
Entah apa yang mau ia jawab saat ini. Yang ia ketahui selama ini, kalau Markus sangat membencinya sehingga selalu membuatnya jengkel.
"Apa Avena Aditama sudah mengetahui ini semua? Markus mengerikan bahunya. Itu berarti Markus tidak tahu pasti kalau Avena Aditama juga mengetahuinya. Yang pasti yang mengetahuinya hanyalah Avena Aditama dan juga tuan Filma Orion.
Barco Atalariksa menatap Markus dengan tatapan seksama. Ia melihat netra Markus untuk mencari kebohongan di sana. Tetapi sepertinya Barco Atalaritsa tidak menemukan kebohongan di sana. Barco Atalariksa terdiam. Ia tidak mengetahui harus menjawab apa saat ini. Yang pasti Barco Atalariksa baru mendapat kejutan yang di luar jangkauan pemikiran Barco Atalariksa dari Markus.
Markus mempersilahkan Barco Atalariksa di meja yang sudah disediakan para pelayan dan asisten Markus. Ada rona bahagia di hati Barco Atalariksa. Tetapi kekhawatiran juga ada dibenaknya.
Karena Barco Atalariksa belum mengetahui siapa sosok Markus yang sebenarnya.Karena yang ia ketahui Markus merupakan keponakan Tuan Filma Orion atau KK sepupu Avena Aditama yang sudah lama tidak bertemu dengan keluarga Tuan Filma Orion.
Bahkan Barco Antariksa bertemu dengan Markus hanya beberapa bulan belakangan ini. untuk menerima lamaran Markus yang ingin menjadikannya pendamping hidupnya.
"Maaf sebelumny, saya bisa ngomong sesuatu tidak?" tanya Barco Atalariksa kepada Markus. "Kamu mau ngomong apa? katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku. Aku pasti akan mendengarnya."ucap Markus kepada Barco Atalariksa.
"Kalau boleh tau, kamu tiba-tiba mengungkapkan perasaan kamu? jujur aku sangat terkejut, sekaligus terharu akan sikap romantis kamu. Memperlakukan aku bagai ratu di tempat ini. Tetapi Kalau boleh jujur aku belum bisa menerima lamaran ini sekarang.
Aku mau, kamu lebih besar. Karena kita baru saja kenal dan kamu belum mengetahui sikap dan tingkah laku Ku yang sebenarnya. Mungkin Jika kamu mengetahui sikap dan tingkah laku selama ini, kamu tidak akan jatuh cinta kepadaku. Begitu juga dengan kamu, kamu sama sekali aku belum mengetahui siapa Kamu. Tetapi aku menghargai kalau kamu benar-benar mencintaiku.
Berikan aku waktu untuk memikirkan segalanya. Tidak semudah membalikan telapak tangan untuk mengetahui isi hati kita yang sebenarnya, kepada seseorang. Apalagi ini terkait dengan asmara. Karena bagiku pernikahan hanyalah sekali seumur hidup.
Tidak ada bagi Barco Atalariksa meninggalkan suami dan menikah lagi dengan lelaki lain. Karena itu aku ingin mencari pria yang setia, sayang dan bertanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga. Kalau masalah rupa itu relatif. yang saya inginkan orang yang bertanggung jawab dan menyayangiKu dan menyayangi keluarga.
Apalagi pernikahan itu sangat sakral bagiku. Jadi lebih baik kita saling mengenal dulu."ucap Barco Atalariksa sambil menatap Markus dengan tatapan penuh arti. Markus hanya terdiam. Ia tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada Barco Atalariksa.
Ia hanya bisa berharap Barco juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Markus. "Kok kita malah diam begini, sudah tidak perlu dipikirkan. lebih baik kita menikmati makanan ini."ujar Markus sambil mempersilahkan Barco Atalariksa menikmati menu makanan yang sudah disediakan oleh asisten dan para pelayan di rumah mewah miliknya. Tidak ada seorangpun yang mengetahui kalau rumah mewah itu merupakan rumah milik Markus.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Tuan Filma Orion sudah menunggu Markus di rumah utama keluarga Filma Orion. Tetapi yang ditunggu tak kunjung datang. Sehingga Tuan Filma Orion menghubungi nomor ponsel milik Markus. Tetapi ketika Tuan Filma orian menghubungi nomor ponsel Markus, sama sekali tak ada jawaban.
"Kemana anak itu, kok tidak menjawab telepon selulerku?gumam Tuan Filma Orion dalam hati kemudian ia langsung mencari nomor ponsel milik Avena Aditama yang tertera di layar ponselnya. lalu menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar semua telepon selulernya tersambung kepada Avena Aditama.
Kring.....
Kring.....
Kring.....
Suara dari ponsel milik Avena Aditama pun terdengar jelas di telinganya. Padahal Avena Aditama sudah berada di dalam mobil bersama Bimolie Wijaya juga baby Alvaro.
Karena sore itu Bimolie Wijaya ingin bergegas kembali ke rumah. Setelah restoran sudah tutup. Ketika Avena Aditama melihat nomor ponselnya kalau yang menghubunginya ternyata Tuan Filma Orion, Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada tuan Filma Orion.
"Waalaikumsalam Kamu lagi di mana?
"Avena lagi di jalan bersama Alvaro dan Mas Bimolie, jalan pulang ke rumah. Memangnya ada apa Pa? tanya Avena Aditama.
"Kakak kamu ada datang ke resto tidak?
"Ada!" tapi sepertinya sudah pulang dari resto bersama Barco Atalariksa.
Avena Aditama tidak mengetahui kemana kak Markus membawa Barco Atalariksa. Tapi sepertinya Kak Markus menarik tangan Barco Atalariksa masuk ke dalam mobil milik kakak.
"Apa papi mengetahui sesuatu tentang Markus dan Barco Atalariksa?" tanya Avena Aditama kepada tuan Filma ma Orion yang ikut penasaran Mengapa Markus sore itu membawa Barco Atalariksa begitu saja, tanpa berpamitan kepada Avena Aditama, dan juga Bimolie Wijaya.
__ADS_1
Padahal mereka saat itu berada di restoran. "Jadi kamu juga tidak mengetahui kemana Kakak kamu membawa Barco Atalariksa." tanya Tuan Filma orian. "Tidak tahu Pa, tapi Avena melihatnya masuk bersama kakak ke dalam mobil Kakak Markus. Habis itu Kak Markus langsung pergi begitu saja tanpa pamit." ucap Avena Aditama kepada tuan Filma Orion.
"Kemana itu anak? dan kemana dia membawa Barco Atalariksa? mudah-mudahan Markus tidak bertindak yang aneh-aneh." gumam Tuan Filma Orion dalam hati, sembari kembali meraih ponselnya yang ada di saku celananya.
Ia pun kembali mencari nomor ponsel milik Markus, agar Tuan Filma Orion menghubungan Markus saat itu juga. Deringan ponsel milik Markus pun terdengar jelas di telinga Barco Atalariksa. Sehingga Barco Altariksa meminta kepada Markus agar segera mengangkat sambungan telepon selulernya.
Padahal saat itu mereka sedang menikmati menu makanan yang disediakan oleh para asisten Markus. Karena mendapat perintah dari Barco Atalariksa, dengan terpaksa Markus langsung meraih ponselnya dan menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Padahal selama ini Markus tidak pernah menurut kepada yang namanya Wanita. Tetapi entah mengapa ketika Barco Atalariksa dia tidak bisa menolak.
Apalagi, ia juga melihat kalau yang menghubungi Markus Tuan Filma Orion. setelah sambungan telepon seluler itu tersambung, Tuan Filma Orion bertanya kepada Markus di mana keberadaan Markus saat ini .
Markus pun langsung memberitahu kalau Markus dan Barco Atalariksa baik-baik saja dan ia juga mengatakan kepada Filma Orion agar tidak mengkhawatirkan mereka berdua.
karena mereka saat ini baik-baik saja.
Setelah mengetahui saat ini Markus dan Barco Atalariksa berada di tempat yang aman langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dan kembali menghampiri Nyonya Hidayah yang sedang menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.
Nyonya Hidayah sedang asik menonton pemberitaan pembunuhan yang terjadi di negara ini. Hal itulah yang membuat Nyonya Hidayah terfokus untuk menonton siaran televisi swasta.
Yang menyiarkan secara langsung rekonstruksi pembunuhan, salah seorang Brigadir yang dibunuh oleh sang komandan dan rekannya sendiri. Apalagi pemberitaannya viral di media sosial sehingga nyonya Hidayah ingin sekali mengetahui motif pembunuhan berencana tersebut.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1