
Avena Aditama tidak langsung menjawab apa yang dikatakan Nyonya Happy soya. Ia khawatir kalau Bimolie tidak akan terima jika Tuhan Fortuna Wijaya dan nyonya Happy Sonya, mewariskan harta kekayaan milik mereka kepada Avena Aditama. Dan juga baby Alvaro.
Sementara bimoli sama sekali tidak mendapatkan apa-apa. Karena Ia takut Bimolie menuduhnya yang menghasut Tuan Fortune Wijaya dan nyonya Happy soya. Ia juga Kwatir Bimolie akan melakukan hal yang di luar dugaan, Jika ia mengetahui semua apa yang dikatakan oleh Nyonya Happy soya.
"Kenapa kamu diam?
" Apa kamu tidak ingin bersatu lagi dengan Bimolie? Kalau kamu tidak ingin bersatu lagi dengan Bimolie Mengapa kamu ingin membebaskannya dari penjara? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Nyonya Happy soya kepada Avena Aditama.
Sementara Tuan Fortune Wijaya hanya diam melihat dan mendengar Nyonya Happy soya berbicara kepada Avena Aditama. Tuan Fortuna Wijaya ingin memberikan kesempatan kepada istrinya memberikan ultimatum terhadap Avena Aditama dan juga Bimolie Wijaya.
"Yang Avena pikirkan bukan itu ma," tetapi Avena khawatir jika Mas Bimolie tidak akan terima kalau harta warisan milik papa dan mama jatuh ke tangan Avena dan juga baby Alvaro. Sementara Mas Bimolie sendiri yang Putra kandung papa dan mama." ucap Avena Aditama kepada Nyonya Happy soya.
Nyonya Happy soya langsung mengembangkan senyumnya. Dari apa yang dikatakan oleh Avena Aditama, Nyonya Happy Surya sudah dapat mengambil kesimpulan kalau Avena Aditama bersedia rujuk Kembali kepada Bimolie Wijaya.
"Kalau masalah harta warisan, kamu jangan khawatir. Itu sudah kami atur semua, bagian kamu, bagian Alvaro dan bagian adik ipar kamu, sudah kami atur semua di kantor kuasa hukum keluarga Wijaya.
Bimolie tidak akan mendapatkan harta apa-apa. Itulah menjadi tradisi di keluarga Wijaya, jika melanggar peraturan dari keluarga Wijaya. Bimolie sudah mengetahui peraturan itu dari awal. Mulai dari kakek, neneknya sudah memberlakukan peraturan seperti itu. Jadi kamu jangan khawatir Bimolie tidak akan bisa menuntut apa-apa.
Karena itu sudah menjadi peraturan penting di keluarga Wijaya ." ucap wanita berdarah Tionghoa itu kepada Avena Aditama. Karena memang benar peraturan dikeluarkan Wijaya, jika melanggar peraturan dari aturan yang diberikan oleh orang tua mereka. Maka Anak itu tidak akan mendapatkan apa-apa dari harta warisan orang tua kandungnya sendiri. dan itu tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.
Avena Aditama terhentak, wanita muda anak satu itu berdarah Tionghoa Indo itu juga sedikit heran dengan peraturan yang ada di keluarga mertuanya.
__ADS_1
"ketat sekali peraturan di keluarga ini." gumam Avena Aditama di dalam hati. Karena ia benar-benar bingung dengan peraturan yang berlaku di keluarga Wijaya.
Sebelumnya Avena Aditama tidak mengetahui hal itu. Tetapi setelah Apa yang dilakukan Bimolie terhadap Avena Aditama, membuat Avena mengetahui peraturan yang ada di keluarga Wijaya.
Avena Aditama akhirnya mengangguk paham akan apa yang dikatakan Nyonya Happy soya. dan Avena pun setuju apa yang menjadi syarat Nyonya Happy soya, agar Tuan Fortune Wijaya mencabut laporannya ke kantor polisi dan mereka bersedia membebaskan Bimolie Wijaya dari balik jeruji besi.
"Baik jika kamu menyetujui syarat itu, sekarang juga Papa pergi ke kantor polisi dan cabut laporannya." ucap Nyonya Happy Soya meminta kepada suaminya agar segera pergi ke kantor Polisi untuk mencabut laporan mereka terhadap Bimolie Wijaya.
Terlihat Tuan Fortune Wijaya langsung memberikan baby Alvaro kepada istrinya dan ia beranjak dari tempat duduknya. Berniat untuk segera berangkat ke kantor polisi. Hal itu membuat Avena Aditama sedikit bingung. sepertinya mereka sudah benar-benar merencanakan segalanya, agar Avena Aditama bersedia rujuk Kembali kepada Bimolie.
Tuan Fortuna Wijaya langsung berlalu pergi ke kantor polisi. Sementara Nyonya Happy soya dan Avena Aditama masih berada di rumah. Nyonya Happy soya memohon kepada Avena Aditama untuk malam ini, agar menginap di rumah mereka. Dengan alasan Nyonya Happy soya masih sangat merindukan baby Alvaro.
Avena Aditama mengembangkan senyumnya. Ia setuju kalau mereka malam itu menginap di rumah Nyonya Happy soya. Karena bagaimanapun Nyonya Happy soya dan Tuan Fortuna Wijaya merupakan nenek dan kakek kandung putranya baby Alvaro. Apalagi mereka jarang sekali berkunjung ke rumah Nyonya Happy soya dan Tuan Fortuna jaya setelah pertikaian rumah tangga mereka.
Karena sebelumnya Nyonya Happy soya sudah meminta kepada asisten rumah tangganya untuk menyediakan makanan kepada cucunya.
"Maaf nyonya makanan untuk tuan muda baby Alvaro sudah siap dihidangkan." ucap asisten rumah tangga itu kepada Nyonya Happy soya.
"Ya sudah, kamu bawa saja kemari. Biar saya yang memberinya makan. Pasti cucuku sudah lapar." ucap Nyonya Happy Soya kepada asisten rumah tangganya. Sementara Avena Aditama hanya tersenyum menatap putranya. Begitu bahagia bersama Nyonya Happy soya. Sepertinya baby Alvaro juga merasa nyaman di pangkuan Nyonya Happy soya.
"Ma....,sepertinya Alvaro begitu merindukan mama. Buktinya baby Alvaro nyaman bersama mama." ucap Avena Aditama Sambil tertawa cengengesan menatap interaksi putranya terhadap Nyonya Happy Soya.
__ADS_1
"Ya pasti nyaman dong sayang," oma kan Oma tersayang cucu Oma Alvaro."ucap Nyonya Happy soya membanggakan dirinya kalau dirinya sendiri merupakan kesayangan Alvaro.
Di tempat lain tepatnya di kantor polisi. Terlihat Tuan Fortune Wijaya, sudah tiba di sana. Dan sudah memberikan permohonan kepada pihak kepolisian agar pihak kepolisian membebaskan Bimolie Wijaya saat itu juga.
Pihak kepolisian juga sangat paham dengan kondisi Tuan Fortune Wijaya saat ini. Karena bagaimanapun Bimolie Wijaya Putra kandungnya sendiri, sehingga petugas kepolisian itu pun langsung mengabulkan permohonan Tuan Fortuna Wijaya dan Bimolie pun dibebaskan.
"Saudara Bimoli Wijaya anda bebas." ucap petugas kepolisian itu yang berjaga di ruang tahanan membuka sel tempat Bimolie berada.
"Siapa yang membebaskan saya pak?
"Orangnya ada di luar, silahkan keluar agar anda dapat bertemu dengan orang yang membebaskan Anda." ucap personil kepolisian itu kepada bimoli Wijaya sambil berjalan keluar sel.
Ketika Bimolie sudah keluar dari sel, Ia pun melihat keberadaan Tuan Fortune Wijaya di sana. "Papa!" pekik Bimolie Wijaya karena ia terkejut melihat kehadiran Tuan Fortune Wijaya di sana.
"Ya sekarang kamu bebas, Ini semua bukan karena kamu. Tetapi karena menantu dan cucuku. Jadi Papa mohon berubahlah supaya lebih baik dan Jangan melakukan kesalahan yang sama lagi." ujar Tuan Fortune Wijaya kepada Bimolie Wijaya.
Bimolie Wijaya hanya tertunduk malu. Ia merasa bersalah terhadap Avena Aditama yang selama ini ia sakiti. Padahal Avena Aditama wanita yang sangat baik. Bahkan setelah Apa yang dilakukan Bimolie Wijaya terhadap Avena, Avena masih tetap memikirkan kondisi Bimolie.
Bahkan ia rela memohon dan bersujud Kepada tuan Fortune Wijaya dan nyonya Happy soya agar Tuan Fortune Wijaya membebaskan Bimolie Wijaya dari Balik jeruji besi. Hal itu membuat Bimolie Wijaya semakin merasa bersalah terhadap Putra dan istrinya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓