
***Kamar hotel tempat Chris dan Emma berada***
Chris merapikan rambut Emma dengan jari tangan dan gerakan yang lembut. Rambut Emma berantakan karena petualangan fantasi panjang dan agresif yang dilakukan oleh mereka berdua hingga pagi hari.
Saat ini Emma tertidur pulas di dalam pelukan Chris. Efek obat spesial yang diberikan Lily membuat Chris kehilangan kendali sehingga petualangan fantasi berlangsung dalam waktu yang lama dan pastinya membuat Emma kelelahan.
"I'm sorry honey," gumam Chris sambil memberikan kecupan yang lama di puncak kepala Emma.
Emma bagaikan sleeping beauty yang tertidur pulas, tetapi kecupan dari Pangeran Chris tidak akan bisa membuatnya terbangun saat ini.
Chris membaringkan tubuh Emma secara perlahan di atas tempat tidur, lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh polos Emma.
Perasaan bersalah muncul lagi di hati dan pikiran Chris saat melihat gigitan cinta hasil karyanya yang menghiasi setiap lekuk tubuh Emma.
"Aku tidak akan membiarkan ja*ang itu bebas!" batin Chris.
Chris memungut pakaiannya yang berserakan di lantai kamar hotel dan ternyata masih belum kering sehingga Chris berjalan menuju kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Chris keluar dari kamar mandi dalam keadaan mengenakan jubah mandi. Chris berjalan mendekati smart TV yang berada tepat di hadapan tempat tidur.
Sepasang mata coklatnya menatap tajam rak yang berada di atas smart TV. Sebuah kamera yang masih menyala dan tas tangan berwarna hitam milik Lily.
__ADS_1
Chris mengambil kedua benda itu dan membawanya ke sofa. Saat Chris duduk di sofa empuk, hal pertama yang dilakukan pria muda itu adalah memeriksa rekaman video yang tersimpan di dalam kamera.
Aura dingin memancar dari tubuh Chris dalam waktu singkat. Kamera itu merekam semuanya dari awal sejak Lily membawa Chris ke dalam kamar hotel hingga petualangan fantasi yang mendebarkan hati antara Chris dan Emma.
Chris menghapus semua isi rekaman itu dengan cepat. Dirinya tidak mau hubungan mesra mereka tersebar dan pastinya akan merusak reputasi Emma.
Chris tahu pasti tujuan utama William adalah membuat Emma membencinya dan kemungkinan besar Emma akan bercerai dengannya. Untung saja Emma dan Jack datang tepat waktu sebelum terjadi hal yang buruk.
Suara sms dari dalam tas tangan Lily membuat Chris membuka tas itu dan mengambil handphone milik Lily.
"William!" gumam Chris saat membaca nama pengirim sms.
Handphone Lily si wanita murahan tidak ada kata sandinya sehingga Chris bisa membaca isi sms dari William dengan mudah.
Isi sms William sangat singkat, tetapi Chris sudah bisa menebak tepat maksud pertanyaan William.
"Iya." Chris mengetik balasan sms ke William.
"Good! Besok antar rekamannya ke kantorku. Kamu lanjutkan bersenang-senang dengannya. Semakin banyak rekaman semakin bagus."
Isi balasan William membuat Chris mencengkeram erat handphone Lily. Perbuatan tidak terpuji William menjebaknya dengan wanita murahan itu membuat Chris bertekad membalasnya.
__ADS_1
Chris berdiri dari kursi sofa dan memungut lagi jas kantornya untuk mengambil handphone miliknya untuk menelepon Jack.
"Hai Chris! Efek obatnya sudah habis kan?" tanya Jack saat menerima panggilan telepon.
"Iya. Jack, di mana ja*lang itu?" tanya Chris tanpa basa-basi.
"Wanita murahan itu masih bersenang-senang dengan salah satu bodyguard William," jawab Jack dengan santai.
***
Selamat malam readers.
Cerita Emma dan Chris berlanjut lagi. Terima kasih kesabaran dan pengertiannya menunggu kelanjutan cerita novel ini ya 🙏
Aiyo. Kenapa Lily bisa bersama bodyguard ya? 🤭🤭
Author up pukul 23.00 wita. Semoga bisa muncul cepat malam ini ya 🥰
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE