Suamiku Racun Dunia

Suamiku Racun Dunia
BAB.54 SIAPA SOSOK TROPICAL


__ADS_3

Di tempat lain terlihat Tuan Filma Orion sudah meringis kesakitan akibat siksaan yang dilakukan anak buah Markus. Tuan Filma Orion tampak tak berdaya ketika beberapa anak buah Markus datang menghampirinya ke sebuah pesta rekan bisnis Tuan Filma Orion. Tuan Filma Orion mengira kalau anak buah Markus merupakan Tamu yang turut diundang hadir di pesta itu.


Dari penampilan anak buah Markus terlihat memasuki area pesta. Seperti tamu undangan lainnya. Hal itu membuat Tuan Filma Orion tidak merasa curiga kepada anak buah Markus yang tiba-tiba datang menghampirinya.


"Tolong lepaskan saya, apa salah saya sehingga kalian menyiksa saya seperti ini? mohon Tuan Filma Orion kepada salah satu anak Buah Markus yang selalu menjaga Tuan Filma Orion, sebelum Markus dan Sunco Anggraini datang ke markas. Sesuai dengan apa yang sudah di perintahkan oleh Markus kepada anak buahnya.


"Lebih baik anda diam, jangan banyak bicara. Karena saya tidak akan peduli apapun yang anda katakan kepada saya. Nasib Anda berada di tangan bos dan wanitanya." ucap anak buah Hemart Markus kepada Tuan Filma Orion.


Tuan Filma Orion merasa bingung sekaligus meringis kesakitan. Dia sama sekali tidak mengerti mengapa ada seseorang yang ingin menculik dan menyiksanya.


"Apa yang kalian inginkan dariku? katakanlah." ucap Tuan Filma Orion sambil meringis kesakitan meminta Dilepaskan oleh anak buah Hemart Markus.


Sunco Anggraini dan Hemart Markus langsung menuju markas, setelah mendapatkan informasi dari anak buahnya. Kalau Tuan Filma Orion sudah berada di markas.


"Aku sudah tidak sabar melihat wajah lelaki tidak tau diri itu. Aku akan membuat Avena merasakan apa yang aku rasakan dulu." gumam Avena dalam hati.


Prok....prok...prok


suara tepuk tangan Sunco Anggraini menggema di seisi ruang markas geng mafia group Markus. Ketika Sunco Anggraini susah memasuki ruang yang tampak mencekam itu.


Tuan Filma Orion mendongakkan kepalanya,ketika mendengar suara tepuk tangan dari Sunco Anggraini. Tuan Filma Orion mengerikan dirinya ketika melihat sosok sanko Anggraini yang bertepuk tangan datang menghampirinya membuat dirinya bingung Mengapa sanko Anggraini memiliki niat jahat terhadapnya.


"Bagaimana kabarnya papaku yang tampan?" tanya Sunco Anggraini. Membuat Tuan Filma Orion semakin bingung Mengapa Sunco Anggraini memanggilnya dengan panggilan papa.


"Apa maksudmu memanggilku dengan panggilan Papa?" ucap Tuan Filma Orion kepada Sunco Anggraini.


"Ha.....ha...ha, Sepertinya anda sudah melupakan wanita yang ada di masa lalu anda. Ya aku sadar, kamu memang lelaki yang tidak bertanggung jawab sedikitpun. Setelah Apa yang kamu lakukan kepada ibuku." ucap Sunco Anggraini sembari memberikan tamparan yang cukup keras di wajah Tuan Filma Orion.


Hal itu membuat Tuan Filma orion semakin meringis kesakitan mendapatkan tamparan yang cukup hebat diwajahnya dari Sunco Anggraini.


Sementara Markus hanya diam dan melihat interaksi keduanya dengan, melipat tangan di dada.Ia ingin melihat Sunco Anggraini berbuat apa kepada Tuan Filma Orion.


Sunco Anggraini mengingatkan Tuan Filma Orion dengan seorang wanita yang ada di masa lalunya. "Kamu masih ingat dengan wanita ini." ucap Sunco Anggraini sambil memperlihatkan sebuah Foto berdua nyonya Rose brand dengan Tuan Filma Orion ketika Tuan Filma Orion dan nyonya Rose brand masih muda.


"Rose brand!" pekik Tuan Filma Orion merasa bingung.

__ADS_1


"Apa hubungan kamu dengan Rose brand?"


"Ha.....ha....ha" Tawa Sunco Anggraini.


"Katakan mengapa kamu melakukan ini kepada saya. Apa salah saya sama kamu?" tanya Tuan Filma Orion yang sama sekali belum mengetahui motif Sunco Anggraini menyekap dan menyiksanya.


"Ini belum sebanding dengan apa yang sudah kamu lakukan dimasa lalu Terhadap ibu ku dan terhadap ibu dimasa lalu. Dasar lelaki tidak tau diri. Tidak bertanggungjawab apa yang kamu lakukan terhadap ibuku." kata Sunco Anggraini.


"Apa maksudmu?


"Kesalahan apa yang saya lakukan terhadap Rose brand?


"Bukankah dia sendiri yang meninggalkanku dan memilih untuk pergi dengan lelaki lain?


"Jangan pernah kamu menyalahkan aku meninggalkan Rose brand. Karena dia sendiri yang meninggalkanku aku terlebih dahulu."


"Jangan banyak bicara. Setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadap ibuku, justru kamu memutar balikkan fakta. Kamu meninggalkan ibu ku saat berada di dalam kandungan. Dan itu pasti sudah kamu ketahui. Untuk lari dari tanggungjawab. Anda meninggalkan ibu saya, begitu saja tanpa kabar.


"Kamu telah menghancurkan kehidupan kami." ucap Sunco Anggraini sambil menekan puntung rokoknya, tepat di telapak tangan Tuan Filma Orion membuat Tuan Filma Orion menjerit kesakitan.


Sudah berapa kali, saya katakan Saya tidak pernah mengetahui keberadaan kamu. Dan yang saya tau kalau Rose brand sudah bersama Tropical. Sebelum aku memutuskan hubungan dengan Rose brand." ucap Tuan Filma Orion kepada Sunco Anggraini dengan nada suara yang terdengar melemah.


Sunco Anggraini terdiam. Karena Sunco sama sekali tidak mengetahui, lelaki yang bernama Tropical.


"Kalau kamu tidak percaya, tanya kepada Rose brand siapa itu Tropical." ucap Tuan Filma Orion. Dan Tuan Filma Orion langsung tidak sadarkan diri.


"Sepertinya dia sudah tidak bisa diajak kompromi apa perlu dia di Eksekusi ? pekik Hemart Markus kepada Sunco Anggraini.


"Tunggu, saya masih penasaran sayang. Siapa Tropical yang dimaksud Tua Bangka ini." ucap Sunco.


Lebih baik kita pergi dari sini. Biarin anak buah Ku yang mengurusnya." pekik Hemart Markus sambil menarik tangan Sunco Anggraini untuk meninggalkan ruangan itu.


****


Avena Aditama terus menangis sesunggukan, setelah Bimolie mendapatkan sambungan telepon seluler dari Sunco Anggraini.

__ADS_1


"Kamu tenang saja Sayang, mas akan melakukan apapun untuk menyelamatkan papa." ucap Bimolie berniat untuk menenangkan Avena.


"Tapi mas, kita tidak tau kondisi papa saat ini. Apalagi Sunco Anggraini manusia nekat. Ucap Avena Aditama sambil terus menangis.


Bimolie Wijaya meraih ponselnya di saku celananya. Berniat untuk menghubungi nomor ponsel milik Sunco Anggraini.


Tut....


Tut.....


Tut.....


Sunco Anggraini yang mendengar suara deringan ponselnya, meraih ponselnya yang ada di tas sandang miliknya.


Sunco Anggraini mengembangkan senyumnya, ketika melihat nomor ponsel Bimolie Wijaya yang memanggil dirinya.


"Lelaki bodoh." gumam Sunco dalam hati, Sambil menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Ada apa?


"Lepaskan Papa saya!


"Papa kamu yang mana?


"Jangan pura pura tidak tau Sunco,Jangan sampai aib Mu aku bongkar semua kepada Tubang kamu itu. Jangan kamu kira saya tidak tau bisnis apa yang lakukan baking mu itu." pekik Bimolie.


"Maksud Mu apa?


"Saya tidak tau maksudmu apa!" ucap Sunco Anggraini pura pura tidak mengetahui maksud Bimolie.


Padahal Bimolie, sudah mengetahui siapa Hemart Markus. Badar besar judi online dan bandar Narkoba bertaraf internasional. Bimolie, tau betul siapa Markus, Karna Bimolie salah satu pengguna judi online dan pernah di tawari seseorang untuk bergabung dengan geng mafia group Markus.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2