Suamiku, Terlalu Tampan

Suamiku, Terlalu Tampan
Bab 27 (Perubahan karena Cinta?)


__ADS_3

Nadia tampak terkanga-kanga saat manik mata indahnya menyapu rumah besar Vera dan Leo. Zita tak kalah sama hanya bedanya, Zita masih nampak mengontrol raut wajahnya.


"Gila ini rumah atau istana sih, kok gede begini?" celetuk Nadia masih dengan wajah cerah.


"Inilah bedanya kita sama kaum sultan, Nad!" balas Zita,"makanya kalau mau rumah sebesar ini ya harus nikah sama anak sultan minimal," lanjut nya.


Vera terkekeh kecil mendengar perkataan Nadia dan Zita.


"Kita mau langsung ke gazebo nya atau mau keliling rumah dulu nih?" tanya Vera menatap lambat wajah Zita dan Nadia.


"Boleh nggak, kalau kita berdua lihat-lihat rumah mu dulu. Kita house tour rumah mu dulu lah Ver!" jawab Nadia penuh semangat,"kapan lagi lihat rumah sultan secara nyata. Kalau di tv sama di YouTube sih sering. Yang nyata begini belum ada," lanjut Nadia.


"Benar. Aku juga ingin di ajak keliling. Kali-kali, nanti juga bisa beli rumah sebesar dan semegah ini," timpal Zita.


"Amin!" Ujar Vera dan Nadia mengaminkan doa Zita.


Zita tersenyum lebar.


"Ayo, kalau begitu!" Vera melangkah terlebih dahulu. Dari pintu depan ke tiga nya masuk ke dalam rumah. Suara gemuruh tawa dan kagum dari ke duanya tak mampu di hindari.


...***...


Suasana di meja makan terasa aneh. Kecerewetan Nadia bahkan tidak terdengar saat tiga orang pria super tampan, yang tidak kalah tampannya dari Leo duduk di depan mereka. Ke hadiran ketiga teman Leo membuat ke dua gadis itu mati kutu. Leo Yamato saja bisa membuat mereka membodoh apa lagi di tambah ketiga pria yang super tampan itu.


"Kenapa suasana jadi aneh begini ya?" tanya Vera membuka suara.


"Mungkin mereka malu. Belum kenalankan, dengan teman-temanku?" tanya Leo pada ke dua teman sang istri.


Serentak kepala Nadia dan Zita mengangguk patah-patah. Reza tersenyum geli melihat ekspresi ke dua gadis di depannya ini.


"Kalau begitu aku duluan yang memperkenalkan diri," ujar Reza,"namaku Reza. Kakak senior kalian di jurusan Hukum. Jangan sungkan ataupun takut,aku nggak gigit kok!" lanjut nya sedikit berkelakar memecahkan suasana canggung di antara mereka.


Leo terkekeh pelan bersama Vera. Senyum malu tercetak di wajah Nadia dan Zita.

__ADS_1


"Kak Reza Jaksa loh, jadi kalau siap jadi istri seorang Jaksa silahkan mendaftar. Tapi ingat, saat berantem kalian bakal kalah saat berdebat," goda Vera.


Gemuruh tawa terdengar. Leo mengangkat tangannya, mengusap pelan puncak kepala Vera dengan gemas.


"Oke, sekarang giliran aku," seru Mark yang berada di samping kanan Reza,"namaku Mark, sama seperti Reza. Aku kakak senior kalian di kampus. Dan jurusanku dulu adalah kedokeran. Tapi Dokter spesialis kecantikan. Buat yang mau tampil lebih cantik kayak artis Korea, boleh mampir ke klinik yang di kelola di Jakarta Selatan. Namanya adalah Beautiful Klinik, kalau mampir bilang aja teman Dokter Mark bakal di kasih diskon lima puluh persen!" lanjut nya dengan gaya lucu.


"Wah! Masih sempat-sempatnya promosi ya," cemooh Leo.


"Biarin. Biar banyak yang datang!" tukas Mark.


Zita dan Nadia membulatkan ke dua mata nya. Memang dasar perempuan, yang tidak bisa mendengar kata diskon. Matanya langsung menyala-nyala. Hanya karena sebuah diskon.


"Selanjutnya," seru Vera menatap lelaki terakhir. Lelaki paling player di antara teman-teman sang suami. Siapa lagi jika bukan Lucas Winata.


Lucas tersenyum. Memperlihatkan pesona yang menyilaukan. Untuk pada gadis yang duduk di depan nya. Tak lupa menjaga dirinya untuk terlihat cool.


"Hai girl! Aku Lucas, yang sekarang menjadi seorang arsitektur bangunan. Aku bisa membangun banyak rumah dengan model dari minimalis sampai model istana. Yang masih belum aku bangun adalah istana ternyaman untuk kembali, mungkin ada di antara kalian berdua yang mau membangun'nya bersamaku?" ujarnya tak lupa ia mengedipkan sebelah matanya.


Kontan saja Leo, Mark dan Reza memasang ekspresi ingin muntah. Berbeda dengan Nadia dan Zita, ke duanya merona. Ke duanya tentu tau siapa Lucas. Arsitektur bangunan dengan bayaran termahal. Meski hanya sebuah gambar, tapi nilai jual nya sangat fantastis.


Tuk!


Tuk!


Jari telunjuk Vera di ketuk dia atas meja makan. Sontak saja, Nadia dan Zita menatap Vera.


"Sekarang giliran kalian berdua," ujar Vera dengan raut tenang.


Zita dan Nadia saling melempar tatapan. Sebelum Zita membuka mulut terlebih dahulu.


"Aku....Zita, teman satu jurusan Vera," ujarnya ragu sebelum menunduk malu.


"Aku!" Ujar Nadia mengedipkan ke dua kelopak matanya grogi."Namaku Nadia, sama seperti Zita. Aku teman satu jurusan Vera dan Zita," lanjut nya.

__ADS_1


Setelahnya suasana terasa aneh lagi. Sebelum Leo dan Vera membawa suasana lebih baik dengan banyak berbincang sambil makan siang. Vera sudah membuat banyak makanan dan hidangan penutup. Wanita satu itu memang sangat bisa di andalkan, kala menjamu tamu.


...***...


Kreat!


Pintu kamar terbuka lebar. Risa masuk ke dalam kamar Lili. Wanita berambut sebahu ini mendesah pendek. Sebelum melangkah mendekati Lili yang tengah duduk di lantai. Wanita cantik itu tengah mengeluarkan beberapa album foto lama. Dimana di sana begitu banyak foto momen kebersamaan Lili dengan Leo.


Kisah cinta yang banyak orang tau. Orang-orang berpikir, Leo Yamato akan menikahi Lili Lorenza. Mengingat kisah cinta mereka berdua. Belum lagi keromantisan yang sering di umbar oleh ke duanya. Leo adalah pria yang romantis dan jantan. Pria itu benar-benar membuat Lili menjadi seorang wanita yang sempurna. Membuat Lili menjadi satu-satunya wanita yang paling beruntung di dunia ini.


Jari jemari Lili membelai perlahan gambar wajah Leo di foto. Di mana pria itu tersenyum di kamera dengan memeluk nya dari belakang. Begitu pula dengan nya yang tersenyum indah penuh kebahagiaan.


"Jika saat itu aku tidak pergi, apakah aku masih menjadi wanita nya atau bahkan istri nya, Mbak?" seru Lili tanpa mengalihkan perhatian nya dari foto yang menjadi kenangan.


Risa duduk di samping Lili. Perempuan itu mengulas senyum tipis. Sebelum mengusap punggung belakang Lili dengan lembut.


"Terkadang, ada kalanya kita menjadi egois satu waktu Lili. Dan jodoh, bukan kita yang mengatur nya. Meskipun kau tetap di Indonesia saat itu. Jika Leo bukanlah jodohmu, kalian akan tetap berpisah dengan cara yang berbeda," balas Risa dengan bijak. Risa tidak ingin Lili terjebak dalam masa lalu. Dimana sang pria telah benar-benar meninggalkan nya.


Hanya Lili yang berada di masa lalu. Dan itu akan melukai wanita cantik ini sendiri.


"Bukankah jalan cerita aku berbeda, Mbak?"


"Kenapa berbeda?" tanya Risa.


"Karena aku di samping nya. Aku yakin, takdir jodoh masih bisa di rubah," ujar Lili pelan.


Alis mata Risa menungkik naik sebelah. Ia tidak paham apa maksud dari perkataan Lili.


"Maksudnya?"


"Bisa saja perempuan itu hanyalah persingahan dari Leo. Sedangkan jodoh sejatinya adalah aku," papar Lili dengan nada penuh keyakinan.


"Apakah maksud mu, kau pikir Leo menikahinya sementara saja. Saat kau kembali Leo akan kembali padamu, itu maksudnya?" ujar Risa masih tidak mengerti.

__ADS_1


"Ya, begitu. Aku yakin Leo hanya tersesat sesaat, hingga menikahi dia. Sekarang aku sudah kembali, ia bisa kembali lagi. Seperti janjinya dahulu, yang akan mencintai ku sampai kami menutup mata," kata Lili. Sebelum mengangkat pandangan pada Risa.


Risa Speechless sesaat mendengar penuturan Lili. Apakah benar wanita di samping nya adalah Lili? Wanita cantik nan polos? Cinta benar-benar mampu membuat orang berubah.


__ADS_2