
Sunco Anggraini sengaja mengelabui Sovia dan mengatakan kepada Sovia kalau Sunco akan pergi keluar kota. Padahal sunco Anggraini mengatakan demikian agar Sovia memberikan uang pinjaman kepadanya.
Sehingga Sovia pun percaya begitu saja kepada Sunco Anggraini dan memberikan uang pinjaman itu kepada Bimolie, berharap setelah mendapat pekerjaan di luar kota Sunco Anggraini akan mengembalikan uang milik Sovia yang telah Ia pinjam.
Ketika Sunco Anggraini pergi ke sebuah tempat hiburan malam, Bimolie dan juga baby Alvaro masih tetap tinggal di kamar kost yang sengaja mereka sewa untuk tempat tinggal mereka untuk sementara waktu. Sampai Avena Aditama memberikan uang tebusan sebesar lima ratus juta rupiah kepada Sunco Anggraini.
Karena Bimolie merasa tidak tega melihat putranya yang terus menangis dan menangis, Ia pun akhirnya pergi bersama baby Alvaro dengan berjalan kaki sejauh 5 kilo meter. Berharap ada yang memberikan bantuan kepadanya, untuk sekedar membeli susu formula buat Baby Alvaro. Bimolie berusaha pergi untuk mengembalikan baby Alvaro kepada Avena Aditama.
Ia sama sekali tidak memiliki uang sedikitpun. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya ia pun ingin menjual ponsel miliknya kepada seseorang yang berada di salah satu warung yang masih terbuka malam itu.
Baby Alvaro terus menangis histeris digendongan Bimolie membuat orang-orang yang ada di sana merasa iba tidak tega dan melihat Baby Alvaro yang begitu memprihatinkan.
Bahkan tubuh baby Alvaro saat ini sedang tidak baik. Sehingga Bimolie sedikit panik dengan kondisi baby Alvaro saat ini. Bimolie pun memohon bantuan kepada orang yang ada di sana untuk segera menghantarkan dirinya ke rumah yang selama ini mereka tempati bersama Avena Aditama.
Karena merasa kasihan, seseorang yang nongkrong di warung itu pun yang kebetulan berprofesi sebagai ojek online, akhirnya bersedia mengantar Bimolie ke rumah yang selama ini ditempati oleh Bimolie Wijaya bersama Avena Aditama.
Walaupun akhir-akhir ini rumah itu jarang sekali mereka tempati. Apalagi semenjak Avena Aditama pergi ke Bali untuk membuka cabang usaha kulinernya di sana. Membuat rumah itu menjadi tampak sepi dan tidak ada yang menghuninya.
Bimolie yang tinggal di Kota Jakarta juga jarang kembali ke sana. Ia lebih memilih kembali ke rumah kontrakan yang ditempati sunco Anggraini. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit menelusuri jalanan ibukota, akhirnya Abang ojek online itu menghentikan motornya tepat di depan rumah milik Avena Aditama.
"Terima kasih bang," saya tidak memiliki uang sama sekali Tetapi saya hanya memiliki ini." ucap Bimolie Wijaya sambil memberikan ponselnya kepada Abang ojek online itu.
"Sudah Mas, tidak apa-apa saya ikhlas membantu. Yang penting Adik ini sekarang istirahat dan tolong rawat anak ini dengan baik. Sepertinya dia kurang sehat." ucap Abang ojek online itu kepada Bimolie dijawab anggukan dari Bimolie.
lalu Abang ojek online itu pun berpamitan kepada Bimolie. Karena jam sudah larut malam.
"Maaf saya harus kembali ke rumah, Takut Istri saya menunggu." ucap Abang ojek online itu kepada Bimolie.
__ADS_1
"Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada mas. Karena mas sudah bersedia menghantarkan saya pulang ke rumah ini."ucap Bimolie Wijaya kepada abang ojek online. lalu Abang ojek online itu pun berlalu meninggalkan Bimolie bersama baby Alvaro.
Ketika Bimoli berada di teras rumah, Ia sama sekali tidak menemukan siapa-siapa disana. rumah tampak sunyi senyap. Bimolie berniat masuk ke dalam rumah. Ketika bimoli sudah berhasil membuka pintu ia pun membaringkan tubuh baby Alvaro di atas tempat tidur. Ketika Bimolie melihat kondisi Alvaro yang begitu memprihatinkan, Bimolie merasa bersalah ia mencari keberadaan makanan yang dapat di konsumsi Baby Alvaro.
Bimolie akhirnya menemukan bubur Tim siap seduh du lemari es dan susu formula.
Untung saja stok bubur Tim dan susu formula milik baby Alvaro masih ada di dalam kulkas.
Membuat Bimolie merasa sedikit lega. Setidaknya ia dapat memberikan bubur Tim Tim dan susu formula itu untuk baby Alvaro. mengingat satu harian ini Baby Alvaro hanya meminum air putih yang diberikan Bimolie. karena stok makanan dan susu milik baby Alvaro yang dibeli oleh Sunco Anggraini sebelumnya sudah habis.
"sebentar ya sayang," papa akan buatin bubur dan susu untuk kamu. Kamu pasti sudah sangat lapar kan?" ucap Bimolie kepada putranya tetapi putranya sama sekali tidak berhenti menangis.
Bimolie membuat bubur Tim dan susu formula untuk baby Alvaro. Berharap Baby Alvaro dapat tenang. "Ini sayang kamu diam ya kita sudah di rumah. Kita tidak di sana lagi. maafkan Papa sudah membuat kamu hidup seperti ini." ucap Bimolie menyesali perbuatannya kepada putranya.
Ketika baby Alvaro sudah diberikan bubur Tim dan susu formula, Ia pun akhirnya sedikit tenang. Dengan sekejap baby Alvaro menghabiskan bubur Tim dan susu formula yang diberikan Bimolie kepadanya. Itu berarti Baby Alvaro sangat lapar dan haus
Kring.....
Kring....
Kring....
Suara deringan ponsel Tuan Fortune Wijaya pun terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya merupakan nomor ponsel Bimolie Wijaya.
Tetapi Ketika tuan Fortune Wijayamenekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, yang menjawab Tuan Fortune Wijaya merupakan operator Telkomsel. Yang mengatakan jika sambungan telepon seluler itu akan tersambung maka biaya akan dibebankan kepada tuan Fortune Wijaya.
Tuan Fortune Wijaya pun langsung menekan tombol angka satu agar sambungan telepon seluler itu tersambung kepada Bimolie Wijaya. Karena tuan Fortuna wijaya mengetahui kalau saat ini Bimolie Wijaya pasti tidak akan memiliki pulsa untuk menghubungi Tuan Fortuna Wijaya.
__ADS_1
Setelah Tuan Fortune Wijaya menekan tombol angka satu di layar ponselnya sambungan telepon seluler itu pun tersambung kepada Bimolie.
"Hallo assalamualaikum!" Sapa tuan Fortuna Wijaya dari ujung telepon.
"Pa.....pa...papa."sahut Bimolie dengan terbata-bata karena ia takut Tuan Fortune Wijaya pasti marah besar kepadanya.
"Kamu di mana sekarang? Mengapa baru menghubungi Papa?" tanya Tuan Fortuna Wijaya berusaha menahan emosinya agar Bimolie tidak mematikan sambungan telepon selulernya.
"Bimolie sudah ada di rumah bersama baby Alvaro." ucap Bimolie kepada tuan Fortuna Wijaya. Membuat Tuan Fortune Wijaya pun langsung mematikan sambungan telepon selulernya.
Malam itu juga tuan Fortuna Wijaya langsung membangunkan Nyonya Happy soya agar mereka segera berangkat ke rumah yang selama ini ditempati oleh Bimolie Wijaya dengan Avena Aditama. Untuk memastikan keberadaan bimoli dan juga baby Alvaro.
Nyonya Happy saya pun tersentak ketika mendengar apa yang dikatakan suaminya kepadanya.
"Apa?
" Putra kita sudah ada di rumahnya? tanya Nyonya Happy soya yang merasa heran akan apa yang dikatakan suaminya.
"Iya Sayang, barusan Bimolie menghubungi Papi. Tapi untuk kebenarannya Sekarang juga kita harus segera berangkat ke sana. Papa tidak ingin kehilangan Baby Alvaro." ujar Tuan Fortune Wijaya agar Nyonya Happy soya langsung bergegas berangkat menuju kediaman Avena Aditama bersama Bimolie.
Setelah bersiap, Tuan Fortuna wijaya dan nyonya Happy soya pun langsung menuju kediaman Avena Aditama dan Bimolie. Dengan menggunakan mobil milik Tuan Fortuna wijaya, Ia pun langsung melajukan mobilnya.Berharap apa yang dikatakan oleh Bimolie Wijaya saat berada di dalam sambungan telepon seluler, benar adanya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, Tuan Fortuna wijaya dan nyonya happy soya pun tiba di sana. Ketika Bimolie mendengar suara deruan mobil Tuan Fortune Wijaya masuk ke peperangan rumah. Ia pun langsung bergegas membuka pintu sambil menggendong tubuh baby Alvaro yang sudah demam tinggi.
Tuan Fortune wijaya dan nyonya Happy soya langsung turun dari mobil berlari masuk ke rumah. Ketika Bimolie sudah membuka pintu padahal Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Ketika tuan Fortune Wijaya dan nyonya Happy soya sudah berada di rumah Mereka pun langsung meraih tubuh baby Alvaro yang ada di pangkuan Bimolie Wijaya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏