
***Di dalam mobil Chris***
Owen menceritakan dengan antusias semua yang dilakukannya di rumah baru ke Chris, sedangkan Chris dan Emma mendengarkan dengan saksama sambil tersenyum kecil.
Terlihat jelas Owen sangat menyukai rumah baru nya. Walaupun rumah baru itu tidaklah sebesar rumah di Sydney, tetapi rumah baru inilah yang menjadi tempat tinggal keluarga kecilnya.
Posisi duduk mereka bertiga adalah Chris berada di antara Owen dan Emma. Sementara Rocky duduk di samping Pak Oka. Pak Oka fokus mengemudikan mobil menuju Restoran Italia.
"Daddy! Tadi mommy menampar om gila!" lapor Owen.
Perkataan Owen membuat Chris menoleh ke arah Emma. "Om gila? Maksudnya William?" tanya Chris.
"Iya," jawab Emma sambil menganggukkan kepala.
"Om gila itu menjelek-jelekkan daddy. Jadi mommy menampar dan memarahinya," ucap Owen.
Chris meraih tangan kanan Emma dengan cepat, lalu menyentuh jemari tangan istri tercintanya dengan lembut.
"Honey tampar dia pakai tangan ini?" tanya Chris dengan wajah serius.
"Iya," jawab Emma.
Chris memberi satu kecupan singkat ke telapak tangan kanan Emma. "Telapak tanganmu pasti sakit karena mukanya tebal," ucap Chris.
Perkataan Chris membuat Emma tersenyum kecil, sedangkan Owen tertawa terbahak-bahak.
"Om gila itu mengamuk saat kita pergi." Owen melanjutkan laporan lengkap mengenai William ke Chris.
"Kalian tidak terluka kan?" tanya Chris.
Walaupun Chris yakin Rocky akan melindungi Emma dan Owen, tetapi rasa khawatir membuatnya spontan bertanya.
"Tentu saja tidak!" jawab Owen.
"Wil mengamuk saat kita sudah di luar ruang kerjanya," jelas Emma.
Chris merasa lega dan menggenggam erat jari tangan Emma, sedangkan Owen masih mau melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
"Oh ya, daddy! Tadi ada pria jahat melihat mommy dengan tatapan genit. Aku menghalanginya!" ujar Owen, yang teringat akan Jimmy.
"Owen anak yang hebat!" puji Chris sambil mengusap kepala Owen dengan lembut.
Chris tidak menyangka Emma bisa bertemu dengan pria tidak sopan di Perusahaan Pattinson. Padahal seharusnya para karyawan sana tahu identitas Emma dan tidak mungkin berani mengusik Emma.
"Apa ciri-ciri pria itu, Owen?" tanya Chris.
"Rambut pirang dan matanya berwarna biru. Oh iya, dia bilang aku mirip Jordan," jawab Owen dengan jujur.
Seketika aura dingin memancar dari tubuh Chris. Jemari tangan Emma digenggam lebih erat.
"Jimmy?" tanya Chris ke Emma untuk memastikan.
Emma menjawab dengan anggukkan kepala.
"Aku duga dia mencari Wil," ucap Emma.
Emma tahu jelas siapa Jimmy Alexander dan menebak kemunculan Jimmy di Bali bukanlah kebetulan semata. Emma khawatir Jimmy dan William bersepakat melawan Chris.
Ucapan singkat Emma membuat Chris bisa merasakan kekhawatiran istri tercintanya.
Kemunculan Jimmy secara tiba-tiba dan sengaja mengusik Emma, membuat Chris yakin Jimmy berniat buruk. Apalagi selama di Keluarga Alexander, hubungan Chris dengan Jimmy tidak baik.
"Aku akan melindungimu dan Owen!" janji Chris.
"Aku juga akan melindungimu dan Owen!" janji Emma.
"Aku juga akan melindungi daddy dan mommy!" ucap Owen.
Mereka bertiga mengacungkan kedua jari kelingking tanpa aba-aba dan saling mengaitkan jari kelingking satu sama lain.
"Daddy! Siapa Jordan?" tanya Owen.
Walaupun Owen tidak menyukai Jimmy sejak pertemuan pertama tadi, tetapi ucapan Jimmy membuat Owen penasaran.
Owen ingin tahu kenapa dirinya bisa mirip Jordan dan apakah Jordan ada hubungan dengan Chris. Entah mengapa Owen merasa sangat tertarik mengetahui segala hal mengenai Jordan dari lubuk hatinya.
__ADS_1
"Jordan adik kandung daddy. Daddy sangat menyayanginya, tetapi dia sudah meninggal karena kecelakaan lalu lintas," jawab Chris.
Chris tidak mau berbohong mengenai Jordan ke Owen. Chris bermaksud memberitahukan identitas Owen sebagai anak kandung Jordan pada saat Owen dewasa nanti.
Owen bisa merasakan kesedihan Chris saat menjawab pertanyaannya sehingga tidak bertanya lagi mengenai Jordan.
Owen pun mengalihkan topik pembicaraan ke arah lain. Sementara mobil yang dikemudikan Pak Oka akan tiba di restoran dalam waktu dekat.
***Restoran Italia***
Lima menit berlalu dengan cepat. Tom dan Dylan masih diam seribu bahasa. Jimmy pun memberi isyarat mata ke William.
"Om Tom harus memisahkan Emma dengan Chris. Pria itu pembunuh. Tidak pantas menjadi bagian Keluarga Watson!" usul William dengan wajah serius.
Tom menatap intens William. Pria paruh baya yang sudah memiliki banyak pengalaman hidup itu tahu pasti apa tujuan utama William.
William bukanlah benar-benar mengkhawatirkan Emma. Melainkan lebih mementingkan ego dan harga dirinya yang terluka sejak Emma membatalkan pertunangan dan menikah dengan Chris.
William bukanlah calon suami yang baik untuk Emma. Tom merasa bersyukur penikahan bisnis itu gagal sehingga Emma tidak menderita di kemudian hari.
Sementara mengenai Chris, dari hasil pengamatan saksama Tom selama Chris tinggal di Mansion Watson, pria muda itu selalu berperilaku baik, menyayangi Owen, dan mencintai Emma dengan tulus.
Tom sangat senang melihat wajah bahagia Emma setiap hari. Yang dilihat oleh Tom bukanlah masa lalu melainkan masa depan. Lagipula insting Tom yang peka membuatnya yakin Jimmy bukanlah orang baik.
"Wil! Aku percaya pada Chris!" jawab Tom dengan yakin.
***
Selamat malam readers. Daddy Tom dan Kak Dylan sangat bijaksana, ga mungkin mempercayai ucapan dua manusia ular 😁👍
Spoiler bab besok: restoran yang dituju keluarga kecil Chris sama nih dengan restoran tempat William mengundang Dylan dan Tom.
Ditunggu ya bab besok 🥰
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE