
Ketika avena Aditama mendapat kabar Kalau Nyonya Hidayah sedang dalam keadaan sakit, ia pun langsung menangis sesungguhkan. Ia ingin sekali saat itu juga terbang ke Jakarta agar dapat bertemu dengan Nyonya Hidayah Sang ibu kandung Avena Aditama.
Setelah selesai berbicara dengan Tuan Filma Orion, Avena Aditama memutuskan sambungan telepon selulernya, dan ia pun berniat menghubungi borges dan juga olive. Ia ingin meminta kepada olive agar untuk sementara waktu olive yang menjalankan usaha kulinernya yang berada di hotel milik Borges
Karena besok pagi Avena Aditama harus segera kembali ke Jakarta. Untuk melihat kondisi kesehatan Nyonya Hidayah. Ia sangat merindukan Nyonya Hidayah, Sang ibu kandung yang selama ini sangat sayang kepada Avena Aditama.
Tetapi Avena Aditama tidak memberitahu kepada Bimolie mengenai kepulangannya. Bahkan kepada Tuan Fortuna Wijaya dan nyonya Happy soya juga tidak ia beritahu. yang ia beritahu hanyalah Barco Atalariksa sang sahabat yang selalu setia menemani dirinya di saat susah ataupun lagi bahagia.
Keesokan paginya Avena Aditama dengan baby Alvaro bertolak dari Denpasar Bali menuju kota Jakarta. Dengan menggunakan perjalanan melalui jalur udara. Setelah beberapa menit dalam perjalanan Avena Aditama dengan Alvaro tiba di Bandara Soekarno Hatta. Dengan menggunakan taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya Avena Aditama tiba di rumah keluarga Filma Orion.
Tetapi ketika Avena Aditama sudah tiba di kediaman kedua orang tuanya, Avena Aditama tidak menemukan sosok kedua orang tuanya di sana ia pun bertanya kepada asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman tuan Filma Orion. Dan asisten rumah tangga itu pun memberitahu kepada Avena Aditama kalau saat ini nyonya Hidayah dirawat di rumah sakit, yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kedua orang tuanya.
Avena Aditama membawa baby Alvaro bertemu dengan kedua orang tuanya di rumah sakit. Setelah tiba di rumah sakit, yang diberitahu oleh asisten rumah tangga itu, ia pun bertanya kepada salah satu resepsionis yang bertugas di rumah sakit itu. Setelah mendapat informasi dari resepsionis itu Avena Aditama langsung berlalu menuju ruang rawat inap Nyonya Hidayah.
__ADS_1
Melihat Nyonya Hidayah Yang berbaring lemah di atas rumah sakit, terpasang selang infus di punggung tangannya, hati Avena Aditama begitu perih. Ia pun langsung memeluk Nyonya Hidayah dan menangis sesungguhkan. "Kamu sudah pulang sayang." tanya Nyonya Hidayah kepada Avena Aditama.
"Iya Ma," Bagaimana kabar Mama l? apa Mama sudah baikan? tanya Avena Aditama kepada Nyonya Hidayah. Kamu tidak perlu khawatir, Mama sudah baik-baik saja kok." sahut Nyonya Hidayah kepada Avena Aditama sambil berusaha meraih cucunya baby Alvaro.
Sementara Tuan Filma Orion yang baru masuk ke ruangan setelah menebus beberapa resep obat yang diberikan oleh dokter kepada Nyonya Hidayah, Ia pun begitu terkejut melihat kehadiran Avena Aditama dan baby Alvaro di sana.
"Kamu di sini nak? di mana suami kamu? tanya Tuan Filma Orion pura-pura tidak mengetahui permasalahan rumah tangga Avena Aditama dengan Bimolie. Padahal sebelumnya Tuan Filma Orion sudah mendengar isu kalau Avena Aditama pergi ke Bali untuk mengembangkan usaha kulinernya karena ia tidak ingin melihat Bimolie yang terus saja bertingkah sesukanya.
Tetapi Ketika tuan Filma Orion bertanya kepada Avena Aditama, Avena Aditama tidak pernah membenarkan apa yang didengarkan oleh Tuan Filma Orion. Justru ia mengatakan kalau Avena Aditama pergi ke pantai Kuta Bali hanya untuk berniat mengembangkan usaha kulinernya agar semakin berkembang.
Tiba-tiba dokter datang menghampiri Nyonya Hidayah berniat untuk memeriksa kondisi kesehatan Nyonya Hidayah saat itu. Ketika dokter sudah memeriksa kondisi kesehatan Nyonya Hidayah, alangkah terkejutnya sang dokter bahwa saat ini, kondisi kesehatan Nyonya Hidayah sudah membaik.
"Wah ini sangat luar bias. Pagi tadi kondisi Ibu drop. Tetapi untuk saat ini kondisi kesehatan ibu sudah mulai membaik." ucap dokter itu sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
"Kalau begitu kapan saya bisa pulang ke rumah dokter? tanya Nyonya Hidayah kepada dokter. Karena Nyonya Hidayah sudah bosan di rumah sakit dan sudah tidak sabar ingin bermain dengan cucunya baby Alvaro.
"Kalau sudah seperti ini, besok juga Ibu sudah bisa pulang. Asalkan ibu selalu rajin meminum obat dan sering check up ke dokter." ucap dokter itu sambil mengembangkan senyumnya. ada rasa bahagia di hati Avena Aditama ketika mendengar Nyonya Hidayah esok hari sudah bisa pulang." Ma....kondisi kesehatan kamu sudah semakin membaik, itu berarti kamu sakit karena merindukan Putri dan cucu kita kan?" ucap Tuan Filma orian sambil terkekeh
Nyonya Hidayah mengembangkan senyumnya. Karena apa yang dikatakan suaminya benar adanya.Ia terlalu memikirkan sosok Putri dan cucunya yang jauh darinya. Hal itulah yang membuat Nyonya Hidayah menjadi tidak berselera makan, sehingga penyakit dengan mudahnya menyerang tubuh Nyonya Hidayah.
Sementara di tempat lain Bimolie sedang pergi bersama Sunco Anggraini ke suatu tempat yang sering mereka kunjungi. Tentunya uang itu ia dapatkan dari hasil usaha kuliner milik Avena Aditama. Karena Bimolie selalu memaksa meminta kepada Barco Atalariksa jatah hariannya. Membuat Barco Atalariksa benar-benar kesal melihat sosok Bimolie.
Ketika Avena Aditama memastikan kondisi kesehatan Nyonya Hidayah, sudah membaik dan sudah kembali ke rumah, Avena Aditama berniat untuk menemui Barco Atalariksa ke usaha kuliner miliknya. Avena menitipkan baby Alvaro kepada tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah beserta asisten rumah tangganya.
Ketika Avena Aditama pergi menuju usaha kuliner miliknya yang dikelola oleh Barco Atalariksa, dengan menggunakan taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya. Alangkah terkejutnya Avena Aditama melihat sosok suaminya Bimolie Wijaya masuk ke sebuah hotel bersama seorang wanita yang mana Avena Aditama sama sekali tidak mengenali wanita itu.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏