
Barco Atalariksa yang melihat Markus duduk tepat di hadapannya, hanya menatap Markus dengan tatapan penuh tanya. Ia masih bingung dengan sosok lelaki yang ada di hadapan mereka saat ini. lelaki yang cukup misterius. Karena selama ini Markus tidak pernah memperlihatkan wajahnya kepada keluarga Tuan Filma Orion.
"Oh ya aku tinggal dulu, om ....Tante!" ucap Barco Atalariksa sambil beranjak dari tempat duduknya. Meninggalkan keluarga Orion di sana.
Kamu mau kemana nak? disinilah, kamu juga bagian dari keluarga kita." ucap Tuan Filma Orion kepada Barco Atalariksa.
Barco Atalariksa mengembangkan senyumnya menatap Tuan Filma Orion dengan tatapan penuh arti.
"Barco hanya ingin melihat situasi di dapur kok om!" ucap Barco Atalariksa kepada Tuan Filma Orion. Sambil langsung berlalu dari hadapan keluarga Orion.
"Siapa dia Om?
"Dia sahabat Ku kak. Dia yang selalu membantu Avena mengembangkan usaha kuliner Avena, sehingga usaha kuliner Avena dapat berkembang dan memiliki beberapa cabang di Jakarta dan juga Bali.
Markus menganggukkan kepalanya. Ia mulai memahami, kedekatan keluarga Orion kepada Barco Atalariksa.
"Kenapa kak?
"Kakak tertarik dengan sahabat Avena?" celetuk Avena membuat Markus sampai tersendat mendengar apa yang dikatakan Avena.
"Hus, kamu ini buat kaget orang saja. lihat tuh nak Markus, jadi keselek kan!" pekik Tuan Filma Orion sambil memberikan minuman kelas Markus.
"Tidak apa apa kok om, Markus saja yang kurang hati hati." Sahut Markus sambil berusaha menormalkan nafasnya.
***
"Katakan Dimana Markus berada. Mengapa dia tidak pernah menghampiriku lagi? tanya Sunco Anggraini kepada Royco Andalas.
"Maaf Nona tapi saya tidak tau dimana bos Markus sekarang. Dan lagian itu bukan wewenang saya untuk memberitahu kepada nona keberadaan Bos Markus sekarang.
__ADS_1
"Biasanya kamu pasti tahu ke mana Markus pergi. Tidak mungkin kamu tidak mengetahui kemana keberadaan Markus. Secara kamu salah satu kepercayaannya. Kamu jangan membohongiku." pekik Sunco Anggraini kepada Royco Andalas.
"Maaf Nona, Dari awal saya sudah mengatakan kepada anda Kalau itu bukan wewenang saya untuk memberitahu keberadaan Bos Markus kepada nona. Kalau saya tidak mendapat perintah dari bos." ucap Royco Andalas sambil memberikan barang yang dipesan oleh Sunco Anggraini kemudian. Royco Andalas meninggalkan Sunco Anggraini begitu saja. Membuat Sunco Anggraini begitu kesal. Royco tak kunjung memberitahu keberadaan Markus saat ini.
"Ada apa ini? mengapa Markus semakin lama semakin jarang mengunjungi Ku? apa sudah ada wanita lain yang mampu memuaskan nafsu birahinya selain aku? tidak tidak mungkin ada wanita lain yang mampu menandingi permainanku di atas ranjang. Aku akan cari tahu kemana Markus pergi pesanku Anggraini bermonolog sendiri.
Ia merasa Markus menghindarinya. Sehingga Sunco Anggraini bertekad untuk mencari keberadaan Markus. Entah ke mana Dirinya ingin mencarinya. Tetapi yang pasti ia benar-benar merindukan sosok Markus berada di sampingnya saat ini.
Di tempat lain, Barco Atalariksa yang sedang sibuk untuk bersiap kembali ke rumah. Setelah Barco Atalariksa sudah menyelesaikan tugasnya di restoran milik Avena Aditama. "Maaf Sepertinya saya harus lebih dulu pulang. Karena ada sesuatu yang penting yang mau saya kerjakan." ucap Barco Atalariksa kepada Avena Aditama yang ada di sana tiba-tiba Tuan Filma Orion meminta kepada Barco Atalariksa ikut ke rumah utama keluarga Orion.
"Kamu ikut kami saja pulang ke rumah utama. Karena ada sesuatu yang Om ingin bicarakan kepada kamu." mohon tuan Filma Orion kepada Barco Atalariksa.
" Memangnya apa yang ingin Om bicarakan kepada Barco?
"Nanti akan kita bicarakan di rumah. Yang penting kamu ikut saja ke rumah utama Orion."
Dibalas anggukan dari Barco Atalariksa.
Setelah berada di dalam mobil Bimolie Wijaya melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman Tuan Filma Orion. Diikuti dengan mobil yang ditumpangi oleh Barco Atalariksa.
Ia pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah Utara keluarga Orion. Markus ikut di dalamnya Ia pun mengikuti mobil milik Barco Atalariksa menuju rumah utama keluarga Orion.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, mereka tiba di rumah utama terlihat asisten rumah tangga yang melihat kehadiran Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah langsung mengembangkan senyumnya.
"Tuan....
"Nyonya.... sapa asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Orion.
"Oh ia tolong ambil barang yang ada di Bagasi." ucap Nyonya Hidayah kepada asisten rumah tangganya sambil langsung berlalu masuk ke rumah.
__ADS_1
Markus menatap rumah berlantai dua itu dengan intens. Terlihat ruang itu terasa nyaman dan asri. Suasana rumah yang diimpikan oleh seorang Markus yang selama ini tidak pernah di dapatkannya semasa hidupnya.
"Masuk nak!" Mengapa bengong di situ? Tuan Filma Orion memanggil Markus agar segera masuk ke dalam rumah dan juga Barco Atalariksa. Setelah duduk santai di ruang tamu asisten rumah tangga membawa minuman dan makanan ringan yang biasa disuguhkan kepada tamu ketika kamu keluarga orang berada di rumah.
"Dari mana saja kamu selama ini mengapa baru ini kamu menemui kami nak?
"Maafkan Markus karena baru ini saya mengetahui keberadaan om Karna selama ini Mami tidak pernah memberitahu kepada Markus Kalau Om berada di Indonesia." ucap Markus
"Bagaimana kabar Sasa Aliana apa dia baik-baik saja?
"Mom baik-baik saja.
"Apa Aliana mengetahui kamu datang ke Indonesia?
Markus menggelengkan kepalanya itu tandanya kalau seseorang tidak mengetahui Markus datang ke Indonesia. Tuan Filma Orion tidak mengetahui kalau selama ini Markus berada di Indonesia. Markus juga tidak termasuk memberi tahu keberadaannya selama ini.
Yang mengetahui bisnis yang dikelola Markus hanyalah Bimolie Wijaya. bimoli Wijaya memilih diam tidak memberitahu bisnis yang telah Markus selama ini."
"Ada apa Om Mengapa Om meminta saya ikut ke rumah utama ini? Barco Atalariksa bertanya kepada Tuan Filma Orion. Tuan Filma Orion tidak langsung menjawab pertanyaan Barco Atalariksa.
Entah mengapa firasat Tuan Filma Orion mengatakan kalau Markus menemui Tuan Filma Orion saat ini, karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan Markus kepada Tuan Filma Orion. Sehingga Tuan Filma Orion meminta Markus mengikutinya ke ruang kerjanya. Agar setiap orang yang hadir di rumah itu tidak mendengarkan pembicaraan keduanya.
Markus tolong ikut saya. Saya ingin bicara berdua dengan kamu." ucap Tuan Filma Orion sambil beranjak dari tempat duduknya menuju ruang kerjanya.
Markus mengikuti Tuan Filma Orion tanpa banyak bicara. lalu Setelah tiba di ruang kerja, Tuan Filma Orion, Markus dipersilahkan dulu oleh tuan Filma Orion. kemudian, Setelah menatap Markus dengan tatapan penuh tanya, akhirnya Tuan Filma Orion bertanya kepada Markus mengenai masuk dan tujuannya datang ke Indonesia.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏