yang kelam dan suram itu.


"Yes! Kakek jahat sudah dibawa pergi!" ujar Owen dengan semangat.


"Iya, Owen! Kakek Tom akan melindungimu dari kakek jahat!" ucap Tom.


"Aku paling sayang Kakek Tom!" kata Owen sambil memeluk Tom dengan erat.


Suara gelak tawa terdengar bersahutan di ruangan VIP. Mereka semua senang karena masalah Keluarga Alexander sudah terselesaikan.


"Chris! Bagaimana dengan Jimmy?" tanya Dylan.


"Ron akan menyerahkan Jimmy ke Mr. John!" jawab Chris jujur.


"Ayo kita pulang sekarang!" ajak Emma.


Mereka semua pun pulang ke kediaman masing-masing. Tom, Dylan, dan Liam pulang ke Mansion Watson sedangkan keluarga kecil Chris pulang ke rumah baru mereka.


***


"Daddy! Kapan dedek baby girl lahir?" tanya Owen secara tiba-tiba saat mereka sudah berada di rumah baru.


"Secepatnya! Owen tidur dulu sekarang!" jawab Chris sambil membelai kepala Owen dengan lembut.


"Good night daddy!"


"Good night mommy!"


"Good night Owen!"


Owen mengucapkan selamat malam ke Chris dan Emma, lalu memeluk mereka bergantian sebelum berlari masuk ke dalam kamar tidurnya.


Sementara Rocky yang sedari tadi mengikuti Emma dari belakang pun ikut menghilang, tepat saat mendengar jawaban Chris atas pertanyaan Owen.


Chris tersenyum samar sambil menatap Emma sehingga istri tercintanya menjadi salah tingkah.


"Ada apa Chris?" tanya Emma.


Chris tidak menjawab pertanyaan Emma, melainkan membungkukkan badannya sedikit dan mengangkat Emma.


"Chris! Aku bisa ke kamar sendiri," ucap Emma dengan pipi bersemu merah.


"Honey! Kita harus secepatnya mengabulkan permintaan Owen? Let's go!" seru Chris.


Chris berlari cepat menuju kamar tidur. Emma tertawa kecil melihat tingkah laku Chris yang seperti anak kecil.


Pintu kamar tidur terbuka dan tertutup dengan cepat. Chris sudah menurunkan Emma dari gendongannya.


Ciuman agresif dilancarkan oleh Chris terhadap Emma yang bersandar di daun pintu. Mereka berdua saling memberikan pelukan dan sentuhan yang membuat darah muda bergejolak dengan cepat.


Petualangan fantasi yang mendebarkan hati membawa Chris dan Emma terhanyut di dalamnya.


***


Selamat malam readers tercinta. Akhirnya novel SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA tamat 🥳.


Terima kasih semua dukungannya selama ini. Nantikan novel baru author LYTIE ya 🥰


Sebenarnya novel baru direncanakan tentang Jack dan Alama, tetapi author mendapat misi dari edi tor untuk membuat novel tema transmigrasi.


Kalau lolos misinya, maka novel transmigrasi yang akan launching duluan. Author akan info lagi setelah mendapat kepastian dari edi tor.


Oh iya, nantikan bonus chapter Chris dan Emma ya. Akan launching sebelum novel baru.


Sekian dan Terima Kasih readers tercinta. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengetikan ataupun lainnya karena author hanyalah manusia biasa 😁

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2