
Satu bulan sudah berlalu, Markus berada di Indonesia melakukan pengobatan terapi atas kelainan $3ks yang ia alami. Akhirnya berhasil juga. Usaha yang dilakukan Markus dibantu oleh Tuan Filma Orion akhirnya membuahkan hasil.
Markus bernapas lega ketika dirinya sudah kembali seperti lelaki lainnya. Ia benar-benar beruntung bertemu dengan Tuan Filma Orion yang merupakan adik kandung ayahnya sendiri.
Yang mana keberadaan Tuan Filma Orion tidak diketahui oleh Markus, karena selama ini Markus bersama ibu kandungnya Sasa Aliana berada di kota Changi Singapura.
Tetapi beberapa tahun belakangan ini Markus terjun ke dunia bisnis ilegal yang selama ini membuat pundi-pundi keuangannya menjadi meroket. Tetapi setelah pihak kepolisian melakukan razia besar-besaran memburu situs judi online,sehingga Markus kembali ke kota Changi Singapura dan mengalihkan usaha judi onlinenya ke negara tempat ia tinggal.
Bisnis ilegal narkoba bertaraf internasional ia stopkan begitu saja. Hal itu membuat para rekan bisnisnya menjadi kewalahan untuk mencari barang yang selama ini anak buah Markus yang mengirimkan barang buat mereka. Tanpa ada penjelasan yang pasti dari Markus ia menghentikan bisnis itu begitu saja. Setelah bertemu dengan keluarga Tuan Filma Orion.
Kebahagiaan ditemukan Markus saat berada di tengah-tengah keluarga Tuan Filma Orion. ia merasa bahagia mendapat perhatian penuh dari Nyonya Hidayah dan Tuan Filma Orion Begitu juga dengan adik sepupunya Avena Aditama yang selalu setia menghidangkan makanan kesukaannya. Membuat dirinya lebih betah tinggal bersama keluarga Tuan Filma.
****
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Membuat tidur gadis cantik itu terbangun. Apalagi setelah jam beaker yang ada di atas nakas sudah sedari tadi menjerit-jerit meminta gadis cantik itu untuk segera bangkit dari pembaringannya.
"Aduh berisik banget sih ini jam!" memangnya Sudah jam berapa sih?" gumam Barco Atalariksa sambil meraba jam beker yang ada di atas nakas. Ia pun mulai membuka netranya dan Melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi itu artinya Barco Atalariksa sudah terlambat.
Ya Allah gue telat. Nisa-bisa Avena marah nih." gumam Barco Atalariksa sambil langsung bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi. Ia pun langsung mempercepat ritual mandinya agar Avena dan karyawan lainnya tidak terlalu lama menunggu. Apalagi kunci resto yang mereka kelola selama ini di tangan Barco Atalariksa.
Setelah 10 menit berlalu melakukan ritual mandinya, Barco Atalariksa pun langsung menggunakan pakaiannya. Dengan menggunakan celana jeans ala anak zaman now dipadukan dengan kemeja biru muda Terlihat agak ngepas, rambut diikat ekor kuda wajahnya dioles bedak tipis dan make up yang natural, membuat aura kecantikan Barco Atalariksa semakin terpancar. Membuat setiap kaum Adam yang melihatnya pasti akan terpesona.
__ADS_1
Setelah memastikan penampilannya sudah tampak rapi, Barco Atalariksa mengabil tas sandang yang biasa ia pakai setiap berangkat kerja dan langsung berlari keluar. Dengan menggunakan motor matic miliknya, Ia pun langsung melajukan motornya menuju restoran milik Avena Aditama, yang selama ini dikelola oleh Barco Atalariksa dan beberapa karyawan lainnya.
Setelah 10 menit melakukan perjalanan yang kebetulan lokasi restoran itu tidak jauh dari tempat tinggal Barco Atalariksa, sehingga dirinya tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di restoran itu.
Terlihat beberapa karyawan lainnya sudah mondar-mandir menunggu kedatangan Barco Atalariksa.
"Kok lama banget sih Kak? ini sudah jam berapa nanti kita tidak keburu loh." ucap salah satu karyawan yang sudah lama menemani Barco Atalariksa menjalankan usaha kuliner itu.
"Maafkan saya terlambat bangun Entah kenapa tadi malam mataku terlalu sulit untuk terpejam." ucap Barco Atalariksa berterus terang kepada karyawan yang bertanya kepadanya, setelah memarkirkan motornya di parkiran khusus karyawan.
Kemudian Barco Atalariksa pun langsung membuka restoran itu. Agar mereka segera melakukan tugas Mereka masing-masing. Ada beberapa karyawan yang membersihkan resto dan mempersiapkan menu makanan.
Sementara Barco Atalariksa sudah mulai membuka berapa aplikasi yang bekerjasama dengan restoran yang ia kelola. Berharap dengan menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa aplikasi yang menawarkan jasa penghantar makanan membuat usaha kuliner itu berjalan dengan lancar.
Baru beberapa membuka aplikasi sudah banyak pesanan masuk dari berbagai aplikasi yang yang menawarkan jasa penghantar makanan.
"Wah pesanan kita sepertinya hari ini membludak. Cepat kita sediakan semuanya." ujar Barco Atalariksa sambil membantu karyawan lainnya mempersiapkan menu makanan yang dipesan para pelanggan.
Sementara Avena Aditama yang baru tiba di restoran bersama Bimolie Wijaya dan baby Alvaro langsung membantu Barco Atalariksa menyiapkan menu makanan pesanan dari Beberapa pelanggan yang sudah berdatangan untuk mencicipi menu makanan yang ada di restoran milik Avena Aditama. Usaha kuliner milik Avena Aditama memang sangat berkembang. Apalagi restoran milik Avena Aditama bekerjasama dengan berbagai aplikasi.
"Wah sepertinya rame banget sayang." ucap Bimolie Wijaya sambil terus membantu Avena Aditama. Sementara baby Alvaro terus berada di dekapan Avena Aditama. Sehingga Bimolie meminta Avena Aditama untuk istirahat di ruang istirahat.
__ADS_1
"Sudah sayang, kamu istirahat saja dengan Putra kita. Biarkan mas dan Barco Atalariksa yang menangani ini semua." ujar Bimolie Wijaya kepada Avena Aditama. Avena Aditama pun langsung meninggalkan Bimolie dan Barco Atalariksa menuju ruang istirahat.
Apalagi ia melihat baby Alvaro sudah tampak bosan. Ia pun mendudukkan baby Alvaro di atas karpet tempat biasa baby Alvaro bermain ketika mereka berada di restoran. Apalagi ruang istirahat itu cukup lebar membuat baby Alvaro bermain lebih leluasa.
Sementara Markus yang ingin menikmati makan siang di restoran milik Avena Aditama duduk di kursi paling pojok restoran. Sambil mengotak-atik ponselnya. Salah satu pelayan datang menghampiri Markus .
"Permisi Tuan, Anda memesan apa?" ucap salah satu pelayan itu kepada Markus. berusaha ramah. Kemudian Markus pun langsung memesan menu makanan yang ada di daftar menu restoran milik Avena Aditama.
Setelah Markus pelayan itu pun akhirnya meninggalkan Markus begitu saja duduk di kursi paling pojok.
"Kak, lelaki yang ada di pojok itu sepertinya lelaki yang berdebat sama kakak hari itu kan?" ucap pelayan itu sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah Markus.
Barco Atalariksa yang melihat keadaan Markus pun menganggukkan kepalanya. Pertanda benar apa yang dikatakan salah satu pelayan itu. Barco Atalariksa menghela nafas panjang. Ia pun meminta pelayan itu agar dirinya saja yang menghantar menu makanan untuk Markus kali ini.
"Permisi tuan, ini menu makanannya." ucap Barco Atalariksa formal seolah-olah dirinya tidak mengetahui kalau yang duduk di sana adalah Markus yang selama ini terus berdebat dengannya.
"Eh kamu Ternyata!" Celetuk Barco Atalariksa sambil menghidangkan menu makanan pesanan Markus. lalu berniat Langsung kembali ke dapur. Tetapi tiba-tiba tangan Markus menarik Barco Atalariksa hingga Barco Atalariksa terjatuh ke pangkuannya.
"Kamu apa-apaan sih menarik-menarik orang." gerutu Barco Atalariksa sembari berusaha bangkit dari pangkuan Markus.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏