
***Ruang keluarga Mansion Watson***
Chris dan Emma sama sekali tidak tahu Tom Watson sedang memantau semua gerak-gerik mereka dari rekaman cctv yang menyala di layar TV ruang keluarga.
Tom tersenyum lebar melihat kemesraan Chris dan Emma, sedangkan Owen yang duduk di sampingnya melipat kedua tangan di depan dada sambil memanyunkan bibirnya.
Kemesraan Chris dan Emma setiap pagi sudah sering dilihat oleh Owen ketika tinggal di rumah besar Sydney.
"Owen! Tidak lama lagi kamu akan mendapat dedek bayi," kata Tom.
"Hah? Dedek bayi?" batin Owen.
Dalam hitungan detik, bayangan bayi mungil mirip Emma muncul di pikiran Owen.
"Cantik dan cute!" gumam Owen.
"Owen pasti sedang membayangkan dedek bayi kan? Kakek juga!" ucap Tom sambil tertawa kecil.
"Iya, kakek!" jawab Owen jujur.
Owen tidak menyangkal keinginan hatinya untuk mempunyai adik yang bisa dijaganya dan juga menemaninya bermain.
"Kakek mau memancing di kolam belakang. Owen mau ikut?" tanya Tom.
"Mau!" jawab Owen dengan antusias.
Bersamaan dengan itu, suara high heels terdengar semakin dekat sehingga Tom dan Owen menoleh ke sana.
"Papa dan Owen mau ke mana?" tanya Emma, karena melihat Tom dan Owen berdiri bergandengan tangan.
"Emma! Aku mau memancing ikan bersama kakek!" jawab Owen dengan semangat.
"Baiklah, tetapi jam sembilan sudah harus siap-siap untuk berangkat inspeksi sekolah ya," kata Emma.
"Oke Emma," jawab Owen.
***Di dalam mobil Mercedes Benz hitam***
__ADS_1
Sepasang mata coklat Chris mengamati setiap bangunan yang dilewati melalui jendela mobil.
Pak Oka, sopir Chris mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang sesuai permintaan Chris saat pria muda itu duduk di dalam mobil.
Pak Oka merupakan sopir pribadi baru yang bertugas mengantar Chris. Jack yang merekomendasikan Pak Oka ke Chris.
"Pak Oka. Kita berhenti di apotek K-24 sebentar," kata Chris saat melihat bangunan apotek yang dicarinya sepanjang perjalanan tadi.
"Baik Tuan Chris!" jawab Pak Oka.
Rio yang duduk di samping Pak Oka, menoleh ke belakang.
"Tuan Chris mau beli apa?" tanya Rio sambil membuka seat belt di tubuhnya.
"Tidak apa-apa, Rio. Aku beli sendiri," jawab Chris.
Chris turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam apotek K-24. Dari pintu kaca apotek depan, Rio melihat jelas Chris sedang berbincang dengan penjaga apotek.
Beberapa saat kemudian, Chris keluar dari apotek K-24 sambil menenteng satu tas belanja bahan spunbond berisi barang belanjaan Chris di apotek, karena penggunaan plastik sudah diminimalkan saat ini.
"Baik Tuan Chris!" jawab Pak Oka.
***Mansion Watson***
Emma yang duduk santai di ruang keluarga sambil menikmati camilan potongan buah segar dan mengirim chat dengan temannya, menghentikan kegiatan itu karena dering panggilan masuk di handphone nya.
"Chris?" gumam Emma.
Emma tersenyum kecil dan mengangkat telepon dengan cepat. "Halo Chris!"
"Emma! Aku di depan mansion!" ucap Chris.
"Di depan mansion? Baiklah. Aku ke sana sekarang!" jawab Emma.
Emma berlari kecil menuju pintu masuk mansion. Berbagai pertanyaan muncul di pikiran Emma. Bukankah Chris baru berangkat beberapa menit yang lalu? Kenapa Chris pulang sekarang? Bukankah ada meeting pagi di Perusahaan Nicholas?
Ketika Emma membuka pintu mansion, Chris sudah berdiri di samping mobil mercedes benz hitam.
__ADS_1
"Ada apa Chris?" tanya Emma.
"Ini untukmu," jawab Chris sambil memberikan tas belanjaan bahan spunbond dari apotek K-24.
Emma melihat sekilas isi di dalam tas spunbond. Ada obat pereda nyeri, kiranti, bantal pemanas, teh herbal, pil penambah darah, dan minyak esensial. Semuanya untuk meringankan rasa sakit perut saat menstruasi.
"Aku pergi sekarang!" kata Chris sambil mencium pipi Emma satu kali.
Perhatian dari Chris membuat Emma terharu dan bahagia. Emma pun melangkahkan kakinya mengikuti Chris dari belakang.
Tepat saat Chris sudah menutup pintu mobil dan menurunkan jendela mobil untuk melambaikan tangan ke Emma, gadis muda itu mendekatkan wajahnya ke jendela sehingga Chris menurunkan jendela mobil lebih lebar.
"Ada apa ho…"
Perkataan Chris terputus karena bibir stroberi Emma sudah menciumnya dengan lembut. Kedua tangan Emma menangkupkan wajah Chris dengan erat, sedangkan tas belanja spunbond apotek K-24 sudah melingkar di pergelangan tangan Emma.
Security Mansion Watson, Pak Oka dan Rio segera mengalihkan perhatian mereka dari sepasang sejoli yang berciuman mesra itu.
Emma dan Chris berciuman mesra melalui jendela mobil dalam waktu yang lama. Mereka berdua tidak menyadari dari kejauhan, seorang pria memotret mereka dengan kamera pengintai jarak jauh.
Pria itu berada di dalam mobil Toyota Avanza dengan kaca mobil hitam sehingga tidak terlihat jelas wajahnya. Mobil itu sengaja di parkir dengan jarak jauh agar security Mansion Watson tidak menyadarinya.
Pria itu sudah mengintai Mansion Watson selama hampir satu bulan. Kepulangan rombongan Chris semalam sudah berhasil dipotret olehnya dan dikirim ke Bos Besar yang membayarnya.
"Aku bisa dapat bayaran lebih dari foto ini," batin pria itu.
***
Selamat malam readers. Tebakan readers banyak yang benar nih. Si crazy Will mengutus orang untuk mengintai Mansion Watson😅.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya 🤗.
Terima kasih semua dukungannya 🥰🥰.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1