Suami Tampan Istri Tak Rupawan

Suami Tampan Istri Tak Rupawan
Riko dan Rony


__ADS_3

"Ah, sudahlah, aku capek ngomong sama kamu. Dasar perempuan udik, dikasih tahu yang bener malah ngeyel. Terserahlah, aku mau ke kamar saja. Pusing tahu dengar suaramu." Vella dengan rasa kesal meninggalkan Naila yang tersenyum penuh kemenangan.


"Kasihan ... apa zaman sekarang wanita cantik sifatnya seperti Vella dan Clara? Ya Allah, semoga kalau suatu saat aku jadi cantik, aku nggak seperti mereka. Eh, emang aku bisa cantik, ya? Ah, rasanya pikiranku agak oleng nih gara-gara mereka. Sudahlah, aku mau memasak saja daripada mikirin yang nggak jelas. Bisa-bisa stress aku kalau terus-terusan ketemu sama orang-orang seperti mereka. Ribet banget jadi orang cantik, mendingan biasa saja asalkan bahagia."


Naila berkata sendiri sambil berjalan menuju kulkas mengambil bahan masakan. Beraktivitas di dapur favoritnya, membuat Naila tak lagi memikirkan percakapan dirinya dan Vella. Naila sangat yakin dan percaya pada suaminya. Meskipun sempat terkejut dengan ucapan Vella mengenai kekayaan Riko, tapi Naila berusaha tak memikirkannya. Selama ini Riko mencukupi kebutuhannya dan terlihat sangat tulus menyayanginya. Urusan masa lalu, mantan kekasih, dan harta warisan ataupun kekayaan milik suaminya, itu bukanlah urusannya.


Naila bukanlah wanita yang materialistis dan bukan orang tak punya. Dia sendiri masih memiliki tabungan ratusan juta dari hasil penjualan rumah orangtuanya di desa. Seandainya Riko membuangnya, dia tak akan jadi gelandangan. Tabungannya masih cukup untuk membeli sebuah rumah kecil dan membuat warung makan. 'Ah, tidak ... tidak ... Riko tak akan berbuat seperti itu padaku. Aku percaya padanya. Aku tak boleh berburuk sangka dan memikirkan yang tidak-tidak. Aku harus berdo'a dan berprasangka yang baik-baik saja,' batin Naila dalam hati, mencoba mengenyahkan prasangka buruk agar tak lagi menguasai hati.


♡ ♡ ♡


Sementara di ruang perpustakaan, Riko berusaha berbicara dengan kakaknya dari hati ke hati. Membuat perjanjian baru yang bisa membuat sadar Rony agar tak selalu meminta. Selama ini dia salah, menuruti permintaan sang kakak yang tak ada hentinya. Mentransfer sejumlah uang yang diminta Rony yang ternyata hanya untuk berfoya-foya saja. Pergi clubing, makan di restoran mewah, main judi, menuruti semua keinginan sang istri. Bagaimana mungkin bisa bertahan uang milyaran rupiah kalau gaya hidupnya seperti mereka? Sementara Rony dan istrinya hanya ongkang-ongkang kaki tak mau bekerja.

__ADS_1


"Kak ... bagaimana dengan penawaranku? Tolong, Kak, aku sudah tak punya apa-apa lagi. Oke, kali ini aku mengalah, aku juga tak akan menuntut Kakak dengan surat perjanjian kita dulu. Tapi hanya itu yang bisa aku bantu, selebihnya aku nggak bisa. Aku sudah bicara sama temanku di telepon kemarin dan dia akan menerima Kakak bekerja di sana tanpa harus melalui proses interview dan lainnya," kata Riko memberi penjelasan pada Rony yang terlihat masih berpikir.


"Jadi Manager Pemasaran, ya? Terus aku masih bisa tinggal di sini 'kan?" tanya Rony yang masih berharap bisa tinggal di rumah yang ditempati Riko saat ini.


"Hanya itu posisi yang kosong. Aku yakin nggak ada masalah karena Kakak dulu pernah menjabat sebagai Manager Pemasaran selama beberapa tahun di perusahaan besar. Untuk tempat tinggal, silakan Kakak tempati rumahku di perumahan yang ada di tengah kota, sementara ini masih kosong belum ada yang menyewa. Sepertinya lebih cocok kalian tinggal di sana, lebih dekat juga dengan kantor Kakak nantinya," jawab Riko terpaksa.


Riko kali ini mengalah, membiarkan kakaknya tinggal di rumah miliknya. Rumah itu dibelinya dari hasil kerja kerasnya selama ini. Daripada harus berbagi rumah dengan kakak dan kakak iparnya, lebih baik mereka menempati rumah miliknya yang di tengah kota. Riko sangat menjaga kenyamanan istrinya. Dia tak ingin kedamaian rumah tangganya terganggu karena saudaranya.


"Biar aku pikirkan dulu, ya. Aku harus berunding dengan Vel--."


Rony dan Riko, dua saudara dengan karakter yang berbeda. Riko cerdas dan juga pekerja keras, berusaha mempertahankan perusahaan ayahnya sampai sekarang tanpa sepengetahuan siapapun. Dia menyembunyikan semuanya, agar kakaknya tak lagi bisa mengusiknya. Namun, dia tetap bekerja sebagai staff keuangan di perusahaan lain sambil memantau perusahaannya sendiri dari jauh. Orang kepercayaan ayahnya yang memegang kendali perusahaan, tapi semua keputusan tetap Riko yang menentukan.

__ADS_1


Rony adalah anak pertama yang selalu dimanja, dituruti semua kemauannya oleh mendiang kedua orangtuanya. Sebenarnya Rony juga cerdas, hanya saja dia sedikit malas. Rony pernah bekerja sebagai Manager Pemasaran di berbagai perusahaan terkenal, terakhir dia memegang perusahaan milik ayahnya setelah menikah dengan Vella. Dan saat itulah perusahaan ayahnya kacau dan hampir bangkrut karena uang perusahaan yang dipakai kakaknya untuk menyenangkan istri cantiknya. Rony pun semakin malas dan tak lagi mau bekerja.


Di saat itulah Riko berusaha mengurus dan mengambil alih semuanya. Berjuang keras mengembalikan keadaan perusahaan seperti semula. Kedua orangtuanya meninggal dunia karena kecelakaan tiga tahun yang lalu. Namun, Rony sama sekali tak berubah karena rasa cintanya pada Vella, menuruti apa saja yang istrinya mau.


"Bagaimana, Kak? Apa sebenarnya yang Kakak pikirkan lagi? Apa Kakak masih tak percaya kalau aku sudah tak punya apa-apa? Bukannya Kakak tahu, pandemi membuat banyak perusahaan besar yang gulung tikar? Apalagi aku, Kak. Modal saja aku pas-pasan, apalagi kalau Kakak sudah meminta uang yang tak sedikit jumlahnya. Bukannya aku selama ini selalu menuruti permintaan Kakak?"


Rony hanya diam memandang saudara satu-satunya. Riko pun berbicara dengan tatapan sendu. Rony pun mulai percaya dengan ucapan adiknya.


"Aku sudah mencarikan pekerjaan yang sesuai, tinggal masuk tanpa interview, rumah juga tinggal menempati saja, apa lagi, Kak? Kalau memang maunya Kakak hanya meminta, aku sudah tak punya uang lagi. Tolong, berjuanglah untuk kali ini," lanjut Riko menyampaikan isi hatinya. Riko sudah lelah menghadapi kakaknya. Dia tak ingin lagi berdebat apalagi menasihati laki-laki di hadapannya, sia-sia rasanya.


"Baiklah, aku bersedia. Tapi, apa kamu nggak bisa kasih aku modal dulu buat kebutuhan hidupku satu bulan ini? Aku sudah tak punya uang apalagi tabungan," pinta Rony dengan tatapan memohon. Dia akhirnya luluh dengan ucapan adiknya. Rony yang tadinya ingin memaksakan kehendaknya, terpaksa mengikuti keputusan Riko. Rony mulai percaya kalau adiknya benar-benar sudah tak punya apa-apa.

__ADS_1


"Baiklah, nanti aku akan coba cari pinjaman lagi. Di rumah sana juga sudah ada motor matic yang masih baru, bisa Kakak pakai kerja. Aku akan memberi Kakak uang tujuh juta, hanya itu yang bisa aku usahakan. Semoga istri cantikmu bisa mengatur keuangan kali ini. Dan ingat, tolong bekerjalah dengan benar. Nama baikku sebagai taruhannya."


Riko beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang perpustakaan. Rony pun mengikutinya dan berjalan menuju kamarnya. Riko tak sabar ingin melihat keadaan Naila, dia takut Vella menyakiti hati istrinya. Namun, rasa khawatir pun hilang seketika, melihat Naila sedang memasak di dapur, dengan wajah yang ceria.


__ADS_2