
Mohon dukungan nya dengan cara Rate bintang lima, Like, Vote dan Komentar di akhir. Jangan lupa jadikan di simpan di jadikan favorit agar cepat mendapatkan notifikasi saat update ya kakak-kakak....βΊοΈβΊοΈπππ
.
.
.
.
.
Tirai jendela kamar melambai-lambai dihembus angin siang. Matahari telah bertahta angkuh, cahaya mampu mengigit kulit. Sepasang suami-istri masih saja terlelap. Raut wajah ke duanya tampak lelah. Selimut tebal menutupi ke polosan tubuh masing-masing. Erangan tertahan di kerongkongan yang serak terdengar samar. Dahi halus berlipat kecil kala hantaman rasa pening di kepala terasa. Tulang nya terasa patah, sangat sulit di gerakan. Pangkal paha yang terasa begitu nyeri. Pinggang nya sangat sulit untuk di gerakan.
Belitan di perut rata terasa menyesakkan. Kelopak mata bulan sabit itu terbuka perlahan-lahan. Sebelum tertutup kembali. Lalu terbuka sempurna, dengan retina mata melebar.
"Astaga!" Teriak Vera serak kala jam dinding telah menunjuk jarum pendek ke angka satu. Dan jarum panjang ke arah angka dua belas.
Sontak saja Vera menggelepar. Membawa keterkejutan dari Leo kala pelukan nya terlepas.
"Kesiangan." Ujar Vera panik sembari duduk cepat. Membuat selimut tebal merosot.
Leo yang baru saja membuka mata menatap Vera dengan wajah memerah. Pria ini membalikkan tubuhnya cepat. Meski telah menjamah dan melihat dengan jelas. Entah kenapa rasanya berbeda kala mereka dalam keadaan sadar. Dari leher sampai punggung belakang. Di penuhi becak merah.
"Pakai selimut mu dengan benar sayang!" ujar Leo dengan nada berat.
Vera terpekik tertahan melihat tubuh nya yang polos, benar-benar mengerikan dengan bercak merah. Gerakan cepat menarik selimut tebal sampai dada. Menatap nyalang punggung sang suami.
Ingin melayangkan pukulan. Namun gadis yang telah secara sah menjadi wanita itu tercekat. Kala melihat leher sampai bahu Leo terlihat tak kalah mengerikan. Ke dua sisi bahunya ada bekas cakar. Ada bekas darah masih melekat. Di leher putih itu terdapat tanda-tanda cinta.
Vera terdiam.
"Apa yang terjadi?" tanya dengan wajah bodoh.
Leo membalikkan tubuhnya. Menatap wajah lucu sang istri.
"Kau lupa yang terjadi tadi malam?" Leo malah balik bertanya.
Wajah Vera tampak pucat pasi seketika.
"Aku.....akuββ"
"Kau menyerangku dengan ganas tadi malam. Bahkan kita terlelap, pukul enam pagi. Aku tidak tau kalau istri ku seganas itu," potong Leo cepat.
Bleng.
Seketika kala memori tadi malam menghantam dirinya. Vera yang menggerayangi Leo terlebih dahulu dengan bringas. Wajah pucat pasi berganti dengan wajah merah, sampai menjalar ke daun telinga. Pangkal paha yang terasa nyeri membuat Vera ingin menangis dan malu di saat bersamaan.
Leo merubah posisi duduk nya. Meringsut cepat ke arah Vera. Memeluk tubuh Vera yang mematung.
"Kita memang sudah harus melakukan ini. Tidak ada yang salah di sini Vera. Aku suamimu dan aku berhak mendapatkan nya. Terimakasih, aku bahagia karena aku yang pertama. Aku berharap akan ada kehadiran anak ku di perut mu." Ujar Leo mengusap punggung belakang Vera yang polos.
Vera masih diam. Wanita satu ini tak tau harus bereaksi seperti apa. Ia membiarkan saja, Leo memeluk dan mengecup puncak kepalanya berulang-ulang kali.
__ADS_1
Jika di rumah besar Yamato tengah dalam keadaan ambigu. Maka di samping rumah besar itu tengah heboh. Para pria memiliki bermain catur di gazebo belakang rumah. Sedangkan untuk istri ke duanya malah terlihat asik memilah-milah suplemen untuk anak-anak mereka.
"Ini bagus untuk rahim Vera!" Ujar Nara meletakan obat herbal.
"Ini obat bagus untuk kecebong Leo biar lari cepat menuju rahim!" Kini suara Siti meletakan bungkus jamu herbal.
Sebelum ke duanya terkikik geli bersama.
"Aku tidak sabar gendong cucu!" ujar Nara dengan wajah sumringah.
"Aku juga sama, Besan. Seperti nya kita yang tua ini harus turun tangan biar pergerakan nya cepat." Balas Siti sembari menyusun beberapa herbal ke dalam kotak.
Nara mengangguk."Aku jadi heran. Yang enak siapa, yang di bikin susah siapa. Perasaan kita dulu gak pernah nyusahin orang tua buat bikin anak, ya Besan!"
Siti terkekeh."Mereka masih terlalu muda. Anak zaman sekarang ini kalau gak malu-malu yang gak tau malu, Besan."
"Benar sekali," jawab Nara.
Dapat di dengar oleh Zeo dan Bagas obrolan nyeleneh para istri. Apa boleh buat, pria tua seperti mereka hanya bisa patuh saja. Dan melihat apa yang terjadi.
...***...
Toilet wanita terdengar berisik. Di depan kaca besar, beberapa adik kelas terlihat merapikan penampilan mereka. Dari makeup sampai tantanan rambut yang berantakan. Sesekali mereka mengobrol kecil.
"Menurutmu, kakak senior kita yang Ana itu cantik gak sih?" Tanya gadis berambut pendek sebahu yang terlihat merapikan rambut bawah nya.
"Ah. Yang suka cari muka itu ya?" jawab yang berbaju merah.
"Apa lah artinya cantik jika tidak tersegel, kawan!" timpal yang satu lagi.
Sontak saja ketiganya terkekeh.
"Kau dari mana tau dia tidak tersegel?" tanya si baju merah dengan nada penasaran.
"Dia pernah berpacaran dengan Abang sepupu ku. Dan dia bilang kalau si Ana itu suka di perhatikan dan di ajak ke ranjang." Jawabnya sembari memasang wajah jijik.
"Masa sih?" tanya si rambut pendek kurang yakin.
"Iya. Aku punya fotonya. Asal kalian tau, Abang sepupu ku itu cukup gila. Dia berpacaran dengan banyak wanita yang bisa di ajak naik ranjang. Dan selalu memiliki koleksi foto di atas ranjang dengan pasangan nya," jelasnya.
Kontan saja ke dua temannya mengerang mencemooh.
"Cih! Menjijikkan juga ya. Kebanyakan orang cantik begitu. Kasihan sama mukanya, yang jadi sia-sia. Cowok mah maunya cuma di ajak enak-enak. Kalau untuk serius sama cewek begitu mana ada yang mau," timpal si rambut pendek.
"Sudahlah. Ngapain ngomong dia. Ayo masuk ke kelas. Ini udah mau masuk jadwal kita!" Ujar si baju merah melangkah keluar terlebih dahulu. Di ikuti oleh ke dua teman-teman nya.
Brak!
Pintu salah satu bilik toilet di buka kasar. Wajah cantik nya memerah dengan ke dua tangan terkepal di ke dua sisi tubuh nya.
"Sialan!" Erangnya kesal dengan geraham bergemeretak."Gosip murahan terus. Kalau iri dengan wajahku yang cantik bilang. Dasar cewek hina!" kesal Ana.
Gadis itu melangkah keluar dari toilet masih dengan wajah memerah. Melangkah melewati lorong, merubah air wajah nya menjadi polos kala beberapa orang menyapa Ana. Gadis itu tersenyum.
__ADS_1
Sampai manik mata indahnya menangkap posisi Vera yang duduk di bawah pohon di taman. Di temani beberapa teman wanita. Vera tampak tertawa dengan bebas. Sesekali yang lain juga ikut tertawa.
"Apa bagusnya dia dari aku," monolognya dengan suara kecil.
Senyum segaris di angkat tinggi kala tangan Vera melambai ke arahnya. Ana ikut melambaikan tangan sebelum melangkah mendekati Vera.
...***...
Leo Yamato kembali di recoki oleh teman-temannya. Di desak karena empat malam yang lalu. Pria satu itu memilih abai, bak orang tuli saja.
"Hei! Jangan begitu lah kawan!" Bujuk Lucas menggoyangkan bahu Leo.
Leo memberontak melepaskan tangan Lucas di bahunya. Pria itu mencibir.
"Sudah Lucas. Seperti nya, Leo engan menceritakan malam panasnya dengan sang istri," goda Mark.
"Nanti kalau aku ceritakan kalian malah mau lagi," tukas Leo gemas.
"Lah, emang kenapa kalau kita mau?" timpal Reza.
"Kalian kan Jomblo. Kalau aku ceritakan kalian mau melakukan nya sama siapa?" sindirnya,"sama sabun, huh!" lanjutannya dengan wajah mengesalkan bagi ke-tiga nya.
"Enak saja. Dunia ini banyak wanita masa milih batangan yang keras!" tolak Lucas.
"Ya benar. Kita bisa sewa wanita!" Mark ikut protes.
"Hei! Hei! Jangan sama kan kita. Aku tidak butuh wanita bayaran dan sabun. Aku hanya butuh berendam air es saja." Tukas Reza mengangkat ke dua tangan nya. Pria ini menolak dua ide yang ada.
Ke tiga pria di sana langsung tertawa."Makanya nikah sana. Jangan kawin mulu, nikah kagak!" cibir Leo.
Bug!
Bug!
Bug!
"Aduh! Sakit tau!" Kesal Leo sembari membuang sembarang arah bantal sofa rumahnya yang di lempar serentak oleh ketiga temanya.
Ke empat nya tertawa. Benar-benar menyangkan jika sudah kumpul bersama sahabat.
.
.
.
Bersambung...
Abang Leo udah wik wikππππ Abang Sean kita kapan?π€£π€£π€£ Maksudnya nikahnya...π€£π€£π€£ #Berharap
Mohon dukungan nya dengan cara Rate bintang lima, Like, Vote dan Komentar di akhir. Jangan lupa jadikan di simpan di jadikan favorit agar cepat mendapatkan notifikasi saat update ya kakak-kakak....βΊοΈβΊοΈπππ
.
__ADS_1