SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 81. Kemarahan Chris


__ADS_3

***Hotel Bintang Lima tempat Jimmy menginap***


Jimmy bersiul dengan riang sambil membuka pintu kamar hotel, sedangkan dua bodyguard berdiri di belakangnya.


BUGH!


Jimmy jatuh terduduk di lantai karena didorong dari belakang dengan kuat. 


"Siapa mendorongku?" teriak Jimmy.


Wajah Jimmy pucat seketika saat melihat ke arah pintu kamar. Lima pria berpakaian hitam berdiri di sana dengan posisi siaga, sedangkan dua bodyguard yang disewanya sudah terkapar di lantai.


Padahal hanya dalam hitungan detik saja Jimmy terjatuh, tetapi kedua bodyguard sudah dilumpuhkan.


"Si…siapa kalian?" tanya Jimmy terbata-bata.


Kelima pria itu tidak menjawab, melainkan menggeser posisi tubuh mereka sehingga dua orang yang berada di belakang mereka bisa maju ke depan.


"Chris!" ucap Jimmy dengan wajah terkejut.


Chris berdiri tepat di hadapan Jimmy. Jack memberi isyarat tangan ke anak buahnya untuk menutup pintu kamar.


"Di mana Owen?" tanya Chris tanpa basa-basi.


"Aku tidak tahu!" jawab Jimmy sambil melihat ke arah lain, menghindari tatapan mata Chris yang dingin dan tajam.


Jimmy berdiri dari lantai kamar dan melirik sekilas ke arah Jack beserta lima anak buah Jack.


"Kamu mengganggu privacy-ku! Pergi dari sini!" ujar Jimmy.


Chris melangkah maju ke depan. Jimmy otomatis memundurkan langkahnya hingga akhirnya tubuh Jimmy bersandar di dinding.


"Jangan pura-pura bodoh! Di mana Owen? Jawab!" ucap Chris sambil menggertakkan giginya.


"Sialan! Kenapa dia bisa tahu dengan cepat?" batin Jimmy.


"Kamu mau anak itu? Tanda tangan dokumen di meja dulu!" kata Jimmy.


Walaupun kedatangan dadakan Chris membuat Jimmy terkejut, tetapi dirinya masih mengingat jelas apa alasannya menculik Owen.


Jack mengambil dokumen dari atas meja dan memberikannya ke Chris. Chris membuka serta membacanya dengan saksama.

__ADS_1


"Perusahaan Christian dijual ke kamu dan aku harus bercerai dengan Emma? Huh! Kamu kira aku akan setuju?" tanya Chris dengan sinis.


"Dia satu-satunya darah daging Jordan. Kamu mau melihatnya mati?" balas Jimmy.


BUGH!


Satu tinju mengenai wajah Jimmy dengan cepat. Jimmy merasakan ruangan sekelilingnya berputar-putar.


"Kamu tidak pantas menyebut nama Jordan!" ujar Chris.


"Sialan! Ayo satu lawan satu!" umpat Chris.


"Dengan senang hati!" ucap Chris.


Satu tendangan dari Chris mengenai perut Jimmy sehingga Jimmy membungkukkan badan sambil memegang perutnya yang sakit.


Chris tidak berniat berhenti sekarang. Pukulan dan tendangan dilayangkan bertubi-tubi ke tubuh Jimmy, tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti.


Jack dan lima anak buahnya menjadi penonton. "Inilah Chris yang ku kenal!" batin Jack.


"Tuan Chris sama persis dengan Tuan Jack jika marah!" batin kelima anak buahnya.


***


Chris tidak menghentikan gerakan tangan dan kakinya yang masih mengenai tubuh Jimmy. Wajah Emma dan Owen muncul terus menerus di pikiran Chris saat ini.


Jimmy berani menculik Owen serta membuat Emma sedih dan khawatir sehingga Chris tidak bisa menahan diri lagi untuk memberi pelajaran ke Jimmy.


"Hentikan Chris! Aku panggil dokter untuk memeriksanya!" ujar Jack.


Perkataan Jack berhasil menghentikan Chris. Chris masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tangannya yang terkena noda darah dari tubuh Jimmy.


Lima menit kemudian, dokter kenalan Jack datang. Dokter Andre tiba dengan cepat karena sudah berada di lobi hotel saat Jack meneleponnya. 


Jack bagaikan peramal jitu yang mengetahui Jimmy pasti terluka sehingga sudah menelepon Dokter Andre dan memanggilnya ke hotel. 


"Dokter Andre! Obati semua lukanya! Jika perlu transfusi darah, transfusi saja. Berikan obat pereda nyeri yang banyak!" ucap Jack dengan santai.


Jimmy dengan muka babak belurnya memberikan tatapan bersyukur ke arah Jack. Jimmy merasa Jack adalah dewa penyelamatnya.


Jack balas menatap Jimmy. "Kamu harus kuat dan tidak boleh pingsan agar Chris bisa melanjutkan pukulannya," kata Jack dengan serius.

__ADS_1


"A…apa?" tanya Jimmy dengan wajah tidak percaya.


"Permainan baru dimulai. Chris akan memukulmu terus menerus hingga kamu bersedia memberitahu di mana Owen berada. Benar kan Chris?" tanya Jack.


"Benar!" jawab Chris.


"Kalian gila!" teriak Jimmy.


"Jangan khawatir! Kamu tidak akan mati! Dokter Andre selalu stand by mengobati setiap lukamu," kata Jack.


Jimmy hampir saja muntah darah karena perkataan Jack, tetapi Dokter Andre sangat cekatan memberikan pertolongan pertama terhadap luka-luka di tubuh Jimmy.


Stan, salah satu anak buah Jack menghampiri Jack dan berbisik melaporkan sesuatu. Senyuman tipis mengembang di sudut bibir Jack. Jack memberi isyarat mata ke Chris.


Mereka berdua pun berjalan menuju sofa dan duduk di sana, sedangkan Jimmy terbaring di tempat tidur. Dokter Andre sedang memberikan suntikan obat pereda nyeri yang kuat, sesuai perintah Jack tadi.


"Chris! Anak buahku sudah berhasil melacak mobil yang digunakan Jimmy untuk keluar dari hotel. Tidak lama lagi lokasi Owen akan ditemukan!" ucap Jack.


Jimmy tidak akan menyangka sebelum Chris datang mencarinya, Chris sudah mempunyai rencana lain yaitu melacak mobil yang dipakai Jimmy. 


Chris sangat mengenal sifat Jimmy yang sombong dan pastinya tidak akan memberitahu lokasi Owen tanpa syarat.


Chris sengaja mendesak Jimmy agar saudara sepupunya yang bodoh itu menunjukkan belangnya dengan cepat. 


"Baguslah! Aku bisa memukulnya dengan kekuatan seratus persen sekarang!" kata Chris.


"Kamu ingin membunuhnya?" tanya Jack spontan.


"Belum saatnya. Jimmy bidak catur yang berguna," jawab Chris.


***


Selamat malam readers tercinta. Author setor satu bab dulu ya. Bab selanjutnya masih otw ketik.


Besok diusahakan tamat deh 😂😂. Author sudah pakai kecepatan jet, masih belum bisa tamat hari ini.


Kalau dipaksakan untuk ending, banyak scene yang terpotong. Enjoy aja ya readers menuju ending.


Love You All


THANK YOU

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2