Suamiku, Terlalu Tampan

Suamiku, Terlalu Tampan
Bab 12 (Film Dewasa)


__ADS_3

Mohon dukungan nya dengan cara Rate bintang lima, Like, Vote dan Komentar di akhir. Jangan lupa jadikan di simpan di jadikan favorit agar cepat mendapatkan notifikasi saat update ya kakak-kakak....โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


.


.


.


.


Vera rasanya mau menjerit kala melihat layar televisi besar milik nya menampilkan adegan yang benar vulgar. Leo yang duduk di samping Vera tak mampu berkedip. Hanya untuk menelan air liur yang ada di kerongkongan nya pun ia tak sanggup. Wajah ke duanya memerah melihat adegan yang tengah menggoda iman. Awalnya filmnya biasa-biasa saja, layaknya film romantis.


Siapa sangka adegan ciuman berubah panas. Adegan ranjang yang di perlihatkan tanpa sensor. Jangan lupakan desahan mengalun mengisi ruangan tengah apartemen mahal Leo Yamato dan Vera Claudia.


"Matikan!" titah Vera terdengar mencicit. Wajah nya tampak jijik.


Leo linglung.


"Apa nya?" tanyanya masih bingung. Remote di telapak tangan besar Leo di lirik Vera.


Manik mata indah Vera menunjuk Remote TV. Pria ini bodoh atau pura-pura bodoh saat ini. Desahan nyaring makin membuat bulu tubuh meremang. Hasrat terlarang tebangkitkan karena desahan laknat di speaker TV.


Kya


Bug!


Vera berteriak keras sebelum melayangkan bantal sofa ke arah perut Leo.


"Hei! Sakit!" keluh Leo di sela desisan di bibir merah seksi miliknya.


Vera bangkit dari posisi duduk nya. Wajah memerah sampai ke telinga terlihat jelas.


"Dasar mesum!" decak Vera. Sebelum melangkah setengah berlari menuju kamar nya.


Brak!


Pintu kamar di banting keras. Leo baru sadar, dengan cepat jari jemarinya mematikan TV. Membuang asal remote Televisi di atas sofa. Leo Yamato mengerang kesal saat sadar apa yang membuat sang istri meleparinya dengan bantal sofa.


Ternyata. Oh ternyata, adik kecil tengah bangun. Pangkal paha yang mengembung membuat Leo mengerang frustasi. Pria ini melangkah lebar dengan kaki panjang nya.


Tok!


Tok!


"Sayang! Bantu aku, adik ku bangun!" Teriak Leo sembari menggedor-gedor pintu kayu kamar sang istri.


"Ogah! Sana sama sabun!"

__ADS_1


Teriak Vera dari dalam membuat wajah Leo nelangsa.


"Sayang! Jangan begitu dong. Aku udah punya istri tapi malah main yang gak sehat. Ayolah, sebentar aja. Ini demi masa depan kita berdua. Kalau kecebong nya terbuang percuma kan boros." Balas Leo dengan jawaban nyeleneh di sela kegiatan nya menggedor pintu.


"Gak mau!" keukeh Vera di dalam sana.


Ke dua manik matanya berkabut napsu. Ini semua salah sang Mama. Beliau bilang itu adalah film Amerika romantis. Ya, awalnya memang romantis. Siapa sangka jika film yang mereka tonton adalah film dewasa 21+ yang di cari-cari banyak orang.


Jika sudah begini siapa yang harus Leo salah kan.


Tok!


Tok!


"Gak mau buka nih? Aku cari jajanan di luar. Kalau aku hamilin anak perempuan orang jangan marah ya. Kalau Mama nanya kenapa aku hamilin anak orang, aku tinggal jawab istri ku gak mau kasih jatah," bujuk Leo.


Sayangnya tidak ada jawaban dari balik pintu. Leo mengerang tertahan, hormon testosteron meningkatkan. Membuat pria ini merasa begitu bergairah.


"Ya udah, aku keluar nih. Jajan di luar!" Putus Leo membalik kan tubuh nya.


Baru dua langkah bunyi lubang kunci berderit. Senyum di bibir Leo terbentuk. Tubuh kekar itu berbalik, melihat Vera menatapnya dengan pandangan kesal.


"Berani cari kupu-kupu malam, burung mu aku kebiri!" ancam Vera.


Leo tersenyum lebar. Wanita oh Wanita. Sok jual mahal, tapi giliran di gituin malah ngancam.


"Kasih masuk ya?" goda Leo.


***


Tawa melambung. Ke tiga sahabat Leo masih terbahak-bahak kala Leo membawa bungkusan tempat kaset. Saat di buka oleh ke lima nya. Sampul atau di kenal sebagai cover, yang asli membuat ke tiganya tertawa. Bagaimana tidak, ada beberapa gaya adegan ranjang di sana.


"Asโ€”staga, bagaimana bisa Tante Nara begitu hebat!" Puji Lucas sembari mengangkat bungkus kaset.


Leo hanya tersenyum kecil. Meski sempat marah pada sang ibu. Tapi pada akhirnya, Leo Yamato harus berterimakasih pada sang ibu. Karena Naralah yang membuat Leo olah raga malam. Meski Nara terkenal jahil padanya, saat ini Leo Yamato baru tau. Mamanya benar-benar tau keinginan dan keperluan anaknya.


"Jika Tante Nara yang turun tangan semuanya pasti bakal beres," kini Reza menimpali.


"Aku tidak menyangka seniat itu Mamanya Leo membuat anaknya begituan," kata Mark tak percaya dengan kegilaan ibu Leo.


"Masa kau lupa, Tante Nara memang semenakutkan itu. Jika bukan karena Tante Nara, mungkin Leo tidak akan putus dengan Nada. Saat itu kan......eh!" Lucas dengan cepat membekap mulut embernya.


Reza dan Mark memberikan tatapan tajam pada Lucas. Lucas meringis pelan. Takut-takut mengintip ekspresi Leo Yamato. Pria berdarah Jepang itu hanya tercekat beberapa saat. Sebelum mengulum bibirnya.


"Itu sudah masa lalu. Tidak usah di ungkit," ujar Leo dengan nada rendah.


"Ya ya ya. Sudah berlalu," timpal Mark. Sebelum memaksakan tawa.

__ADS_1


Aura ruangan terasa aneh. Karena ke empat nya malah bungkam.


***


"Tidak kah panas memakai pakaian kerah leher panjang begitu, Ra?" tanya Arga memperhatikan Vera yang duduk dengan gelisah di depan nya.


"Tiโ€”tidak kok," jawab Vera tergagap.


Ana sesaat melirik Vera dengan pandangan tak suka. Ke tiga nya kembali main bersama. Kebetulan jam kuliah Vera kosong. Nyonya muda Yamato itu ingin pulang ke rumah. Mengingat tubuh nya terasa remuk. Ia juga tak nyaman memakai pakaian panjang dengan kerah leher yang tinggi. Terasa sangat gerah.


Bahkan jam tidurnya berkurang karena Leo. Sebenarnya tadi malam, Vera ingin biasa saja saat Leo bilang ingin memakai perempuan malam. Entah kenapa hatinya tak nyaman dan merasa ketidak relaan. Suaminya di sentuh wanita lain. Yang benar saja.


"Yakin?" Arga kembali bertanya.


"Ya, yakin. Lagian cafenya kan ada AC nya, jadi gak masalah." Balas Vera menarik ke dua sisi bibirnya ke atas.


Arga mengulas senyum mempesonanya. Beberapa gadis yang duduk tak jauh dari mereka menatap iri dengan Vera dan Ana. Bisa duduk dengan pria sekeren itu. Meski tidak ada yang mengambil gambar Arga.


"Bagaimana dengan hubungan mu dengan Kak Leo, Ra?" tanya Ana mengalihkan topik.


Vera membawa netra indahnya pada Ana. Yang duduk tepat di samping Arga.


"Kami baik," jawab Vera seadanya.


"Ah, begitu ternyata!" Ana mengangguk kecil."Biasanya kalian suka berantem. Tapi sepertinya kali ini aman-aman saja ya," lanjut nya.


Vera terkekeh ringan."Ya, begitu lah."


"Siapa Leo yang kalian bicarakan ini?" Arga menimpali. Ia berpura-pura tak tau siapa pria yang tengah di bicarakan oleh ke duanya.


Vera mengigit pelan bibirnya."Suamiku," jawabnya pelan.


"Wah! Kau sudah menikah Vera? Hebat juga, nikah muda. Kalau begitu, bisa dong ajak untuk Double date pasti asik itu!" tawar Arga.


Ana melirik Vera penuh harap."Benar itu Vera. Kita bisa jalan bersama dan juga bisa main ke puncak bersama. Libur semester sekarang rencana sih, aku dan Arga mau main ke puncak atau gak ke Bali loh. Mau ajak kamu, aku pikir kalau gak baik-baik aja sama Kak Leo. Tapi kalau kalian baik-baik aja, ada baiknya ajak kak Leo berlibur. Biar seru," timpal Ana.


Diam-diam Arga tersenyum miring. Benar-benar wanita yang licik. Dapat Arga lihat bagaimana bulir-bulir penuh harap dari mata Ana. Ia tak segan-segan memaksa Vera untuk setuju ikut.


.


.


.


Bersambung..


Rasanya mah ngakak sama Leo dan Vera โ˜บ๏ธ๐Ÿ˜‚๐ŸŒš

__ADS_1


Mohon dukungan nya dengan cara Rate bintang lima, Like, Vote dan Komentar di akhir. Jangan lupa jadikan di simpan di jadikan favorit agar cepat mendapatkan notifikasi saat update ya kakak-kakak....โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


.


__ADS_2