
"Mengapa Markus tidak pernah lagi datang mengunjungi ku?
"Kemana dia?"
"Ah masa bodoh, yang penting dana masih mengalir dari dia." Sunco Anggraini bermonolog sendiri.
Padahal Sunco Anggraini, kalau uang yang diperolehnya akhir akhir ini, bukanlah uang dari Markus, melainkan hasil penjualan rekaman video Sunco Anggraini yang direkam oleh Markus, saat dirinya menginginkan pelayanan Sunco saat itu Markus selalu mendokumentasikan tubuh untuk Anggraini yang menari-nari dengan tidak menggunakan sehelai benang pun.
Tiba-tiba Sunco Anggraini teringat dengan Bimolie. Ia berniat menghubungi nomor ponsel Bimolie untuk menghilangkan kebosanannya menunggu kehadiran Markus. Tetapi ketika Sunco Anggraini menghubungi nomor ponsel Bimolie Wijaya, sambungan teleponnya tidak tersambung.
Ia tidak dapat menghubungi nomor ponsel Bimolie Wijaya sama sekali. K arena nomor ponsel milik Bimolie sudah diganti oleh Bimolie Wijaya. Agar akses hubungan teleponnya seluler antara Bimolie dengan Sunco Anggraini benar benar terputus. Itupun atas persetujuan dari Avena Aditama.
"Kenapa nomor ponsel Bimolie tidak bisa dihubungi? gumam nya dalam hati. Sunco Anggraini meraih ponselnya yang lain. Dan menghubungi nomor ponsel Bimolie. Tetapi walaupun dirinya mengganti nomor ponsel untuk menghubungi Bimolie. Sambungan telepon seluler itu tetap tidak tersambung.
Hal itu membuat Sunco Anggraini merasa heran mengapa nomor ponsel Bimolie tidak bisa dihubungi."Dasar lelaki bodoh," umpat Sunco Anggraini. Karena Sunco Anggraini merasa kesal nomor ponsel milik Bimolie tak kunjung dapat dihubungi.
Di lain tempat Markus memutar otak Bagaimana caranya mendapatkan seorang wanita dalam jangka waktu dekat Karna permintaan Dari Nyonya Sasa Aliana. Ia tidak ingin mengecewakan nyonya Sasa Aliana yang merupakan ibu kandung Markus.
Tiba tiba Markus teringat dengan Avena Aditama sang adik sepupu yang belum mengetahui siapa sosok Markus sebenarnya. Yang ternyata antara Markus dan Avena Aditama saudara sepupu dekat.
"Apa kau lebih baik kembali ke Indonesia ya?
"Mungkin disana aku bisa menemukan seseorang yang membuat ibu Bahagia." gumam Markus sambil langsung meraih ponselnya yang ada disaku celananya. Berniat menghubungi asistennya yang ada di Singapura untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Indonesia saat itu juga.
Dua Jam kemudian Markus sudah berada di bandara Changi Singapura. Ia tidak ingin menunda-nunda keberangkatannya. Berharap ia menemukan apa yang ia cari di Indonesia.
Sementara di tempat lain Bimolie Wijaya sudah memulai aktivitasnya untuk membantu Avena Aditama dan Barco Atalariksa mengelola usaha kuliner milik Avena Aditama, yang ada di kota Jakarta.
__ADS_1
Melihat perubahan yang ada di diri Bimolie Wijaya setelah mendapatkan ganjaran dan hukuman ketika Bimolie melakukan kesalahan yang fatal dengan menculik putranya sendiri saat itu.
Barco Atalariksa menghampiri Avena Aditama yang masih setia bercanda gurau dengan putranya.
"Kita bisa bicara tidak? tanya Barco Atalariksa kepada Avena Aditama.
"Ada apa sepertinya kamu serius ingin membicarakan sesuatu yang penting kepadaku?" tanya Avena yang begitu penasaran melihat sosok Barco Atalariksa tiba-tiba datang menghampirinya ke ruang istirahat Avena Aditama.
Begini Avena, sepertinya sudah saatnya kamu mempercayakan Bimolie mengelola usaha kuliner ini dan aku memilih mengembangkan usaha kuliner yang ada di di cabang Tangerang. Aku ingin mengembangkan usaha kuliner kita yang ada di sana. Karena sepertinya kamu dan Bimolie sudah dapat menangani yang di sini." ucap Barco Atalariksa kepada Avena Aditama.
Avena Menghela napas panjang, seolah berpikir apa yang dikatakan oleh Barco Atalariksa. Kepadanya karena apa yang dikatakan Barco Atalariksa benar adanya. setelah Avena melihat keseriusan Bimolie dalam menjalankan tugasnya mengelola usaha kuliner milik Avena.
"Aku hanya menginginkan yang terbaik kepada usaha kuliner kita. "Apapun yang menjadi keputusan kamu dan di manapun kamu membantu saya mengembangkan usaha kuliner milik kita ini, aku selalu mendukungmu." ucap Avena Aditama sembari memeluk Barco Atalariksa.
Kamu memang benar-benar sahabat baikku. Aku tidak akan pernah mendapatkan sahabat sebaik kamu di dunia ini. Puji Avena Aditama. Karena memang benar adanya, adalah sahabat yang paling baik bagi Avena Aditama yang selalu setia mendampingi Avena Aditama dalam situasi apapun.
"Ada apa Sayang? mengapa kamu menangis?
"Pa....pa.... Pa....pa," oceh baby Alvaro membuat Avena Aditama sedikit bingung dengan ocehan putranya.
"Sepertinya Alvaro ingin bermain dengan mas Bimolie. Tapi sepertinya Mas Bimolie masih sibuk. Lebih baik aku yang menggantikan tugasnya sekarang." ucap Barco Atalariksa sambil berlalu meninggalkan Avena menuju ruang kerja Bimolie.
Barco Atalariksa berlalu menghampiri Bimolie yang sedang sibuk berkutat di leptopnya. " Mas itu Putra kamu mencari kamu. lebih baik kamu menghampirinya sekarang juga. Biar aku yang menggantikanmu menyelesaikan itu." Atalariksa kepada Bimolie Wijaya yang tampak sibuk berkutat di laptopnya.
Memangnya ada apa mengapa kamu tiba-tiba masuk ke ruangan ini? tanya Bimolie Wijaya
"putramu Sudah dari tadi memanggilmu lebih baik kamu langsung menghampirinya. Sepertinya dia ingin bermain denganmu. Avena sudah kewalahan untuk membujuknya." sahut Barco Atalariksa
__ADS_1
Membuat Bimolie Wijaya langsung berlalu dari tempat duduknya meninggalkan ruang kerjanya menuju Alvaro berada bersama Avena Aditama.
Putra Papa Mengapa menangis? ucap Bimolie Wijaya, ketika dirinya sudah tiba di ruang istirahat yang mana Avena sedang berusaha membujuk putranya agar putranya lebih tenang dan tidak rewel.
"Pa.....pa... "Oceh Alvaro sambil mengulurkan tangannya itu terlihat jelas kalau Alvaro ingin sekali bermain dengan Bimolie Wijaya. Bimolie Wijaya langsung meraih tubuh putranya kepelukannya.
Kamu kenapa Sayang Ada papa di sini?" ucap Bimolie Wijaya sambil langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan putranya. Bimolie Wijaya begitu gemas melihat Alvaro yang sedari tadi mengoceh memanggil papa kepadanya. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bimolie mendengar panggilan Papa dari Alvaro.
"Ada ada saja putramu, sedaritadi Avena membujuk Alvaro agar tidak rewel. tali tak kunjung diam. Giliran mas yang membujuknya langsung diam dan sepertinya dia nyaman di pelukan kamu " gerutu Avena Aditama.
"Ha....ha ....ha" itu artinya baby Alvaro sayang sama papa."Ya kan sayang!" ucap Bimolie Wijaya sambil memberikan kecupan di pipi tembem putranya.
"Perutku sudah lapar lebih baik kita makan." pekik Avena sambil meninggalkan suaminya dan putranya di ruang istirahat.
"Sayang,tunggu dulu dong." teriak Bimolie yang melihat istrinya pergi begitu saja meninggalkan Bimolie dan Alvaro di rumah istrihat. Tetapi Avena memilih untuk terus berjalan dan meminta salah satu karyawan nya untuk menyiapkan menu makan siang untuk Bimolie dan Avena. Begitu juga dengan baby Alvaro.
Kemudahan Avena kembali menghampiri Bimolie dan Alvaro.
"Darimana sayang!"
"Kan dah bilang tadi, Avena lapar." sahut Avena ketus. Karena Avena kesal melihat Alvaro seolah tidak menganggapnya sekarang, setelah adanya Bimolie bersama Meraka.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏
__ADS_1