Suamiku Racun Dunia

Suamiku Racun Dunia
BAB. 43 BIMOLIE DITAHAN


__ADS_3

Ia memilih menyerahkan segalanya kepada Tuan Fortuna Wijaya. Yang ia inginkan sekarang agar putranya cepat pulih kembali. dan juga Nyonya Hidayah kembali pulih seperti semula agar dapat beraktivitas seperti biasanya.


Bimolie Wijaya memohon kepada Nyonya Happy soya agar membujuk Tuan Fortune Wijaya untuk tidak menjebloskan ke dalam penjara. Tetapi untuk saat ini nyonya Happy soya sependapat dengan suaminya ia sudah tidak bisa memaafkan putranya begitu saja.


"Kamu dipertanggungjawabkan kesalahan yang kamu lakukan. Mami sudah tidak bisa mentolerir kesalahan kamu kali ini. Jadi Mama tidak bisa bantu kamu sekarang. Dari awal mama sudah peringati kamu. tetapi kamu tidak pernah mendengar apa yang mami katakan ucap Nyonya Happy soya kepada Bimoli.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. kondisi Baby Alvaro sudah mulai menunjukkan perubahan yang positif. Demam tinggi yang dialami oleh baby Alvaro sudah mulai turun. Hal itu membuat Avena Aditama merasa sedikit lega. Apalagi ketika Dokter mengatakan kalau kondisi baby Alvaro sudah semakin membaik.


Tiba-tiba beberapa orang petugas kepolisian datang ke rumah sakit tempat baby Alvaro dirawat. Hal itu membuat setiap orang yang melihat kehadiran pihak kepolisian berada di rumah sakit bertanya-tanya.


"Maaf, kami dari pihak kepolisian mendapat laporan Kalau saudara Bimolie Wijaya berada di rumah sakit ini." ucap salah satu pihak kepolisian yang bertugas menangani kasus penculikan baby Alvaro.


Tuan Fortune Wijaya yang sudah melihat kehadiran pihak kepolisian di Rumah Sakit pun, langsung menginformasikan kalau saat ini Bimolie ada di ruang rawat inap cucunya. Pagi itu juga Bimolie Wijaya dibawa oleh pihak kepolisian. Ke kantor Polisi untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah ia lakukan kepada baby Alvaro dan nyonya Hidayah.


Sebenarnya Bimolie Wijaya tidak melakukan apa-apa. Ia hanya membantu Sunco Anggraini untuk melancarkan rencananya. Tetapi menurut hukum yang berlaku di negara ini Bimolie tetap bersalah karena telah ikut membantu kejahatan seseorang.

__ADS_1


Ketika Bimolie sudah dibawa oleh pihak kepolisian ke kantor polisi, tampak Avena merasa tidak tega melihat suaminya harus dipenjara." Pa, apa Papa yakin ingin menjebloskan mas Bimolie ke penjara? tanya Avena Aditama. Seolah dirinya tidak percaya akan apa yang sudah dilakukan Ayah mertuanya.


"Papa tidak akan pernah main-main jika Papa sudah mengatakan demikian maka papa akan melakukannya. Dari awal Papa sudah memperingatkan Bimolie. Tetapi sepertinya Bimolie sama sekali tidak mengindahkan perkataan Papa. Jadi Papa ingin memberikan perhitungan kepadanya, agar dia dapat berubah dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.


Jika Papa tidak melakukan ini, maka tidak menutup kemungkinan Bimolie Wijaya pasti akan melakukan hal yang lebih lagi. Papa tidak ingin kalau Putra papa, hidup tidak beraturan. Apalagi semenjak hidup berumah tangga dengan Bimolie kamu tidak pernah merasa bahagia. Tetapi papa dan Ibu memang benar-benar tidak ingin kalian berpisah.


Papi dan Mami sangat menyayangi kamu seperti putri kami sendiri. Jujur kami menyayangkan sikap Bimolie yang seperti ini. Kami sudah merasa malu kepadamu. Tetapi bagaimanapun dia tetap Putra kami. Sehingga Papa tidak ingin membiarkan Bimolie, tetap melakukan kesalahan yang sama. Hal itu yang membuat Papa ingin memberikan Bimolie hukuman.


Sementara di tempat lain, tepatnya di kantor polisi. Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap Sunco Anggraini dan Bimolie tentang motif Sunco Anggraini yang menganiaya Nyonya Hidayah dan menculik baby Alvaro. Bimolie pun memberitahu segalanya kepada pihak kepolisian tanpa ada yang ia tutup-tutupi.


Karena jika ditutupi juga pasti Tuan Fortune Wijaya tidak akan tinggal diam. Dan ia akan mencari tahu yang sebenarnya. Ketika Bimolie sudah memberitahu kepada pihak kepolisian, kalau otak dibalik penculikan itu dan pelaku penganiayaan terhadap Nyonya Hidayah. Merupakan pihak kepolisian langsung melakukan pencarian keberadaan Sunco Anggraini.


Pihak kepolisian mencari Sunco Anggraini di kamar kost yang sudah diberitahu oleh Bimolie. Tetapi pihak kepolisian sama sekali tidak menemukan siapa-siapa di sana. Hal itu membuat Kabar merasa heran kemana Sunco Anggraini berada. Pihak kepolisian menuduh Bimolie Wijaya telah membohongi mereka dengan mengatakan kalau Bimolie melakukan kesaksian palsu.


Pihak kepolisian kembali menyelidiki Bimolie saat itu juga. Ketika pihak kepolisian tidak menemukan sosok Sunco Anggraini di lokasi yang sudah diberitahu oleh Bimolie. Wijaya. "Katakan yang sebenarnya tidak perlu Anda berbohong Di mana keberadaan sunco Anggraini saat ini? jika anda berterus terang maka hukuman kamu pasti akan lebih ringan." ujar pihak penyidik kepada Bimolie Wijaya.

__ADS_1


"Benar Pak!" kami sebelumnya memang tinggal di kamar kost yang sudah saya beritahu. Tetapi saat ini saya tidak tahu ke mana Sunco Anggraini berada. Terakhir kali saya pergi dari kamar kos itu, Karena saya melihat kondisi Putra Saya sudah tidak baik.


Hal itu yang membuat Saya memberanikan diri untuk pergi dari sana membawa Putra saya sendiri. Kalau bapak Tidak percaya Bisa anda tanyakan kepada salah satu pemilik warung yang ada di lokasi itu."ucap Bimolie Wijaya berusaha untuk meyakinkan penyidik.


Pihak kepolisian menatap Bimolie Wijaya untuk mencari kebohongan di mata Bimolie. Tetapi ketika pihak menyidik melihat dan menatap Bimolie, Tetapi mereka sama sekali tidak menemukan kebohongan di sana. Hal itu yang membuat pihak kepolisian beranggapan kalau Sunco Anggraini sudah mengetahui Bimolie berada di kantor polisi sehingga berusaha untuk melarikan diri.


Pihak kepolisian pun kembali melakukan pencarian. Mereka berusaha mencari Sunco Anggraini sesuai dengan perintah Tuan Fortune Wijaya. Karena tuan Fortune Wijaya tidak ingin kalau Sunco Anggraini dapat berbuat nekat lagi.


Di tempat lain tepatnya di rumah sakit tempat baby Alvaro dirawat, Avena Aditama meminta maaf kepada tuan Fortune Wijaya atas kejadian yang menimpa rumah tangga mereka. Sejujurnya Avena Aditama sudah merasa malu kepada tuan Fortuna wijaya. Karena ia merasa gagal membuat Bimolie Wijaya bahagia sehingga bimoli wijaya mencari kebahagiaannya sendiri di luar.


Avena juga merasa bingung harus melakukan apa saat ini. Karena Bimolie Wijaya sudah terlanjur berada di tangan Kepolisian. sejujurnya Avena Aditama tidak tega melihat suaminya harus mendekam dipenjara. Karena bagaimanapun Bimolie Wijaya merupakan ayah kandung putranya sendiri.


"Ya Allah maafkan hambamu ini. Hamba tidak dapat melakukan apa-apa untuk menyelamatkan suami hamba ya Allah. karena memang suami hamba juga melakukan kesalahannya." doa Avena Aditama.


Ia merasa bersalah tidak dapat melakukan apa-apa untuk membantu Bimolie Wijaya keluar dari hukuman yang akan dijalani bimoli Wijaya, akibat kerjasamanya dengan Sunco Anggraini menculik baby Alvaro.

__ADS_1


Bersambung....


hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


__ADS_2