Suami Sombong Jatuh Cinta

Suami Sombong Jatuh Cinta
Chapter 62


__ADS_3

Seminggu kemudian...


tok...tok...tok..


“Masuk.”  Vian menyahut. Sudah seminggu ini semanak pulang dari Desa, Putri tidak bisa


mendampingi Vian karena tugas akhir kuliahnya yang menumpuk. Di tambah terlalu banyak cuti, akhirnya sebagian besar nwaktunya sekarang harus di habiskan


dengan mengejar ketertinggalannya.


“Tuan, ada hal penting yang harus saya katakan pada anda.  Ini mengenai  WR Group.” Yang datang adalah Bimo. Dirinya menempatkan diri di hadapan Vian. Raut wajahnya sudah menggambarkan kecemasan yang menandakan ada kabar yang tidak baik mengenai perusahaan mereka.


“Ada kabar terbaru apa? Sepertinya masalahnya sangat serius?”  Vian segera menutup laptopnya,


dia ingin fokus mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh Bimo.


“Tentu ini sangat serius, Tuan.  Beberapa produk  kita yang di pasarkan di Malaysia sepertinya


telah di sabotase oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  Banyak konsumen produk kosmetik kita


yang  protes, karena ketika memakai produk keluaran terbaru dari perusahaan kita mereka mengalami berbagai gejala alergi yang cukup serius. Seperti peradangan kulit, kulit gatal, bengkak dan


masih banyak lagi yang melaporkan kepada saya via email. Dalam waktu dekat, kita harus pergi ke Malaysia untuk melakukan konferensi pers terkait masalah ini. Langkah pertama sudah saya ambil, terbukti, di temukan dua barang dengan merk


dagang milik kita tetapi salah satu di antaranya adalah tiruan.” Keterangan yang di berikan oleh Bimo membuat Vian gelisah. Dia  harus pergi tanpa membawa Putri. Di sana tidak mungkin hanya satu hari dan pasti akan sangat membosankan.


“Aku akan membicarakannya dengan nenek. Secepatnya aku akan mengambil keputusan.” Sebagai pemegang saham terbesar di WR Group, nenek juga


harus ikut andil dalam pengambilan keputusan Vian tidak lupa itu.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu saya lanjut kerja dulu, Tuan.


Permisi.”  Bimo  meninggalkan Vian yang sedang kalut. Keduanya sama pentingnya, Putri dan WR Group harus sama-sama di perjuangkan. Vian yakin,


di saat seperti ini, Putri tidak akan mempersulitnya. Dia hanya perlu pergi ke malaysia, mengadakan konferensi pers secepatnya lalu pulang kembali ke


Indonesia secepat mungkin.


$$$


“Putri!”  Raihan memanggil Putri saat wanita itu akan pergi ke kantin.  Pria itu sudah lebih kuat sekarang. Dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Putri meskipun mereka berdua tidak dapat saling memiliki.


“Hai, sudah lama, apa kabar?” Putri juga tidak ingin bermusuhan lagi dengan Raihan.  Mereka


berdua telah impas. Sama-sama memiliki seseorang sebagai pendamping dan itu cukup adil untuk Putri.


“Kabar baik, lama tidak terlihat, kamu kemana?” tanya Raihan saat dirinya berhasil mengejar Putri dan membuat mereka berdua beriringan.


hubungan Raihan dan Anisa.


“Kami baik,  tapi memang semuanya butuh proses. Seiring waktu, semuanya pasti akan baik-baik


saja. Mulai sekarang, aku boleh kan, sekedar menjadi teman kamu?” Raihan tampak serius. Dia tidak dapat memiliki Putri sebagai pasangan hidupnya, setidaknya, dia masih berkesempatan berada di dekat wanita itu, meskipun hanya sebagai


teman.


“Tentu saja. Kita masih bisa berteman, kok. Kita sudah dewasa, tidak bisa terus bertingkah seperti anak-anak lagi, ya kan?” Putri tersenyum.


“Kamu benar, maaf. Saat itu aku hanya kaget, kamu tiba-tiba sudah menikah dengan orang lain. Umi selalu bilang padaku, jodoh itu bisa datang kapan saja,semuanya sudah di gariskan oleh Allah,  kalau kita masih berjodoh, suatu hari nanti

__ADS_1


kita pasti akan  di persatukan kembali.


Sejak saat itu,aku lebih bisa menerima keadaan yang terjadi di antara kita.” ungkap Raihan sambil terus berjalan beriringan dengan Putri dengan memasukkan


kedua tangannya ke dalam kantong celananya.


“Syukurlah. Aku sebenarnya sudah lama menikah, hanya saja saat itu kami menikah untuk urusan pekerjaan, tetapi seiring waktu, perasaan pun


tumbuh di antara kami berdua. Apalagi, di saat aku terpuruk karena kamu, saat itu dia yang datang dan mengobati lukaku. Hingga akhirnya aku benar-benar jatuh hati padanya.” Putri mengatakan yang sebenarnya. Dia memang terobati karena


kehadiran Vian yang mulai melembut padanya saat itu.


“Saat itu, aku memang merahasiakannya padamu. Aku berpikir setelah kontrakku selesai, aku akan menikah denganmu. Tapi di luar dugaan, kamu


justru menyatakan menyerah dengan hubungan tanpa status kita dan memilih dia.” Imbuhnya lagi.


“Sekali lagi, maaf, Put. Mungkin memang jalan kita harus seperti ini. Aku ikut bahagia melihatmu seperti sekarang, kamu terlihat ceria, sepertinya suamimu memperlakukan kamu dengan baik." Raihan menatap Putri dengan tatapan yang menyiratkan luka. Dia harus menerima semuanya dengan lapang dada, meskipun tidak dapat di pungkiri, rasa itu masih ada.


"Ya, seperti yang kamu bilang, suamiku memang memperlakukanku dengan baik. Aku harap, nantinya istrimu juga memperlakukan kamu dengan baik. Aku juga ingin melihat kamu bahagia, Raihan." Putri memegang bahu Raihan lembut. Meskipun mereka terpisah, Putri berharap Raihan menemukan juga menemukan kebahagiaan.


"Terima kasih atas do'anya Putri. Yah, meskipun masih belajar, aku juga mulai berusaha mencintai calon istriku. Memang tidak mudah, tapi seperti yang ku katakan tadi seiring waktu, semuanya akan baik-baik saja."meskipun perkataan Raihan penuh keraguan, tetapi pria itu benar-benar sedang berusaha untuk memulai cinta yang baru bersama Anisa, gadis pilihan ayahnya.


"Ya. Semuanya hanya butuh waktu. Kamu akan menemukan titik nyaman di sampingnya suatu hari nanti. Semangat Raihan, kamu pasti bisa melalui semua ini dengan baik." Putri mencoba memberikan motivasi pada mantan gebetannya itu.


"Sekali lagi terima kasih. Sebentar, aku pesen makanan dulu. Kamu masih suka bakso ikan seperti biasa, kan?" Raihan masih sangat ingat makanan favorit Putri. Wanita itu memandangnya sejenak lalu mengangguk. Putri memandang punggung Raihan saat lelaki itu akan memesan makanan. Dia masih sama, batinnya. Hanya status yang memisahkan mereka.


Beberapa menit kemudian, Raihan membawa baki yang berisi dua mangkuk bakso ikan dan dua gelas es jeruk. Lelaki itu memilih tempat duduk di hadapan Putri. Dia ingin mengulang masa kebersamaan mereka, meskipun ia sadar, semuanya telah berlalu.


Putri flashback kenangan kebersamaan mereka. Semuanya memang tidak semudah itu untuk di lupakan. Hampir tiga tahun bersama, semuanya hanya menguap begitu saja.

__ADS_1


Dulu, jika sedang makan bakso berdua seperti sekarang, mereka bergantian saling suap, terkadang Raihan menipunya. Menyodorkan bakso yang di tusuk garpu padanya, tetapi di makannya sendiri. Semuanya terlalu manis dan hanya tinggal kenangan.


Kenangan, terkadang menyedihkan bila di ingat, tetapi akan sulit jika di lupakan. Kenangan sejatinya adalah kisah dari perjalanan hidup yang akan selalu kita kenang seumur hidup. Suatu hari, itu akan menjadi cerita yang menarik yang bisa kita sampaikan pada anak cucu kita. Jangan benci sebuah kenangan, karena kenangan tidak pernah salah.


__ADS_2