SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 24. Chris VS Owen


__ADS_3

SYDNEY


***Rumah Chris***


Penolakan Owen untuk memanggilnya mommy, tidak membuat Emma marah. Emma sangat memaklumi Owen yang sudah berusia tujuh tahun lebih mempunyai pemikiran sendiri dan bahkan mungkin bisa membantah perkataan orang tua.


Walaupun begitu, Emma yakin dirinya bisa meluluhkan hati Owen. Owen pasti akan menerimanya setelah mereka saling mengenal dekat satu sama lain.


Sementara Chris menarik napas lega saat melihat senyuman kecil masih menghias di sudut bibir Emma menandakan gadis muda itu tidak tersinggung dengan penolakan Owen.


"Why?" tanya Chris ke Owen.


Padahal sebelumnya Chris sudah memberitahu Owen mengenai Emma melalui video call. Pada saat itu, Owen tidak memperlihatkan reaksi penolakan apa pun. Selama ini Owen lah yang selalu memberi semangat kepada Chris untuk mencari ibu baru untuknya.


Bahkan Chris juga mengirimkan foto pernikahannya dengan Emma ke Owen dan putra tercintanya itu memuji kecantikan Emma.


Owen tidak menjawab pertanyaan Chris, melainkan menghampiri Emma dan memegang tangan Emma.


"Emma sangat cantik. Aku menyukaimu!" kata Owen sambil memperlihatkan senyum pepsodent.


"Thank you, Owen! Kamu juga sangat tampan!" Emma membalas pujian Owen.


Sepasang mata biru Owen yang bercahaya membuat Emma semakin menyukai anak laki-laki di hadapannya. Apa lagi aura yang terpancar dari tubuh Owen mirip Chris sehingga membuat Emma merasa nyaman.


Owen melepaskan genggamannya dan merogoh sesuatu dari saku celana. Sebuah kotak kecil perhiasaan diberikan Owen ke Emma.


"Untukku?" tanya Emma.


"Iya," jawab Owen sambil menganggukkan kepala.


Emma membuka kotak perhiasan itu, yang ternyata berisi sebuah gelang emas yang sangat indah. Emma tidak perlu menanyakan bagaimana cara Owen bisa membeli perhiasan mewah itu karena Emma yakin Owen membelinya dengan kartu kredit milik Chris.


Tangan Owen membantu memakaikan gelang itu di pergelangan tangan Emma dengan cepat.


"Thank you Owen," ucap Emma.


"Thank you kiss," jawab Owen sambil menunjuk pipinya sendiri.


Emma tertawa kecil dan memberikan kecupan singkat di pipi Owen.


Owen tertawa riang, lalu duduk tepat di antara Emma dan Chris. Tangan Owen menggenggam erat tangan Emma lagi.

__ADS_1


Chris mengernyitkan alis melihat sikap Owen terhadap Emma. Tiba-tiba Chris mempunyai firasat yang tidak baik.


"Daddy! Aku lebih cocok menjadi pasangan Emma. Daddy terlalu tua untuk Emma," ucap Owen dengan santai.


Emma tertawa terbahak-bahak secara spontan karena melihat wajah kesal Chris. Ini pertama kalinya Emma melihat ekspresi berbeda dari Chris.


Selama ini Chris selalu bersikap lembut dan murah senyum terhadap Emma sehingga Chris di dalam pikiran serta hati Emma merupakan seorang gentleman, yang selalu bertindak menggunakan akal sehat serta bisa menahan emosi.


Kejadian hari ini membuat Emma yakin hanya Owen seorang saja yang mampu membuat kesal Chris.


Owen tidak memedulikan wajah kesal Chris. Anak tampan itu terpana menatap Emma yang sedang tertawa riang.


"Emma! Aku akan menikahimu saat dewasa nanti," kata Owen dengan sungguh-sungguh.


Emma menjawab dengan anggukan kepala pelan. Dirinya tidak tega melihat wajah kecewa Owen. Lagi pula ini hanyalah white lies bagi Emma.


"Janji kelingking!" ucap Owen dengan senang sambil mengangkat jari kelingking.


Emma mengaitkan jari kelingkingnya. "Chris pasti sering janji kelingking dengan Owen," batin Emma.


"Yes! Daddy! Emma calon istriku sekarang. Jadi aku tidak mungkin memanggilnya mommy," kata Owen.


"Tidak bisa! Aku suami sah Emma!" ujar Chris sambil memperlihatkan cincin kawin di jari manisnya.


"Emma! Ceraikan daddy sekarang," pinta Owen dengan suara manja.


"Sorry, Owen! Aku dan Chris sudah sepakat, hanya Chris yang boleh minta cerai," kata Emma.


"Daddy licik! Pakai perjanjian kontrak mengikat Emma," ucap Owen.


Pemikiran Owen sama dengan pemikiran Rocky yang ikut mendengar pembicaraan mereka sejak awal. Mereka berdua tidak akan mengira kesepakatan bersama antara Chris dan Emma hanya secara lisan tanpa tulisan dan tanda tangan.


"Untung saja aku mengajukan tiga syarat waktu itu," batin Chris.


"Keinginan mu tidak akan terkabul, Owen! Lebih baik kamu fokus belajar. Daddy yakin pelajaran sekolahmu masih kurang. Daddy akan tambahkan les privat untukmu lagi," ucap Chris dengan santai.


"Oh No!" batin Owen.


Owen menyesali keputusannya untuk menantang Chris secara terang-terangan. Seharusnya dirinya melakukan secara diam-diam agar tidak mendapat hukuman.


"Iya daddy," jawab Owen patuh.

__ADS_1


"Good boy! Kamu pasti sudah lapar. Ayo kita makan siang sekarang. Daddy sudah memasak makanan kesukaanmu," kata Chris.


Chris dan Emma sengaja tidak makan siang terlebih dahulu karena mereka ingin makan siang bersama Owen.


Chris berdiri dari sofa dan menarik tangan Emma sehingga gadis muda itu ikut berdiri. Chris merangkul mesra istri tercintanya menuju ruang makan. Owen mengikuti dari belakang dengan wajah lesu, tetapi pikirannya sedang memikirkan rencana yang cemerlang agar Emma bisa menjadi istrinya.


***


Suasana makan bersama berlangsung dengan tenang. Owen menceritakan kegiatannya di sekolah dan asrama ke Emma dengan antusias.


Emma mendengarnya dengan saksama. Sesekali Emma mengambilkan lauk untuk Owen dan Owen menghabiskannya dengan cepat.


Chris merasa senang Owen bersikap baik dan menyukai Emma. Begitupun sebaliknya, Chris bisa merasakan Emma tulus menyayangi Owen.


Walaupun Owen masih memanggil Emma dengan namanya langsung, Chris tidak masalah. Chris yakin saat Emma mengandung buah hatinya, Owen pasti akan menyerah dan memanggil Emma dengan panggilan mommy.


Chris tersenyum kecil dan mulai membayangkan bayi yang dilahirkan oleh Emma nanti, pastilah sangat cantik ataupun tampan, mewarisi ciri khas mereka berdua.


Suara dering handphone Chris membuat pria muda itu tersadar dari lamunannya. Chris mengambil handphone dan menatap nama yang muncul di layar handphone.


"Rio?" batin Chris.


Chris yakin Rio meneleponnya saat ini pasti ada sesuatu hal yang penting dengan perusahaan.


"Emma! Aku ke ruang kerja dulu!" ucap Chris sambil berdiri dari kursi dan mengecup puncak kepala Emma satu kali.


Kemudian Chris memegang pundak Owen. "Makan yang banyak. Semua makanan kesukaanmu," kata Chris.


"Oke daddy," jawab Owen patuh.


***


Selamat malam readers.


Deg deg an dan lucu ya. Owen mau rebutan Emma sama daddy Chris 🤣


See you tomorrow 🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2