
Markus ingin berbicara empat mata dengan Barco Atalariksa. Sementara Avena Aditama dan Bimolie Wijaya yang melihat Markus menarik tangan Barco Atalariksa membiarkan begitu saja, sahabat sekaligus asisten nya mengikuti Markus. Karena ia tahu betul kalau Markus tertarik dengan Barco Atalariksa.
"Kamu bisa lepasin tidak tanganku? Kamu pikir aku binatang kamu tarik-tarik seperti ini!"
"Sudah lebih baik kamu langsung masuk saja!"pekik Markus.
"Kalau aku tidak mau kamu mau apa?
" Kamu jangan seperti anak-anak. Aku tidak suka!"
"Kalau kamu tidak suka, lebih baik kamu pergi jangan menarik tanganku seperti ini." Markus terdiam. Ia menatap Barco Atalariksa dengan seksama. Di parkiran restoran itu terlihat Barco Atalariksa dengan Markus terlibat perdebatan.
Entah apa yang mereka perdebatkan orang-orang yang ada di sana sama sekali tidak peduli. Bahkan para pelayan yang bekerja di restoran milik Avena Aditama memilih meninggalkan mereka begitu saja. Apalagi setelah mereka mengetahui kalau Markus merupakan kakak sepupu pemilik resto.
"Kamu mau apa sehingga kamu menarik tangan-tangan saya?" tanya Barco Atalariksa kepada Markus.
"Sudah lebih baik kamu ikut saja!" tidak perlu banyak tanya." ucap Markus kepada Barco Atalariksa. Tapi kendaraan Saya masih ada di sini, bagaimana mungkin saya ikut dengan kamu!" Lagian kamu membawa aku ke mana?"
Markus menghentikan langkahnya dan meminta Barco Atalariksa masuk ke dalam mobil miliknya. "Ada apa? mengapa kamu Sudah dari tadi ngotot ingin berbicara kepadaku? Kamu selalu mencari masalah kepadaku. Sepertinya aku tidak pernah mencari masalah denganmu.
Tetapi kamu mengapa selalu membuatku jengkel." ucap Barco Atalariksa sambil menatap Markus dengan tatapan tajam
.Markus sama sekali tidak menjawab.Ia memilih menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah jalan raya yang tidak tahu tujuannya ke mana.
"Kamu mau bawa aku ke mana?ini bukan arah jalan ke rumahku." pekik Barco Atalariksa lalu ketika mobil Markus tiba di sebuah rumah mewah Terlihat tamannya indah dan asri dan pepohonan Buah. Tetapi suasana rumah mewah itu terlihat sangat sepi seperti tidak berpenghuni.
Ia pun menghentikan mobilnya dan mematikan mobilnya dan parkir di sembarang tempat, seolah tempat itu miliknya sendiri. Markus meminta kepada Barco Atalariksa turun dari mobilnya. Ketika salah satu petugas keamanannya datang menghampiri Markus
"Maaf Tuan semuanya Sudah ready." ucap salah satu petugas keamanan disana.
"Kita mau ngapain di sini? dan ini tempat apa? Kok kamu memintaku turun di tempat sepi seperti ini?.
__ADS_1
Dari sini rumah aku malah makin jauh." gerutu Barco Atalariksa. Tetapi Markus tetap menarik tangan Barco Atalariksa keluar dari mobil. Agar Barco terus tetap mengikutinya.
terlihat Taman dan suasana rumah mewah itu tampak sepi, Tetapi tidak mengurangi keindahan taman itu yang luas yang dapat memanjakan mata setiap orang yang memandangnya.
Membuat Barco Atalariksa takjub akan keindahan yang entah siapa pemilik rumah mewah itu. Yang pasti Barco Atalariksa sama sekali tidak mengetahui Siapa pemilik tempat itu.
"Kamu membawaku kemari. Ini tempat apa? aku takut loh. Terlihat suasananya sangat sepi. Kamu mau macam-macam ya kepadaku? kalau kamu berbuat macam-macam kepadaku Aku tidak akan tinggal diam. "Ingat itu!" ucap Barco Atalariksa penuh penekanan.
"Siapa juga yang ingin macam-macam kepada kamu."
"Terus kalau kamu tidak ingin macam-macam, Mengapa kamu membawaku ke tempat sepi seperti ini? tanya Barco Atalariksa membuat Markus langsung tertawa ngakak.
"Ayo ikut aku!" ajak Markus membuat Barco Atalariksa semakin bingung.
"Silakan Tuan!" ucap salah satu asisten yang bertugas menjaga rumah mewah milik Markus yang mana Tidak sembarangan orang yang dapat masuk ke sana. Bahkan Tuan Filma Orion dan Avena Aditama juga tidak mengetahui rumah mewah milik Markus yang berada di kota Jakarta.
"Tuan!"
"Suatu saat kamu pasti akan mengetahui siapa saya. yang pasti aku tidak akan menyakiti kamu sedikitpun percayalah kepadaku!" ujar Markus membuat Barco Atalariksa semakin bingung.
"Terus tujuan kamu membawaku kemari apa Tuan Hemart Markus yang terhormat." ucap Barco Atalariksa penuh dengan penekanan. Tetapi Markus hanya tersenyum melihat Barco Atalariksa penasaran.
"Plesss deh kamu mau bawa aku kemana?"
Ketika Barco Atalariksa dan Markus masuk keruangan yang di desain sedemikian rupa. membuat Barco Atalariksa semakin bingung apa maksud dan tujuan Markus membawanya ke sana.
Barco atalariksa melihat seisi ruangan. terlihat seorang pelayan paruh baya mempersilahkan Barco atalariksa untuk menikmati hidangan yang ada di meja yang sudah dipersiapkan oleh pelayan paruh baya itu dan beberapa rekannya.
"Ini ada acara apa?
"Apa kamu ulang tahun? kalau kamu ulang tahun kenapa sepi sekali? bukannya ulang tahun harus dirayakan rame-rame ya biar seru." celetuk Barco Atalariksa.
__ADS_1
"Kamu ini dari tadi ngoceh saja. Lebih baik kamu diam dan ikut aku." ucap Markus sambil mengelus wajah cantik Barco Atalariksa.
Seseorang yang datang menghampiri Markus. "Tuan semuanya sudah selesai dipersiapkan." Bisik lelaki yang sepertinya satu umuran dengan Markus.
Sementara Barco Atalariksa hanya diam saja dan menikmati keindahan yang ada di rumah mewah itu. Ada pertanyaan di hati Barco Atalariksa. "Ini istana kerajaan siapa? kok terlihat semuanya serba mewah dan elegan." Barco Atalariksa bermonolog sendiri.
Ketika Markus kembali menghampiri Barco Atalariksa, membuat Barco Atalariksa dikejutkan dengan Markus "Ini buat kamu Barco Atalariksa." ucap Markus sambil memberikan buket bunga kepada Barco Atalariksa. Membuat Barco Atalariksa mengerutkan keningnya.
"Ini buat aku? Markus menganggukkan kepalanya."Aku mencintaimu Barco Atalariksa."ucap Markus dengan lantang membuat Barco Atalariksa seolah tidak percaya akan apa yang dikatakan Markus kepadanya.
Karena yang ia tahu selama ini Markus selalu membuatnya jengkel.
"Kamu jangan bercanda dong. Kalau ngeprank aku Jangan begini caranya. Nanti aku bisa baper. Karena aku juga baperan orangnya." ucap Barco Atalariksa yang mampu membuat Markus langsung mengebangkan senyumnya.
Ia pun meraih tubuh Barco Atalariksa ke pelukannya. "Ya aku memang benar-benar mencintaimu Barco Atalariksa!" Jadilah pendamping hidupku untuk selamanya." ucap Markus membuat Barco Atalariksa
Mendengar apa yang dikatakan Markus kepadanya, seolah Barco Atalariksa tidak percaya apa yang diungkapkan Markus dari mulutnya.
Percaya atau tidak, yang pasti aku sudah mengatakan yang sebenarnya perasaanku kepada kamu. Jujur semenjak aku bertemu dengan kamu seperti ada sesuatu yang lain yang dapat membuat aku jatuh cinta kepadamu. Tetapi saat itu aku belum berani untuk mengungkapkannya.
Karena ada sesuatu hal yang penting yang harus saya kerjakan sebelum aku memantapkan hatiku untuk meminang seorang wanita yang benar-benar aku cintai. Aku berharap kamu menerima cintaku dan mencobalah untuk menerimaku apa adanya." ujar Markus membuat Barco Atalariksa semakin bingung.
Entah apa yang mau ia jawab saat ini. Yang ia ketahui selama ini, kalau Markus sangat membencinya sehingga selalu membuatnya jengkel.
"Apa Avena Aditama sudah mengetahui ini semua? Markus mengerikan bahunya. Itu berarti Markus tidak tahu pasti kalau Avena Aditama juga mengetahuinya. Yang pasti yang mengetahuinya hanyalah Avena Aditama dan juga tuan Filma Orion.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1