
Bimolie langsung memeluk dan mengecup kening Avena Aditama. Ketika Avena Aditama mengabulkan permohonannya. Sikap manis dan romantis ditunjukan Bimolie kepada Avena Aditama oleh Bimolie. Hal itu membuat Avena Aditama tidak merasa curiga sedikitpun kepada suaminya. Apa maksud dan tujuan suaminya memohon-mohon membeli sebuah mobil saat ini.
Ketika Avena Aditama sudah mengabulkan permintaan suaminya, Bimolie Wijaya. Bimolie Wijaya begitu bahagia Ia pun langsung memeluk Avena Aditama. Bimolie Wijaya sangat berubah drastis kepada Avena ketika Avena sudah mengabulkan permintaannya. Bimolie Wijaya terlihat semakin romantis dan semakin baik kepada Avena.
Tetapi di balik kebaikan dan keromantisan Bimolie Wijaya ada kebohongan besar yang ia lakukan. Sama halnya dengan Sunco Anggraini yang sudah percaya kepada Bimolie Wijaya. Kalau saat ini Bimolie Wijaya membuka usaha kuliner yang sedang berkembang di kota ini.
Sunco Anggraini sudah merasa nyaman menjalin hubungan dengan Bimolie Wijaya. padahal Ia tidak tahu kalau Bimolie Wijaya sebenarnya menyimpan kebohongan besar kepadanya. Sama halnya dilakukan kepada Avena Aditama.
Tetapi karena Sunco Anggraini sangat mencintai Bimolie Wijaya, sehingga ia pun tidak ada merasa curiga, kalau Bimolie Wijaya sudah membohonginya. Hingga sunco Anggraini pun benar-benar sudah merasa nyaman menjalin hubungan dengan Bimolie Wijaya.
Sikap manis Bimolie Wijaya benar-benar ditunjukkannya kepada Avena. Setelah Avena menggabungkan permohonannya. Ia pun mulai ikut membantu mengelola usaha kuliner yang digeluti oleh Avena saat ini. Tetapi Avena sama sekali tidak mengetahui kalau Bimolie Wijaya melakukan itu hanya untuk meraut keuntungan sendiri.
Bimolie sengaja membantu Avena Aditama agar dirinya Dapat dengan leluasa menggunakan uang hasil keuntungan bisnis kuliner yang dikelola Avena Aditama selama ini. Ketika Bimolie sedang membantu Avena Aditama, suara Deringan ponsel milik Bimolie terdengar jelas di telinga Avena
Avena pun langsung meraih ponsel itu yang terletak di atas meja kasir, Ia pun melihat nomor ponsel seseorang yang mencurigakan di sana. Tetapi ketika Avena ingin menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel Bimolie Wijaya langsung meraih ponsel itu dari tangan Avena Aditama.
Bimolie marah kepada Avena Aditama karena sudah lancang memegang ponsel miliknya. Sehingga Avena Aditama semakin curiga akan sikap suaminya yang begitu marah ketika dirinya memegang ponsel miliknya.
Sementara Bimolie Wijaya, langsung berlalu dari hadapan Avena Aditama untuk mengangkat telepon seluler dari Sunco Anggraini. Karena Bimolie Wijaya sudah dua hari tidak mengunjunginya. Dan Bimolie Wijaya juga tidak memberitahu kemana dirinya saat ini. Sehingga Sunco memilih untuk menghubungi Bimolie.
Bimolie langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, setelah memastikan kalau dirinya sudah terasa aman menerima telepon seluler dari Sunco Anggraini.
__ADS_1
"Ya, sayang ada apa kamu menghubungiku siang-siang begini? tanya Bimolie Wijaya kepada Sunco Anggraini.
Sunco Anggraini sama sekali tidak menaruh curiga kepada Bimolie, kalau Bimolie saat ini sudah memiliki istri. Sunco Anggraini pun memberitahu maksud dan tujuannya Mengapa dirinya menghubungi Bimolie saat ini.
Sunco Anggraini mengatakan kalau dirinya benar-benar sangat merindukan Bimolie ia ingin bertemu dengan kekasih yang sangat ia cintai. Yang notabenya merupakan suami orang lain. Sejujurnya Sunco Anggraini tidak dapat disalahkan karena ia juga tidak mengetahui kalau saat ini Bimolie sudah menikah.
Kebohongan yang di ciptakan Bimolie Wijaya yang membuat Sunco Anggraini kembali menerima Bimolie Wijaya menjadi kekasihnya.
"Ya sudah kalau begitu nanti malam Mas akan datang. Mas sekarang sedang sibuk, lebih baik kamu istirahat jangan khawatir. Mas baik-baik saja sayang." ucap Bimolie Wijaya kepada Sunco Anggraini untuk meyakinkan Sunco Anggraini bahwa dirinya benar baik-baik saja.
Ia pun langsung memutuskan sambungan telepon selulernya kepada Sunco Anggraini setelah selesai berbicara dengannya. Bimolie Wijaya kembali menghampiri Avena yang sedang sibuk membantu para karyawan yang bekerja di usaha kulinernya saat ini.
Karena usaha kuliner Sunco Anggraini akhir akhir ini sangat berkembang. Ia pun ingin mengembangkan usaha kulinernya dengan membuka cabang di berbagai tempat.
"Dia salah satu temanku yang bersedia membantuku untuk menjalankan bisnisku. tetapi untuk saat ini ia mengatakan kami belum dapat keuntungan, karena proyeknya masih berjalan saat ini. Jadi hasilnya belum dicairkan. Kamu tidak perlu khawatir, jangan mencurigai yang tidak patut kamu curigai." ujar Bimolie kepada Avena.
Avena menganggukkan kepalanya, ia berusaha percaya apa yang dikatakan suaminya kepadanya. Apalagi setelah perubahan sikap Bimolie yang sudah semakin membaik kepadanya membuat dirinya pun langsung menepis rasa curiganya.
Sore harinya Avena Aditama meminta kepada karyawan yang bekerja di usaha kuliner miliknya, untuk segera bersih-bersih agar mereka langsung dapat istirahat. Setelah pekerjaan mereka telah usai. Avena Aditama dan Bimolie Wijaya, memilih untuk pulang ke rumah. Yang mana letak rumah yang ditempati Avena saat ini tidak jauh dari lokasi usaha kuliner Avena.
Setelah tiba di rumah, Bimolie Wijaya langsung masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Ia buru-buru menyelesaikan ritual mandinya, mengingat janji Bimolie terhadap Sunco Anggraini bahwa malam itu Bimolie akan menemui Sunco Anggraini di kediamannya.
__ADS_1
"Mas mau ke mana Kok buru-buru? tanya Avena Aditama.
" Mas ingin menemui teman Mas yang menghubungi Mas tadi. Tidak apa-apa kan kamu Mas tinggal sebentar saja." ucap Bimolie Wijaya kepada Avena.
"Tidak apa-apa Mas, Tapi jangan lama-lama pulang ya." ujar Avena Aditama sambil memberi salam kepada Bimolie. Bimolie pun mengecup kening Avena Aditama layaknya pasangan suami istri yang sedang bahagia.
Malam itu Bimolie wijaya pun menghampiri Sunco Anggraini di kediamannya. Melihat kedatangan Bimolie Wijaya, Sunco Anggraini mengembangkan senyumnya. Ia langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Bimolie Wijaya. Sunco Anggraini langsung memeluk Bimolie Wijaya Karena ia merasa sangat merindukan sosok lelaki yang sangat ia cintai.
"Aku merindukanmu Mas, Kamu dari mana saja dua hari ini? Mengapa tidak menemuiku?" tanya Sunco Anggraini sambil mengecup wajah tampan Bimolie Wijaya. Bimolie Wijaya pun mengecup bibir manis Sunco Anggraini dengan sekilas.
Bimolie mengatakan kalau dirinya saat ini sedang sibuk menjalankan usaha kuliner miliknya. Sebelum Bimolie menghampiri Sunco Anggraini ke kediamannya, ia mampir di sebuah toko untuk sekedar membeli sesuatu yang membuat Sunco Anggraini merasa bangga dan bahagia memiliki kekasih seperti Bimolie Wijaya.
Bimolie pengusaha yang saat ini sedang mengembangkan usaha kuliner miliknya. Ketika Bimolie memberikan paper bag kepada Sunco Anggraini. Sunco Anggraini merasa bahagia.
Ia langsung memeluk Bimolie dan bertanya kepada Bimolie.
"Apa ini mas? tanya Sunco Anggraini merasa heran.
"Sudah tidak perlu bertanya, lebih baik kamu langsung buka saja." ujar Bimolie Wijaya sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏