Suamiku, Terlalu Tampan

Suamiku, Terlalu Tampan
Bab 13 (Mahal)


__ADS_3

Mohon dukungan nya dengan cara Rate bintang lima, Like, Vote dan Komentar di akhir. Jangan lupa jadikan di simpan di jadikan favorit agar cepat mendapatkan notifikasi saat update ya kakak-kakak....โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


.


.


.


.


Pijat di bahu letih itu membawa pejaman di ke dua mata sipit Vera. Wanita berpipi chubby itu menuntut Leo Yamato. Sang suami, pria yang telah membuat tubuh nya serasa remuk dalam satu malam. Tidak ada kata protes keluar dari bibir Leo. Sang CEO ini malah dengan senang hati menerima perintah sang istri. Setidaknya, ia bisa pengang-pegang lah ya, kan?


"Bagaimana udah agak enakan?" Tanya Leo di sela pijatan tangannya.


Leo duduk di belakang tubuh sang istri. Memberikan pijatan pada ke dua sisi bahu Vera.


"Ya." Jawab Vera sembari mengangguk kecil.


"Malam ini kita mau makan apa?"


Vera membuka ke dua kelopak matanya kala mendapatkan pertanyaan dari sang suami. Tubuhnya merasa letih, pulang dari kampus. Vera memilih memejamkan ke dua matanya sejenak. Niatnya, sih sebentar. Eh, malah lama. Saat ia membuka mata, tubuh mungil itu sempat mengelepar bak ikan yang tak dapat air. Melihat kamarnya sudah gelap.


Ia tidur di jam setengah tiga sore. Malah bangun di jam setengah enam. Saat ia tengah menghidupkan seluruh lampu. Leo pulang. Beginilah sekarang, bukan malah mandi. Ke duanya malah duduk di sofa empuk, depan televisi.


"Makan apa, ya?" Vera malah balik bertanya.


Leo menghentikan pergerakan tangannya."Apa sayangku sangat capek?" tanya nya.


Vera menghembuskan napas letih."Rasanya masih tidak enak badan," jawab Vera pelan.


Leo mengangguk kecil. Pria ini tau, ia lah yang membuat sang istri jadi seperti ini. Setidaknya, ia harus tau diri. Leo Yamato sebenarnya sangat enggan makan di luar. Bukan lantaran pelit mengeluarkan uang. CEO muda ini, hanya terlalu suka dengan masakan sang istri.


Suami, jika istri sudah jago masak. Maka akan sangat malas makan makanan yang di beli di luar. Yah, seperti Bos besar Properti ini.


"Makan apa ya, bagusnya?"


"Pesan Chicken saja?" tawar Vera.


Leo mengangguk saja. Vera dengan cepat meraih ponsel nya yang ada di atas meja. Membuka aplikasi Gofood, mencari beberapa makanan yang ingin mereka makan.


"Oke, beres. Kalau begitu, ayo kita membersihkan tubuh masing-masing. Sembari menunggu makanan nya datang!" Ujar Vera bangkit dari posisi duduk nya.


Leo ikut bangkit dari sofa.


"Kita mandi berdua ya?" Kata Leo di sela langkah kaki yang di ayun.


Langkah kaki lebar Leo berhenti mendadak. Kala Vera menghentikan langkah kakinya dan membalik kan tubuh nya. Wajah imut Vera tampak seram.


"Tidak ada mandi bersama. Aku yakin akal-akalan kak Leo saja. Niat mandi pasti gak begitu!" tebak Vera yang tau otak mesum Leo.


Pria ini malah cengengesan mendengar penuturan Vera.


"Tau aja, istri ku ini!" Balasnya dengan tawa ringan.


Vera mencabik.


"Dasar mesum!" cibir Vera.


"Biarin. Kalau gak mesum gak ada keturunan dong!" goda Leo. Mendapatkan delikkan tajam dari sang istri.


"Sana ke kemarmu kak. Jangan ikuti aku!" Kesal Vera membalik kan tubuh nya dan melangkah cepat menuju kamarnya.


Leo dengan setia mengikuti langkah sang istri.

__ADS_1


Brak!


Pintu di tutup cepat oleh Vera.


"Aw! Malah di tutup. Vera mah begitu, kalau gak ya, enggak. Gak bisa di ajak kompromi. Padahal ini demi kenikmatan bersama," gerutu Leo,"eh, maksud nya masa depan bersama!" Ralat Leo menepuk pelan bibir merah seksi miliknya.


Pria Yamato ini terpaksa melangkah pergi ke pintu samping. Lebih baik membersihkan diri sebelum makan bersama Vera. Tidak bisa makan makanan buatan sang istri, tidak masalah. Asalkan makan berdua saja Leo sudah sangat senang.


...***...


Beberapa kelompok di bentuk. Setiap kelompok terdiri dari tiga orang. Kebetulan kelompok Vera berisi perempuan semuanya. Ke dua teman Vera terlihat memilih beberapa judul buku yang ingin mereka sunting.


"Ver!" panggil Zita.


Vera menoleh ke depan. Di mana Zita duduk dengan Nadia.


"Ya," jawab Vera.


"Boleh nanya nggak?" ujarnya dengan nada ragu.


"Tanya apa?"


Zita mengigit bibir bawahnya pelan."Kamu sama Ana itu udah lama ya sahabatan?"


"Ya, kita udah dari SMA sahabatan. Memangnya kenapa, Ta?" kini giliran Vera yang bertanya.


Raut wajah Zita tampak ragu. Nadia yang berada di samping Zita tau, kenapa teman satu kelompok nya ini ragu.


"Kayak nya aku tau apa yang mau di tanyain sama Zita deh," timpal Nadia,"Zita pasti penasaran sedekat apa hubungan kamu sama Ana. Begitu kan Zit?" lanjut Nadia.


Zita mengangguk pelan.


"Kami sangat dekat, emangnya ada yang aneh?"


"Eh?" Dahi Vera berlipat.


"Awalnya kita mikir kamu sama Ana itu sahabat dekat. Tapi, kita berdua gak sengaja dengar dia jelek-jelekin kamu dari belakang," Nadia kembali angkat suara,"nah, lihat kan. Ekspresi kamu kayak gak percaya. Maaf aja nih, Vera. Kalau kamu merasa tersinggung atau apalah itu. Kita dengar gosip kalau, kamu itu suka main sama cowok yang berbeda. Meskipun wajah kamu pas-pasan, tapi kamu pemain ulung sejak SMA. Dan lebih ngerinya lagi itu, katanya kamu udah gak perawan," lanjut Nadia dengan mulut embernya tak lupa mengecilkan mada suara di akhir.


Zita menyingkut tangan Nadia dengan siku tangan kanannya. Gadis berambut bergelombang itu merasa tidak enak dengan ekspresi Vera.


"Kaโ€”โ€”kalian, salah dengar kali." Ujar Vera tergagap. Tidak lupa ia terkekeh pelan.


"Salah dengar gimana, kita


wakโ€”hepz!"


"Udahlah. Kita kerjakan aja tugasnya. Maaf ya, Ver! Kita gak bermaksud jelek kok. Ada baik nya, kamu coba cari tau sendiri. Gak semua sahabat itu benar-benar sahabat." Potong Zita cepat. Dengan tangan membekap mulut ember bocor Nadia.


Vera hanya tersenyum canggung. Nadia cemberut kala mulutnya lepas dari bekapan Zita. Zita tak ingin saja, Vera salah paham dengan ia dan Nadia. Maksud ke duanya baik. Ke duanya sudah memperhatikan bagaimana gerak dan gerik Ana. Gadis primadona Kampus. Mengingat prestasi, kecantikan dan kekayaan Ana. Siapa sih, yang tak tau Ana?


Gadis yang juga menjadi selebgram. Dengan gayanya yang oke, punya. Banyak pria yang tergila-gila pada Ana. Vera selalu di bawa kemana-mana, sayang. Vera selalu jadi bahan omongan Ana saat di belakang. Meski Ana terlihat manis dan polos di luar. Tidak semua kaca mata itu sama, tidak semua orang bisa tertipu dengan gaya sok polos dari Ana.


Salah satunya, Zita dan Nadia. Mereka kasihan melihat Vera. Yang selalu menuruti keinginan Ana. Tak jarang menjadi pesuruh tanpa Vera sadari. Ke duanya berpikir teman satu kelas sekaligus teman satu jurusan nya ini terlalu tulus. Sampai apapun yang di lakukan Ana tampak biasa saja. Tidak ada salahnya.


"Terimakasih atas kepedulian nya," ujar Vera sebelum mengembangkan senyum tulus.


"Sama-sama Ver," jawab Zita.


"Semoga kamu bisa lihat dengan jelas ya," Nadia menimpali.


Zita hanya menggeleng pelan kepalanya melihat temannya ini. Nadia memang agak ember dan suka ceplas-ceplos. Tapi, Nadia orang baik. Jika di banding Ana.


...***...

__ADS_1


"Siapa yang pesan restoran nya kak?" Tanya Vera sembari duduk di kursi yang di tarik Leo.


Pria itu tersenyum bahagia, karena bisa diner romantis dengan sang istri.


"Lucas yang pesan. Katanya cewek-cewek suka makan di restoran dengan pemandangan yang cantik di malam hari." Jawab Leo di sela langkahnya mengintari meja.


Pria ini duduk di samping Vera. Seorang pelayan pria menghampiri ke duanya dengan memberikan menu makanan.


"Selamat malam, tuan dan nona. Mau pesan apa?" tanya sangat ramah. Tak lupa pula ke dua sudut bibir di tarik tinggi ke atas.


"Makanan jadi menu favorit di sini apa saja?" tanya Leo.


"Di sini ada dua makanan favorit tuan. Yang pertama itu Sushi Ichi dan Shabu-shabu gen, ke duanya merupakan makanan terfavorit di restoran ini tuan," jelas sang pelayan.


Pupil mata Vera membesar melihat harga makanan yang tertera di dalam daftar harga menu. Tiga juta sampai dua juta lima ratus perporsi. Bahkan air liur yang ada di kerongkongan tidak mampu di telan.


"Ya, sudah pesan dua menu itu. Dan sayang, mau pesan apa lagi?" ujar Leo sembari menatap sang istri yang terpaku pada buku menu.


Gila dua makan sudah menghabiskan lima juta lima ratus ribu. Oh tuhan, jiwa kesederhanaan Vera menjerit. Bayangkan berapa banyak sayuran, lauk pauk dan beras yang dapat di beli.


"Sayang!" panggil Leo lagi.


Kepala Vera terangkat. Wajahnya pucat pasi.


"Itu saja," jawab Vera pelan.


Sang pelayan mencatat pesanan sang pelanggan. Sebelum undur diri.


"Hei! Kau kenapa? Wajahmu terlihat pucat?" tanya Leo dengan raut wajah cemas.


"Aku menghabiskan hampir enam juta sekali makan. Lebih baik kita beli emas saja, dari pada beli makan. Atau sumbangkan ke panti asuhan. Nominal sebanyak itu, akan tetap sama saja." Balas Vera dengan kepala mengeleng lemah.


Leo terkekeh melihat ekspresi Vera.


"Itu bukan nominal yang besar sayang. Uang bulananmu saja empat ratus juta perbulan. Cuma makan enam juta tidak akan membuat kita jatuh miskin. Lagipula, untuk sumbangan perusahaan kita selalu melakukan donasi rutin. Jadi tidak perlu cemas," kata Leo dengan nada lembut.


Bukan merasa tenang. Ke dua mata Vera makin besar saja. Ia tidak tau jika uang bulanan yang di kirim Leo pada kartu ATM nya sebanyak itu.


"Emโ€”โ€”empat ratus juta, satu bulan?" tanya Vera tak percaya.


"Ya. Memangnya kenapa. Jangan bilang kamu belum pernah cek atau memakai kartunya?" tebak Leo.


Vera mengangguk pelan."Aku belum pernah pakek uang itu. Atau mengecek saldonya."


Kini giliran mata Leo yang terbelalak."Hah? Jadi selama ini beli pasokan makanan di kulkas pakai uang siapa?"


"Uang tabunganku lah. Lagipula, aku tidak pernah berbelanja. Apartemen tidak bayar. Orang apartemen nya punya kakak. Kalau soal baju, di lemari begitu banyak baju menumpuk dari kakak. Uang transportasi, juga gak pernah keluar karena di antar jemput terus sama supir," jelas Vera.


Leo tercengang. Ia benar-benar salut dengan Vera. Pantas saja wajah imut sang istri pucat pasi. Melihat harga makanan mereka.


.


.


.


.


Bersambung....


Kalau aku jadi Vera, auto bawa Leo keluar restoran.๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ™‰๐Ÿ˜‚ maklum, belum pernah beli makan harga 100rb satu porsi๐Ÿ™‰


Mohon dukungan nya dengan cara Rate bintang lima, Like, Vote dan Komentar di akhir. Jangan lupa jadikan di simpan di jadikan favorit agar cepat mendapatkan notifikasi saat update ya kakak-kakak....โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


.


__ADS_2