
Ketika Markus memberikan kebebasan permintaan kepada Sunco Anggraini, membuat Sunco Anggraini merasa bahagia. ia ingin sekali meminta kepada Markus untuk membantu dirinya membalaskan dendam terhadap Tuan Filma Orion dan juga Avena Aditama.
Sunco Anggraini mulai membuka ceritanya kepada Markus mengenai maksud dan tujuannya bergabung dengan geng mafia yang dipimpin oleh Markus sendiri.
"Begini sayang, kalau boleh aku meminta bantuan kepadamu atau kepada anak buah Mu untuk membantuku melakukan sesuatu."ucap Sunco Anggraini kepada Markus membuat Markus mengerutkan keningnya.
"Katakan saja. Tidak perlu bertele-tele jika aku dapat melakukan atau membantumu pasti akan aku bantu. Kamu tidak perlu khawatir." ucap Markus kepada Sunco Anggraini membuat Sunco Anggraini langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan Markus. Karena dirinya merasa bahagia mendengar jawaban Markus saat itu.
Sunco Anggraini akhirnya bercerita kepada Markus mengenai masa lalu orang tuanya. Sehingga ia terlahir ke dunia ini, ia ingin membuat kehidupan Avena Aditama dan keluarganya hancur berantakan. Ia juga tidak ingin melihat Tuan Filma Orion masih merasakan nikmatnya kehidupan di dunia ini.
Sementara Ketika tuan Filma Orion meninggalkan Nyonya Rose brand, kehidupan Nyonya Rose brand begitu menderita setelah ditinggal pergi oleh Tuan Filma Orion. Hal itulah yang tidak dapat diterima oleh Sunco Anggraini, Sehingga dirinya benar-benar ingin membalaskan dendam orang tuanya kepada Tuan Filma Orion.
Setelah mendengar cerita dari Sunco Anggraini, Markus langsung tertawa ngakak membuat suara tawanya menggema di seisi ruangan. Kenapa kamu tertawa Sayang? apa ada yang lucu dengan masa lalu orang tuaku?" apa kamu merasa kalau aku salah ingin menuntut Hak aku sebagai seorang anak?
Kehidupan Avena Aditama, selama ini sudah hidup bahagia bersama Tuan Filma Orion. Sementara kehidupanku sangat menderita bersama ibu kandungku sendiri. Jika kamu berkenan Tolong bantu aku, untuk menghancurkan kehidupan keluarga itu." ucap Sunco Anggraini memohon kepada Markus. Sambil bergelut manja di pangkuan Markus.
Visual Markus dan Sunco Anggraini lagi bergelut manja
"Kamu tenang saja, tidak perlu khawatir kalau masalah seperti itu. Itu masalah kecil. Kita tidak perlu turun tangan. Cukup anak buah saja, pasti sudah membuat mereka menderita dan tidak akan melupakan apa yang terjadi di masa lalu." ucap Markus meyakinkan Sunco Anggraini. Kalau anak buahnya mampu melakukan apa yang diminta Sunco Anggraini saat ini.
"Kamu serius sayang? mereka akan berhasil membuat kehidupan keluarga itu menderita seperti yang aku inginkan?" tanya Sunco Anggraini meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kamu sudah pasti tahu siapa geng mafia grup Markus. Tidak ada yang pernah bisa melawan saya. Jika ada yang berniat menentang saya, maka saya tidak akan segan-segan menghabisinya.
Jadi kamu tenang saja. Mereka saja yang mengerjainya, tidak perlu mengotori tangan kita untuk membuat keluarga itu menderita." ucap Markus sambil langsung menggendong tubuh Sunco Anggraini naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size itu.
Markus langsung mengecup bibir manis Sunco Anggraini. Dan ketika Markus sudah memberikan kecupan hangat di sana, membuat Sunco Anggraini merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Perlahan demi diperlahan turun ke jenjang leher Sunco Anggraini membuat Sunco Anggraini semakin bergelinjang. Ia pun memberikan kecupan hangat dan membuat tanda merah di sana pertanda kepemilikannya.
Markus seolah kehausan akan pelayanan Sunco Anggraini yang terus membuat dirinya ketagihan. Sunco Anggraini memang benar-benar jagonya melayani Markus di atas ranjang. Tak seorangpun yang mampu mengimbangi permainan sunco Anggraini termasuk sang Big boss geng mafia di negara ini.
Sunco Anggraini langsung melucuti pakaian sang Big Bos. Hingga tubuh Sang Big Bos terekspos jelas di matanya. Membuat roti sobek yang ada di tubuh Sang Big boss begitu membuat gairahnya semakin bangkit.
"Wow kamu memang benar-benar lelaki idamanku. Apa kamu menginginkannya sayang?" ucap Sunco Anggraini tepat di telinga Markus. Ia pun langsung berjongkok dan memainkan adik kecil Markus dan melahapnya Bagaikan memakan es krim.
Membuat Markus merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Gerakan demi gerakan yang dilakukan Sunco Anggraini, membuat Markus benar-benar terbuai akan permainan yang dilakukan Anggraini.
Sementara Sunco Anggraini, tetap melahap adik kecil milik Markus. "Sayang ah....aku sudah tidak sanggup lagi." ucap Markus kepada Sunco Anggraini. Membuat Sunco Anggraini menghentikan gerakannya sejenak agar Markus tidak langsung mencapai puncaknya.
Ia memberi jeda sedikit agar Markus merasakan permainan yang ia lakukan, benar-benar begitu membuat dirinya puas. Sementara Markus terus mengejut bagian gunung kembar milik Sunco Anggraini dan berikan tanda merah di sana. Pertanda kepemilikannya.
Sunco Anggraini kembali memimpin permainan. Membuat seorang Markus merasa tidak sanggup lagi untuk melawan permainan yang dilakukan oleh sunco Anggraini. Ia pun akhirnya membalikkan tubuh Sunco Anggraini dan memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai yang terdalam milik Sunco Anggraini.
Perlahan demi perlahan adik kecilnya ia masukkan dan membuat Sunco Anggraini mengeluarkan de$@hannya. Ia benar-benar merasakan sensasi yang sangat luar biasa. apalagi ukuran adik kecil milik Markus dapat membuat Sunco Anggraini merasa sangat puas.
Karena ukurannya yang sangat besar membuat Sunco Anggraini benar benar merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Ketika Markus memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai yang terdalam milik Sunco Anggraini.
__ADS_1
Setelah kurang lebih satu jam permainan panas itu, mereka lakukan. Akhirnya Markus pun mencapai puncaknya. Suara merdu Markus terdengar jelas di telinga Sunco Anggraini. Itu pertanda dirinya sudah benar-benar mencapai puncaknya.
"Kamu benar-benar membuatku sangat kewalahan. Aku mengaku kalah kepadamu kalau dalam permainan ranjang." ucap Markus tepat di telinga Sunco Anggraini sambil memberikan kecupan hangat di bibir Sunco Anggraini.
Kemudian Ia pun langsung membaringkan tubuhnya di samping Sunco Anggraini. Entah karena faktor kecapean, sehingga Markus Langsung tertidur pulas mengarungi Alam mimpinya. Sunco Anggraini pun mengembangkan senyumnya sambil menatap wajah polos seorang Big boss yang berbaring di sampingnya.
visual Sunco Anggraini dan Markus tidur setelah satu jam bergulat
Ia benar-benar tidak menyangka dapat dekat dengan seorang Markus. "Tidak menyangka aku dapat mengenalmu, itu berarti aku pasti bisa membalaskan dendamku, kepada Filma Orion dan juga Avena.
Tunggu saja Filma Orion aku akan menghabisimu satu persatu dengan keturunanmu." gumam Sunco Anggraini di dalam hati yang sambil membayangkan di anak buah Markus menghabis Tuan Filma Orion dengan secara tragis.
Ia menginginkan Tuan Filma Orion yang lebih dulu enyah dari muka bumi ini. baru Sunco Anggraini membuat kehidupan rumah tangga Avena Aditama hancur berantakan. Agar putranya baby Alvaro merasakan apa yang dirasakan oleh Sunco Anggraini beberapa tahun yang lalu.
Bersambung.....
hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓
yuk mampir ke karya emak yang lain
__ADS_1