
"Mas bagaimanapun Avena masih sah istri mas belum ada kata-kata cerai dari mas. melayani suami itu sudah menjadi kewajiban seorang istri." ucap Avan Aditama sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya.
Mendapat kecupan dari istrinya, Bimolie Wijaya merasa sangat bahagia. Ia merasa kalau Avena Aditama memberikan lampu hijau, kepadanya. Sungguh moments yang sangat dirindukan Bimolie Wijaya dari istrinya.
Mendapat kecupan hangat dari istrinya. membuat Bimolie langsung membalas kecupan Avena Aditama. ia mulai memberanikan diri mengecup bibir manis Avena Aditama. Terlihat Avena Aditama sudah mulai membalas kecupan dari suaminya.
Pagi itu terlihat Bimolie Wijaya begitu bahagia mendapat balasan kecupan dari istrinya. hingga Bimolie mulai melancarkan aksinya. Perlahan kecupan itu semakin mendalam hingga lidah mereka saling bertautan di sana.
Avena Aditama juga tidak munafik. Ia memerlukan belaian dari suaminya. Setelah dua bulan lebih lamanya, Avena Aditama sama sekali mendapat belaian dari Bimolie Wijaya suaminya sendiri. Perlahan kecupan itu turun ke leher jenjang Avena Aditama hingga Avena Aditama tidak dapat menahan de$@hannya.
Mendengar suara de$@han dari istrinya, Bimolie semakin melancarkan aksinya. Tangannya sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Avena Aditama. Hingga Avena Aditama merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
Mendengar de$@han demi de$@han dari istrinya. Kini Bimolie Wijaya langsung membuka pengait pengaman milik Avena Aditama, hingga gunung kembar milik Avena Aditama terlihat jelas oleh Bimolie Wijaya. Setelah lingray yang dikenakan Avena Aditama sudah tidak melekat di tubuhnya.
Avena Aditama tidak ingin ketinggalan dari suaminya. Hingga Ia pun mulai memberanikan diri memainkan adik kecil milik Bimolie Wijaya. Hingga Bimolie pun langsung menanggalkan seluruh pakaian yang ada melekat di tubuhnya.
Hingga roti sobek milik Bimolie Wijaya terlihat jelas di mata Avena Aditama. Hingga Avena Aditama menikmati indahnya ciptaan Tuhan.
"Sayang," Sudah lama kita tidak melakukan ini aku sangat menginginkanmu." bisik Bimolie Wijaya tepat di telinga Avena Aditama.
Avena Aditama mengembangkan senyumnya sembari memainkan adik kecil milik Bimolie Wijaya hingga Bimolie Wijaya, tidak dapat menahannya de$@hannya.
"Auh......sayang , lagi dong." bisik Bimolie agar Avena Aditama mempercepat gerakan tangannya, memainkan adik kecil Bimolie
Karena gerakan demi gerakan yang dilakukan Avena Aditama mampu menghipnotis lelaki yang sudah lama ia rindukan.
"Auh ....sayang.....lagi ah....lagi pleasesss." dd$@h Bimolie membuat Avena semakin melancarkan aksinya
__ADS_1
Bimolie Wijaya memberikan kecupan hangat dan tanda merah di bagian gunung kembar milik Avena Aditama pertanda kepemilikannya. Sejujurnya Avena Aditama sangat merindukan situasi situasi seperti ini.
Tetapi penghianatan yang dilakukan Bimolie kepadanya, sehingga Avena enggan bersentuhan dengan Bimolie Wijaya selama ini. Hingga dirinya memilih untuk menghindar dari Bimolie dan memilih pergi ke Bali untuk mengelola bisnis kuliner miliknya sendiri.
Merasa sudah tidak tahan lagi akan gerakan demi gerakan yang dilakukan Avena Aditama, kini Bimolie langsung balikkan tubuh Avena Aditama. Hingga Ia pun memimpin permainan saat ini.
Ia sama sekali tidak memberikan jeda kepada Avena Aditama. Hingga Ia membuat Avena benar-benar puas akan permainan mereka kali ini. Begitu juga dengan Avena Aditama ia tidak ingin kalah dari suaminya.
Karena bagaimanapun ia tidak ingin mengecewakan suaminya. Apalagi setelah dua bulan lamanya mereka sama sekali tidak bersentuhan. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bimolie Wijaya. Memadu kasih dengan istrinya benar-benar begitu nikmat rasanya. Rasanya tidak ada beban sama sekali.
Ia menikmati permainan itu tanpa ada merasa ada yang tersakiti. Bimolie Wijaya sudah mulai memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai yang terdalam milik Avena Aditama. Tentunya Bimolie melakukan itu semua setelah mendapat izin dari istrinya.
Bimolie Wijaya kini sudah mencapai puncaknya. Begitu juga dengan Avena Aditama. Hingga permainan itu benar benar menguras tenaga kedua insan itu yang sedang memadu kasih.
"Terima kasih sayang, atas semuanya. Mas sangat mencintaimu." ucap Bimolie Wijaya sambil langsung memberikan kecupan hangat di kening dan di bibir manis Avena Aditama. Avena Aditama mengganggukan kepalanya. "Aku juga mencintaimu mas tetapi Tolong jangan khianati aku lagi mas." ucap Avena Aditama penuh harap.
Bimoli Wijaya langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya. Sejujurnya Bimolie saat ini sudah sangat merasa bersalah. Setelah apa yang ia lakukan kepada Avena Aditama. Ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk membahagiakan Avena Aditama dan juga putranya baby Alvaro.
Kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu, belum sarapan pagi hingga asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Nyonya Hidayah dan Tuan Filma Orion mengetuk pintu kamar Avena Aditama.
Tok.....
Tok......
Tok..... suara ketukan pintu dari luar terdengar jelas di telinga Avena Aditama setelah dirinya menyelesaikan ritual mandinya.
"Bimolie berlalu ingin membuka pintu kamar itu. Tetapi Avena Aditama menahan Bimolie agar membiarkan Avena sendiri yang membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
Bimolie nurut saja, sehingga ia pun mengurungkan niatnya membuka pintu dan kembali menghampiri putranya baby Alvaro. Setelah dirinya terlihat rapi menggunakan baju yang sudah disediakan Avena Aditama sebelumnya.
"Ada apa Bi? tanya Avena Aditama yang melihat asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Filma Orion, mengetuk pintu kamarnya.
"Maaf ini sudah pukul 10.00 pagi,Tetapi non belum keluar sama sekali untuk sarapan." ucap asisten rumah tangga itu kepada Avena Aditama.
"Ya Bi!" Tenang saja. Sebentar lagi kami turun kok." ucap Avena sambil mengembangkan senyumnya. Kemudian Bimolie pun menghampiri Avena Aditama yang sedang berbicara kepada asisten rumah tangga, yang bekerja di sana membuat asisten rumah tangga itu pun langsung tertunduk melihat kehadiran bimoli di sana.
Karena asisten rumah tangga itu mengetahui, kalau hubungan Avena Aditama dengan Bimolie kurang baik membuat asisten rumah tangga itu bertanya-tanya dalam hati. Mengapa Bimolie berada di kamar majikannya.
"Kenapa Bi? tanya Avena Aditama yang melihat gelagat bi Narti seolah ingin mengetahui masalah rumah tangga Avena Aditama dengan Bimolie Wijaya.
"Maaf non tidak apa-apa, Ayo non silakan sarapan pagi." ujar Bi Narti sambil langsung berlalu meninggalkan Avena Aditama dengan Bimolie di sana.
Bimolie langsung menggendong tubuh putranya turun ke lantai bawah, untuk sarapan pagi.
"Ini gara-gara Mas nih, jadi telat sarapannya." ucap Avena Aditama menyalahkan Bimolie wijaya, mereka pagi itu telat sarapan pagi.
Bimolie Wijaya hanya mengembangkan senyumnya dan memberikan kecupan hangat di wajah tampan putranya. lalu berbisik di telinga Avena Aditama."Bagaimana Tidak sudah dua bulan selamanya kita tidak melakukannya. Jujur Mas sangat bahagia dan puas." ucap Bimolie membuat Avena Aditama langsung memukul lengan suaminya.
Padahal saat itu Bimolie Wijaya sedang menggendong tubuh putranya yang begitu ia sayangi.
"No....no... no mom....mom."Oceh baby Alvaro seolah-olah dirinya tidak terima kalau Avena Aditama memukul lengan Bimolie Wijaya ayah kandung baby Alvaro. Membuat Avena Aditama melongo mendengar suara komplain putranya.
"Lihat tuh sayang!" Putra kita saja tidak terima kalau kamu memukul mas. Apalagi membenci Mas." ucap Bimolie Wijaya sambil terkekeh dan memberikan kecupan di wajah tampan putranya. Ia begitu gemes sepertinya putranya sangat membelanya kali ini.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏