Suamiku Racun Dunia

Suamiku Racun Dunia
BAB.83 AMARAH MARKUS


__ADS_3

"Siapa sih dia?


" Kok mereka dekat seperti itu? sepertinya ada sesuatu di antara mereka." gumam Markus tetapi ia tidak dapat melakukan apa-apa kali ini. Karena ia tahu Barco Atalariksa pasti akan semakin membencinya, jika Markus bertindak sesuatu yang dapat merugikan restoran dan merugikan Barco Atalariksa.


Markus memilih untuk meninggalkan restoran milik Avena Aditama setelah mendapatkan sambungan telepon seluler dari Royco Andalas, yang memberitahu kalau saat ini Sunco Anggraini sedang mencari keberadaannya.


"Lebih baik aku menemui wanita jadi-jadian itu dulu daripada aku jadi lalat di sini." gumam Markus dalam hati sambil beranjak dari tempat duduknya menuju meja kasir.


Markus melakukan pembayaran tetapi kasir itu menolak pembayaran Markus saat itu. karena sebelumnya Avena Aditama dan juga Bimolie sudah memberitahu kepada kasir dan juga pelayan yang ada di sana, kalau Markus merupakan Kakak Avena Aditama.


"Berapa totalnya?" ucap Markus Sambil merogoh dompet yang ada di saku celananya.


"Maaf Pak!" tapi sudah dibayar oleh pemilik resto ini." ucap kasir itu kepada Markus membuat Markus langsung menatap Bimolie dengan tatapan penuh tanya.


"Tidak bisa begitu, walaupun pemilik resto ini Adikku, tetapi bisnis tidak boleh dicampur adukkan dengan keluarga." ucap Markus sambil langsung meletakkan dan meninggalkan lima lembar Uang pecahan seratus ribu rupiah di atas meja kasir.


Membuat kasir Itu pun tidak dapat berkutik lagi. Dan hanya dapat mengambil uang yang ditinggalkan Markus di atas meja kasir. lalu Markus meninggalkan meja kasir itu begitu saja.


Markus keluar dari Resto. Terlihat Barco Atalariksa memperhatikan langkah Markus keluar Restoran. "Mau ke mana dia? tadi ngomongnya mau lama di sini. Giliran diusir tidak mau pergi dari sini. Tetapi dibiarkan begitu saja, eh malah pergi. Sekarang kenapa dia pergi? gumam Barco Atalariksa dalam hati. Sambil netranya terus menatap ke arah Markus.


Markus mengambil mobil miliknya yang terparkir di parkiran restoran. lalu pergi meninggalkan restoran itu begitu saja, tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Barco Atalariksa.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Markus pun tiba di apartemen yang selama ini ditempati sunco Anggraini. Terlihat Apartemen itu sepi seperti tidak ada aura kehidupan di sana.

__ADS_1


"Di mana wanita itu? Mengapa dia keluyuran? apa dia tidak takut kepadaku. Markus hati kesal kekesalannya ingin Ia luapkan kepada sangkut Anggraini karena ia tidak dapat melampiaskan kekesalannya kepada Barco atalariksa yang meninggalkannya begitu saja ketika salah satu pelanggan datang ke Restoran itu.


Ketika Markus sedang memeriksa seluruh isi apartemen itu, ternyata sama sekali tidak ada yang berubah. Hanya tumpukan sampah di keranjang sampah yang menumpuk. Membuat Markus menggelengkan kepalanya.


"Wanita macam apa Sunco Anggraini, sanggup membiarkan Apartemen ini joroknya minta ampun." gumam Markus dalam hati sambil langsung menghubungi petugas kebersihan untuk membersihkan apartemen miliknya yang ditempati sunco Anggraini beberapa bulan terakhir ini.


Petugas kebersihan itu pun langsung datang dan membantu Markus membersihkan Apartemen itu, kemudian petugas kebersihan itu pun langsung meninggalkan Apartemen milik Markus. Setelah memastikan kalau apartemen itu sudah rapi dan bersih.


Tiba-tiba ketukan langkah terdengar jelas di telinga Markus, ketika Markus membaringkan tubuhnya di atas sofa sambil menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta. Tetapi Markus memilih untuk tidak peduli, akan suara langkah seseorang dari luar.


Sunco heran melihat pintu apartemen tidak terkunci. Hal itu berarti kalau ada seseorang yang masuk ke dalamnya. "Tapi Siapa Tidak mungkin Royco Andalas." gumam Sunco Anggraini sambil meneliti seisi ruangan.


Netranya menakup sosok Markus berbaring di atas sofa. Ia pun langsung bersorak kegirangan dan memeluk Markus begitu saja membuat Markus semakin kesal kepada Sunco Anggraini.


"Sayang Kamu ini kenapa sih? sudah lama tidak bertemu malah bersikap kasar seperti ini sama aku. Apa kamu tidak merindukanku? tanya Sunco Anggraini kepada Markus yang terlihat emosi melihatnya.


"Kamu juga sudah tahu Saya lagi istirahat, malah kamu ganggu. Sana pergi!" bentak Markus membuat Sunco Anggraini langsung berlalu dari hadapan Markus Karna Sunco tidak ingin membuat Markus lebih marah lagi terhadapnya. Dan berniat untuk membersihkan diri.


Sunco Anggraini langsung melakukan ritual mandinya. Ia sengaja mempercepat ritual mandinya, karena ia khawatir tiba-tiba Markus memintanya melakukan sesuatu."Kenapa datang-datang sikapnya berubah? biasanya dia selalu menginginkanku melayaninya di atas ranjang.


Pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Sunco Anggraini. Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres, sehingga dia berbuat seperti itu. Dia sangat sayang kepadaku. Tidak ada wanita yang mampu memuaskan nafsu birahinya selain aku Sunco Anggraini bermonolog sendiri.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Sunco Anggraini pun langsung menggunakan pakaiannya yang Terlihat cukup menarik perhatian setiap kaum Adam.

__ADS_1


Karena pakaian yang digunakan Sunco Anggraini saat ini sepertinya kekurangan bahan, membuat setiap lekuk tubuhnya terlihat jelas di mata setiap orang yang memasangnya.


Ia ingin sekali menarik perhatian Markus, agar Markus menyentuhnya dan dapat memberikan pundi-pundi rupiah untuknya. "Sayang apa kamu lelah apa kamu kalau kamu membutuhkannya sesuatu? katakan saja kepadaku." ujar sunco Anggraini kepada Markus.


Yang sedari tadi mengacuhkannya. Markus memilih untuk diam dan tetap memejamkan matanya. Ia sama sekali tidak ingin berbicara dengan wanita yang ada di hadapannya."Perlahan Markus membuka matanya melihat Sunco Anggraini yang terlihat ingin menggoda Markus saat ini.


"Mulai besok cari tempat tinggalmu sendiri karena Apartemen ini harus segera dikosongkan." perintah Markus membuat Sunco Anggraini sangat terkejut.


"Apa?


"Jadi Sunco Anggraini mau tinggal di mana sayang?


"Kamu mau tinggal di mana itu urusan kamu. tidak ada urusannya kepada saya. Jadi lebih baik kamu sekarang berkemas dan angkat kaki dari Apartemen ini . Apartemen ini akan saya jual." ucap Markus kepada Sunco Anggraini.


Membuat Sunco Anggraini tidak terima. Tidak mungkin mas menjual ini. Mas hanya ingin mengerjai ku kan? lagian tidak semudah itu menjual apartemen itu mas. Mas jangan membodoh-bodohiku.


"Sunco Anggraini!" siapa kamu yang berani-beraninya mengatur saya? Ini apartemen saya. Suka-suka hati Ku mau saya jual atau saya apakan. Yang penting Apartemen ini hak milikku. Tidak ada yang bisa mengotak-atik.


Jadi kamu jangan terlalu banyak bicara, lebih kamu langsung berkemas dan pergi dari sini." ujar Markus kepada Sunco Anggraini. Sunco Anggraini seolah tidak percaya akan apa yang dikatakan Markus kepadanya. Kalau tempat tinggal yang diberikan Markus merupakan pemberian Markus kepadanya secara cuma cuma.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2