Suamiku Racun Dunia

Suamiku Racun Dunia
BAB 81.TO THE POINT


__ADS_3

"Permisi tuan, ini menu makanannya." ucap Barco Atalariksa formal seolah-olah dirinya tidak mengetahui kalau yang duduk di sana adalah Markus yang selama ini terus berdebat dengannya.


"Eh kamu Ternyata!" Celetuk Barco Atalariksa sambil menghidangkan menu makanan pesanan Markus. lalu berniat Langsung kembali ke dapur. Tetapi tiba-tiba tangan Markus menarik Barco Atalariksa hingga Barco Atalariksa terjatuh ke pangkuannya.


"Kamu apa-apaan sih menarik-menarik orang." gerutu Barco Atalariksa sembari berusaha bangkit dari pangkuan Markus.


"Habis kamu main pergi gitu aja." sahut Markus.


"Memangnya apa lagi? kan makanan pesanan kamu sudah saya antar dan hidangkan di hadapan kamu. Memangnya saya perlu harus menyuapi kamu lagi?Tolong jangan mencari masalah di sini. Aku masih sibuk." pekik Barco Atalariksa.


"Temani saya makan!" ucap Markus tepatnya memerintah


" Eh... memangnya kamu siapa merintah saya?" ucap Barco Atalariksa kepada Markus membuat keduanya kembali saling berdebat. Bimolie yang mendengar perdebatan keduanya pun mengembangkan senyumnya.


"Kok aku malah yakin ya mereka akan berjodoh." gumam Bimolie dalam hati sambil memperhatikan interaksi antara Barco Atalariksa dengan Markus.


"Maaf saya tidak memiliki waktu untuk menemani kamu makan. Karena masih banyak pekerjaan penting yang harus saya kerjakan dibandingkan menemani kamu makan di sini."


Kemudian Markus pun mengembangkan senyumnya, sambil langsung menekan nomor ponsel milik Avena Aditama agar Avena Aditama datang menghampirinya.


"Temui Kakak di resto." ucap Markus dalam sambungan telepon selulernya dengan singkat. Kemudian Markus langsung mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


Avena Aditama menggelengkan kepalanya, setelah menerima sambungan telepon selulernya dari kakak sepupunya. Avena Aditama berlalu keluar, dan menitipkan baby Alvaro yang sedang tertidur pulas. Di ruang istirahat kepada salah satu karyawannya.


Setelah berada di dalam restoran Avena langsung menghampiri Markus yang sedang berdebat dengan Barco Atalariksa.

__ADS_1


"Ada apa sih ini ribut-ribut? mengapa kalian setiap bertemu selalu saja berantem apa tidak ada kedamaian di hati kalian? ucap Avena Aditama kepada Barco Atalariksa dengan Markus.


Nggak tahu tuh kakak sepupu lo tuh. Taunya cari masalah saja ke gue. Mendingan bawa pulang tuh kakak sepupu kamu, pusing gue lihatnya ." Hardik Barco Atalariksa sambil langsung berlalu ingin meninggalkan Avena Aditama dan Markus di sana.


Avena Aditama langsung menahan Barco Atalariksa. Memangnya kenapa sih Kamu sepertinya membenci kakak sepupu Ku? apa dia mencari masalah sama kamu?" tanya Avena Aditama kepada Barco Atalariksa.


"lebih baik kamu tanyakan saja kepada kakak sepupu kamu itu. Apa yang ia lakukan kepadaku. Dia memintaku menemaninya makan siang di sini. Sementara pekerjaanku masih banyak yang harus aku kerjakan." gerutu Barco Atalariksa sembari menatap Markus dengan tatapan tajam.


"Sudahlah tidak perlu dipermasalahkan. Pekerjaan itu bisa dikerjakan karyawan lainnya. Tamu itu adalah raja kalau kamu diminta untuk menemaninya makan tidak apa-apa. Kamu temani saja, biarkan yang lain yang mengerjakan tugas-tugasmu yang ada di dapur." ujar Avena Aditama.


Membuat Barco Atalariksa tidak dapat berkutik. Padahal Avena Aditama sengaja membiarkan Barco dengan Markus berdua di sana. Karena salah satu rencana Avena Aditama ingin menjodohkan Markus dengan sahabatnya Barco Antariksa, ia tidak ingin kalau sang kakak jatuh ke tangan orang yang salah.


Karena ia sudah tahu betul siapa sosok Barco Atalariksa yang selalu menemani, walaupun Dalam keadaan susah maupun senang.


Setelah Barco Atalariksa duduk sambil mengotak-atik ponselnya Avena Aditama kembali meninggalkan keduanya menuju ruang istirahat baby Alvaro, karena Avena Aditama khawatir setelah ia tinggalkan baby Alvaro akan terbangun dari tidurnya.


Katakan Apa maksudmu? Mengapa kamu meminta aku untuk menemanimu makan di sini? Memangnya kamu kira saya ini jongosmu." ucap Barco Atalariksa kepada Markus yang dapat membuat Markus langsung tertawa cengengesan.


Loh kok malah tertawa? tidak ada yang lucu tapi kamu malah tertawa geli lihatnya tahu." ucap Barco Atalariksa sambil menatap Markus dengan tetapan tajam.


"Sudahlah daripada kamu mengomel lebih baik kita makan saja nih menu makanan saya pesan sebanyak ini, bukan untukku saja.


Tidak mungkin aku dapat menghabiskan makanan sebanyak ini." ucap Markus kepada Barco Antariksa sambil memberikan beberapa macam menu makanan kepada Barco.


"Kamu ini ada-ada saja. Sudah tahu saya bekerja di restoran ini, mengapa kamu menyuguhkan menu makanan yang ada di sini kepadaku ? tanya Barco Atalariksa

__ADS_1


Jangan khawatir aku ingin kamu membantuku menghabiskan menu makanan yang ada di sini. Karena Citra rasa makanan yang disediakan di tempat ini merupakan makanan kesukaan ku.


Jadi Sudah sewajarnya aku datang ke sini menikmati makan siang Ku dengan orang yang spesial di dalam hatiku." ucap Markus to the point kepada Barco Atalariksa membuat Barco mengerutkan keningnya.


"Maksud kamu apa? mana orang yang ada di dalam isi hatimu menemani kamu makan di sini? Pasti dia takut kan datang karena melihat wajah kamu yang menyeramkan itu?" ucap Barco Atalariksa membuat Markus langsung tertawa ngakak.


Orang yang spesial di dalam hatiku berada di sini bersamaku saat ini. ucap Markus kepada Barco Atalariksa membuat Barco Atalariksa semakin bingung Ia pun mengerutkan keningnya pertanda ia bingung akan situasi yang terjadi saat ini?


" jangan bercanda saya yang duduk bersama kamu di sini, tidak ada yang lain Jadi saya serius .Mana orang spesial yang kamu tunggu sedari tadi? pasti dia tidak akan datang bukan? Karena dia sudah tidak cinta kepada kamu jadi dia lebih memilih meninggalkan kamu. jadi menurutku lebih baik fokus cari uang dulu baru mencari wanita yang menjadi pendamping hidupmu.


Saya tidak perlu mencari pendamping hidup lagi. Karena apa? Karena saya sudah menemukannya Di sini. Tetapi ia enggan untuk mengeluarkan jadi dirinya.


Markus mulai mencicipi menu makanan yang disediakan oleh Barco Atalariksa. Sementara Barco Atalariksa, hanya menatap menu makanan itu saja. Sesekali iya mbak lirik ke arah Markus yang sedang mencicipi menu makanan yang disediakan oleh Barco Atalariksa.


Kenapa tidak dimakan? kok malah bengong? ucap Markus kepada Barco Atalariksa membuat Barco Atalariksa langsung tersentak ketika Markus bertanya kepada Barco Atalariksa yang tak kunjung menyantap menu makanan yang ada di hadapannya.


"Maaf saya masih kenyang!" sahu Barco Atalariksa dengan singkat.


"Tidak mungkin kamu sudah kenyang. kamu saja belum makan sedari tadi." ucap Markus kepada Barco Atalariksa yang masih menunggunya mencicipi menu makanan buatan Barco.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2