
"Begini tuan," Kami khawatir kalau dibiarkan begini terus Filma Orion tidak akan bertahan.
Karena sepertinya kondisinya sudah sangat lemah. Apa yang harus kami lakukan Tuan? beri perintah sama kami." ucap anak buah Markus kepada Markus.
"Apa dia belum sadar?
"Belum Tuan!" tetapi sepertinya dari hidung Filma Orion terlihat keluar darah segar. Kami khawatir dia akan mati di sini." ucap anak buah Markus.
"Panggil dokter jangan sampai lelaki itu mati di situ. Berikan pengobatan, Tetapi tetap diobati di lokasi itu." perintah Markus lalu langsung mematikan sambungan telepon selulernya.
Kemudian Markus kembali menghampiri Sunco Anggraini yang masih setia menari di sana. Ia sama sekali tidak menghentikan tariannya sebelum Markus memintanya untuk berhenti.
Terlihat Sunco Anggraini sudah kelelahan hingga markusnya meminta Sunco Anggraini Untuk menghentikan tariannya.
"Sudah mandi saja kamu ke sana. Sudah bau keringat kamu." ucap Markus dengan nada Ketus.
Markus langsung berlalu dari ruangan itu tanpa peduli dengan Sunco Anggraini. Ia pun menuju tempat Tuan Filma Orion berada saat ini.
Ketika Markus sudah tiba di markas, Terlihat kondisi Tuan Filma Orion belum juga sadarkan diri. Ia menatap Filma Orion dengan seksama. Markus merasa kalau wajah Tuan Filma Orion tidak asing baginya.
Ketika Markus menghampiri Tuna Filma Orion, serasa ada perasaan yang aneh di hati Markus. "Siapa Dia?
"Mengapa Dia seperti tidak asing bagiku." gumam Markus dalam hati, sambil terus memperhatikan wajah dan postur tubuh Tuan Filma Orion
"Kalau belum sadar, Bawa kerumah sakit. Dan jangan pernah pihak rumah sakit, mengetahui kalau kondisi dia seperti ini akibat di aniaya. Katakan saja, kalian menemukannya sudah seperti ini. Dan niat kalian hanya untuk menolong." ucap Markus kepada beberapa anak buahnya.
Kemudian Markus,ingin mencaritahu siapa sosok Tuan Filma Orion sebenarnya. Ia bingung dengan dirinya sendiri yang merasakan sesuatu yang aneh, ketika berdekatan dengan Tuan Filma Orion.
"Aku akan mencari tau, siapa lelaki itu sendiri. Tanpa harus meminta bantuan kepada anak buah Ku." gumam Markus dalam hati, sambil berlalu dari tempat Tuan Filma Orion berada.
__ADS_1
Dari ponsel milik Tuan Filma Orion,Bisma mengetahui tempat tinggal dan asal Tuan Filma Orion. Dan Markus mulai menelusuri siapa sosok Filma Orion, mulai dari tempat tinggalnya saat ini.
****
Bimolie Wijaya langsung memberitahu kabar ayah mertuanya kelas Tuan Fortune Wijaya. Berharap Tuan Fortune Wijaya dapat membantu Bimolie menyelamatkan Tuan Filma Orion. Ketika Tuan Fortune Wijaya mengetahui kalau sang besan sedang salam bahaya. Dan nyawanya sedang di ujung tanduk, Tuan Fortune Wijaya langsung menghubungi pihak kepolisian.
Pihak kepolisian langsung melakukan pencarian terhadap Tuan Filma Orion, ke lokasi yang dicurigai oleh Bimolie. Tetapi ketika pihak kepolisian dan Bimolie sudah tiba di lokasi, Tuan Filma Orion sudah Tidak ada di markas Milik Markus lagi.
Karena Tuan Filma Orion sudah di pindahkan kerumah sakit , yang lokasinya lumayan jauh dari lokasi markas Markus.
"Sepertinya tidak ada siapa siapa disini? ucap salah satu personil kepolisian kepada Bimolie, yang sudah berhasil masuk ke ruangan itu.
Tetapi Pihak Kepolisian menemukan dan melihat darah segar yang menetes dilantai. Itu berarti kalau si ruangan itu, baru ada aktivitas dan sepertinya, anak buah Markus sudah mengetahui kalau mereka dalam pengejaran polisi.
"Sial...." sepertinya mereka mengetahui kalau kita sudah mengetahui tempat papa di sekap." ucap Bimolie sambil terus mencari keberadaan Tuan Filma Orion. Di setiap sudut ruangan tetapi Bimolie tak kunjung menemukan sosok Tuan Filma Orion.
****
Hal itu membuat seorang Big bos mafia itu, sontak terkejut dan seolah tidak percaya kan kenyataan yang ada. Ia langsung menghubungi anak buahnya, agar langsung memberikan perawatan yang intensif kepada Tuan Filma Orion.
Bahkan Markus juga meminta kepada Anak buahnya, agar menempatkan Tuan Filma Orion diruang VVIP yang ada dirumah sakit itu. Hal itu membuat anak buah Markus merasa heran mendengar perintah dari sang big bos.
"Ya ampun, gara gara wanita itu aku harus menyakiti om ku sendiri." gumam Hemart Markus dalam hati. Ia begitu menyesali apa yang sudah ia lakukan terhadap Tuan Filma.
"Awas kamu Sunco Anggraini. Kamu sudah membuatku menyakiti om ku sendiri. Aku akan memberikan pelajaran kepada Mu." pekik Hemart Markus sambil menghempaskan barang barang yang ada di sekitar Markus berada.
"Sayang....kamu dimana kok kamu ninggalin aku sendirian Disini." pesan Whatsapp Sunco Anggraini masuk ke nomor ponsel milik Markus.
Markus yang membaca isi pesan whatsapp itu, mengabaikannya. Ia justru meminta anak buahnya untuk memberikan pelajaran kepada Sunco Anggraini. karena Markus tidak ingin melihat sosok Sunco Anggraini di hadapannya kali ini.
__ADS_1
Markus takut lepas kembali dan menghabisi Sunco Anggraini. Dan itu dapat berakibat fatal untuk bisnis yang ia kelola saat ini. Bisnis judi online dan bandar narkoba yang dilakukan oleh Markus beberapa tahun belakangan ini membuat harta kekayaan Markus begitu melimpah.
Sehingga Markus dapat melakukan apa saja yang ia inginkan. Termasuk dengan wanita pemuas birahinya. Apalagi ketika Markus mengetahui kalau avena Aditama merupakan adik sepupu markus sendiri. Yang selama ini disakiti oleh Sunco Anggraini. Membuat emosi Markus semakin meluap terhadap Sunco Anggraini.
****
Mas dimana papa?
dan bagaimana keadaan papa? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Avena Aditama ketika melihat Bimolie sudah kembali kerumah.
"Mas belum berhasil menemukan papa sayang, sepertinya mereka mengetahui kami akan datang ketempat itu, sehingga papa mereka pindahkan entah kemana. " Ucap Bimolie merasa bersalah kepada isterinya yang tak kunjung bertemu dengan Tuan Filma Orion.
Padahal Bimolie sudah berjanji kepada Avena Aditama,kalau dirinya akan segera menemukan Tuan Filma Orion. Avena menangis sesunggukan membuat Bimolie semakin merasa bersalah kepada Avena. Bimolie meraih Tubuh Avena kepelukannya. Berniat menenangkan Avena Aditama.
"Apa yang harus kita lakukan mas?" tanya Avena Aditama.
"Kamu Tenang saja Sayang, lebih baik kita berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah agar kita segera menemukan papa." ujar memori kepada Avena Aditama.
Tiba-tiba suara ponsel pemilik Avena Aditama berdering. hp-nya Aditama melihat layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya tidak ada list kontak yang ada di layar ponselnya.
Tetapi Avena Aditama langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Berharap yang menghubungi dirinya memberikan kabar baik untuknya.
"Hello, selamat malam!" sapa Avena dengan suara paraunya.
"Kamu ingin bertemu dengan Tuan Filma Orion datang saja kerumah sakit Pelita Husada di ruang VVIP ." ucap seseorang yang menghubungi nomor ponsel Avena Aditama.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏