
***Butik Athena***
Saat ini Emma dan Owen berada di Butik Athena setelah makan siang bersama Tom di Mansion Watson.
Emma memilih pakaian yang akan digunakan untuk acara perkenalan dan launching Perusahaan Christian sabtu malam ini di Mansion Watson.
Emma juga memilih setelan jas baru untuk Chris dan sengaja memilih setelan jas yang couple dengan gaun pestanya. Bahkan setelan jas Owen pun merupakan mini size setelan jas Chris.
Emma sudah membayangkan mereka bertiga tampil sebagai keluarga kecil dan pastinya menarik perhatian para tamu undangan sabtu ini.
Emma sudah menghafal ukuran pakaian Chris karena setiap malam terbiasa memeluk Chris sewaktu tidur sehingga tidak sulit baginya untuk memilih pakaian Chris.
Sementara Rocky berdiri tegak di sekitar Emma dan Owen. Sepasang mata tajam Rocky mengawasi keadaan sekeliling Butik Athena. Bahkan Rocky juga meminta dua bodyguard tambahan dari Dylan. Kedua bodyguard itu berjaga di luar pintu Butik Athena.
Sikap waspada yang ditunjukkan Rocky membuat Emma merasa tenang. Emma tahu Rocky mengkhawatirkan kemungkinan kemunculan William lagi untuk mengganggunya. Tidak ada yang bisa memprediksi, kegilaan apa yang akan dilakukan William hari ini.
40 menit kemudian, Emma dan Owen berada di dalam mobil Ferrari merah menuju Beachwalk Shopping Center, sedangkan kedua bodyguard lainnya berada di dalam mobil Range Rover hitam dan mengikuti mobil rombongan Emma dari belakang.
Emma dan Owen berdua menghabiskan waktu bersama mengelilingi shopping center yang mempunyai banyak toko dan tempat makan terkenal.
Tentu saja Emma membeli barang kesukaannya dan Owen dengan kartu kredit hitam. Emma juga membelikan pakaian untuk Chris.
Selain berbelanja, Emma dan Owen menonton film di cinema 21 yang berada di lantai dua Beachwalk. Owen sangat senang bisa menghabiskan waktu berduaan dengan Emma.
Pada akhirnya mereka berdua pulang ke Mansion Watson sebelum waktu makan malam karena ingin berkumpul dan makan malam bersama Chris dan Tom, sedangkan Dylan dan Liam sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Emma merasa lega tidak melihat William muncul dan mengganggu kebersamaannya dengan Owen. Emma teringat akan perkataan Chris semalam bahwa Chris akan meminta Jack untuk mengurus detektif swasta yang disewa oleh William.
"Jack sangat hebat. Aku penasaran untuk diperkenalkan dengan Jack sabtu ini," batin Emma.
Ketika mobil Ferrari merah berhenti di depan Mansion Watson, Owen berlari turun dari mobil terlebih dahulu sambil membawa beberapa paper bag yang berisi mainan baru miliknya. Owen tidak sabar ingin memperlihatkannya ke Tom.
Sejak tinggal di Mansion Watson, Hubungan Tom dan Owen sangat dekat. Tom menganggap Owen cucu kandungnya dan menyayangi Owen dengan sepenuh hati. Begitupun juga dengan Owen yang menyayangi dan menyukai semua anggota keluarga Emma.
Rocky membantu membawakan beberapa paper bag belanjaan Emma dan mengikuti nona mudanya dari belakang.
__ADS_1
Tiba-tiba Emma menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang.
"Rocky!" panggil Emma.
"Iya, Nona Emma!" jawab Rocky
"Tolong selidiki semua hal mengenai Keluarga Alexander di Amerika, termasuk semua anggota keluarganya!" perintah Emma.
"Baik Nona Emma!" jawab Rocky dengan patuh.
"Keluarga Alexander? Apakah berhubungan dengan Tuan Chris?" batin Rocky.
Emma ingin lebih mengetahui jelas mengenai Keluarga Alexander sehingga dirinya bisa berdiri di sisi Chris dan bersama-sama menghadapi Keluarga Alexander jika mereka ingin mencari masalah dengan Chris maupun Owen.
Emma mendukung penuh keputusan Chris memutuskan hubungan dengan Keluarga Alexander dan merintis karier dengan usahanya sendiri.
***Mansion Watson***
Hari sabtu malam tiba dengan cepat. Suasana di dalam Mansion Watson sangat ramai. Ratusan mobil mewah parkir di halaman Mansion Watson yang luas dan lebar.
Para tamu undangan yang hadir berasal dari kalangan atas dan pengusaha. Tom dan Dylan sengaja mengundang teman maupun rekan bisnis agar nama Perusahaan Christian lebih dikenal nantinya, sedangkan Chris mengundang Jack dan beberapa kepala departemen Perusahaan Nicholas yang sudah di akuisisi olehnya.
William bersikap ramah dan hormat terhadap kedua pria yang sangat menyayangi Emma itu, tetapi Tom dan Dylan hanya membalasnya dengan wajah tanpa ekspresi.
Sesekali sepasang mata William menatap ke arah tangga menuju lantai dua. William yakin Emma akan turun dari lantai dua nantinya.
Jonathan datang sambil menggandeng dua wanita di sisi kiri dan kanannya. Jonathan segera menghampiri William.
"Will! Cantik kan kedua pendamping wanitaku? Kamu mau pilih salah satu?" tanya Jonathan.
"Tidak!" tolak William sambil memberikan tatapan ancaman karena perkataan Jonathan juga terdengar oleh Tom dan Dylan.
Jonathan tersenyum canggung dan memberi isyarat mata kepada kedua wanita pendampingnya untuk menyingkir terlebih dahulu.
Kedua wanita pendamping Jonathan mengenakan gaun pesta yang super pendek sehingga memperlihatkan sepasang kaki panjang, yang merupakan ciri khas bentuk tubuh model.
__ADS_1
Mereka berdua mengedipkan mata dengan genit ke Jonathan, lalu bergandengan tangan meninggalkan Jonathan.
Jonathan berjalan mendekati William dan menarik tangan pria itu agar menjauh dari Tom dan Dylan.
"Emma belum muncul?" tanya Jonathan dengan suara kecil.
"Sebentar lagi!" jawab William sambil meneguk anggur merah di tangannya. Sekali lagi matanya menatap ke arah tangga.
"Suami dan anak tirinya juga belum kelihatan," ucap Jonathan.
William mendengus kasar dan menatap ke arah lain. Jonathan tertawa kecil karena sadar perkataannya sudah menyinggung ego William.
"Will! Bukankah itu Alana, pengacara dan teman Emma?" tanya William sambil menunjuk ke pintu masuk Mansion Watson.
Penampilan Alana sangat elegan, dengan rambut pendek dan wajah tanpa ekspresinya. Yang paling menarik perhatian Jonathan saat ini adalah Alana bergandengan tangan dengan seorang pria tampan dan juga berwajah tanpa ekspresi.
"Apakah kamu percaya kedua gunung es itu bisa langgeng?" tanya Jonathan penasaran.
"Kamu dendam karena ditolak Alana kan?" William bertanya balik.
Jonathan menggaruk hidungnya yang tidak gatal secara spontan karena perkataan William sangat tepat menusuk hatinya.
Jonathan pernah mencoba mendekati Alana, tetapi sikap tegas dan penolakan gadis muda itu membuat Jonathan mundur. Jonathan lebih menyukai wanita yang penurut dan bertekuk lutut kepadanya seperti kedua model wanita tadi. Alana tidak mungkin menuruti kemauan Jonathan sehingga casanova brengs*k itu tidak mau menyia-nyiakan waktunya.
Lagi pula tujuan utama Jonathan mendekati Alana hanya untuk berhubungan mesra tanpa ikatan atau status apa pun.
"Siapa pria itu?" batin William.
William penasaran akan identitas Jack bukan dikarenakan Jack adalah pasangan Alana melainkan William bisa merasakan Jack bukanlah orang sembarangan. Ada aura bahaya dan misteri yang menyelimuti tubuh Jack.
***
Selamat malam readers tercinta. Jangan lupa vote nya untuk kemunculan Emma, Chris, dan Owen serta si crazy Will emotional damage lagi ya di bab besok 😂
TERIMA KASIH DUKUNGANNYA.
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE