
Buk!
Koran di menghantam meja kaca. Lili menengadah menatap Risa dan koran berganti-gantian. Dengan pandangan ketidak mengertian. Terlihat jelas dahi putih itu mengerut dalam.
"Bacalah halaman ke dua," ucap Risa sebelum memangku ke dua tangan nya di dada. Berdiri menatap Lili.
Tangan Lili bergerak menyentuh kertas koran. Meluruskan koran yang berlipat, membuka halaman ke dua. Pupil matanya melebar kala menatap berita dan nama yang ada di sana. Ia memang tengah tidak aktif bermain media sosial satu bulan ini. Mengingat jika ia tengah kerja di luar negeri.
"Ana?" ujarnya dengan nada tak yakin.
"Ya, Ana mendorong istri Leo dari tangga kampus. Beritanya sempat heboh," jelas Risa,"dan kau tau apa yang aku dengar saat mencari informasi tentang Ana. Wanita yang ingin kau jadikan sekutu itu. Dia adalah wanita yang menggilai Leo. Mengilai suami sahabat nya sendiri. Melakukan rencana jahat, hingga ketahuan oleh Vera. Sejak saat itu mereka tidak lagi berhubungan baik. Lalu kau kira dia mau membantumu karena apa, huh?" lanjut Risa membeberkan fakta yang ia dapatkan.
Kepala Lili mengeleng tak percaya."Itu tidak mungkin, Mbak. Ana bilang kalau Veralah wanita rendahan dan bukan wanita baik," tukas Lili tidak percaya.
Risa menghela napas. Ia melangkah mendekati Lili. Berdiri di belakang tubuh Lili, menepuk pelan pundak Lili. Ia tau wanita ini terlalu mencintai Leo. Ah, lebih tepatnya terlambat mengetahui isi hati nya. Jika ia sangat mencintai Leo dari pada impian nya.
"Lili! Bukankah kau maupun aku sudah melihat dengan jelas bagaimana sifat Vera. Ia adalah wanita yang baik Lili. Jika ia adalah wanita yang jahat. Saat kau datang ke dalam rumah tangga mereka. Sudah pasti dia akan melakukan banyak cara untuk menyingkirkanmu. Sekarang tolong tanyakan pada hatimu. Apakah kau benar-benar mencintai Leo. Atau hanya merasa perasaan keinginan memiliki semata saja. Jika kau benar-benar mencintai nya, kau pasti akan rela melepaskan nya dengan wanita yang ia cintai. Asalkan ia bahagia. Cinta itu tidak egois Lili," nasehat Risa dengan dewasanya.
Lili bungkam. Ia tak tau harus menjawab apa yang di katakan oleh Risa. Haruskah ia merelakan Leo, kekasih pertama nya. Atau tetap bertahan dalam keinginan memiliki?
Entahlah. Ia pun tak tau dan tak mengerti. Dengan apa yang sesungguhnya di inginkan oleh hati nya sendiri.
...***...
Tubuh Vera sedikit di ayunkan. Kai tampak berbeda kali mengedipkan mata. Senandung kecil terdengar jelas di kamar utama. Vera tersenyum melihat kelopak mata Kai mulai tertutup perlahan. Hingga bayi tampan itu tertidur.
Klik!
Kreat!
__ADS_1
Engsel pintu di putar dan di dorong ke dalam. Pintu kamar terbuka perlahan sangat pelan. Leo melirik Vera yang tengah membalik kan tubuh nya ke arah pintu. Senyum hangat terlihat di wajah Vera. Leo membalas senyuman Vera dengan senyum tak kalah sama. Langkah kaki panjang itu tampak bergerak perlahan mendekati Vera. Ayah dari bayi tampan itu berusaha meminimalisir suara yang langkah kaki yang ia ayunkan. Agar putra tampannya tidak terusik.
"Mau makan atau mau mandi dulu, kak?" tanya Vera sepelan mungkin.
"Mandi dulu," jawab Leo tak kalah pelan.
Tubuh Leo menunduk. Dengan gerakan cepat, Vera menghindari sang suami yang ingin mengecup. Leo melenguh dalam diam. Tubuh kekarnya kembali berdiri dengan tegap.
"Bersihkan tubuh kakak dulu baru boleh cium. Kakak udah berada di luar sana seharian. Entah seberapa banyak kuman yang kakak bawa masuk. Jadi, nggak boleh cium!" ucap Vera dengan wajah yang menggemaskan.
Leo mempoutkan bibir merah merekahnya. Namun sedetik kemudian senyum miring tercetak jelas di wajah tampannya. Vera mengernyit.
Cup!
Erangan tertahan dari Vera membawa langkah kaki serbu Leo terlihat. Ayah nakal Kai itu, mencuri kecupan bibir pink basah Vera. Sebelum tertawa di dalam kamar mandi. Ia jelas tau ekspresi lucu Vera ketika mendapat kecupan di bibir. Tak bisa kecup putranya, setidaknya tidak ada larangan mengecup ibu dari putranya kan?
...***...
"Lihat dia tambah lucu. Kalau boleh mau di bawa pulang ke rumah," seru Mark dengan ekspresi gemas.
Vera yang melihat nya hanya terkekeh pelan. Leo mencabik mendengar ucapan Mark.
"Bikin sendiri sana. Cari pasangan, enak saja mau ambil anak orang!" dengkus Leo.
Mark menoleh kebelakang. Mencibir ke arah Leo.
"Nanti juga bakal di bikin, nggak usah di suruh juga bikin," tukas Mark kesal.
Reza dan Lucas tak ambil pusing. Ke duanya memilih menatap bayi keluarga Yamato yang bibir merah kecil mungil itu bergerak lucu.
__ADS_1
"Nikah dulu, woy! Bukan main bikin-bikin aja," tukas Leo.
Tangan pria Yamato itu tidak tinggal diam. Ia memeluk Vera dari belakang seolah-olah ingin mempertontonkan kemesraan dengan Vera. Mark mepoutkan bibir seksinya.
"Siapa bilang nggak mau nikah," balas Mark lagi.
"Nikah sama siapa?" cemooh Leo.
Mark tersenyum miring."Vera, aku mau nikahi Vera aja. Biar bisa dapat anak setampan Kai," jawab Mark tak lupa dengan ekspresi wajah menggoda ke arah Vera. Kedipan mata nakal di layangkan ke arah Vera. Leo bergerak cepat, ia membalikkan tubuh Vera menghadap ke arah nya. Membenamkan wajah Vera ke dalam dada bidangnya.
"Sebelum itu, kau sudah agak masuk ke lubang lahat!" ancam Leo dengan mata berkilat marah.
Mark mengangkat ke dua tangannya ke atas sebagai bentuk menyerah.
"Hei! Jangan di toel-toel pipi nya!!" teriak Leo menggelegar.
Bukan cuma Lucas sang biang kerok saja yang terperejat. Kai ikut terkejut. Bayi merah itu menangis karena ulah sang ayah. Vera mencubit kesal pinggang Leo. Sebelum mendorong kecil dada bidang Leo kebelakang. Reza memberikan ibu bayi tampan itu jalan mendekati bayi yang di letakan di atas karpet berbulu lembut dengan alas tempat tidur bayi.
Lucas dan Mark serentak menggoda Leo karena membuat Kai terkejut.
"Ssttt!!! Stttt!! Ibunda di sini!" Seru Vera sembari mengangkat Kai kedalam gedongan nya. Mengayunkan tubuh Kai penuh kasih sayang. Kecupan di layangkan pada permukaan wajah Kai.
Awalnya bayi itu merengek kecil namun beberapa detik kemudian langsung diam. Seolah tau yang tengah mengendong dan mengecupnya adalah sang ibunda tercinta.
"Wah! Vera sudah sangat pas jadi ibu, ya!" seru Lucas menatap lembut Vera.
"Matamu bisa di congkel Leo loh menatap Vera begitu," hasutan dari Mark di samping Leo membuat Lucas mendengkus kecil.
Reza mengeleng pelan. Ia heran dengan teman-temannya yang suka sekali menggoda Leo melalui nyonya muda Yamato satu itu.
__ADS_1
Bersambung....