
Bimolie memperhatikan gerak-gerik Avena saat berbaring di atas tempat tidur. Tak sudi rasanya Avena berdekatan tidur bersama Bimolie. Karena Avena masih sangat kesal kepada suaminya. Bimolie berusaha untuk kembali mengambil hati Avena. Ia kwatir kalau Avena akan memberitahu tingkah laku Bimolie selama hidup berumah tangga kepada kedua orang tua Bimolie. Yang selama ini ia tutupi
Karena selama ini, Bimolie selalu mengaku kepada tuan Fortune Wijaya, bahwa dirinya sudah berubah dan mau membantu Avena di warung kuliner milik Avena. Padahal Bimolie membantu Avena, karena ada yang Bimolie inginkan. Bimolie merasa kalau Avena sudah tertidur pulas.
Ia meraih ponselnya yang ada di atas nakas yang sedari tadi ia silent. Ia sengaja membuat ponsel miliknya tidak bersuara, agar Avena tidak dapat mendengar jika Sunco Anggraini mengirimkan pesan atau menghubungi Bimolie saat Bimolie bersama Avena.
Bimolie sudah melihat beberapa chat masuk dari nomor ponsel milik Sunco Anggraini yang meminta kalau malam itu Sunco Anggraini ingin sekali bertemu dengan Bimolie. Ketika Bimolie memastikan kalau Avena sudah tertidur pulas, Bimolie meninggalkan Avena begitu saja di kamar tidur sendirian.
Bimolie keluar dari kamar untuk sekedar menghubungi Sunco Anggraini bahwa malam itu Bimolie tidak dapat menemui Sunco dengan alasan Bimolie masih sibuk dengan urusan bisnisnya.
Kring....
kring....
kring....
Suara deringan ponsel Sunco Anggraini terdengar jelas di telinga Sunco Anggraini
Ia langsung mengembangkan senyumnya, ketika melihat di layar ponselnya. Kalau yang menghubunginya, sang kekasih pria yang dapat mencuri hati Sunco Anggraini selama ini. Sunco Anggraini langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Bimolie.
"Hallo Assalamualaikum Sayang, kamu di mana? Kenapa tidak jadi datang ke rumah? Tanya Sunco Anggraini di ujung telepon.
"Maafkan mas sayang, untuk saat ini mas tidak dapat menghampirimu ke sana. Karena Mas masih sibuk dengan urusan bisnis Mas." ucap Bimolie kepada Sunco Anggraini untuk meyakinkan Sunco Anggraini. Bahwa dirinya benar-benar sedang sibuk mengurus bisnis yang ia geluti saat ini.
"Ya sudah Mas tidak apa-apa, tapi besok mas janji harus temanin Sunco belanja ya." ucap Sunco Anggraini dengan manja. " Ia sayang kamu tenang saja, Mas akan menemani kamu belanja besok." sahut Bimolie di dalam sambungan telepon selulernya.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara di dalam sambungan telepon selulernya, Bimolie kembali ke kamar dan membaringkan tubuhnya tepatnya di samping Avena. Avena tetap saja pura pura tidak mengetahui apa yang dilakukan suaminya. Padahal ia mendengar segala apa yang di bicarakan Bimolie. Tetapi Avena tidak mengetahui siapa wanita yang menjadi kekasih suaminya saat ini. Ia memilih diam, karena dirinya dalam keadaan Hamil.
Avena tidak ingin memperkeruh suasana, tetapi Avena berincana ingin menyelidiki Bimolie bersama wanita yang menjadi kekasih gelap Bimolie saat ini. Kehamilan Avena menjadi senjata Bimolie, dapat melakukan apa saja yang Ia mau. Karena Bimolie merasa Avena tidak akan mampu meninggalkan dirinya, disaat Avena sedang hamil.
****
Usia kandungan Avena sudah menginjak 9 bulan. Itu pertanda Avena akan segera melakukan persalinan anak pertamanya buah hatinya dengan suaminya Bimolie. Tetapi Bimolie sama sekali tidak peduli dengan kandungan Avena Aditama. Ia hanya asyik dengan urusan pribadinya sendiri.
Hari demi hari Avena menjalani hubungan rumah tangganya dengan Bimolie yang tampak cuek terhadapnya. Walau saat ini Avena benar-benar membutuhkan perhatian lebih dari Bimolie. Tetapi Bimolie sama sekali tidak peduli yang ia pikirkan sekarang. Bagaimana untuk membahagiakan Sunco Anggraini.
Pagi hari yang indah, matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Membuat tidur wanita yang sedang hamil tua itu, menjadi terganggu. Ia sengaja tidak pergi ke warung kuliner miliknya. Karena Avena merasa tidak enak badan.
Sehingga Avena mempercayakan Barco Atalariksa dan beberapa karyawannya yang menangani warung kuliner miliknya. Tanpa Avena sadari, air keruh mengalir begitu saja. itu pertanda kalau Avena saat itu harus segera melakukan persalinan.
Ia memilih menginap bersama Sunco Anggraini di salah satu hotel yang sering mereka kunjungi.
"Ya Allah bantu aku, bagaimana ini selamatkan aku dan bayiku Ya Allah." doa Avena di dalam hati sembari merintih kesakitan.
Ia pun berusaha meraih ponsel yang ada di atas nakas, berniat untuk menghubungi Barco Atalariksa. Agar Barco Atalariksa dapat membantunya membawa ke rumah sakit untuk melakukan persalinan.
Setelah Avena berhasil meraih ponsel miliknya. Avena langsung mencari nomor ponsel milik Barco Atalariksa dan menekan tombol hijau di sana. Membuat Barco Atalariksa begitu terkejut melihat nomor ponsel Avena yang menghubungi dirinya.
Barco Atalariksa yang mendengar deringan ponselnya, langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Avena. Ketika sambungan telepon seluler itu sudah tersambung kepada Avena, alangkah terkejutnya Barco mendengar suara rintihan Avena Aditama.
Sontak Barco Atalariksa meninggalkan usaha kuliner milik Avena Aditama dan menitipkan kepada beberapa karyawan yang bekerja di usaha kuliner Avena. Ia pun langsung menghampiri Avena yang berada di rumah yang ditempati oleh Avena dan Bimoli setelah hidup berumah tangga.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Barco Atalariksa tiba di rumah yang ditempati Avena. Ia begitu terkejut melihat kondisi Avena sudah tidak sadarkan diri. Barco pun langsung melarikan Avena ke rumah sakit agar Avena segera mendapatkan pertolongan dari dokter.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit, dengan menggunakan mobil milik Barco Atalariksa ke rumah sakit terdekat. Mereka pun tiba di sana. Barco langsung berteriak meminta tolong kepada dokter dan suster yang bertugas disana.
Dokter pun langsung berlari menghampiri mobil yang dikendarai Barco Atalariksa mereka sudah melihat Avena di sana terkulai lemas. Sehingga dokter dan suster langsung membawa Avena ke ruang UGD untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah dokter memeriksa kondisi Avena, dokter pun memutuskan agar segera melakukan tindakan operasi kepada Avena agar bayi yang ada di dalam kandungan Avena dapat terselamatkan. Mereka khawatir kalau bayi yang ada di dalam kandungan Avena sampai kekeringan.
Karena air ketuban Avena sudah mulai mengering. Barco Atalariksa sangat gelisah ia bingung apa yang harus dia lakukan saat ini. sementara Bimolie suami Avena tidak dapat dihubungi. Membuat Barco semakin bingung.
Mau tidak mau Barco Atalariksa akhirnya menghubungi Tuan Fortune Wijaya. Agar dapat membantu memberikan persetujuan dalam melakukan tindakan operasi sesar kepada Avena.
Setelah sambungan telepon Barco tersambung kepada Tuan Fortune Wijaya Barco Atalariksa pun langsung memberitahu maksud dan tujuannya saat ini dirinya menghubungi Tuan Fortuna Wijaya.
Mendengarkan penjelasan dari Barco Atalariksa, Tuan Fortune Wijaya begitu terkejut dan emosi sekaligus. Karena Bimoli tidak ada saat Avena Aditama benar-benar membutuhkan Bimolie berada di sampingnya.
Tuan Fortune Wijaya pun panik, ia langsung berteriak memanggil istrinya Nyonya Happy soya. Agar mereka segera berangkat ke rumah sakit untuk melihat kondisi Avena saat ini. Nyonya Happy soya begitu terkejut mendengar kabar apa yang dikatakan oleh suaminya kepadanya
Bahwa saat ini Avena akan segera melakukan tindakan operasi untuk melahirkan cucu pertama mereka. yang ternyata saat ini Bimolie tidak ada di rumah sakit. Bahkan yang membawa Avena ke rumah sakit merupakan sahabat Avena sendiri. yang selalu setia membantu Avena mengelola usaha kuliner milik Avena.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏
jangan lupa , like, coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih
__ADS_1