SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 60. Petualangan fantasi


__ADS_3

***Kamar Hotel M***


Lily memilih salah satu bodyguard dengan postur tubuh paling kekar untuk membantunya mendobrak pintu kamar mandi.


Bruk! Bruk! Bruk!


Pintu kamar mandi terbuka lebar sehingga wajah Lily bersinar penuh kegembiraan.


"Kamu boleh pergi sekarang!" kata Lily ke bodyguard.


Lily segera masuk ke dalam kamar mandi saat mendengar pintu kamar sudah tertutup rapat oleh bodyguard.


"Chris!" panggil Lily.


Lily berlari kecil ke arah bathtub. Chris berendam di dalam bathtub yang penuh dengan air, sedangkan air pancuran masih mengalir dari shower dan mengenai kepala serta tubuh Chris dengan tepat.


Lily mematikan air shower dengan cepat. Tangannya menarik salah satu handuk hotel dan mengelap rambut Chris yang basah.


"Chris! Chris!"


Lily memanggil Chris berulang kali karena kedua mata Chris terpejam rapat. Bisa dipastikan Chris menahan rasa terbakar ditubuhnya dengan sekuat tenaga.


Chris membuka matanya perlahan dan menatap wajah Lily. Pandangan dan kesadaran Chris sudah mulai melemah sehingga tidak bisa melihat wajah Lily dengan jelas, tetapi aroma parfum Lily bisa tercium jelas oleh Chris.


"Emma!" panggil Chris dengan ragu-ragu.


"Emma! Chris mulai berhalusinasi," batin Lily.


"Iya, Chris! Aku Emma! Ayo kita ke kamar tidur," ajak Lily.


Chris menuruti perkataan Lily dan berdiri dari bathtub. Saat kedua kaki Chris sudah berada di luar bathtub, Lily tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan memapah Chris keluar dari kamar mandi.


Rasa panas di tubuh Chris mulai berkurang. Pria muda itu bisa merasakan gejolak darah mudanya bangkit, tetapi kesadarannya yang masih sedikit merasakan ada sesuatu yang aneh.


"Emma! Kenapa kamu bisa datang?" tanya Chris.


Entah mengapa pertanyaan itu keluar dari mulut Chris, padahal pikirannya sudah tidak jernih. Mungkin dikarenakan Chris tidak begitu yakin wanita disampingnya adalah Emma saat ini.


Kebiasannya memeluk dan merangkul Emma setiap hari membuat insting Chris menyadari ada perbedaan yang sangat dominan di antara Emma dan wanita yang mengaku sebagai Emma.


Lily terkejut dengan pertanyaan Chris. Kebetulan mereka berdua sudah tiba di samping tempat tidur sehingga Lily mendorong tubuh Chris dengan kuat.


Tubuh Chris jatuh ke atas tempat tidur dengan posisi terlentang. Lily segera duduk di atas tubuh Chris dan membuka jas kerja Chris serta melemparnya ke lantai kamar hotel.


"Chris! Aku menginginkanmu! Ayo kita berhubungan mesra yang lebih liar dibandingkan hari biasanya," ucap Lily.


Sepasang mata wanita genit itu berbinar-binar menatap perut sixpack Chris yang terlihat jelas dari kemeja putih yang basah.


Saat tangan Lily ingin membuka kancing kemeja Chris, tangan Chris menepisnya dengan keras.


"Kamu bukan Emma! Dasar ja*ang!" ucap Chris.


Lily tidak akan menyangka ucapannya membuat Chris yakin Lily bukanlah Emma.


Chris mendorong tubuh Lily dan turun dari tempat tidur. Chris berjalan sempoyongan menuju pintu.


Lily berlari cepat dan berdiri tepat di depan pintu. "Chris! Kamu bisa mati jika memaksakan diri bertahan. Aku lah obat penawar mu saat ini," bujuk Lily.


"Minggir!" perintah Chris.


"Tidak!" tolak Lily.


Lily membuka pakaiannya sendiri satu persatu di hadapan Chris dan dengan gerakan menggoda. Dalam waktu singkat tubuh polos Lily hasil oplas terpampang jelas.


Lily bergerak maju mendekati Chris sehingga Chris memundurkan langkah kakinya ke belakang.


"Ayolah Chris! Jangan menolakku lagi. Kita bisa bersenang-senang berapa kali pun kamu mau," ucap Lily dengan tidak tahu malu.


Chris hanya terdiam. Lily melihat jelas Chris sedang berusaha menahan gejolak darah mudanya.

__ADS_1


"Aku harus lebih agresif. Pertahanannya sudah goyah!" batin Lily.


Lily merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Chris.


Bruk!


Tubuh Lily terhempas jatuh ke lantai dengan keras. Tinju dari kepalan tangan Chris mendarat sempurna di pipi kanan Lily.


"Sakit!" pekik Lily sambil memegang pipinya yang bengkak.


Wanita penggoda itu tidak menyangka Chris akan melayangkan tinju ke wajah oplasnya.


Bruk! Bruk!


Pintu kamar hotel terbuka lebar secara tiba-tiba. Ron dan Rocky yang mendobrak pintu kamar berada di barisan pertama, sedangkan Emma, Jack, dan Alana berada di belakang kedua pria kekar itu.


"Chris!" panggil Emma dan Jack bersamaan.


Emma dan Jack berlari menghampiri Chris yang berdiri sempoyongan dan memapah Chris ke tempat tidur sehingga Chris duduk bersandar di sana.


Jack memeriksa keadaan Chris dengan saksama, sedangkan Rocky dan Ron membuang muka ke arah lain dan tidak menatap sedetik pun tubuh polos Lily.


Sementara wajah Lily menjadi pucat karena kemunculan rombongan Emma. Apalagi saat Emma berjalan menghampirinya dengan aura dingin membuat Lily ketakutan.


"Em…Emma! Bukan salahku. Will yang menyuruhku!" ucap Lily terbata-bata.


Plak! Plak! Plak!


Tiga tamparan mendarat di pipi Lily tanpa ampun.


"Dasar ja*ang!" geram Emma.


"Aku bersalah! Ku mohon lepaskan aku, Emma!" pinta Lily sambil menangis tersedu-sedu.


Emma tidak memedulikan permohonan Lily dan berjalan mendekati tempat tidur lagi, sedangkan Lily tidak bisa melarikan diri karena Rocky dan Ron mengawasinya.


Emma duduk di tepi tempat tidur dan menggenggam erat tangan Chris. Chris memejamkan rapat kedua matanya dan tubuhnya gemetaran.


"Chris baik-baik saja," jawab Jack.


"Baik-baik saja?" tanya Emma dengan wajah kebingungan.


"Jack! Jangan bercanda!" ujar Alana sambil mencubit punggung tangan Jack secara spontan.


"Lana! Aku serius. Emma obat penawar yang tepat untuk Chris. Chris pasti baik-baik saja," kata Jack dengan wajah serius.


Seketika wajah Emma dan Alana memerah seperti kepiting rebus karena mengerti maksud perkataan Jack.


"Emma! Aku bawa pergi wanita itu! Keselamatan Chris tergantung padamu!" pesan Jack.


Jack melemparkan selimut hotel tepat ke tubuh Lily sehingga wanita penggoda itu segera menutupi tubuhnya dengan selimut, lalu menatap Jack dengan tatapan memelas.


Lily mengira Jack akan melepaskannya, tetapi Jack tidak memedulikannya lagi melainkan menggandeng tangan Alana dan berjalan keluar dari kamar.


Rocky dan Ron menarik tangan Lily dengan kasar mengikuti Jack dan Alana dari belakang.


Wajah Lily semakin pucat melihat puluhan pria berpakaian serba hitam berdiri berbaris di depan pintu, sedangkan lima bodyguard yang disewa William terkapar di lantai.


"Bereskan mereka semua!" perintah Jack.


"Baik, Tuan Jack!" jawab para bawahan dengan serentak.


Rocky dan Ron pun mendorong tubuh Lily ke arah para pria berpakaian serba hitam itu. Lily ingin berteriak minta tolong, tetapi gagal karena salah satu pria berpakaian hitam sudah membekap mulut Lily dengan tangannya.


Dalam waktu singkat, Lily dan kelima bodyguard yang terkapar sudah diungsikan ke tempat lain oleh rombongan Jack.


***


"Chris! Chris!" panggil Emma sambil menepuk lembut wajah Chris

__ADS_1


Hati Emma sangat sakit melihat keadaan Chris yang terlihat jelas berusaha menahan rasa sakit dengan kesadaran yang semakin lemah.


Emma kagum dengan tekad hati Chris yang berhasil menahan godaan Lily hingga mereka semua tiba tepat waktu.


Padahal Lily sudah melepaskan semua pakaiannya, tetapi Chris masih mempunyai kekuatan untuk meninju wanita tidak tahu malu itu.


"Chris! Chris! Buka matamu!" panggil Emma.


Chris membuka matanya secara perlahan. Pandangannya semakin buram. Chris sudah menggunakan semua kekuatannya untuk meninju Lily tadi dan sekarang rasa terbakar di tubuhnya semakin buruk.


"Menjauhlah dariku!" bentak Chris.


Emma tidak tersinggung dengan perkataan Chris karena yakin Chris menganggapnya sebagai Lily.


"Chris! Aku Emma! Bukan Lily!" ucap Emma.


"Em…Emma?" kata Chris dengan tidak yakin.


Chris mendekatkan wajahnya ke wajah Emma. Tangan kanannya memegang pipi Emma dan mengusapnya.


"Kamu benar Emma?" tanya Chris.


"Iya, Chris. Aku Emma," jawab Emma sambil memegang punggung tangan kanan Chris yang masih mengusap wajahnya.


Sentuhan Emma membuat gejolak darah muda Chris semakin tak terkendalikan.


"Pergilah! Aku tidak akan mengkhianati Emma!" tukas Chris.


Chris melepaskan tangannya dari wajah Emma dengan cepat. Emma tersenyum kecil mendengar perkataan Chris.


"Aku Emma, Chris!" kata Emma dengan suara keras.


Kedua tangan Emma merangkul erat leher Chris dan mencium bibir Chris dengan lembut. Emma yakin Chris pasti mengingat rasa manis bibir stroberinya.


"Emma!" panggil Chris saat Emma menghentikan ciumannya.


Emma tersenyum lebar karena Chris mengenalinya. "Iya, Chris! Aku datang! Jack membantuku," ucap Emma.


Chris memeluk erat tubuh Emma. "Terima kasih sudah datang," ucap Chris.


Beberapa saat kemudian, Chris melepaskan pelukannya. "Ayo kita ke rumah sakit sekarang," kata Chris.


"Aku bisa menjadi obat penawar mu, Chris!" kata Emma.


Wajah Emma sudah memerah seperti kepiting rebus karena Chris menatapnya intens bagaikan seekor serigala yang kelaparan. Emma tahu dosis obat yang diberikan Lily dan William pastinya banyak.


"I love you, honey!" kata Chris.


"I love you t…"


Emma tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena Chris sudah menciumnya dengan agresif. Tangan Emma pun membuka kancing kemeja Chris yang tersisa dua dengan cepat.


Ciuman agresif Chris memenuhi seluruh tubuh Emma sehingga gadis muda itu mengeluarkan suara yang terasa merdu dan semakin membakar gejolak darah muda di tubuh Chris.


Chris meninggalkan banyak gigitan cinta di tubuh Emma dan membawa Emma menuju petualangan fantasi yang menyenangkan.


***


Yeay finally babang Chris kecipratan rejeki petualangan fantasi sama Emma tanpa gangguan 🤗.


Bab ini sudah sangat panjang sstu setengah bab nih dan tidak menggantung ceritanya😁. Semoga readers menyukainya.


Author izin off dulu dan akan melanjutkan cerita ini setelah chrismas ya ( mau pulkam sama keluarga kecil dan kumpul sama keluarga sehingga ga ada waktu nulis 🙏).


Untuk sementara akan ada promo bab beberapa hari sekali dari novel author yang sudah tamat. Kelanjutan cerita ini setelah christmas. Terima kasih pengertiannya 🤗🙏


HAPPY HOLIDAY ALL


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR: LYTIE


__ADS_2