
Bimolie Wijaya sama sekali tidak menjawab. Ia memilih langsung meraih putranya dari gendongan Avena Aditama dan membawanya masuk ke kamar berniat untuk membaringkan putranya di dalam box bayi yang selama ini menemani tidur baby Alvaro. Berharap baby Alvaro dapat tidur lebih leluasa.
Dua Minggu kemudian, Tuan Filma Orion sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, setelah menjalani perawatan yang intensif. Nyonya Hidayah merasa Bersyukur ketika suaminya sudah dinyatakan dokter bisa pulang hari itu.
"Akhirnya aku masih bisa berkumpul kembali dengan kalian." ucap Tuan Filma Orion kepada nyonya Hidayah dan juga Avena Aditama yang sengaja datang bersama Bimolie Wijaya dengan putranya baby Alvaro untuk menjemput tuan Filma Orion.
Bimolie berlalu dari ruang rawat inap Tuan Filma Orion berniat menuju rumah administrasi. Untuk menyelesaikan biaya pengobatan Tuan Filma Orion selama berada di rumah sakit.
Tetapi ketika Bimolie tiba di ruang administrasi, ia terhenyak kalau bagian administrasi rumah sakit itu memberitahu kepada Bimolie, kalau biaya pengobatan Tuan Filma Orion sudah dibayar dan sudah lunas.
Hal itu membuat Bimolie merasa heran dengan pernyataan pihak rumah sakit.
"Maaf mbak, tapi siapa yang bayar? kami sama sekali belum ada melakukan pembayaran." ucap Bimolie
"Saya kurang tau pak, tapi yang pasti biaya pengobatan Tuan Filma Orion sudah lunas." ucap wanita yang terlihat masih muda dan cantik itu.
Bimolie memilih meninggalkan bagian Administrasi itu dan langsung menuju ruang rawat inap Tuan Filma Orion.
"Maaf pa, ma!" apa mama dan papa sudah melakukan pembayaran di rumah sakit ini? tanya Bimolie Wijaya kepada Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah.
"Tidak!" kami belum melakukan pembayaran sama sekali. Tapi pihak rumah sakit mengatakan kalau saat ini biaya rumah sakit papa sudah lunas. Ada seseorang yang membayar biaya pengobatan papa.
Tetapi pihak rumah sakit, tidak bersedia memberitahu siapa yang melakukan pembayaran biaya pengobatan Papa." ucap Bimolie Wijaya kepada Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah.
__ADS_1
Membuat Avena Aditama juga merasa heran, mengapa biaya rumah sakit ayahnya sudah ada yang membayar. Ia juga bingung apa yang terjadi kepada Tuan Filma Orion padahal yang ia tahu selama ini Tuan Filma Orion tidak memiliki musuh sama sekali.
Entahlah yang ke Ting sekarang papa sudah sembuh dan dapat berkumpul kembali dengan Kita. lebih baik kita sekarang berkemas. sepertinya pala juga sudah merasa bosan di rumah sakit ini. Bimolie bersiap kembali kerumah bersama kedua ibu dan ayah mertuanya yang selama ini memberikan pandangan hidup kepada Bimolie dan juga Avena.
Setelah memastikan barang bawaan sudah berada di dalam mobil, Tuan Filma Orion, nyonya Hidayah dan juga Avena Aditama dan putranya baby Alvaro berlalu dari rumah sakit.
****
Dimana Markus mengapa sampai sekarang dia tidak mengunjungi Ku sama sekali? Apa di sudah merasa bosan kepada ku? Sunco Anggraini bermonolog sendiri karma susah tiga Minggu lamanya, ia tidak melihat sosok Markus di Apartemen mewah yang selama ini ia tempati bersama Markus.
Sunco Anggraini meraih ponselnya berniat untuk menghubungi Markus. Tetapi ketika Sunco Anggraini menghubungi Markus, justru nomor ponsel Markus tidak bisa dihubungi. sudah berpuluh-puluh pesan dikirimkan Sunco Anggraini tetapi tak kunjung mendapat jawaban.
"Mengapa Markus tiba-tiba menghilang dan tidak memberitahu kepadaku ke mana ia pergi? Aku sangat merindukanmu sayang." apa yang terjadi sehingga kamu meninggalkanku begitu saja tanpa meninggalkan pesan? Sunco Anggraini bermonolog sendiri sambil menatap potret milik Markus yang ada di layar ponselnya.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran Royco Andalas di sana.
"Tidak!" mengapa kamu datang kemari Apa kamu mendapat perintah dari Markus?
"Apa kamu mengetahui Markus di mana?
"Maaf Nona tidak wewenang saya memberitahu Di mana keberadaan Tuan Markus saat ini. Karena saya juga tidak mengetahui kemana tuan Markus pergi. Saya hanya ingin menjalankan tugas dan tanggung jawab saya sebagai pengawal di apartemen ini. Royco Andalas langsung berlalu ketika dirinya sudah mengatakan maksud dan tujuannya bertanya hal demikian kepada Sunco Anggraini
Ada raut kekecewaan di wajah Sunco Anggraini, ketika Sunco Anggraini tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Royco Andalas. Salah satu pengawal yang bertugas menjaga apartemen milik Markus yang saat ini ditempati oleh Sunco Anggraini.
__ADS_1
Di tempat lain, terlihat Markus melihat di layar ponselnya yang sambungan telepon selulernya tersambung ke CCTV yang ada di apartemen milik Markus. Ia mengembangkan senyumnya menatap kegelisahan di wajah Sunco Anggraini. Karena Markus tak kunjung mengunjungi Sunco Anggraini saat ini
Markus memilih lebih lama tinggal di Singapura untuk melancarkan bisnis miliknya yang selama ini ia geluti. Apalagi di negara ini sedang ada pengrebekan untuk pemberantasan judi online.
Hal itu yang ditakutkan oleh Markus dan memilih mengalihkan usahanya di Singapura dan juga Kamboja. Ia ingin memindahkan dan mengamankan aset miliknya dan juga para petugas yang menjalankan melancarkan usaha judi onlinenya, di alihkan ke Singapore dan juga Kamboja. Negara yang melegalkan judi online.
Sunco Anggraini sama sekali tidak mengetahui, kalau Markus sudah lambat laun memindahkan aset miliknya ke Kamboja dan juga Singapura. Markus memilih menghentikan usaha judi online-nya yang ada di negara ini.Dan memilih menjalankan usaha judi onlinenya berpusat di Kamboja dan memiliki cabang di Singapura.
"Aku tidak ingin diburu oleh baju yang berwarna coklat." gumam Markus dalam hati sambil memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengalihkan segala aset miliknya ke negara yang sudah Mereka rencanakan sebelumnya.
Markus sudah mencium kalau markas miliknya akan digeledah. Mengingat saat ini penggeledahan judi online sedang marak di negara ini. Hal itulah yang membuat Markus memulangkan atau mengalihkan beberapa karyawan yang bertugas menjalankan usaha judi online nya.
Aku tidak akan membiarkan Sunco Anggraini hidup dengan tenang setelah Apa yang dilakukannya kepada adik dari ayah kandungku sendiri. Dia belum mengetahui siapa sebenarnya lawannya saat ini.
Jangan kamu pikir aku tidak mengetahui rencanamu sunco Anggraini." Markus bermonolog sendiri sambil Menatap layar ponselnya yang ia tatap adalah keberadaan Sunco Anggraini saat berada di apartemen miliknya yang ada di kota Jakarta.
"Tuan kantor baru kita sudah selesai direnovasi.Sepertinya Para petugas sudah bisa mulai beroperasi di sini." pekik salah satu asisten Markus yang merupakan salah satu kepercayaannya saat ini..
Markus akhirnya merasa lega karena terlepas dari penggeledahan dan kejaran pihak kepolisian yang berada di negara ini. Tetapi bagaimana kondisi Om Filma Orion saat ini ya Apa dia sudah baik-baik saja.
Pertanyaan timbul hati Markus saat ini. karena semenjak Tuan Filma Orion berada di rumah sakit, Markus sama sekali tidak mengetahui kabar beritanya. yang Ia lakukan membayar segala biaya pengobatan Tuan Firma Orion selama berada di rumah sakit.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏