Suamiku Racun Dunia

Suamiku Racun Dunia
BAB 48. PERMOHONAN MAAF


__ADS_3

Bimolie sepertinya sudah mulai menyadari segala kesalahannya terhadap Istri dan anaknya. Sehingga dia sendiri yang ingin menjalani hukuman atas kesalahan yang Bimolie lakukan sendiri.


Ia tidak ingin kalau Avena Aditama harus memohon kepada Tuan Fortune Wijaya , untuk membebaskannya dari balik jeruji besi.


"Sudah lah mas, biarkan Avena meminta kepada Papa dan Mama agar mereka mencabut laporannya. Karena bagaimanapun dan apapun kesalahan Mas, Mas tetap ayah kandung dari Putraku baby Alvaro.


Tetapi mas sendirilah yang berpikir, Apakah perbuatan Mas selama ini salah di mata Allah atau tidak?" sejujurnya Avena sudah tidak peduli lagi akan apa yang Mas lakukan. Avena tidak ingin jikalau Putraku sudah besar nanti, ia tidak akan dipanggil temannya, seorang anak mantan narapidana. Yang dapat membuat mental Putraku menjadi down Nantinya.


Persetan dengan namanya cinta. Karena bagi seorang Avena Aditama, sudah tidak mempercayai Apa itu cinta. lebih baik Mas intropeksi diri dan berbenahlah, supaya lebih baik. Karena hidup ini hanya kesempatan. untuk menjadi lebih baik kepada orang-orang. Jika mas tidak dapat berperilakuan baik kepada setiap orang, setidaknya kepada para keluarga.


Berusahalah untuk merubah sikap dan tingkah laku supaya lebih baik. Agar di hormati setiap orang." ucap Avena Aditama kepada bimoli Wijaya. Kemudian Avena Aditama memberikan makanan yang sudah ia bawa sebelumnya.


Berharap Bimolie Wijaya dapat memakannya dengan lahap.


"Ini Mas, dimakan makanannya. Hanya ini yang dapat Avena bawa untuk Mas." ucap Avena Aditama kepada Bimolie sambil memberikan makanan yang ia bawa sebelumnya.


Bimolie menatap Avena Aditama dengan tatapan penuh arti.


"Ayo dimakan mas, mudah mudahan mas Suka dengan masakan Avena.


"Mas selalu suka dengan masakan kamu sayang." ucap Bimolie sambil langsung melahap makanan yang sudah dibawa Avena Aditama sebelumnya.


Karena selama berada di penjara Bimolie sama sekali tidak teratur makan. Apalagi makanan yang disungguhkan di dalam penjara makanan yang tidak layak ia konsumsi. Setelah makanan yang sudah dibawa Avena sebelumnya sudah habis dilahap bimoli, Avena Aditama mengembangkan senyumnya melihat ke arah suaminya yang telah lahap memakan masakannya sendiri.


"Masakan Mu memang sangat enak sayang pas di lidah mas. Sudah lama mas tidak mencicipi masakan kamu."ucap Bimolie kepada Avena Aditama.

__ADS_1


"Syukurlah kalau Mas suka dengan masakan Avena. Avena pikir Mas sudah tidak suka masakan yang dimasak oleh seorang Avena." ucap Avena sambil tersenyum jahil.


Tiba-tiba petugas kepolisian datang menghampiri Avena Aditama dengan Bimolie Wijaya .


"Maaf Bu, jam besuk telah habis, silahkan ibu kembali esok hari."ucap petugas kepolisian kepada Avena Aditama. Itu pertanda Kalau waktu yang diberikan oleh pihak kepolisian mengunjungi Bimolie telah habis.


Avena mengangguk paham. Sejujurnya Avena tidak tega membiarkan Bimolie Wijaya berada di balik jeruji besi. Tetapi ia juga tidak dapat berbuat apa-apa, selain ia harus berhasil membujuk Tuan Fortune Wijaya dan nyonya Happy soya, agar Tuan Fortune jaya dan nyonya Happy soya mencabut laporannya untuk membebaskan Bimolie Wijaya.


"Kami pamit dulu mas, jaga diri baik-baik di sini. Dan jangan lupa meminta pertolongan kepada Allah agar Mas selalu diberikan kesehatan. Mudah-mudahan setelah mas menjalani hukuman ini, Mas dapat berubah supaya lebih baik." ucap Avena Aditama sambil beranjak dari tempat duduknya.


Bimolie meraih tangan Avena Aditama. Membuat Avena Aditama bingung dengan sikap Bimolie saat ini.


"Bolehkah Mas memelukmu? Mas sangat merindukanmu." ucap Bimolie kepada Avena Aditama. Avena Aditama terdiam. Karena bagaimanapun Avena Aditama masih sah menjadi istri Bimolie Wijaya.


"Maafkan papa sayang!" ucap Bimolie kepada baby Alvaro.


"Jaga anak kita sayang, Jangan sampai seseorang menyakiti Putra kita."ujar Bimolie kepada Avena Aditama sambil memberikan kecupan hangat di kening Avena.


Sesungguhnya hati Avena sedikit menghangat ketika Bimolie berbicara lembut kepadanya. Ia pun berusaha mengembangkan senyumnya meninggalkan Bimolie di ruang tahanan.


"Hati-hati sayang." ucap Bimolie sambil melambaikan tangannya. Avena Aditama meninggalkan kantor polisi dengan berlinang air mata.


"Ya Allah!" istri macam apa aku ini? yang tega membiarkan suaminya mendekam di ruang tahanan."Ratap Avena Aditama setelah berlalu dari kantor polisi. Ia pun meninggalkan Kantor polisi itu dengan mengendarai mobil miliknya. terlihat baby Alvaro sudah tertidur pulas membuat dirinya harus terlebih dahulu menidurkan baby Alvaro di bangku kemudi. Agar baby Alvaro terasa nyaman. Seperti biasanya ia lakukan ketika mereka bepergian ke mana-mana.


Di tempat lain tampak Sunco Anggraini merasa bahagia. Karena dirinya mendapatkan bayaran yang cukup besar dari sang Big boss mafia yang telah Ia layani hari itu. Markus yang merupakan bos mafia judi online dan bandar narkoba bertaraf internasional itu benar-benar merasakan pelayanan yang eksklusif dari Sunco Anggraini.

__ADS_1


Karena baru Sunco Anggraini yang dapat menaklukkan sang Big boss itu. Hal itu dimanfaatkan oleh Sunco Anggraini untuk meminta sesuatu kepada Markus. Karena tujuan Sunco Anggraini bergabung dengan geng mafia itu hanya untuk dapat membalaskan dendamnya kepada keluarga Avena Aditama. Apalagi terhadap Tuan Filma Orion. Ia ingin sekali melenyapkan lelaki yang sudah menyakiti hati nyonya Rose brand yang merupakan ibu kandung Sunco Anggraini.


"Sayang bolehkah seorang Sunco Anggraini meminta sesuatu kepadamu? tanya Sunco Anggraini dengan memelas manja kepada Markus sang Big bos.


"Kamu mau minta apa? apa uang yang saya berikan itu masih kurang untukmu?" tanya Markus penuh selidik.


"Tidak sayang."


"Terus apa yang ingin kamu minta dari saya?" langsung beritahu saja tidak perlu berteka-teki." ucap Markus sambil menatap Sunco Anggraini dengan tatapan penuh


tanya. Sunco terdiam sejenak dan tak menjawab pertanyaan Markus. Karna Sunco masih ragu, kalau Markus akan bersedia membantunya untuk membalaskan dendam ya Kepada Avena Aditama dengan Tuan Filma Orion.


"Kenapa diam Apa yang ingin kamu minta dariku? jika aku bisa memberikannya pasti akan aku berikan. Karena kamu sudah mampu melayani segala permintaanku selama ini. Sebagai bonus, kamu dapat merequest permintaanmu dari Ku." ucap Markus kepada Sunco Anggraini.


Membuat Sunco Anggraini langsung senyum sumringah dan memeluk Markus.


"Terima kasih sayang," kamu benar-benar pria idamanku. Tidak sia-sia selama ini aku mengagumimu, ternyata kamu benar-benar membuatku terpesona dan merasa bahagia selama ikut bersama kamu." ucap Avena Aditama sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan Markus.


Bersambung.....


hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓


yuk mampir ke karya baru emak


__ADS_1


__ADS_2