SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 32. Bertemu Jack


__ADS_3

***Mansion Watson***


Chris dan Emma menghentikan ciuman mesra. Mereka saling bertatapan satu sama lain.


"Honey mau ikut ke Perusahaan Nicholas?" tanya Chris.


Emma tertawa kecil mendengar pertanyaan Chris. Emma yakin Chris ingin melanjutkan ciuman mereka di dalam mobil.


"Lain kali saja, Chris!" tolak Emma dengan halus.


Emma masih mengingat janji temu dengan beberapa sekolah pilihannya.


"Oke," jawab Chris. Kedua tangan Chris mengusap pipi merona merah Emma dengan lembut.


Emma memajukan wajahnya lagi dan mendekatkan bibirnya ke telinga Chris.


"Chris! Bersiaplah menerima kejutan malam pertama kita nanti," bisik Emma.


Emma memundurkan tubuhnya dua langkah dari mobil. Chris semakin gemas dengan rona merah di wajah Emma.


Chris menebak arti perkataan Emma dengan cepat. Pria muda itu yakin Emma akan memberinya kejutan saat petualangan fantasi mereka pertama nanti.


"Emma! Aku sabar menanti," ucap Chris sambil tersenyum penuh makna dan menatap intens Emma sehingga gadis muda itu menjadi salah tingkah.


"Bye Chris!" kata Emma sambil melambaikan tangan.


"Bye Emma!" balas Chris.


Pandangan mata Emma tidak terlepas dari mobil mercedes benz yang semakin lama bergerak semakin jauh.


"Waduh! Kenapa aku sudah rindu Chris sekarang?" batin Emma sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion.


***Ruang meeting Perusahaan Nicholas***


Ron, bawahan kepercayaan Jack mengantarkan Chris dan Rio ke ruang meeting. Ron mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum membukanya lebar.


Saat Chris berada di dalam ruang meeting, Chris melihat Jack sudah duduk di sana.


Bukan hanya Jack seorang saja,melainkan ada gadis muda duduk di samping Jack. Tangan Jack masih merangkul mesra pundak gadis muda itu.


Jack tersenyum lebar melihat Chris. Sahabat baik Chris itu berdiri dari kursi dan menggandeng tangan gadis muda itu. Mereka berjalan menghampiri Chris.


"Chris!"

__ADS_1


"Jack!"


Mereka berdua berjabat tangan dengan erat, lalu Jack menoleh ke samping dan menatap gadis muda itu dengan tatapan hangat.


"Chris! Kamu pasti sudah mengenal Alana!" ujar Jack.


Tepat saat tangan Jack ingin menggenggam tangan Alana lagi, gadis muda itu mengulurkan tangannya ke arah Chris.


"Salam kenal Tuan Chris. Saya Alana, pengacara Tuan Jack!" ucap Alana dengan wajah datar dan suara yang tegas.


Chris melirik sekilas ke arah Jack untuk melihat ekspresi Jack, tetapi Jack tidak tersinggung dengan perkataan Alana.


Padahal Chris yakin tadi Jack ingin memperkenalkan Alana sebagai pacar dan bukan pengacara.


"Ayo duduk, Chris!" ajak Jack.


Kali ini Jack berjalan sendiri ke tempat duduknya tanpa merangkul pundak ataupun menggenggam tangan Alana lagi. Sikap dingin dan wajah kaku ditampilkan oleh Jack. Sikap itulah yang merupakan kepribadian Jack selama ini.


Ketika Chris masuk ke dalam ruang meeting tadi, pria muda itu terkejut melihat sikap mesra yang ditunjukkan oleh Jack terhadap Alana.


Ternyata dugaan Chris di Sydney sangat tepat. Pengacara wanita teman Emma yang diakui sebagai pacar oleh Jack, memang benar Alana.


Hanya saja dari sikap yang mereka berdua tunjukkan saat ini, Chris yakin pasti ada kisah spesial yang terjadi di antara Jack dan Alana hingga mereka menjadi pasangan.


Alana membuka dokumen file yang berupa surat kontrak akuisisi Perusahaan Nicholas yang dikirim oleh Chris dari Sydney, lalu melihat ke arah Chris.


"Tuan Chris! Semua poin-poin dalam surat kontrak akuisisi Perusahaan Nicholas disetujui oleh Tuan Jack! Tuan Chris dan Tuan Jack bisa menandatangani nya sekarang!" kata Alana.


"Baiklah!" jawab Chris.


Rio menyerahkan satu dokumen file yang berada di tangannya ke Chris. Isi dokumen file itu sama dengan surat kontrak yang sedang di pegang oleh Alana.


Chris mengambil pulpen dari kantong kemeja saat sudah membuka di halaman tanda tangan. Alana pun melakukan hal yang sama.


Alana memberikan pulpen dan dokumen file yang sudah terbuka di halaman tanda tangan ke Jack.


Jack dan Chris saling berpandangan sebentar, lalu menunduk dan membubuhkan tanda tangan mereka di dalam surat kontrak.


Jack dan Chris mengangkat bersamaan surat kontrak di tangan mereka dan saling menukar, lalu membubuhkan tanda tangan lagi.


"Yes! Akhirnya aku bebas! Terima kasih Chris!" ujar Jack.


"Aku yang harus berterima kasih padamu, Jack. Aku beruntung mengambil alih Perusahaan Nicholas yang sudah berkembang pesat di Bali," kata Chris.

__ADS_1


Perkataan Chris bukan omong kosong belaka. Perusahaan Nicholas bisa dikatakan setara dengan Perusahaan Jayanata dan Perusahaan Bramasta di Bali.


Hanya saja karena Jack ingin fokus di Club dan Jasa Bodyguard miliknya sehingga menawarkan Perusahaan Nicholas ke Chris saat Chris datang ke Bali.


Selama ini pun Jack menyerahkan semua keputusan penting ke Ron, bawahan kepercayaannya sehingga tidak banyak orang yang pernah bertemu dengan Jack, yang merupakan pemilik sah Perusahaan Nicholas waktu itu.


"Ron akan berada di perusahaan ini selama seminggu untuk membantumu sebelum pengumuman penggantian nama perusahaan," ucap Jack.


"Thank you Jack," jawab Chris.


"Nona Alana. Mengenai akuisisi ini masih harus dirahasiakan dari umum hingga waktu pengumuman resmi," kata Chris ke Alana.


"Saya mengerti, Tuan Chris. Tenang saja! Saya selalu menjaga privacy klien dengan baik," jawab Alana.


"Tentu saja aku percaya dengan penilaian Jack!" ucap Chris.


"Tuan Jack! Pekerjaanku sudah selesai. Aku pamit pulang ke kantor sekarang," kata Alana.


Jack tidak menjawab perkataan Alana melainkan melihat ke arah Chris.


"Chris! Aku pulang dulu. Keep in touch ya," kata Jack sambil memberi isyarat tangan ke telinganya agar Chris menghubunginya nanti.


"Oke," jawab Chris.


"Ayo aku antar kamu ke kantor," ucap Jack dan menggenggam erat tangan Alana.


"Aku nyetir mobil sendiri tadi," tolak Alana.


Chris melihat jelas Alana berusaha menarik tangannya dari genggaman Jack, tetapi tidak berhasil.


Senyuman samar menghias di sudut bibir Jack. Pria itu sengaja menarik kalung di lehernya hingga terlihat bandul yang menggantung di kalung. Bandul yang sebelumnya berada di balik kemeja Jack. Alana terpaku sejenak menatap bandul itu dan akhirnya Alana tidak menolak genggaman tangan Jack.


***


Selamat malam readers. Pengenalan dulu dengan Jack dan Alana 🥰. Mereka berdua akan muncul di dalam cerita ini, tetapi tidak banyak scene ya.


Fokus utama tetap di Chris dan Emma. Spoiler bab besok: Crazy Will akan muncul 😂


Untuk cerita Jack dan Alana, mungkin akan muncul di next novel setelah novel ini tamat. Tetapi belum pasti karena ada rencana mau buat cerita fantasi barat juga 😂😂.


Doain semoga semua ide lancar dan bisa publish novelnya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2