SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 64. Video yang tersebar


__ADS_3

***Ruang kantor William di Perusahaan Pattinson***


Satu jam berlalu dengan cepat dan Lily masih belum tiba di ruang kantor William sehingga membuat pria itu tidak sabar menunggu lagi.


William mencoba menelepon handphone Lily dan malangnya handphone wanita murahan itu dalam keadaan tidak aktif.


William menelepon bodyguard yang disewanya untuk menanyakan keberadaan Lily dan ternyata handphone bodyguard juga dalam keadaan tidak aktif.


William menjadi tidak tenang dan firasat buruk menghantuinya secara tiba-tiba.


"Kenapa Lily belum tiba? Apakah terjadi sesuatu?" batin William.


Suara ketukan pintu yang terdengar buru-buru dari luar membuat William mengernyitkan alisnya.


"Masuk!" perintah William.


Gibson berlari kecil menghampiri meja kerja William. Wajah sekretaris pribadi itu terlihat pucat dan tangannya memegang ipad mini.


"Ada apa Gibson?" tanya William.


"Maaf Tuan William. Baru saja video rekaman ini beredar di media massa," lapor Gibson sambil menyerahkan ipad mini ke William.


"Video apa?" tanya William.


"Video…video Tuan William," jawab Gibson terbata-bata.


"Video apa?" tanya William sekali lagi dengan ketus.


"Video dengan Nona Lily," jawab Gibson sambil menundukkan kepala.


Brak!


Gibson tidak berani mengangkat kepalanya saat mendengar suara pukulan yang keras dari tangan William di atas meja kerja.

__ADS_1


Sepasang mata William memerah dan memancarkan kebencian yang luar biasa ketika menonton video yang ditayangkan di dalam ipad mini.


Video hubungan mesranya dengan Lily dalam keadaan sens*r, tetapi wajahnya dan Lily sangat jelas terlihat. Bukan hanya video itu saja, melainkan video Lily dengan bodyguard yang disewa William juga tersebar dalam keadaan yang sama.


Ipad mini itu dibanting dengan keras ke lantai oleh William.


"Si*lan!" teriak William.


"Gibson! Hapus video itu sekarang juga!" perintah William.


"Tuan William! Saya sudah menghubungi media massa yang menyebarkannya. Mereka bilang semua video itu akan hilang dalam waktu sepuluh menit," jawab Gibson.


Tentu saja Gibson tahu video yang tersebar itu sangat merugikan William dan juga Perusahaan Pattinson sehingga mengambil langkah pertama menghubungi media massa yang menyebarkannya.


"Sepuluh menit? Apa maksudnya?" batin William.


William yakin Chris lah dalang yang menyebarkan video hubungan mesranya dengan Lily dan pastinya jebakannya terhadap Chris semalam gagal total.


Suara dering handphone William menggema di dalam ruang kerja. Wajah William semakin hitam saat melihat nama yang muncul di layar handphone.


"Halo, Pa!" sapa William dengan sopan.


"Will! Kamu mengganggu Keluarga Watson lagi?" tanya Hans dengan nada tinggi.


"Tidak, Pa!" bantah William.


"Jangan bohong! Video itu hanya ada di tangan Dylan!" ujar Hans.


"Aku hanya menjebak suami Emma saja!"


William mengakui perbuatannya karena yakin Hans sudah menonton video yang baru saja beredar saat ini sehingga tidak ada gunanya berbohong terhadap Hans Pattinson.


"Bodoh! Saham perusahaan pasti anjlok karena kebodohan mu!" umpat Hans.

__ADS_1


Walaupun video rekaman itu hanya beredar sepuluh menit saja di media massa, tetapi efeknya sangat kuat terhadap saham Perusahaan Pattinson karena William sebagai CEO perusahaan melakukan perbuatan tidak terpuji dengan wanita murahan.


Ketukan pintu dari luar ruang kerja membuat Gibson berinisiatif membuka pintu karena William masih sibuk berbincang dengan Hans.


Wajah Gibson pucat pasi saat melihat rekan kerjanya bersama dua pria berpakaian seragam polisi.


"Pak Gibson! Kedua Pak Polisi ingin bertemu Tuan William!" ucap rekan kerja Gibson.


"Silakan masuk!" kata Gibson dengan wajah kebingungan.


William terkejut melihat kedatangan dua polisi ke ruang kerjanya. Ceramah panjang lebar dari Hans melalui handphone diabaikan oleh William.


"Pak William!" sapa salah satu polisi.


"Ada apa Pak Polisi?" tanya William.


William berusaha memperlihatkan sikap tenang karena dirinya merasa tidak pernah melakukan hal-hal yang melanggar hukum.


"Pak William ikut kami ke kantor polisi mengenai video yang tersebar!" jawab salah satu polisi.


"Baiklah!" jawab William dengan singkat.


William tahu sikap yang paling tepat yang harus dilakukannya adalah bersikap patuh dan tidak melawan. William yakin pengacara Keluarga Pattinson bisa membebaskannya dari segala tuduhan.


Tebakan William sangatlah tepat. Chris tahu pasti besarnya kekuatan Keluarga Pattinson di Bali sehingga hanya ingin memberi pelajaran pembuka ke William karena berani menjebaknya dan berniat merebut Emma darinya. Chris sedang mempersiapkan balasan susulan yang pastinya membuat William semakin murka.


***


Selamat malam readers. Cerita akan berlanjut besok dan menemani New Year Eve readers tercinta 🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2