
Nyonya Hidayah sedang asik menonton pemberitaan pembunuhan yang terjadi di negara ini. Hal itulah yang membuat Nyonya Hidayah terfokus untuk menonton siaran televisi swasta.
Yang menyiarkan secara langsung rekonstruksi pembunuhan, salah seorang Brigadir yang dibunuh oleh sang komandan dan rekannya sendiri. Apalagi pemberitaannya viral di media sosial sehingga nyonya Hidayah ingin sekali mengetahui motif pembunuhan berencana tersebut.
Ketika Nyonya Hidayah sedang fokus menonton siaran televisi pemberitaan di negara ini, Tuan Filma Orion datang menghampirinya. Ada apa sih mom kok terlihat serius sekali menontonnya? tanya Tuan Filma Orion kepada Nyonya Hidayah.
"Ini pa, Mom lagi menonton siaran rekonstruksi secara live di salah satu televisi swasta, tentang rekonstruksi pembunuhan salah satu Brigadir di negara ini, yang dibunuh oleh komandan dan rekannya sendiri.
Padahal menurut pemberitaan kalau selama ini, hubungan sang Brigadir dengan keluarga sang komandan begitu baik. Dan seperti sudah keluarga. Tetapi Mom, heran mengapa sang komandan tega membunuh ajudannya sendiri." ucap Nyonya Hidayah sambil menunjuk ke arah layar televisi yang menayangkan rekonstruksi pembunuhan sang Brigadir itu.
"Entahlah zaman sekarang sudah edan. Mungkin mereka sudah jauh dari Alloh sehingga mereka mampu melakukan pembunuhan berencana seperti itu. Jujur kasihan dengan orang tua sang Brigadir. Dari kecil dirawat dan di sekolahkan sampai dia berhasil menjadi seorang Brigadir di dinas Kepolisian. Tetapi nyawanya direnggut paksa oleh sang komandan sendiri.
"Tapi sudahlah mudah mudahan sang Brigadir di tempatkan di sisi Allah. Mungkin ini pembelajaran bagi dinas terkait, agar lebih berhati-hati untuk memanfaatkan pangkat dan kedudukannya." ucap Tuan Filma Orion sambil duduk di samping Nyonya Hidayah.
"Oh ya mom, sebelumnya Markus ada nggak ngomong sama mom ke mana pergi hari ini?" tanya Tuan Filma Orion kepada Nyonya Hidayah.
" Tidak sih," tadinya dia ngomong Kalau hari ini dia pergi ke restoran milik Avena Aditama. Tetapi sepertinya restoran Avena Aditama jam segini sudah tutup tuh." ucap Nyonya Hidayah kepada tuan Filma Orion.
Tapi kemana itu anak? kok belum pulang nih sampai jam sekarang? ucap Tuan Filma Orion sambil terus pandangan Tuan Filma Orion ke layar televisi. Mereka benar benar Serius mengikuti pemberitaan pembunuhan sang Brigadir yang viral di dunia maya.
Bahkan pemberitaan itu Viral sampai manca negara. Pemberitaan ini, banyak menyita perhatian publik. terutama masyarakat Indonesia yang selalu antusias untuk mengikuti pemberitaan yang penuh kontraversi. Membuat Tuan Filma Orion tidak ingin ketinggalan pemberitaan.
__ADS_1
Karena kasus ini jugalah yang membuat Bisnis judi online milik Markus di Indonesia terancam. Hingga Markus mengalihkan usaha Judi online yang ia kelola selama ini, ke negara yang melegalkan judi online Itu. pundi pundi rupiah dari bisnis judi online memang mengiurkan.
Tetapi di negara ini, bisnis Judi online itu ilegal dan bisnis judi online benar benar di negara ini. Berharap generasi penerus bangsa supaya lebih baik. Tetapi pangkat dan kedudukan yang berkuasa memberi backup, membuat judi online di negara menjadi menjamur.
****
Sementara di tempat lain, Barco Atalariksa dan Markus setelah menyantap menu makan malam, yang sudah disediakan oleh para asisten dan juga pelayan yang ada di rumah mewah milik Markus. Mereka beralih ke taman yang memperlihatkan pemandangan yang indah di sana.
"Ini istana siapa? tempatnya bagus sekali asri dan indah." puji Barco Atalariksa memuji keindahan dan keasrian rumah mewah milik Markus. Markus tidak langsung menjawab ia hanya mengembangkan senyumnya menatap Barco Atalariksa dengan tatapan penuh arti.
Ia sudah tidak sabar ingin bersanding dengan Barco Atalariksa. Karena ia sudah yakin kalau Markus sangat sayang dan cinta kepada Barco Atalariksa. Padahal mereka saling mengenal baru sekitar 2 bulan.
"Ya milik yang punya rumah inilah. tidak mungkin juga kan rambutannya milik tetangga." ucap Markus Sambil tertawa ngakak.
"Aku serius nanyanya. lihat tuh buahnya sudah pada matang. Sepertinya enak dan segar baru dipetik langsung dimakan." ucap Barco Atalariksa dengan semangat. Markus yang sudah mengetahui kalau Barco Atalariksa ingin memanjat pohon itu pun, langsung tertawa ngakak.
"Pasti kamu ingin memanjatnya kan?" ucap Markus menebak apa yang ada di dalam pikiran Barco Atalariksa.
"Ihhhh tau banget sih apa yang aku pikirkan." gerutu Barco Atalariksa, Karena apa yang di dalam pikiran Barco Atalariksa dapat ditebak oleh Markus.
"Bagaimana mungkin aku tidak bisa menebak apa yang di dalam pikiran kamu. Secara sewaktu berada di rumah om Filma Orion dan tante Hidayah kamu saja memanjat pohon mangga yang ukurannya cukup besar.
__ADS_1
Apalagi dengan pohon rambutan kecil seperti ini, pasti enteng bagi Mu untuk memanjatnya." ucap Markus sambil mengembangkan senyumnya kemudian Markus pun Memperbolehkan Barco Atalariksa melakukan apa saja yang ia sukai di taman dan rumah mewah miliknya.
Sekalipun Barco Atalariksa belum mengetahui Siapa pemilik rumah mewah itu. Yang pasti, yang ia pikirkan saat ini ia dapat memanjat dan menikmati buah pohonnya rambutan yang ada di taman itu tanpa peduli Siapa pemilik Rumah itu.
Barco Atalariksa pun langsung memanjat pohon rambutan itu. Sesekali ia petik, baru dia lempar ke bawah. Ia pun sambil memakannya di pohon rambutan itu. Membuat Markus pun tertawa ngakak Ia mendokumentasikan Barco Atalariksa saat memanjat pohon rambutan itu agar ada seru-seruan yang ia tonton saat kejenuhan datang menimpanya.
Jam sudah menunjukkan 18.30 WIB itu pertanda kalau jam salat magrib telah tiba saatnya. Hingga Barco Atalariksa langsung turun ke bawah, berniat untuk melakukan salat magrib.
Tetapi ketika Barco Atalariksa sudah turun ke bawah, ia memetik beberapa buah rambutan yang ia turunkan sebelumnya. Ia pun berlalu meninggalkan Markus di sana. "Maaf kalau boleh tahu ngambil air wudhu di mana ya? Soalnya saya mau salat magrib." ucap Barco Atalariksa kepada salah satu asistennya yang bekerja di sana.
Kemudian Markus yang mendengar apa yang dikatakan oleh Barco Atalariksa kepada salah satu asisten. Merasa heran wanita seperti Barco Atalariksa Ternyata wanita yang taat agama. Ia tidak lupa selalu sholat lima Waktu.
Membuat Markus berniat untuk memantapkan hatinya untuk menjadikan Barco Atalariksa menjadi pendamping hidupnya. Setelah mengambil air wudhu Barco Atalariksa pun meminjam mukena dan sajadah milik salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mewah itu.
Berniat untuk melakukan shalat magrib. setelah selesai melakukan salat magrib baru Barca Atalariksa kembali menghampiri Markus. Ia pun ingin segera pulang ke rumah karena jam sudah hampir pukul 19.00 Wib
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1