
Tuan Filma Orion khawatir terjadi sesuatu kepada putrinya. Sehingga ia langsung menghampiri Avena Aditama yang ada di taman belakang.
"Ada apa sih ini?
"Kenapa teriak-teriak?
"Apa ada masalah? tanya Tuan Filma Orion dan Markus kompak.
"Tidak ada pa,cuman Barco memanjat pohon mangga itu, tetapi dia tidak mengambil buah mangganya untuk kami. Malah Barco nikmati sendiri di sana." ucap Avena Aditama merasa komplain, melihat sahabatnya sendiri yang menikmati buah mangga yang di petik di pohonnya.
Hal itu membuat Markus langsung tertawa ngakak melihat Barco yang dapat memanjat pohon mangga layaknya seorang lelaki.
"Ada ya wanita bisa manjat pohon mangga seperti lelaki dengan ukuran besar seperti ini!" ucap Markus kepada Barco Atalariksa yang sedang asyik menikmati buah mangga yang terasa manis.
"Jangan ada yang komplain, jika ingin menikmati buah mangga yang ada di sini. lihat cantik bukan? pasti buah mangga yang saya pegang ini manis dan mengingat selera. ucap Barco Atalariksa berniat untuk menjahili Avena Aditama dan Markus di sana.
Tiba-tiba Bimolie pun juga nongol di lokasi taman belakang itu. Membuat Bimolie tidak kalah terkejutnya melihat sosok Barco Atalariksa memanjat pohon yang ukurannya lumayan besar. "Ya Allah ada ya wanita seperti kamu. Sudah seperti monyet saja manjat sambil makan buah di pohon." gerutu Bimolie Wijaya.
Membuat Barco Atalariksa Langsung melempar biji mangga yang Ia pegang kepada Bimolie Wijaya. Yang mengatai Barco Atalariksa seperti monyet, dapat memanjat pohon mangga yang ukurannya lumayan besar itu.
Awas ya, kalau aku sudah turun tidak akan aku kasih mangga yang enak ini." ucap Barco Atalariksa sambil menjulurkan lidahnya, kepada Bimolie Wijaya dan Markus yang ada di bawah.
__ADS_1
Kemudian Markus pun langsung membuka sepatu dan kemeja yang ia gunakan. Ia hanya mengenakan baju kaos yang dapat memperlihatkan tubuh sixpack milik Markus. Barco atalariksa memalingkan wajahnya. sambil menikmati buah mangga yang sudah ia petik sebelumnya.
Sesekali ia melemparkan biji mangga ke sembarang arah. Membuat Avena menjadi kesal melihat sahabatnya itu. Karena Barco Atalariksa sudah melihat sahabatnya itu kesal kepadanya. Sehingga Barco Atalariksa pun akhirnya memetik buah mangga dan diberikannya kepada Avena Aditama.
"Nih ambil tampung di situ, Jangan sampai jatuh ke tanah nanti bisa nyonyot dan jorok." ucap Barco Atalariksa kepada Avena Aditama membuat Avena Aditama menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sahabatnya seolah-olah seperti anak ABG yang ingin mengerjai teman-temannya.
Tanpa Barco sadari, Markus sudah berada di pohon mangga yang sama dengan Barco. "Hah... ngapain kamu ikut-ikutan manjat di sini? nanti kamu jatuh loh." ucap Barco Atalariksa merasa komplain melihat Markus ikut memanjat pohon yang sama dengan Barco Atalariksa.
Seharusnya saya yang mengatakan itu kepada kamu. Baru Kamu saya lihat wanita memanjat pohon seperti monyet. Kalau lelaki memanjat pohon itu biasa. Nih kamu perempuan seperti lelaki saja. Jangankan seperti lelaki, kamu sudah seperti monyet." gerutu Markus membuat Barco Atalariksa kesal kepada Markus.
Tetapi ia seolah tidak peduli dan langsung memetik buah mangga yang terlihat sudah matang dan memberikannya kepada Avena Aditama dan juga bimoli jaya.
Markus yang tidak ingin kalah dengan Barco Atalariksa juga memetik pohon buah mangga yang sudah matang. Tentunya yang dapat ia ambil sendiri. Kalau masalah manjat Barco Atalariksa jagonya.
Hal itu membuat Markus memberanikan diri kembali memanjat pohon mangga itu sampai ke dahan yang agak ujung. Membuat Barco a Atalariksa langsung tertawa.
"Woi.... awas kamu jatuh. Kalau kamu jatuh tulang kamu bisa patah. Dan tidak akan ada wanita yang mau sama kamu. Mana mungkin ada wanita yang ingin menikah dengan lelaki sepertimu, Jika kamu jatuh dan tulang-tulang kamu patah." ucap Barco Atalariksa sembari Turun ke bawah membuat Markus merasa semakin kesal melihat dan mendengar apa yang dikatakan Barco Atalariksa terhadapnya.
Kekesalannya membuat dirinya langsung melemparkan buah mangga yang ia petik kepada Barco Atalariksa. Membuat Barco Atalariksa emosi, melihat Markus yang baru turun dari pohon mangga. Mengikuti Barco Atalariksa.
" Kamu ini sengaja kan melemparkan buah mangga itu ke kepalaku. Dasar lelaki edan." gerutu Barco Atalariksa sambil memegangi kepalanya yang terkena biji mangga, karna Markus melemparnya begitu saja. Hal itu membuat Avena Aditama dan Bimolie langsung tertawa ngakak melihat interaksi keduanya. Yang saling ingin menjahili antara satu dengan yang lain.
__ADS_1
"Ha....ha....ha, jangan seperti itu loh Nanti bisa-bisa kalian jadi jodoh. Jujur aku malah menyukainya kalau Kak Markus berjodoh dengan sahabatku Barco Atalariksa." ucap Avena Aditama. Hal itu membuat Barco Atalariksa langsung menatap Avena Aditama dengan tatapan tajam.
Sementara Markus terlihat biasa saja dan hanya mengembangkan senyumnya. menatap Avena Aditama tertawa lepas ketika mengatakan kalau Barco Atalariksa akan berjodoh dengan Markus.
Mendengar suara tawa Avena Aditama, Tuan Filma Orion pun ikut mengembangkan senyumnya. Sudah lama Avena Aditama tidak tertawa lepas seperti itu. "Ya Allah semoga kehidupan rumah tangga putriku, Avena Aditama bahagia selamanya bersama suaminya Bimolie Wijaya.
Biarlah masa lalu yang kelam dan pahit itu, berlalu begitu saja semoga kedepannya kehidupan mereka menjadi kehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah." gumam Tuan Filma Orion dalam hati sambil memperhatikan Avena Aditama, baby Alvaro dan Bimolie tertawa lepas melihat perdebatan antara Barco Atalariksa dengan Markus yang sedari tadi saling mengalahkan.
"Sudah sudah, tidak perlu berdebat lagi. Kalian ini seperti anak kecil saja, padahal sudah pada dewasa. Bahkan kalau sudah menikah anaknya sudah pada gede. Ingat tuh umur." ucap Nyonya Hidayah melihat Barco Atalariksa dan Markus terus berdebat.
"Lebih baik kita nikmati mangga yang baru kalian petik." ujar Nyonya Hidayah sambil memanggil asisten rumah tangganya untuk membersihkan mangga yang di petik Barco dan juga Markus.
"Tapi kan mom, Sepertinya Kak Markus berjodoh dengan Barco loh. Soalnya mereka sekarang saling benci eh nanti benar benar cinta." celetuk Avena Aditama
"Jangan mulai deh!" bikin gue kesal aja loh." gerutu Barco sambil berlalu masuk berniat untuk membersihkan diri , setelah merasa puas menikmati buah mangga di atas pohon.
"Hummm..... mentang mentang sudah puas makan mangga di atas pohonnya, eh sekarang main tinggal saja." umpat Markus. Membuat Barco Atalariksa menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Markus dengan tatapan tajam. Seolah dirinya ingin menelan Markus hidup hidup.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏