
Membuat Markus berniat untuk memantapkan hatinya untuk menjadikan Barco Atalariksa menjadi pendamping hidupnya. Setelah mengambil air wudhu Barco Atalariksa pun meminjam mukena dan sajadah milik salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mewah itu.
Berniat untuk melakukan shalat magrib. setelah selesai melakukan salat magrib baru Barca Atalariksa kembali menghampiri Markus. Ia pun ingin segera pulang ke rumah karena jam sudah hampir pukul 19.00 Wib
"Barco ingin pulang sekarang soalnya sudah malam. lagian kamu bawa aku kemari, aku sendiri tidak mengetahui ini rumah siapa." ucap Barco Atalariksa kepada Markus yang sedari tadi setia menunggunya memanjat pohon dan sholat Maghrib.
"Tunggu sebentar lagi, ini masih macet." ucap Markus sambil melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Ia seolah tidak ingin Barco Atalariksa pergi meninggalkannya disana.
"Maaf non, air mandi dan baju gantinya sudah siap." ucap salah satu asisten rumah tangga datang menghampiri Barco Atalariksa.
"Apa?
"Air mandi?
"Memangnya siapa yang ingin mandi?
"Sudah mandi dulu!" kan kamu memanjat pohon rambutan tuh. Apalagi semenjak kamu pulang dari restoran belum mandi juga kan?" ucap Markus meminta kepada Barco Atalariksa agar mengikuti sang asisten.
"Jadi kamu ceritanya mau nyindir aku nih. apa kamu kira badan aku bau? walaupun aku belum mandi." ucap Barco Atalariksa kepada Markus sambil menatap Markus dengan tatapan tajam.
"Aku tidak bermaksud mengatakan demikian tetapi aku hanya ingin kamu biar lebih fresh. Setelah kamu memanjat pohon mangga tadi." ucap Markus sambil mengembangkan senyumnya. "Benar juga kata Markus, tidak mungkin aku mandi tengah malam nanti di rumah. Pasti kalau aku pulang ke rumah setidaknya aku sampai jam 10.00 malam." Barco Atalariksa bermonolog sendiri.
__ADS_1
Kemudian Barco Atalariksa pun mengikuti sang asisten rumah tangga untuk segera melakukan ritual mandinya. Tampak asisten rumah tangga membawa Barco Atalariksa ke sebuah kamar yang sangat luas. Terlihat barang dan desain interior yang ada di kamar itu sangat mewah dan elegan.
Tetapi Barco Atalariksa sama sekali tidak mengetahui rumah yang dia pijak malam ini milik siapa. Dengan bertanya-tanya di dalam hati Barco Atalariksa mencoba mencari tahu dengan barang-barang yang ada di sana. Siapa pemilik rumah mewah itu.
Netranya menantu sebuah pigura yang tersimpan di sebuah laci di dekat tempat tidur berukuran King size itu. Membuat Atalariksa menghentikan langkahnya melihat figura itu dengan seksama.
Ia melihat potret beberapa orang yang ada di sana. Terlihat pasangan suami istri dan satu orang anak kecil yang tidak tahu siapa itu potret siapa. Barco Atalariksa kembali meletakkan pigura itu kemudian ia berlalu masuk ke kamar mandi ingin melakukan ritual mandinya.
Ia masuk ke dalam kamar mandi. Barco Atalariksa takjub dengan kemauan dan fasilitas kamar mandi itu layaknya seperti hotel bintang 5. Ini rumah siapa kalau dia tidak Sultan tidak mungkin bisa memiliki rumah seperti ini." Barco atalariksa bertanya-tanya di dalam hati. Misteri yang belum bisa ia pecahkan selama berada di rumah mewah itu.
Kemudian Ia pun melakukan ritual mandinya. setelah selesai melakukan ritual mandinya, Ia pun meninggalkan kamar mandi itu dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Ia melihat baju ganti yang sudah disediakan asisten rumah tangga itu masih terlihat baru. Dan sama sekali belum pernah ada yang memakainya.
Ini kapan dipersiapkan Markus? Apa memang dia sengaja ingin membawaku ke rumah ini?tapi Ini rumah siapa? tidak ada sama sekali petunjuk yang bisa mengetahui rumah mewah itu milik siapa. Barco Atalariksa pun kembali menggunakan pakaian yang sudah disediakan asisten rumah tangga itu.
Entah kapan Markus mempersiapkan itu semua Barco Atalariksa sangat bingung sosok Markus sangat misterius baginya siapa lelaki itu. Bukannya dia keponakan Tuan kalau memang benar dia keponakan tuan Filma Orion. Mengapa dia memiliki rumah mewah seperti ini? pertanyaan itu timbul di hati Barco Atalariksa.
Karena ia sangat mengetahui kalau keadaan ekonomi keluarga Tuan Filma mo Orion dan nyonya Hidayah, tergolong ekonomi menengah. Tidak mungkin seorang Tuan Filma Orion memiliki rumah mewah seperti ia lihat saat ini.
Setelah terlihat rapi, Barco Atalariksa Kembali keluar dari kamar itu, untuk mencari keberadaan Markus. Tetapi ketika Barco Atalariksa keluar dari kamar itu, ia tak tidak melihat sosok Markus di tempat sebelumnya ia tinggalkan.
Membuat Barco Atalariksa khawatir. "Ada apa ini? Apa maksudnya ini semua? aku takut ya Alloh, Dia akan melakukan sesuatu kepadaku." gumam Barco Atalariksa dalam hati. Ia sudah mulai sangat khawatir kalau orang orang yang di sana merupakan suruhan seseorang yang ingin menyakitinya.
__ADS_1
Kamu kenapa bengong di situ? tiba-tiba suara Markus terdengar jelas di telinga Barco Atalariksa. Kemudian membalikan tubuhnya melihat ke arah suara Markus. Kamu dari mana saja? aku kuatir kamu meninggalkanku sendiri di sini." ucap Barco Atalariksa dengan nada gugup.
"Tidak mungkin aku meninggalkan kamu sendirian di sini. Kamu itu permata hatiku dan masa depanku." ucap Markus percaya diri mengatakan kalau Barco Atalariksa merupakan wanita masa depannya hanya mengerutkan keningnya. Mendengar apa yang dikatakan Markus terhadapnya.
Di tempat lain, Avena Aditama juga ingin mencari tahu keberadaan Barco Atalariksa Saat ini. Apalagi setelah Markus membawa Barco Atalariksa dengan paksa masuk ke dalam mobilnya.
" Mas ke mana ya Kak Markus membawa Barco Atalariksa? kok sampai sekarang Barco tidak ada menghubungiku sama sekali? tanya Avena Aditama kepada suaminya Bimolie Wijaya. Ya, Mas juga tidak tahu kemana Kak Markus membawa Barco Atalariksa.
Tapi lebih baik kamu coba langsung hubungi Barco sekarang, Siapa tahu dia angkat." ujar Bimolie Wijaya kepada Avena Aditama kemudian Avena Aditama langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja. Ia mencari nomor ponsel Barco Atalariksa di sana.
Setelah menemukannya di layar ponselnya Avena Aditama langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Untuk menghubungi Barco Atalariksa. Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung kepada Barco Atalariksa, Avena Aditama pun langsung bertanya kepada Barco Atalariksa, Keberadaannya saat ini .
Tetapi Barco Atalariksa tidak tahu di mana dia saat ini. Dan tempat apa yang ia tempati saat ini, bersama Markus. " Maaf saya juga tidak tahu tempat apa ini sekarang. Yang pasti aku berada di rumah mewah, pemandangan yang asri dan indah bersama Mas Markus." ucap Barco Atalariksa.
Membuat Avena Aditama sedikit bingung dengan apa yang dikatakan Barco Atalariksa kalau dirinya tidak mengetahui di mana keberadaannya saat ini. Aku tidak paham maksudmu. Coba tanyakan kepada Kak Markus, Di mana kalian saat ini." ucap Avena Aditama penasaran.
Kemudian Barco Atalariksa langsung memberikan ponselnya agar dapat berbicara dengan Avena Aditama pun langsung bertanya kepada Markus. Dimana keberadaan mereka saat ini Kak? katakan sekarang kepada Avena Dimana kalian sekarang?" ucap Avena Aditama membuat Markus langsung tertawa ngakak.
Kamu ini gimana sih? Kakak tidak membawa sahabat kamu kemana-mana. Yang pasti dia baik-baik saja di sini." ucap Markus meyakinkan Avena Aditama kalau Barco Atalariksa baik-baik saja bersamanya. lalu Markus mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak. Membuat Avena Aditama sedikit kesal melihat Kakak sepupunya itu.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏