SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 63. Hukuman untuk Lily


__ADS_3

Ron dan Rocky mendengarkan rencana baru Chris dengan saksama dan wajah serius. 


Beberapa saat kemudian, Chris masuk ke dalam kamar hotel sebentar dan mengambil tas tangan milik Lily, lalu memberikannya ke Ron.


"Ron! Aku percayakan semuanya padamu!" ucap Chris.


"Baik, Tuan Chris! Aku pasti akan melakukannya dengan baik!" jawab Ron dengan yakin.


"Terima kasih!" ucap Chris.


Ron dan Rocky pun berpamitan dengan Chris untuk menjalankan rencana Chris, sedangkan Chris masuk kembali ke dalam kamar hotel.


Ron dan Rocky berjalan berdampingan menuju lift hotel. Saat berada di dalam lift, Rocky mengirimkan semua foto dan video rekaman perselingkuhan William dan Lily ke handphone Ron.


Pintu lift terbuka di lantai empat dan Ron seorang saja yang keluar dari dalam lift, sedangkan Ron menekan tombol menuju basement hotel.


***Basement hotel***


Rocky mengambil pakaian baru milik Emma yang tersimpan rapi di dalam kotak cantik berwarna putih tanpa motif.


Setiap pakaian Emma dikemas dalam kotak cantik yang berbeda sesuai jenis pakaiannya. Kotak putih tanpa motif untuk pakaian kasual, sedangkan kotak bermotif untuk pakaian pesta.


Pak Oka yang juga berada di basement hotel berjalan mendekati Rocky.


Semalam Rocky sengaja memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil Chris setelah meninggalkan Emma di dalam kamar hotel.


"Rocky. Tuan Chris sudah bangun?" tanya Pak Oka.


"Sudah Pak Oka, tetapi Nona Emma masih tidur," jawab Rocky.


"Aku duga Tuan Chris dan Nyonya Emma akan pulang ke mansion agak siangan," ucap Pak Oka.


Kejadian semalam diketahui jelas oleh Pak Oka karena Pak Oka lah yang dihubungi oleh Jack pertama kali setelah menerima panggilan telepon dari Emma.


Pak Oka bergerak gesit melacak kamar hotel tempat Lily membawa Chris ke sana sehingga rombongan bawahan Jack tidak menghabiskan waktu yang lama untuk membereskan kelima bodyguard William. Tentu saja Pak Oka ikut serta dalam pertarungan itu. 


"Iya, Pak Oka. Apakah ada pakaian baru Tuan Chris di mobil?" tanya Rocky.


Rocky mengingat jelas Chris memakai jubah hotel sewaktu berbicara dengannya dan Ron.


"Ada. Tunggu sebentar!" jawab Pak Oka.


Pak Oka membuka bagasi mobil dan mengambil satu set pakaian milik Chris, lalu memberikannya ke Rocky.


"Terima kasih Pak Oka! Aku pamit ke kamar hotel," ucap Rocky.


"Oke," jawab Pak Oka sambil menganggukkan kepalanya.


***Kamar hotel 4045***


Ron duduk di sofa hotel sambil melipat kedua tangan di depan dada. Beberapa saat kemudian, Sky yang merupakan salah satu anak buah Jack keluar dari connecting door hotel dan berjalan menuju tempat Ron berada.


"Kak Ron! Mereka masih belum selesai!" lapor Sky.

__ADS_1


"Benar-benar ja*ang! Satu jam lagi seret ja*ang itu ke sini!" perintah Ron.


"Baik, Kak Ron!" jawab Sky.


"Ini rekamannya!" lanjut Sky sambil menyerahkan sebuah kamera ke Ron.


Lily alias wanita ja*ang masih bersenang-senang dengan bodyguard William di kamar 4044, yang berada tepat di sebelah kamar tempat Ron sekarang.


Ada connecting door di antara di kamar 4044 dan 4045 sehingga para anak buah Jack memantau dan berjaga di kamar 4045.


Ron sengaja membiarkan Lily bersenang-senang selama satu jam lagi karena Chris baru saja membalas sms William dengan handphone Lily beberapa waktu yang lalu. 


Sky berkumpul dengan tiga teman lainnya yang sedang menonton melalui smart tv hotel, sedangkan Ron mengutak-atik video rekaman yang dikirim oleh Rocky sebelumnya dengan video rekaman baru antara Lily dan bodyguard William.


***


Satu jam kemudian, Sky menyeret Lily untuk menemui Ron. Sky mendorong tubuh Lily dengan keras sehingga wanita murahan itu terduduk di sofa, tepat di hadapan Ron.


Penampilan Lily sangat berantakan dan hanya memakai selimut hotel menutupi tubuhnya.


"To...tolong lepaskan aku!" pinta Lily dengan suara lemah dan menangis tersedu-sedu.


Ron menatap saksama bekas tamparan dari Emma dan tinju dari kepalan tangan Chris semalam di wajah Lily.


Kedua luka itu masih terlihat samar, tetapi ada luka baru yang lebih mengerikan. Sepasang mata Lily lebam dan memar. Bahkan di pundak Lily yang tidak tertutup oleh selimut, terlihat bekas gigitan.


Saat ini Ron sadar ternyata Jack bukanlah sembarangan memilih bodyguard yang kekar saja untuk menemani Lily, melainkan bodyguard itu seorang man*ak.


"Bos memang paling hebat menghukum ja*ang!" batin Ron.


"Aku mohon! Tolong lepaskan aku!" Lily berjalan mendekati Ron dan berlutut di hadapan pria itu karena Ron tidak menjawab permintaannya.


Ron masih diam seribu bahasa dan memberikan tatapan menjijikkan ke Lily. 


"Aku tidak akan pernah mengusik Chris lagi! Tolong lepaskan aku!" pinta Lily.


"Kamu masih belum boleh pergi!" ujar Ron.


"Tidak! Aku tidak mau kembali ke kamar itu lagi!" teriak Lily sambil menggelengkan kepalanya keras.


Sepasang mata lebamnya menatap connecting door dengan nanar. Wajah Lily pucat seperti warna kertas.


Ron tahu Lily trauma dengan siksaan dari bodyguard William, tetapi Ron sama sekali tidak merasa kasihan terhadap Lily saat ini.


"Hentikan tangismu sekarang! Kalau tidak, aku akan mengurungmu bersamanya semalaman lagi!" ancam Ron.


"Baik, Baik!" jawab Lily dengan patuh.


Lima menit kemudian, Ron membuka tas tangan Lily dan mengambil handphone, lalu memberikannya ke Lily.


"Telepon William sekarang dan katakan sesuai perintahku! Jika kamu macam-macam, jangan harap bisa lolos!" ancam Ron sekali lagi.


"Iya, iya!" jawab Lily dengan tubuh gemetaran.

__ADS_1


Lily mendengarkan perintah Ron dengan saksama, sebelum menekan nomor handphone William.


***Ruang kantor William di Perusahaan Pattinson***


Gibson merasa heran melihat suasana hati William yang sangat baik sejak pagi. Bahkan William tidak memarahi karyawan yang melakukan kesalahan.


"Gibson! Batalkan janji makan malam hari ini!" perintah William.


"Baik, Tuan William!" jawab Gibson.


Handphone William berdering sehingga William memberikan isyarat tangan agar Gibson meninggalkan ruang kerjanya.


Senyuman lebar menghias di bibir William saat membaca nama Lily di layar handphone.


"Pasti Lily mau mengantar rekaman itu sekarang!" batin William.


William sudah bisa membayangkan Emma kembali ke sisinya setelah bercerai dengan Chris.


Jebakannya yang sempurna pasti tidak bisa dihindari oleh Chris. Lagipula para bodyguard yang berjaga di sana sudah mengirimkan sms ke William, mengabarkan semuanya lancar tanpa ada yang mengganggu hubungan mesra Lily dan Chris.


Tentu saja para bodyguard itu berada di bawah ancaman anak buah Jack saat mengirim sms.


"Halo! Berapa lama kamu tiba?" tanya William dengan antusias.


"Will! Aku sudah mengirim videonya ke Emma," jawab Lily.


"Siapa yang memberimu izin?" tanya William dengan ketus.


"Emma menelepon handphone Chris berulang kali. Aku menjawabnya tadi dan Emma tidak percaya Chris bersamaku. Jadi aku mengirim video rekaman itu," jelas Lily.


"Ya sudah! Bawa rekaman itu ke kantorku sekarang juga!" perintah William.


Walaupun ada sedikit rasa kecewa di hati kecil William karena Emma mengetahui perselingkuhan Chris bukan dari mulutnya, tetapi rencananya untuk menyebarkan video perselingkuhan Chris ke media massa tetap harus dijalankan.


"Baiklah, Will! Satu jam lagi aku tiba di sana. Aku mau satu ronde lagi sama Chris!" ucap Lily.


"Dasar ja*ang!" batin William.


Semakin Chris terjerat dengan rayuan Lily, semakin besar kemungkinan Emma tidak akan mau rujuk dengan Chris lagi sehingga William tidak menolak permintaan Lily.


"Jangan terlambat!" ujar William dan menutup sambungan telepon.


***


Selamat malam readers. Maaf agak malam ya karena menguras energi dan otak sehingga nulisnya lama 😅 dan sangat panjang nih🥰


Besok lanjut lagi ya. Semoga lancar muncul malam ini.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2