
"Jangan pernah kamu sakiti Papa mertua saya, kalau kamu tidak mau menyesal seumur hidup."ucap dimulai kepada sanko Anggraini karena dirinya sudah mulai emosi melihat tingkah sanko Anggraini yang sesukanya terhadap Ayah mertuanya.
"Saya tidak takut sedikitpun dengan ancamanmu. Jangan kamu kira setelah kamu mengancamku aku akan takut. Apalagi kamu hanya laki laki pecundang yang hanya modal dengkul doang. Ingat nyawa Tuan Filma Orion ada di tangan saya. jadi kamu jangan macam-macam." ucap Sunco Anggraini balik mengancam Bimolie tetapi Bimolie sama sekali tidak merasa takut akan ancaman Sunco Anggraini.
Karena Bimolie sudah sangat mengetahui kepada siapa Sunco Anggraini berlindung. saat ini Sunco Anggraini sudah menjadi target pencarian pihak kepolisian tentang penganiayaan terhadap Nyonya Hidayah dan juga penculikan terhadap baby Alvaro.
Markus menghampiri Sunco Anggraini setelah Sunco Anggraini menyudahi sambungan telepon selulernya terhadap Bimolie. "Ada apa sepertinya kamu terlihat emosi? tanya Markus kepada Sunco Anggraini.
"Menantu tua bangka itu telah mengancamku. agar aku membebaskan lelaki yang tidak bertanggung jawab itu. Dia pikir dia siapa memerintah Ku." ucap Sunco kepada Markus.
"Sebenarnya ada dendam apa kamu kepada Filma Orion?" tanya Markus penuh selidik.
"Menurut ibu kandung saya, kalau ayah kandung saya adalah tuan Filma Orion. Entah siapa yang benar antara ibu kandung saya dengan Tuan Filma Orion. Tetapi yang pasti, setelah Tuan Filma Orion meninggalkan Ibu saya ketika saya masih dalam kandungan, kehidupan Ibu dan saya begitu menderita dan di bawah garis kemiskinan.
"Kalau Tuan Filma Orion merupakan ayah kandung kamu, mengapa kamu tega menyiksanya? bukan kah, di darah Mu ada darah Filma Orion?
" Seharusnya sebelum kamu menghukum seseorang. Seharusnya kamu mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Jangan kamu dengarkan dengan secara sepihak. lebih baik cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu sebelum kamu menyesal nantinya.
"Jangan bertindak gegabah. Jika kamu tidak mengetahui kebenarannya." ujar Markus kepada Sunco Anggraini. Karena Markus memperhatikan Tuan filma Orion merupakan lelaki baik-baik. Tidak seperti yang dituduhkan Sunco Anggraini.
"Kok kamu jadi membela lelaki tua bangka itu? tanya Sunco Anggraini kepada Markus.
"Tidak, saya tidak membela siapa-siapa yang pasti yang saya inginkan kamu terlebih dahulu mencari tahu siapa sosok Tropical yang dikatakan oleh Tuan Filma Orion kepadamu.
Karena sepertinya dari raut wajah tuan Tuan Filma Orion tampaknya Dia Lelaki jujur." ucap Markus kepada Sunco Anggraini membuat Sunco Anggraini sedikit kesal kepada Markus. seolah Markus membela Filma Orion.
__ADS_1
Sunco Anggraini terdiam. Di satu sisi apa yang dikatakan oleh Markus benar adanya. Tetapi apa yang sudah diberitahu oleh Nyonya Rose brand kepadanya, membuat dirinya semakin membenci seorang Filma Orion.
"Entah siapa yang dapat dipercaya saat ini. saya tidak paham semua ini." ucap Sunco Anggraini sambil menghempaskan barang-barang yang ada di ruangan itu. Membuat Markus menjadi emosi melihat tingkah Sunco Anggraini yang semakin menjadi di ruang kerja Markus.
"Jangan pernah menghancurkan barang-barangku Yang ada di ruangan ini. kalau kamu masih sayang kepada nyawa kamu." ucap Markus sambil menekan dagu Sunco Anggraini.
Sebelum kamu kenal samaku, kamu tidak siapa siapa, jadi jangan sok bertingkah. Ingat yang membuat peraturan di sini hanya saya bukan kamu. Jadi jangan sesuka hatimu menghancurkan barang-barang saya yang ada disini. Kalau kamu tidak ingin hancur seperti barang-barang yang kamu hancurkan ini." ucap Markus dengan penuh penekanan.
Sebagai hukumannya, kamu lucuti segala pakaianmu dan menari di hadapanku sekarang." pekik Markus kepada Sunco Anggraini dengan nada meninggikan.
Membuat Sunco Anggraini tidak bisa menolak apa yang menjadi permintaan Markus saat ini. Karena sudah menjadi perjanjian mereka, Sunco Anggraini harus selalu menurut akan perintah Markus. Jika dirinya masih ingin tinggal di sana dan mendapat perlindungan dari Markus dan anak buahnya.
Sunco Anggraini sama sekali tidak memiliki pilihan lain. Selain dirinya harus menurut Apa yang diperintahkan oleh Markus kepadanya. karena ia sudah terlanjur masuk ke geng milik Markus.
Sunco Anggraini akhirnya melucuti pakaiannya. Tanpak Markus sudah menghidupkan musik dan membiarkan Sunco Anggraini menari-nari tanpa sehelai benang pun.
Ketika Sunco Anggraini menari-nari tanpa menggunakan sehelai benang pun melekat di tubuhnya. Markus bangkit berdiri ketika gairahnya sudah mulai bangkit. Ia memainkan gunung kembar milik Sunco Anggraini ketika Sunco Anggraini terus menari untuk Markus.
Ketika Markus memainkan gunung kembar milik Sunco Anggraini, membuat Sunco Anggraini semakin bergelinjang dan mempercepat gerakan tariannya. Seolah dirinya tidak tahan menahan rasa yang begitu aneh menurutnya. Dengan permainan yang dilakukan Markus ketika dirinya menari.
Tetapi Sunco Anggraini tidak berdaya melarang Markus, melakukan itu semua. Karena sesuai dengan perjanjian mereka, hanya Markus sendiri yang bisa menentukan hukuman apa yang akan berlaku untuk Sunco Anggraini.
Ketika Markus sudah mulai puas memainkan gunung kembar milik Sunco Anggraini, ia beralih ke bagian lembah sungai yang terdalam yang ada di sana. Sementara Sunco tetap saja diminta markus menari untuknya.
Sekalipun Ia terus memainkan tubuh Sunco Anggraini. Sejujurnya Sunco Anggraini sudah mulai emosi dengan apa yang dilakukan Markus kepadanya. Tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa. Nasi sudah menjadi bubur.
__ADS_1
Ia telah masuk ke markas geng mafia yang ditakuti di negara ini. Sudah menjadi resiko Sunco Anggraini mendapatkan perlakuan seperti yang dilakukan oleh Markus kepadanya.
Tak ada satupun yang bisa menentang Markus. Kalau sudah bergabung ke kelompok mafia itu. Bahkan bagi siapa yang menentang dan juga berkhianat kepada Markus, maka nyawa yang menjadi taruhannya. Bahkan tak satupun yang mampu berhasil lolos dari genggaman Markus, jika sudah bergabung dengannya.
Tetapi jika setia kepada Markus, fasilitas mewah dan uang yang berlimpah akan diberikan oleh Markus kepada anak buahnya. Tak ada satupun anak buah Markus yang merasa kekurangan, asalkan selalu setia dan nurut akan perintah Markus. maka kehidupannya akan mewah.
Seperti yang dirasakan Sunco Anggraini saat ini. Ia mendapat fasilitas mewah dari Markus dan uang yang berlimpah. Karena ia selalu menurut dengan perintah Markus. Tetapi entah mengapa sepertinya Sunco Anggraini sedikit kesal terhadap Markus, mendengar Markus seolah-olah membela lelaki yang sudah menyakiti hati ibu kandung sunco Anggraini. yaitu Tuan Filma Orion. Padahal Ia belum mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Kondisi Tuan Filma Orion Saat ini semakin memprihatinkan. Membuat anak buah Markus langsung menghubungi Markus saat itu juga.
Merasa terganggu dengan suara deringan telepon yang berdering di atas meja, Markus menghentikan aksinya. Tetapi Sunco Anggraini terus diminta untuk menari di sana. Ia pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, karena melihat anak buahnya yang bertugas menjaga tuan Filma Orion menghubunginya saat itu.
"Ada apa Kenapa kamu menggangguku? Apa kamu tahu aku lagi ngapain sekarang?" suara bariton Markus terdengar jelas di telinga anak buahnya membuat nyali anak buahnya langsung menciut.
"Begini tuan," Kami khawatir kalau dibiarkan begini terus Filma Orion tidak akan bertahan.
Karena sepertinya kondisinya sudah sangat lemah. Apa yang harus kami lakukan Tuan? beri perintah sama kami." ucap anak buah Markus kepada Markus.
"Apa dia belum sadar?
"Belum Tuan!" tetapi sepertinya dari hidung Filma Orion terlihat keluar darah segar. Kami khawatir dia akan mati di sini." ucap anak buah Markus.
"Panggil dokter jangan sampai lelaki itu mati di situ. Berikan pengobatan, Tetapi tetap diobati di lokasi itu." perintah Markus lalu langsung mematikan sambungan telepon selulernya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏