
Gitar di petik membawa melodi indah di gendang telinga banyak orang-orang. Benyak mata menatap takjub pada Leo. Pria yang bernyanyi di atas podium kecil di sudut lapangan yang di sulap menjadi tempat yang penuh dengan gemerlap lampu di temani beberapa makanan dan minuman yang tersaji. Di perlengkapan dengan kue besar yang tinggi kira-kira 160 Cm dengan patung dua pengantin di atasnya. Dengan angka dua, merujuk pada tahun pernikahan Leo dan Vera.
...Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah...
...Kau membuat diri ku, akan s'lalu memuja mu...
...Disetiap langkah ku, ku 'kan s'lalu memikirkan, diri mu...
...Tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa cinta mu...
Suara Leo mulai terdengar. Mata coklat tajam itu menatap lurus pada sang istri yang tampak memukau di hari ulang tahun pernikahan mereka. Vera tersenyum haru mendengar lirik yang di tujukan padanya dari Leo.
...Janganlah kau tinggalkan diri ku...
...Tak 'kan mampu menghadapi semua...
...Hanya bersama mu ku akan bisa...
...Kau adalah darah ku...
...Kau adalah jantung ku...
...Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku...
...Oh sayangku kau begitu...
...Sempurna, sempurna...
Leo memberikan tatapan dalam. Semakin dalam, kala lirik itu lagu dari penyanyi Andra and the beckbone yang sudah cukup lama di liris.
...Kau genggam tangan ku, saat diri ku lemah dan terjatuh...
...Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesal ku...
...Janganlah kau tinggalkan diri ku...
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
...Kau adalah darah ku...
__ADS_1
...Kau adalah jantung ku...
...Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku...
...Oh sayangku kau begitu...
...Sempurna, sempurna...
...Janganlah kau tinggalkan diri…...
Petikan gitar berhenti di hadiahi dengan gemuruh tepukan tangan yang menggema. Ke dua orang tua, dari ke duanya tersenyum bahagia. Pesta ulang tahun pernikahan Vera dan Leo bukan hanya di hadiri oleh dua keluarga masing-masing. Tapi juga oleh sahabat dan rekan bisnis pria Yamato itu.
"Sesuai lirik lagu yang telah ku nyanyikan untuk istriku tercinta. Kau sempurna di mataku dan akan selalu begitu!" ujar Leo tak lupa mengulas senyum.
Gemuruh dari para tamu membuat pipi Vera semakin memerah. Apa lagi tatapan dari Nadia dan Zita semakin membuat ia merasa melayang. Seolah-olah tatapan itu mengatakan ia beruntung memiliki Leo di sisinya. Ia sangat beruntung menikah dengan pria sehebat dan seromantis Leo.
"Seperti nya nyonya muda Yamato juga ingin menjawab!" Ujar MC turun dari panggung mini melangkah mendekati meja Vera. Wanita yang kini memakai gaun putih menyapu rerumputan.
"Terimakasih!" seru Vera saat telah memegang mike di tangan tangan nya."Seperti nya nggak begitu, aku masih banyak kekurangan selama dua tahun mendampingi mu. Dan maaf untuk itu my husband!" lanjut Vera tulus.
Leo yang berada di atas panggung turun dari kursinya. Melangkah membawa mike di tangannya. Kamera menyoroti langkah Leo yang terlihat mendekati nyonya muda keluarga Yamato itu. Yang di dekati siapa, yang merasa berdebar di setiap langkah kaki panjang itu siapa. Malah para tamu yang hadir yang merasa berdebar keras. Terutama kaum hawa, yang suka dengan keromantisan sebuah adegan. Seperti saat ini. Di mana sang tuan rumah telah berada di samping wanita yang memiliki senyum manis itu.
"Jikapun ada kekurangan mu dalam mendampingi ku. Itu juga karena kekuranganku," ujar Leo kembali terdengar,"jika istri ku salah. Maka aku yang lebih salah. Karena akulah yang memimpin dalam rumah tangga. Jika kau merasa tak sempurna mendampingi ku. Maka aku jauh lebih tidak sempurna my wife!" tukas Leo dengan nada berat terdengar seksi.
"Gila! Aku merinding."
"Romantis nya."
"Aku jadi mau nikah cepat jika melihat mereka begini!"
"So sweet!"
Gemuruh gumaman terdengar jelas. Vera tak mampu untuk tidak tersenyum kesengsem dengan penuturan sang suami.
"Ah! Aku jadi tidak tau mau balas apa," jawab Vera dengan nada bergetar.
Wanita yang mengambil kelas Sastra Indonesia ini tiba-tiba saja lidahnya kelu. Ke dua matanya berkaca-kaca. Kosa kata indah yang sering ia rangkai kini entah hilang kemana. Karena pria terlalu tampan dan romantis di depannya ini.
Leo tersenyum. Sebelum manarik tangan Vera masuk ke dalam dekapan nya. Entah sampai kapan orang-orang akan berteriak heboh melihat keromantisan ke duanya. Yang di nilai menakjubkan, bukan lebai.
...***...
__ADS_1
Lili meremas koran yang berada di tangan nya. Air wajahnya tampak kacau saat ini. Melihat berita dengan gambar depan foto Leo dan Vera. Dengan judul yang mampu membuat hatinya terbakar. Bakan sosial media di ponselnya penuh dengan video singkat keromantisan Leo dan Vera.
Risa menghela napas. Melangkah mendekati sofa, dimana Lili duduk dengan wajah memerah.
"Sudah tidak ada jalan kembali, Lili. Semua orang bahkan, satu Indonesia sudah tau bagaimana cinta nya Leo pada istri nya." Kata Risa mengusap pelan pundak Lili.
Kepala Lili mengeleng cepat. Wanita cantik ini menolak akan fakta itu. Bagi Lili, ini masih belum terlambat. Siapa tau itu hanya percitraan yang baik Leo maupun Vera lakoni. Ya, wanita cantik ini mencoba meyakinkan hal itu. Meski di dalam hati kecil nya menolak apa yang dirinya pikirkan.
"Ini masih belum terlambat Mbak!" tukas Lili cepat.
"Darimana nya kau tau ini belum terlambat, Hem?"
"Buktinya mereka belum punya anak sampai sekarang. Sudah dua tahun menikah tapi tidak punya keturunan. Apakah Mbak tidak curiga, mungkin saja Leo tidak menyentuh nya?" ujar Vera dengan nada meyakinkan. Lebih tepatnya mencoba meyakini dirinya.
Risa terpekur mendengar perkataan Lili. Wanita ini berpikir itu juga ada benarnya. Dua tahun menikah, di awal pernikahan tidak di ekpos. Tapi baru lima bulan lebih ini baru terekspos.
"Siapa tau, Leo menikahinya karena sebuah perjodohan. Dan untuk menyenangkan orang tuanya, ia dan Vera berpura-pura saling mencintai dan bahagia seperti kebanyakan orang Mbak!" ujar Lili lagi mencoba memperkuat keteguhan apa yang ia pikir kan.
Risa menghela napas pelan."Bagaimana pun itu, kamu tidak boleh masuk ke dalam rumah tangga mereka Lili. Sebelum Leo memutuskan untuk bercerai. Karena siapapun kamu dahulu. Maupun kamu pacarnya yang belum putus ataupun wanita yang masih ia cintai. Dia sudah menikah secara Agama dan Hukum. Jika kau masuk, di sini kau akan di cap sebagai perebut suami orang Lili. Dan karirmu akan hancur!" nasehat Risa.
Lili memutar malas ke dua bola matanya. Risa terlalu banyak pikir, bagi Lili saat ini adalah mendapatkan Leo. Apapun yang harus ia korbankan.
...***...
Aroma pantai menyapa paru-paru Vera. Pejaman di ke dua matanya terlihat. Leo yang baru selesai menata Koper mereka tersenyum melihat Vera tampak jauh lebih rileks saat ini. Langkah kaki lebarnya terlihat jelas. Sebelum memeluk Vera dari belakang.
Kelopak mata yang terpejam terbuka kembali. Ia tersenyum.
"Bagaimana, apakah kamu suka dengan penginapan honeymoon ke dua kita ini, Hem?" Tanya Leo sembari melayang kan kecupan di pipi kanan Vera.
Kepala Vera mengangguk antusias. Dulu, saat honeymoon setelah mereka menikah. Vera tidak pernah menikmati nya bagi Vera saat itu. Leo begitu menyebalkan karena membawanya berlibur ke Bali. Ia memang menyukai Bali, tapi bukan untuk berbulan madu dengan pria yang tidak ia sukai. Sekarang beda lagi, rasanya ada banyak bunga-bunga berterbangan. Saat Leo memeluk dan mengecup pipinya. Terasa sangat menyenangkan. Dan honeymoon kali ini Vera sangat-sangat senang.
"Terimakasih sayang!" ujar Vera malu-malu.
Kontan saja Leo melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Vera ke arahnya. Wajah sumringah terlihat jelas.
"Tapi panggil aku apa?" tanya Leo ingin mendengar panggilan Vera padanya.
"Nggak! Nggak panggil apa-apa," bohong Vera dengan wajah memerah.
"Tadi jelas aku dengar kamu manggil aku sayang kan, ya?" ujar Leo dengan nada antusias.
__ADS_1
"Nggak, tuh!" tukas Vera sebelum melangkah cepat ke dalam kamar. Leo mengikuti nya dari belakang dengan senyum lebar.